REFLEKSI SUMPAH PEMUDA DAN HARAPAN BANGSA

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA DAN HARAPAN BANGSA
Oleh Muhammad Julijanto

“Masa remaja merupakan periode produktif, momen paling baik untuk mengetahui dan mengembangkan potensi” (Sri Warsinah, suaramerdeka.com, 12/3/2012)

Pendahuluan
Sesungguhnya masa anak-anak atau remaja merupakan fase yang paling subur, paling panjang, dan paling dominan bagi seorang pendidik untuk menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan yang bersih ke dalam jiwa dan sepak terjang anak-anak didiknya.
Berbagai kesempatan terbuka lebar untuk sang pendidik dan semua potensi tersedia secara berlimpah dalam fase ini dengan adanya fitrah yang bersih, masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang bergitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmaninya, kalbu yang masih berlum tercemari, dan jiwa yang masih belum terkontaminasi (Jamal ‘Abdiir Rahman, 2005: 15).
Mendidik dan memberikan tuntunan merupakan sebaik-baik hadiah dan perhiasan paling indah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan nilai yang jauh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.
Keberhasilan pemuda dan masa depannya sangat tergantung bagaimana generasi muda memanfaatkan waktu untuk menampa diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup dengan keterampilan dalam berbagai aspek. Karena pemuda akan hidup sesuai dengan kemajuan zamannya di masa yang akan datang.
Disamping itu tantangan dan hambatan yang dihadapi generasi muda bukan persoalan sepele, namun mempunyai dampak puluhan tahun yang akan datang. Kegagalan dan ketidakmampuan mengelola potensinya, akan menyebabkan masa depannya terganggu. Bahkan bisa membawa dampak negatif yang lebih jauh.
Melalui tulisan in akan membahas napaktilas gerakan sumpah pemuda dan bagaimana peran pemuda dalam pembanguan bangsa yang aka datang?
Refleksi Sumpah Pemuda
Sebelum Indonesia merdeka, negara kita memiliki berbagai organisasi kepemudaan yang beranggotakan para pemuda-pemudi Indonesia baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan. Berikut ini adalah daftar beberapa organisasi perkumpulan pemuda di Indonesia :
1. Budi Utomo / Boedi Oetomo. Budu Utomo berdiri pada tahun 1908 yang pada awal mula berdirinya merupakan organisasi pelajar yang ruang lingkupnya masih kedaerahan, namun pada perkembangannya berubah menjadi organisasi perkumpulan pemuda nasional.
2. Trikoro Dharmo / Tri Koro Dharmo. Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.
3. Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra). Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin.
4. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Organisasi yang satu ini berdiri pada tahun 1925 yang diprakarsa oleh mahasiswa Jakarta dan Bandung dengan tujuan untuk Kemerdekaan Indonesia.
5. Jong Indonesia. Perkumpulan pemuda dan pemudi ini didirikan pada tahun 1927 di Bandung di mana kemudian organisasi ini diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
6. Indonesia Muda. Indonesia Muda adalah organisasi nasional yang lahir karena dorongan Sumpah Pemuda pada tahun 1930 sebagai peleburan banyak organisasi pemuda daerah / lokal.
7. Organisasi Perkumpulan Daerah. Setelah muncul jong jawa dan jong sumatra bond, maka bermunculanlah organisasi lokal kedaerahan lain seperti jong celebes, jong ambon, jong minahasa, dan lain sebagainya.
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua :
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.
Problem remaja dan tantangan masa depan
Banyak orang tua mengatakan usia yang paling menghebohkan, merepotkan, dan menjengkelkan bagi anak mereka adalah usia remaja. Alasan itu dengan mendasarkan munculnya sikap pemberontakan, sulit diatur, egois, dan sebagainya. Masa remaja (adolescence) itu mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980:206).
Data BNN menunjukkan bahwa 49,5 ton sabu, 147 juta ekstasi, 242 ton ganja, dan hampir 2 ton heroin lepas dari jerat petugas sepanjang 2011 (Siti Marwiyah, suarakarya-online.com, 10/2/2013).
Indonesia dalam keadaan bahaya narkoba dilihat dari kualitas dan kuantitas kejahatan serta kerugian yang ditimbulkan. Kerugian ekonomi lebih dari Rp 50 triliun per tahun. jenis narkoba yang diperdagangkan kini meliputi heroin, kokain, dan sabu kualitas baik. Jumlah kejahatan meningkat dari 26.000 kasus pada 2010 menjadi 29.000 kasus pada 2011 (Kompas, 24/2/2012).
Tragedi neodehuhamnisme semakin sering terjadi dan liberal. Produsen atau distributor telah diberikan amosfir lebih menyenangkan (kondusif dan progresif) untuk menjalankan neodehumanisme sebagai pilihan logis dari ‘hukum dagang’ yang mesti menggunakan rumus untung dan rugi. Akibat pilihan mereka, negara atau masyarakat Indonesia kehilangan banyak generasi mudanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, tidak salah jika kita memberi gelar Indonesia sebagai negeri darurat narkoba dan kiamat bagi generasi. Di samping jaringan produksi dan pengedaran yang kian berani, mereka juga sudah menghabisi (membantai) 15 ribu warga setiap tahunnya, yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda (remaja sekolah), terutama dari kalangan anak orang kaya dan pejabat, yang nota bene komunitas elitis atau keluarga penghasil kandidat para pemimpin (pejabat).
Perilaku menyimpang remaja dalam bentuk perkelahian dan tindak kekerasan lainnya, bahkan juga tindak kriminal, seringkali berkaitan dengan penyelahgunaan narkotika, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya (zat adiktif). Sebagaimana diketahui bahwa narkotika, alkohol dan zat adiktif menurunkan ambang untuk mengendalikan dorongan-dorongan (impuls) agresifitas baik fisik maupun seksual. Dari hasil penelitian terdapat penyalahgunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif tercatat bahwa 65 % dari mereka terlibat perkelahian dan kekerasan lainnya, sedangkan pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan mencapai 58,7 %(Dadang Hawari, 1996: 206).
Benteng Moral
Oleh karena itu perlu antisipasi agar generasi muda tidak terjerumus lebih dalam perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan obat-obatan/narkotika/minuman keras.
Menyikapi perkembangan teknologi, orang tua dan guru perlu melakukan pengawasan lebih intensif terhadap media komunikasi seperti televisi, internet, handphone, dan sebagainya. Dengan mendasarkan rumah sebagai basis, perlu memberikan bimbingan mengenai kepribadian di rumah.
Perlu peningkatan upaya-upaya penangangannya secara komprehensif, terpadu dan konsisten oleh semua pihak yang terkait.
Karakter Generasi Harapan
Pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati dirilah yang bisa kuat dan eksis. Secara sosiokultural, pembangunan karakter bangsa merupakan suatu nilai yang memberikan corak orientasi peradaban. Secara konseptual, karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara (Lilin Budiati, suaramerdeka.com, 16/3/2012).
Memahami pendidikan karakter sebenarnya berhubungan dengan aspek pendidikan budi pekerti yang dikemas dengan unsur pengetahuan, perasaan dan tindakan. Thomas Lickona seperti dikutip Suyanto (2008) mengatakan, pendidikan karakter tak akan efektif jika tiga unsur tersebut tak dikemas secara sistematis, kronologis, dan berkelanjutan. Dengan demikian pendidikan karakter akan menghasilkan intellectual quotient, emotional quotient, dan spiritual quotient.
Ali Ibrahim Akbar (2009), menyatakan praktek pendidikan di Indonesia cenderung lebih berorientasi pada pendidikan berbasis hard skill (keterampilan teknis) yang lebih bersifat mengembangkan intelligence quotient (IQ), tapi kurang mengembangkan kemampuan soft skill yang tertuang dalam emotional intelligence (EQ), dan spiritual intelligence (SQ). Pembelajaran di berbagai sekolah bahkan perguruan tinggi lebih menekankan pada perolehan nilai hasil ulangan, maupun nilai ujian. Banyak guru yang memiliki persepsi bahwa peserta didik yang memiliki kompetensi yang baik adalah memiliki nilai hasil ulangan/ujian yang tinggi.
Sementara itu, menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Oleh sebab itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda (Rijal Firdaos, litbangagama-smg.info, 31/3/2012).
Karakter hanya bisa dididik, ditingkatkan dan disempurnakan terus-menerus. Kepada siapa? Kepada semua orang yang mendambakan proses penyempurnaan karakter, termasuk generasi muda.
Perilaku baik adalah karakter. Karakter itu merupakan asset berharga. Bahkan lebih penting dan lebih mendasar ketimbang asset lain. Cerdas adalah asset. Tapi tanpa karakter, cerdasnya akan ngakali yang lain. Jabatan merupakan asset. Tanpa karakter, jabatan bisa jerumuskan negara dalam utang dan obral murah asset negara. Enterpreneurship adalah asset. Tanpa karakter, apapun akan dibisniskan hanya sekadar uang dan rakus akan kerajaan bisnisnya. Professor adalah kehormatan. Tapi tanpa karakter, kehinaan yang didapat (Erie Sudewo, 2011: 251). Pemuda adalah asset, tanpa karakter pemuda kurang mantap.
Karenanya tidak salah bila dikatakan ‘karakter merupakan fondasi’. Apapun yang dibangun di atas karakter akan berkembang baik dan bermanfaat. Pada bangunan, fondasi tampak nyata hingga harus ada. Semakin besar dan tinggi bangunan, semakin fondasi dibuat kokoh jadi penopang.
Kesimpulan
Merefleksikan sumpah pemuda menjadikan kita ingat kepada sejarah perjuangan bangsa, dan kita merasakan pahit dan getirnya perjuangan, kita bisa merasakan dan berusaha apa yang bisa kita kembangkan dari potensi dan kemampuan kita untuk kita sumbangkan kepada bangsa dan negara. Mengambil teladan dari para pendahulu dan pelopor kebaikan.
Sebagai generasi yang masih labih dan proses pencarian jati diri dan karakter diri, maka perlu selalu ada pembinaan dan penyedian wadah yang dapat sebegai tempat generasi muda mengembangkan semua potensi guna masa depan yang bermanfaat.
Meredam dampak negatif dari perilaku generasi muda dengan memberikan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan serta pengembangan skill remaja, generasi muda dan mahasiswa.
Sebuah bangsa yang maju, salah satu cirinya, adalah selalu melihat sesuatu dari perspektif positif dan bersifat solutif. Membangun peradaban maju tak bisa seketika dan instan. Ia merupakan hasil dari rajutan yang berlangsung terus-menerus, tumbuh dengan memupuk nilai-nilai yang tumbuh, menyeleksi secara alamiah segala yang datang. Semoga kita termasuk bagian yang terus berkembang dan berbuat positif dan selalu solutif di tengah masyarakat.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, sekretaris LKBHI IAIN Surakarta, Sekretaris LBH Perisai Kebenaran Wonogiri

Otonomi Daerah

 

OTONOMI DAERAH

Oleh Muhammad Julijanto, M. Ag.

 

  1. Pengantar

Otonomi diyakini sebagai salah satu cara memberikan kewenangan kepada daerah otonom untuk mengelola sendiri segala kebutuhannya.

  1. Istilah-Istilah Penting
  2. Arti Otonomi Daerah

Desentralisasi pada dasarnya mempersoalkan pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggara negara, sedangkan otonomi menyangkut hak yang mengikuti pembagian wewenang tersebut.

Otonomi daerah : kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerah-nya sendiri.

Desentralisasi : pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

United Nations (PBB) mendefinisikan desentralisasi:

Decentralisation refers to the transfer of authority away from the national capital whether by deconcentration (i.e delegation) to field offices or by devolution to local authorities or local bodies.

 

  1. Arti Penting Otonomi Daerah-Desentralisasi
  2. untuk terciptanya efisiensi – efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
  3. Sebagai sarana pendidikan politik.
  4. Pemerintah daerah sebagai persiapan untuk karir politik lanjutan.
  5. Stabilitas politik.
  6. Kesetaraan politik.
  7. Akuntabilitas publik
  8. Visi Otonomi Daerah

Visi otonomi daerah:

  1. politik, harus dipahami sebagai sebuah proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dilipih secara demokratis, memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintah yang responsif.
  2. Ekonomi, terbentuknya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekonomi di daerahnya.
  3. Sosial, menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika kehidupan di sekitarnya.

Konsep dasar otonomi daerah:

  1. penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada daerah.
  2. Penguatan peran DPRD sebagai representasi rakyat lokal dalam pemilihan dan penetapan kepala daerah. Namun sejak pilkada menjadi rezim pemilu. Kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala (pilkada).
  3. Pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur berkulaitas tinggi dengan tingkat akseptabilitas yang tinggi pula.
  4. Peningkatan efektifitas fungsi-fungsi pelayanan eksekutif.
  5. Peningkatan efisiensi administrasi keuangan daerah.
  6. Pengaturan pembagian sumber-sumber pandapatan daerah, pemberian keleluasaan kepada daerah dan optimalisasi upaya pemberdayaan masyarakat.
  7. Model Desentralisasi
  8. dekonsentrasi = pembagian kewenangan dan tanggung jawab administratif antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan.
  9. delegasi = pelimpahan pengambilan keputusan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi yang tidak secara langsung berada di bawah pengawasan pemerintah pusat.
  10. Devolusi = transfer kewenangan untuk pengambilan kepyutusan, keuangan dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah.
  11. privatisasi = tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela, swasta, dan swadaya masyarakat.
  12. Sejarah Otonomi Daerah Di Indonesia

UU No. 1 Tahun 1945

UU No. 22 Tahun 1948

UU No. 1 Tahun 1957

UU No. 18 Tahun 1965

UU No. 5 Tahun 1974

UU No. 22 tahun 1999

UU No. 25 Tahun 1999

UU No. 32 Tahun 2004

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

  1. Prinsip-Prinsip Otonomi Daerah Dalam Uu No 32 Tahun 2004 UU 12 Tahun 2008
  2. demokrasi keadilan, pemerataan, potensi dan keanekaragaman daerah.
  3. Otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.
  4. Otonomi daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah kabupaten dan daerah kota.
  5. Sesuai dengan konstitusi negara.
  6. Kemandirian daerah otonom
  7. Meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah.
  8. Asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah provinsi sebagai wilayah administrasi.
  9. Asas tugas pembantuan
  10. Pembagian Kekuasaan Antara Pusat Dan Daerah Dalam UU 32 Tahun 2004 Yang dirubah UU No. 12 Tahun 2008.

Hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter, agama, dan berbagai jenis urusan yang memang lebih efisien ditangani secara sentral oleh pemerintah pusat seperti kebijakan makro ekonomi, standarisasi nasional, administrasi pemerinatahan, badan usaha milik negara dan pengembangan sumber daya manusia.tugas.

Kewenangan provinsi sebagai daerah administratif dalam UU No. 32 Tahun 2004:

  1. kewenangan bersifat lintas kabupaten dan kota.
  2. Kewenangan pemerintahan lainnya, seperti perencanaan dan pengendalian pembangunan regional secara makro.
  3. Kewenangan kelautan.
  4. Kewenangan yang tidak atau belum dapat ditangani daerah kabupaten dan kota.

Kewenangan pemerintahan kabupaten dan kota sebagai daerah otonom:

  1. pertanahan
  2. pertanian
  3. pendidikan dan kebudayaan
  4. tenaga kerja
  5. lingkungan hidup
  6. pekerjaan umum
  7. perhubungan
  8. perdagangan dan industri
  9. penanaman modal
  10. koperasi.
  1. Otonomi Daerah Dan Demokratisasi

Keterkaitan otonomi daerah dengan demokrastisasi:

Memberikan otonomi daerah tidak saja berarti melaksanakan demokrasi, tetapi mendorong berkembangnya auto-aktiviteit. Auto-aktivitiet artinya bertindak sendiri, melaksanakan sendiri apa yang dianggap penting bagi lingkungan sendiri. Dengan berkembanganya auto-aktiviteit tercapailah apa yang dimaksud dengan demokrasi. Yaitu pemerintahan yang dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Rakyat tidak saja menentukan nasibnya sendiri, melainkan juga dan terutama memperbaiki nasibnya sendiri.

Konsekwensi otonomi daerah dengan demokratisasi:

  1. otonomi daerah harus dipandang sebagai instrumen desentralisasi dalam rangka mempertahankan keutuhan serta keberagaman bangsa.
  2. Otonomi daerah harus didefinisikan sebagai otonomi bagi rakyat daerah, bukan otonomi pemerintahan otonomi pemerintahan daerah (pemda), juga bukan otonomi bagi daerah.

Perubahan era goverment menuju governance telah mengubah relasi antaraktor penting dalam pembuatan kebijakan daerah. Karena itu oreintasi kepala daerah perlu mengakomodasi materi yang menjelaskan eksistensi organisasi non pemerintah sekaligus tentang dampak dan konsekwensi kehadiran mareka. Materi tata pemerintahan yang baik harus disajikan bergandengan tangan dengan pembahasan tentang organisasi masyarakat sipil dan swasta serta interaksi antar ketiganya.

Tujuan orientasi kepala daerah bukan menghasilkan pemimpin hebat, tetapi pemimpin yang mampu menggerakkan sistem pemerintahan daerah secara umum. Sekaligus pemerintahan yang berganti sistem tetap bisa memproduksi inovasi untuk kemajuan daerah[1].

Sistem kepartaian Penghambat Otonomi Daerah

 

No Faktor Penghambat Solusi
1 Sentralisasi partai: kebijakan yang bersumber keputusan pusat partai Desentralisasi kebijakan otonomi kebijakan partai sesuai tingkat kepengurusan
2 Oligharki partai, kekuasaan partai bertumpu pada elit partai Demokratisasi internal partai, kekuasaan bertumpu pada musyawarah partai
3 Personifikasi partai, performa partai tergantung tokoh Pelembagaan partai memperkuat basisi masa partai
4 Idealogi primordial, mengandalkan keterikatan emosional Idealogi kebijakan, mengandalkan program startegis bagi publik.
5 Politik beaya tinggi, membeli dukungan rakyat Demokrasi efisien, membangkitkan kegotong-royongan, kesukarelaan dan kesadaran memilih.

(Jawa Pos, 4/2/2008).

 

 

[1] “Kemajuan Daerah Bergantung Kepala Daerah”, Jawa Pos, 9/3/2010, hlm. 3.

HARAPAN KEPADA PEMIMPIN BARU

HARAPAN KEPADA PEMIMPIN BARU
Oleh Muhammad Julijanto

Pemilu telah usai segala ritual demokrasi dengan berbagai hiruk pikuknya sudah kelar setelah putusan Mahkamah Konstitusi, sekalipun pidana pemilu masih berproses sesuai dengan hakikat hukum publik, yang tidak mengenal kedaluwarsa. Sebagai upaya untuk menegakkan hukum dan pencapaian keadilan subtansif.

Kini harapan dan cita-cita yang terkemas dalam fakta kampanye dahulu menjadi janji dan sumpah yang harus sekuat tenaga pemimpin terpilih untuk merealisasikan dengan segenap kesadaran, aneka tantangan dan hambatan yang akan merintanginya. Kesadaran itu harus mulai dibangun dengan perspektif yang baru, sehingga sebesar apapun tantangan yang menghadang bila niat suci melaksanakan amanat penderitaan rakyat akan mendapat dukungan dari semua elemen bangsa, baik yang pro maupun yang kontra asal semangat dikembalikan kepada hati nurani rakyat.

Fungsi pemimpin akan menentukan perjalanan dalam meraih mimpi indah bersama pemimpin baru dengan mewujudkannya dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab pemimpin sekaligus politisi adalah mediator publik yang wajib mengerti kebutuhan masyarakat yang diwakilinya. Politisi lebih tepat disebut pemimpin. Seorang pemimpin wajib menjadi mediator rakyat atau masyarakat, dan menyambung aspirasi, bukan sebagai makelar yang mengambil keuntungan dari kebutuhan masyarakatnya (Harry Tjahjono, Kompas, 19/4/2014).

Ada 3 tingkat fungsi yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin agar rakyat mengalami transformasi kehidupan yang istimewa: 1) Transformasi kehidupan dari kepemimpinan yang keluarannya bersifat perifer-sensasional (tak menyentuh pemenuhan kebutuhan utama mayoritas rakyat di bidang fisikal, emosional, spiritual dan cenderung beorientasi pada kampanye verbal semata) kenuju keluaran kepemimpinan yang bersifat elementer-faktual (memenuhi kebutuhan utama dan mendasar seluruh rakyat fisikal, emosional, spiritual, serta berorientasi pada kebenaran obyektif kehidupan). Pemimpin punya fungsi mediator yang mampu mempertemukan kepentingan pihak-pihak dalam masyarakat, termasuk kepentingan mayoritas atau minoritas. Fungsi mediator disebut sebagai fungsi birokratik. 2). Fungsi kepemimpinan sebagai integrator bertujuan menyelaraskan berbagai kepentingan, kebutuhan, serta aspirasi masyarakat hingga mempersatukan semuanya itu dan pada gilirannya mencapai sinergi bersama. Sehingga seorang pemimpin wajib mempunyai integritas kepribadian yang relatif sempurna. Sebab integritas pribadinya akan membuat seorang pemimpin selalu mengedepankan kepentingan lebih besar, di atas kepentingan pribadi, kelompok dan partai. 3) fungsi kepemimpinan sebagai transformator, yang bukan saja memenuhi kepentingan dan kebutuhan rakyat elementer, faktual, mediasi solutif, serta mencapai sinergi bersama, tetapi sampai pada tanggung jawab pemimpin dalam membawa kehidupan rakyat ke tataran lebih tinggi bermantarbat dan mulia (manusiawi).

Pemimpin yang baik menurut Loa Tzu, adalah ketika ia mampu membuat pengikut atau rakyatnya menyadari keberadaan dirinya, ketika mereka berkesempatan bekerja dengan baik, memenuhi tujuan hidupnya, dan pada akhirnya ketika mereka bisa berkata, “kita telah melakukannya sendiri’. Di sinilah partisipasi masyarakat terasa nyata dan menyatu dengan visi, misi dan program kerja pemimpin untuk menggerakkan masyarakat meraih impiannya.
Sementara menurut Musthofa Bupati Kudus ada tiga konsep kepemimpinan 3 M perlu diimplementasikan oleh setiap pemimpin dalam semua level, yaitu; setiap pemimpin harus mau melihat, mendengar, serta merasakan apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat (Kompas, 12/8/2014).

Gaya Pemimpin

4 kriteria memilih pemimpin: sidiq, amanah, fathonah, tabligh. Nabi dikenal al amin…jujur, belajar boleh salah, belajar bisa dari kesalahan, kita tidak boleh bohong- jujur itu lebih penting dibandingkan memperoleh sesuatu dengan cara tidak jujur. Selama ini pendidikan tidak boleh salah, salah itu penting untuk mengetahu apa yang benar- coba dan salah- try and error- Thomas Alfa Edison melakukan percobaan hingga 1000 kali. Sifat jujur ada pada diri nabi sebagai bekal paling besar hingga dipercaya sebagai pemimpin di lingkungan masyarakat Mekkah.

Amanah bisa dipercaya-memegang kepercayaan sesuai dengan janjinya dan sumpah jabatan. Sumpah jabatan merupakan janji yang sangat kuat pemangku kepentingan yang harus ditunaikan atas nama Allah (Tuhan Yang Maha Esa) dan harus dilaksanakan. Kalau diberikan amanah tunaikan sampai selesai.
Amanah sangat dipegang sebagai manifestasi janji-janji dalam kampanye yang merupakan implementasi visi, misi dan program kerjanya yang ditawarkan kepada konstituen, yang kemudian harus direalisasikan semasa masa jabatannya.

Fathonah-cerdas- pemimpin harus cerdas-pemimpin ditinggikan seranting-lebih tinggi meskipun sedikit-presiden adalah leader. Leader artinya pemimpin-bicaranya dalam konteks ruang lingkup visi-pandangan-tujuan-tujuan-vis jauh kedepan yang harus dilakukan. Menager akan melaksanakan perintah yang ditunjukkan oleh pemimpin. Maneger mengelola. Pemimpin pada level pimpinan daerah, panduan kedepan arahannya.

Seorang presiden adalah seorang pemimpin. 2 type pemimpin di Indonesia: type solidaritas maker seperti Ir Bung Karno berpidato 8 jam di depan PBB. Mengurus pemerintahn tidak bisa bung Karno gagal 1965 mengurus pemerintahan. Keberhasilannya kepemimpinanya berkat Ir Juanda pidatonya tidak bagus, pekerjaannya bagus. Bisa menerjemahkan pekiran-pikiran bung Karno. Masuk orang PKI yang memanfaatkan kekuasaan Bung Karno. PKI mengangkat Bung karno menjadi pemimpin seumur hidup. Kita butuh kepemimpin sesuai dengan zamannya.

Type kepemimpinan Soeharto-kelebihannya pidatonya tidak bagus kerjanya bagus. Teori rumit disederhanakan sehingga pembangunan dari pusat hingga daerah- seperti Pos yandu membuat generasi Indonesia sehat-sederhana tetapi teorinya rumit-mempermudah sesuatu untuk bisa dilaksanakan.

Politik bukan tergantung pada pribadi-sebab syahwat politik power tent to corrup, absolut power lebih korup. 10 tahun kekuasaan Suharto sangat demokratis, kemandirian ekonomi, 10 tahun berikutnya menimbulkan syahwat kekuasaan untuk keluarga, kolega dan anak-anaknya (kroninya). Korupsi Kolusi dan Nepotisme-segala sesuatu dipakai untuk keluarga. Jabatan politik dan jabatan karir. Jabatan politik tergantung pada kontrak, kalau 5 tahun-jabatan yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Jabatan karir kontraknya sampai pensiun, tergantung pada atasan. Jabatan politik tidak ada atasannya, atasannya adalah rakyat yang memilih.

Pekerjaan Rumah
Pekerjaan Rumah yang cukup berat bagi presiden dan wakil presiden terpilih Ir H. Joko Widodo- Drs. HM. Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia hebat adalah menghilangkan benalu demokrasi yang merupakan kekuasaan turun temurun dengan kekuatan modal bukan moral, semakin tumbuh suburnya mafiaso dengan regenerasi koruptor yang silih berganti, belum tersentuh keadilan hukum, kerugian negara makin banyak yang masuk kantong koruptor membuat ngiler rakyat miskin. Pembangunan ekonomi yang belum signifikan mengatrol kesejahteraan membuat rakyat betah tinggal di tanah airnya. Mereka yang bisa mengais rizki di negeri seberang rauntau tidak semujur mencapai kesejahteraan bahkan mendapatkan perlakuan hukum dan penelantaran di sana. Inilah ironi yang segera di atasi tidak harus menunggu rakyat berontak tetapi dengan kekuatan mendengar, melihat, merasakan penderitaan…akan muncul kebijakan, strategi dan terobosan menyelesaikan semua masalah secara cepat…

Ya Allah ampunilah dosa kami, ampunilah dosa para pemimpin kami dan kuatkalah dalam menjalankan amanah rakyat, ya Allah limpahkanlah rahmat, hidayah dan inayahMu ya rahman ya rahim. Kami memohon atas segala nikmat yang engkau berikan kepada kami. Agar bangsa dan negara menjadi sejahtera, amin.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta

MEMBANGUN PERSPEKTIF KEBERADABAN DALAM PENDIDIKAN

MEMBANGUN PERSPEKTIF KEBERADABAN DALAM PENDIDIKAN
Oleh Muhammad Julijanto

Menarik nusuk nurani sekali tulisan Suryandaru Pendidikan Untuk Semua (Suara Merdeka 29/3/2014) yang menyoroti kinerja pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada semua warga negara tanpa kecuali termasuk untuk difabel dengan berbagai kebutuhan khususnya.

Secara normatif sudah menjadi tugas dan kewajiban negara untuk menyediakan segala macam sarana dan prasarana kebutuhan pendidikan warga negara berkebutuhan khusus dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan jenjang tertinggi S3 untuk difabel sebagaimana yang sering dikampanyekan dengan pendidikan inklusif, karena difabel adalah warga negara yang sah sebagaimana warga negara yang lain.

Difabel tidak meminta lahir karena dengan keadaan disabilitas seperti itu, namun itu adalah takdir yang tidak bisa ditolak dan sudah menjadi tugas kemanusiaan. Sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bahwa kewajiban negara adalah mencerdasakan kehidupan bangsa untuk semuanya tanpa terkecuali untuk difabel.

Yang dibutuhkan saat ini adalah membangun perspektif terhadap difabel berdasarkan kebutuhan dan aksesbiltas pemahman dan wawasan berperspektif difabel tidak hanya dibangun untuk kalangan pendidikan an sich tetapi semua lini kehidupan harus memahami kondisi tersebut.
Sebagai contoh dalam perencanaan penganggaran berbasis aksesbilitas pembangunan gedung-gedung apapun peruntukkannya dan untuk siapapun sudah melihat bahwa dalam realitasnya ada warga negara yang membutuhkan kebutuhan khusus, mestinya di sini sudah disiapkan secara lengkap apa yang menjadi kebutuhan khusus semua warga negara.

Yang secara nyata dalam dunia pendidikan mengembangkan pendidikan inklusif yang memang secara khusus mempersiapkan diri untuk menerima semua peserta didik dengan berbagai macam kebutuhan khususnya, termasuk bagi bidang tertentu selama akses tersebut dibuka dengan tidak ada pengecualiaan, artinya lembaga pendidikan harus siap dengan segala bentuk layanan berkebutuhan khusus.

Berbasis Aksesibilitas

Demikian juga dalam membangun infrastruktur kebutuhan perekonomian dan sosial sudah menyertakan perencanaan pembangunan yang berbasis aksesibilitas. Karena ini adalah amanah undang-undang untuk menghindari adanya diskriminasi dari segala aspek kehidupan.
Provinsi Jawa Tengah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Tahun 2014 tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang secara khusus memberikan perlindungan, pelayanan, pemberdayaan dan penghormatan harkat dan martbat kemanusiaan semestinya membuka peluang kepada semua lapisan masyarakat bisa memberikan layanan yang lebih baik dan perlindungan hukum yang memadai.
Pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, badan hukum, badan usaha, dan masyarakat berkewajiban memfasilitasi aksesibilitas penggunaan falisitas umum bagi penyandang disabilitas sesuai dengan kewenangannya.

Dalam bidang hukum pun demikian sebagai contoh kasus yang beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Sukoharjo menimpa penyandang difabel terjadi kekerasan. Oleh karena itu semua elemen harus menyadari perlunya menyamakan persepsi dalam membangun sinergi pembangunan yang lebih manusiawi dan tanpa diskriminasi.

Pemberdayaan merupakan upaya memberikan perhatian khusus dan memberikan kebutuhan khusus bagi komunitas difabel yang diharapkan di masa yang akan datang bisa memberikan kontribusi yang lebih baik.

Sebagaimana warga negara yang lain komunitas difabel sebenarnya mempunyai potensi dan memiliki kemampuan yang lebih baik bila dibekali skill yang memadai untuk bisa berkiprah dalam tataran dan level yang lebih luas lagi.
Oleh karena itu dibutuhkan kepedulian, perspektif dan perhatian dari semua elemen masyarakat maupun stakeholders yang lain memberikan kontribusi yang secara khusus kepada mereka.

Berdasarkan data penyandang cacat di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan data BPS warga negara yang mempunyai kebutuhan khusus antara lain. Sensus penduduk BPS 2010 menunjukkan bahwa jumlah orang difabel di atas usia 10 tahun adalah 16.718 orang. Sumber lain dari Kementrian Sosial RI (2009) menyatakan bahwa jumlah total penduduk Indonesia yang difabel sebanyak 1.541.942 orang.
Suatu potensi yang perlu diperhitungkan sebagai bagian dari pelayanan negara kepada semua rakyatnya, baik melalui pendidikan dari jenjang yang terendah hingga pendidikan formal yang paling tinggi.

Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai dan melayani rakyat dengan cinta kasih sepanjang peradaban manusia ini dibangun. Sebaliknya bangsa yang bangkrut adalah bangsa yang menterlantarkan rakyatnya dalam keadaan yang tak beradab. Saatnya bangsa ini peduli pada nasib warganya.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran Wonogiri.

Sumber : http://www.solider.or.id/2014/04/03/membangun-perspektif-keberadaban-dalam-pendidikan. diakses, 7/4/2014

OPTIMALISASI SYUKUR MENGISI KEHIDUPAN LEBIH BAIK

OPTIMALISASI SYUKUR MENGISI KEHIDUPAN LEBIH BAIK
Oleh Muhammad Julijanto

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ سَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَ جَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ عِيْدًا مُّبَارَكًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَلَّلهُمَّ صَلِّي عَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. امابعد. قال الله تعالى وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣- الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤- وقال رسول الله صل الله عليه وسلم: اتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوا أَرْحَامَكُمْ (رواه اِبْنُ عَسَاكِرُ

Puji syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang terlimpahkan kepada kita sekalian, sehingga kita bisa bersilaturrahmi, bermuwajjahah-bertatap muka dalam majelis yang mulia ini, semoga rahmat Allah Swt selalu meliputi kita sekalian. Allahumma amin.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas segala perjuangan dan teladannya dalam rangka membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Semoga kita bisa meneladani akhlaknya yang luar biasa hingga khusnul khotimah.
Melalui majelis ini saya mengajak diri sendiri dan berwasiat kepada seluruh hadirin tentang iman dan takwa kepada Allah Swt, sebab dengan takwa menjadi kunci kesuksesan hidup dan keselamatan kelak di hari pertanggungan jawab semua amal perbuatan kita masing-masing.
Hadirin yang dirahmati Allah Swt
Sebelum berpanjang kalam perkenalkan saya Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Selama ini saya berkecimpung di dunia pendidikan IAIN Surakarta, sekarang lebih banyak waktunya bersama mahasiswa melakukan riset dan pembelajaran di kampus.
Alhamdulillah bisa silaturrahmi bersama orang-orang hebat ini, karena Kami didawuhi ibu Hj Warsini untuk menyampaikan uraian hikmah halal bi halal…perkenankan kami akan mengulasnya dan menghubungkanya dengan optimalisasi syukur dengan mengisi kehidupan lebih baik lagi.

Masalah
Apa makna halal bi halal dan hikmah silaturrahmi di antara kita semua?.
Bagaimana mengisi waktu di masa pensiun…menuntaskan pengabdian dan memberi manfaat sebanyak mungkin, meningkatkan kualitas spiritual, penuntaskan pengabdian serta menjadi rujukan moral dan akhlak bagi generasi muda.
Pensiun atau purna tugas berarti selesai dalam pengabdian dan memberikan kontribusi yang lebih baik di masa yang akan datang….justru meneruskan pengabdian lebih kepada sesama memberikan manfaat yang lebih luas….bagi masyarakat…
Hadirin yang dirahmati Allah Swt

Makna halal bi halal
Setelah menunaikan syiam-puasa Ramadhan maka kita akan kembali ke fitrah sebagaimana kita dulu dilahirkan, apabila kita sudah bisa menyelesaikan hubungan kepada Allah Swt-hablum minallah yaitu bagaimana ibadah kita lakukan selama ini, apabila ada dosa maka kita segera memohon ampun dan bertaubat tidak akan melanjutkan perbuatan dosa di masa yang akan datang-dengan taubatan nashuha. Sedangkan kesalahan di antara manusia, bisa lebur, apabila setiap hamba saling memohon maaf atas segala kesalahan di antara mereka, sehingga sudah tidak ada ganjalan dan kesalahan di antara manusia yang menyebabkan kita kembali kepada fitrah sebagaimana kita awal dilahirkan.
Secara istilah halal berarti boleh dan tidak ada dosa untuk dilakukan…istilah ini memang timbul berdasarkan budaya nusantara…karena di negeri asal perkembangan Islam tidak ada…namun Islam tidak hampa budaya…bisa bersinergi selama itu membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi kehidupan dan tidak menyimpang dari syariat, justru pengamalan syariat Islam menjadi budaya itulah yang lebih baik…bukan membudayakan budaya menjadi syariat…sebaliknya syariat menjadi budaya, budaya yang bersendikan syariatsehingga bisa membimbing manusia mencapai puncak peradaban dan keadaban akhlakul karimah.
Silaturahim merupakan kata majemuk terdiri dari shilat dan rahim. Shilat berakar kata washl yang berarti menyambung dan menghimpun. Yaitu menyambung yang putus, mengumpulkan yang berserakan-ngumpuke balung pecah. Sedangkan rahim mulanya rahim ibu yang berarti kasih sayang, berkembang sehingga berarti pula peranakan (kandungan), karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang dari keluarga. Ikatan kekeluargaan yang dihimpun berdasarkan satu rahim, yang mana kalau ditunut hingga nabi Adam sebagai manusia pertama, generasi berikutnya adalah satu rahim, sehingga cenderung untuk mencurahkan kasih sayang kepada sesamanya.
Salah satu bukti yang paling konkret tentang silaturahim berintikan rasa rahmat dan kasih sayang itu adalah pemberian yang tulus. Karena itu, kata shilat diartikan dengan pemberian atau hadiah .
Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan dengan istilah anjangsana yang berarti 1) kunjungan untuk melepaskan rasa rindu; 2) kunjungan silaturahmi (ke rumah tetangga, saudara, kawan lama, sahabat); beranjangsana v 1 berkunjung untuk melepaskan rasa rindu; 2 berkunjung untuk bersilaturahmi .
Rasulullah saw bersabda:
اتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوا أَرْحَامَكُمْ (رواه اِبْنُ عَسَاكِرُ)
Bertakwalah kepada Allah dan sambunglah tali persaudaraan di antara kamu sekalian (HR Ibnu ‘Askir).

Optimalisasi syukur
Allah Swt berfirman barang siapa yang bersyukur pasti Allah akan menambah nikmatnya, sebaliknya barang siapa yang kufur atas nikmat Allah sungguh azab Allah sangat pedih…
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ -٧-
Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu Memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan Menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab -Ku sangat berat.” (Ibrahim [14]: 7).
Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali bersilaturrahmi, menyambung kembali hubungan yang telah lama terputus karena berbagai kesimbukan kita masing-masing. Maka dengan saling berkunjung dan bertemu muka, akan memecahkan segala bentuk kebekuan dalam komunikasi dan hubungan sosial, menetralkan kembali hubungan yang selama ini ada masalah, bisa diurai dengan silaturrahmi, kopi darat bertemu langsung dan bisa berjabat tangan melepas kerinduan.
Dalam kehidupan ini sudah menjadi naluri manusia untuk saling menjaga hubungan-hablum minan naas sebagai makhluk sosial. Dalam hubungan dan interaksi sosial, tentu banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi hubungan tersebut, ada hubungan yang harmonis-damai dan menyenangkan, tetapi ada hubungan yang disharmonis-terasa panas dan penuh dengan prasangka-dan yang semacam inilah yang harus segera diurai agar tidak timbul akumulasi masalah yang berlanjut dan membawa dampak negatif antar personal maupun kelembagaan. Disinilah fungsi silaturrahmi dan halal bi halal akan sangat membantu memecahkan kebekuan yang selama ini mengganjal di antara kita. Agar bisa lebur dan saling memaafkan di antara kita, sehingga kembali pada hubungan semula yang tidak ada dusta dan salah di antara kita.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi yang lain…خير الناس انفعهم للناس sungguh keutaman manusia yang mulia, adalah yang mampu memberikan manfaat yang terbaik kepada yang lain, sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Mengisi kehidupan lebih baik

Dalam perjalan hidup selalu diiringi oleh suka dan duka, hambatan dan tantangan yang silih berganti menghampiri kehidupan kita, baik masalah yang datang dari usaha dan kerja kita, maupun masalah yang timbul dari faktor luar yang memang itu semuanya untuk menguji ketahanan dan pertahanan keimanan kita masing-masing. ليب لوكم احسن عمل –siapakah di antara kita yang terbaik amal sholehnya. Seakan semua manusia akan menghadapi masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing…sebagaimana dalam firman Allah Swt surat Al Baqarah [2]: 286 Allah tidak akan membebani suatu kaum sesuai dengan kemampuan masing-masing, mereka mendapatkan sesuatu sesuai dengan kebaikan usaha yang mereka lakukan. Demikian juga mereka mendapatkan balasan dari kejatahan yang mereka usahakan.
Tugas hidup manusia adalah beribadah …وما خلقت الجن و الانسان الا ليعبدون sungguh Allah menciptakan jin dan manusia, semata-mata untuk beribadah kepada Allah…ibadah maghdhah yaitu ibadah yang secara khusus tata cara dan waktunya. Dan ibadah grairu maghdhah yaitu ibadah yang tidak ditentukan waktu dan tata caranya-sehingga segala kebaikan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan diniatkan sebagai ibadah kepadanya bernilai sebagai ibadah…sehingga tugas hidup manusia adalah beribadah secara tulus kepada Allah Swt.

Potensi manusia…sifat-sifat dan potensi manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna…في احسن تقويم makhluk yang mulia…selain karakter positif manusia, juga mempunyai karakter negatif…amat aniaya dan mengingkari nikmat sebagai surat Ibrahim [14]: ayat 34….banyak membantah …Al Kahfi [18]: 54…bersifat keluh kesah lagi kikir…Al Ma’arij [70]: ayat 19.
Ini menunjukkan kelemahan manusia yang harus dihindari, tetapi juga menunjukkan manusia mempunyai potensi yang luar biasa untuk menempati derjat yang tertinggi, sehingga ia terpuji, atau berada di tempat yang rendah sehingga ia tercela karena perbuatannya.
Fitrah manusia sebagai mana dalam surat Asy Syams [91]: 7-8…ونفس زما سواها فالهمها فجورها وتقواها potensi melakukan kebaikan dan keburukan yang sebanding.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan nafsu-dorongan yang kuat untuk berbuat kurang baik. Nafsu terbagi menjadi dua potensi positif-mahmudah dan potensi negatif-mazhmumah… yang terbaik mencapai kesucian dan tidak mengotorinya.
Jadi setiap orang yang beridul fitri harus sadar bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan; dan dari kesadarannya itu, ia bersedia untuk memberi dan menerima maaf. Setiap orang memiliki fitrah, terbawa sejak kelahirannya, walaupun sering karena kesibukannya dan dosa-dosa yang terabaikan, sehingga suaranya bergitu lemah, hanya sayup-sayup terdengar. Maka dengan idul fitri terdengar kalimat takbir, tahmid dan tahlil mengagungkan asma Allah kembali kepada kesucian. Kesucian adalah gabungan dari tiga unsur: benar, baik dan indah, sehingga orang yang beridul fitri dalam arti kembali kepada kesucian yang akan selalu berbuat yang indah, benar dan baik. Bahkan karena kesucian jiwanya akan mempunyai cara memandang segala sesuatu dengan pandangan yang positif-khusnudhan. Selalu berusaha mencari sisi-sisi yang baik, benar dan indah. Mencari yang indah melahirkan seni, mencari yang baik menimbulkan etika, mencari yang benar menghasilkan ilmu.
Oleh karena itu ketika orang melakukan silaturahim maupun halal bihalal menuntut upaya maaf-memaafkan. Sebagaimana Ali Imroh [3]: 134 bahwa setiap muslim yang bertakwa dituntut atau dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap dari seseorang yang melakukan kekeliruan terhadapnya: a) menahan amarah, b) memaafkan dan c) berbuat baik terhadapnya.
Ada tingkat yang paling tinggi daripada maaf-memaafkan. Maaf dalam Alquran al afwu yang berarti menghapus, karena yang memaafkan menghampus bekas-bekas di hatinya. Bukan memaafkan namanya, bila masih ada tersisa bekas luka di dalam hati-dendam. Bila masih ada dendam yang membara. Usahakan untuk menghilangkan segala noda itu, sebab dengan begitu baru bisa dikatakan memaafkan orang lain.
Manusia menurut istilah Sayyid Hosein Nasr adalah makhluk theomorfis karena dalam subtansi diriny ada unsur suci (malakuti) , sebagaimana disebutkan Alquran: maka setelah Kusempurnakan kejadiannya dan meniupkan ke dalamnya roh-Ku, maka kutunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (Al Hijr [15]: 29).

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ -٢٩-

Siapa pun umat Muslim, setelah menjalani kewajiban puasa di bulan Ramadhan, tentunya berharap dapat meraih sukses, lebih baik dalam segala hal di masa mendatang.
Jadikan Idul Fitri sebagai batu lompatan untuk mengubah diri, dari buruk menjadi baik, dari tak peduli terhadap agama berubah lebih baik. Benar-benar bertanggung jawab. Kembali ke fitrah yang didambakan tentunya harus punya target, berubah dalam upaya merintis jalan untuk meraih sukses dunia dan akhirat.
Syawala-yasyulu salah satu artinya adalah meningkat. Syawal adalah starting point peningkatan diri dari amaliah pada bulan Ramadhan, bukan titik nol sebagaimana sering dinungkapkan sementara pihak.
Tak heran semua nabi mengajarkan kebajikan, akhalqul karimah, cinta kasih sesama dan kebersediaan berkorban.
Ya Allah, dengan shiyamu romadlon kami hanya ingin menjadi manusia tulen/sejati (ahsani taqwiim). Bila belum semua hawa nafsu kami sanggup membakarnya, tapi kami takut menjadi menusia setengah malaikat, setengah iblish, setengah syaithon (asfala saafiliien). Karena itu kami mohon Engkau berkenan memberi kesempatan kepada kami untuk bertemu shiyamu romadlon tahun depan, kami akan berusaha mambakarnya, hingga benar-benar kami menjadi manusia tulen.

Kesimpulan
Syukur atas nikmat yang kita dapatkan hingga saat ini bisa menuntaskan pengabdian dengan senantiasa berbuat yang baik dan terbaik serta memberi manfaat bagi yang lain.
Dengan silaturrahmi maka hidup kita akan semakin berarti, karena kita bisa membandingkan dan saling berbagi baik suka maupun duka bersama yang lain. Sehingga semakin memberikan makna hidup lebih berarti. Bisa meluaskan akses rizki kita, bisa membuka peluang kebaikan kepada yang lain. Bisa saling melengkapi segala kekurangan untuk mencapai keutamaan hidup. Bisa memanjangkan umur dengan kebaikan bersama. Bisa saling memotivasi untuk mengejar ketertinggalan dalam amal sholeh. Akhirnya akan membawa dampak kebaikan bersama.
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣- الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤- وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ -١٣٥-
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, 134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah Mencintai orang yang berbuat kebaikan, 135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,” ** (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. **Yang dimaksud perbuatan keji (fāhisyah) ialah dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menzalimi diri sendiri ialah melakukan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri baik besar atau kecil

Daftar Pustaka

Muhammad Quraish Shihab, Membumikan Al Qur’an Fungsi Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1992.
Nasaruddin Umar, “”Kata Pengantar”, dalam M. Laily Mansur, Ajaran dan Teladan Para Sufi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.
Tim Penyusun, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.

Doa

A’udubilla himinas syaitan nirrajiim bismillah hirrahmaa nirrahiim. Allahumma shali’ala muhammad wa ‘ala ali muhammad waj’alna ma’ahum birahmatika ya arhama rahimiin.
Ya Allah segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu ya Ramhan ya Rahim atas segala nikmat dan karunia-Mu, sehingga saat ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat dalam rangka Silaturrahmi dan Halal Bi Halal Keluarga Besar Pensiunan Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri yang Engkau ridhai.
Ya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksa. Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami yang telah membesarkan kami dengan cinta dan kasih. Ampunilah saudara-saudara Kami, Ampunilah dosa para pemimpimpin kami.
Ya Allah kalau langkah kami ini baik dan benar serta akan membawa keselamatan, kemaslahatan dan keutamaan kabulkanlah atas ridha dan berkenan-Mu.
Tiada daya dan upaya kecuali atas izin dan karunia-Mu, maka kabulkanlah do’a permohonan ini , Ya Mujibu al saailiin.
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu akan keselamatan dalam agama, kesehatan dalam badan, bertambah dalam ilmu, keberkahan dalam rejeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati. Ya Arhamar Rahimiin.
Ya Allah, ringankanlah kami ketika sakratul maut, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka, dan mendapat ampunan di hari perhitungan amal.
Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya Allah ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan-kesejahteraan di dunia dan keselamatan kelak di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Ya Allah sesungguhnya kami mohon kepada-Mu semudah-mudah persoalan, sebaik-baik pahala, sebagus-bagus kehidupan dan sebaik-baik kematian, sebagus-bagus peluang dan sebaik-baik keberuntungan. Tetapkan kami dalam kebenaran dan beratkan amal baik kami, kokohkan iman kami tinggikan kedudukan kami di dalam surga-Mu, terimalah shalat kami, terimalah zakat kami, terimalah puasa kami, terimalah amal ibadah kami dan ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Perkenankanlah ya Allah yan Rabbal ‘alamin.
Ya Allah perbaikilah urusan agama kami yang menjadi pegangan bagi setiap urusan kami. Perbaikilah dunia kami disitulah urusan kehidupan kami lakukan. Perbaikilah akhirat kami yang ke sanalah kami akan kembali. Jadikanlah hidup kami ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan, dan jadikanlah kematian kami sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.
Ya Allah jadikan majelis pertemuan ini pertemuan yang penuh dengan barokah dan ridhaMu. Jadikalah majelis ini awalnya penuh ampunan, tengahnya penuh keberhasilan dan perpisahannya perisahan yang penuh kesuksesan. Ya Allah jadikan hari-hari kami awalnya baik, tengahnya penuh keberuntungan dan akhirnya penuh dengan keberhasilan. Kabulkan doa kami ya Rahman ya Rahim.
Ya mujibus saailin kabulkan doa kami dan rahmatilah segala ikhtiar kami. Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanatan, wa fil aakhirati hasanahn, wa qinaa ‘adzaaban-naar. Wal hamdulillah hirabbil’alamiin. Wassalamu’alaikum wr wb.
Selasa, 26 Agustus 2014

MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI MUKHSIN MENUJU PEMBANGUNAN BANGSA

MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI MUKHSIN MENUJU PEMBANGUNAN BANGSA[1]

Oleh Muhammad Julijanto[2]

اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر كَبِيْرَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرَ وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّ اَصِيْلاً.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَاَنْزَلَ فِيْهِ اْلقُرْانَ هُدَى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَ اْلفُرْقَانَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ عِيْدًا مُبَارَكاً. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَّمدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ .اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَ قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَ مَضَانَ اِ يْمَانًا وَ اِحْتِسَبًا غُفِرَ اللهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ الدَنْبِكَ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ.

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Alhamdulillah segala makhluk di alam ini bertasbih subhanallah Maha Suci Engkau ya Allah, bertahmid alhamdulillah segala puji hanya bagiMu ya Allah dan bertakbir allahu akbar Engkau Maha Agung, mengema kesegenap penjuru alam, semua makhluk memuji atas kebesaran dan keagungan-Mu ya Allah Swt sesuai dengan cara dan modelnya masing-masing. Maha Suci Engkau Ya Allah yang telah anugerah berbagai kenikmatan kepada kita semuanya.

Pada hari ini seluruh umat Islam seluruh dunia memanjatkan puji syukur atas berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus sebagai tanda bahwa kehidupan masih tetap berjalan, bahkan melanjutkan misi kebenaran yang telah ditorehkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad Saw sebagai pembawa kebenaran menerangi dan membimbing umat manusia mencapai kesempurnaan ciptaan Allah dengan akhlakul karimah.

Salawat serta salam kita haturkan kehadirat Baginda Rasulullah Muhammad Saw. atas segala perjuangan dan teladannya. Membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Dengan sejarah yang gemilang telah mengantarkan tata kehidupan yang harmonis dan keseimbangan pemenuhan kebutuhan antara investasi untuk kesejahteraan dunia dan investasi amal soleh untuk menyongsong kehidupan ukhrawiyah dengan berpacu dalam amaliah khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran dan kemadhorotan. Itulah suri tauladan agung yang telah ditorehkan sejarah Islam dengan tinta emas, sebagai model insan kamil yang harus diserap dalam kepribadian umat Islam.

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt dengan cara mengamalkan perintahNya, menjauhi laranganNya, melanjutkan misi kenabian Rasulullah Muhammad Saw dengan berakhlak al karimah-akhlak yang terpuji. Sebab dengan akhlak al karimah insya Allah kehidupan dunia ini akan semakin tertib, damai dan sejahtera.

Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya menghapusnya. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang luhur. (HR. Tirmidzi).

Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (HR. Ath-Thabrani)

Tiadalah kamu beriman sehingga perilaku hawa nafsumu sesuai dengan tuntunan ajaran yang aku bawa. (HR. Ath-Thabrani)

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Pada hari ini pula kita semakin bersyukur atas segala nikmat bisa merayakan kegembiraan ifthar Ramadhan, dan insya Allah kita semua akan merayakan kegembiraan kelak di akherat saat bertemu dengan sang Kholiq Allah Swt sebagaimana diterangkan dalam Hadis Qudsi

الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ وَلِىَ الصَّوْمُ وَاَنَا اَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَمَهُ مِنْ اَجْلِى لَخُلُوْفٌ فَمِ الصَّوئِمِ اَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ (رواه البغوى).

Puasa itu dinding atau perisai dari api neraka, bagiKku-lah puasa itu dan aku sendiri akan langsung membalasnya. Dia yang berpuasa meninggalkan syahwat nafsu sex, meninggalkan makan dan minum karena Aku. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi (HQR Baghwi, Thabrani dan ‘Abdan bin Basyir).

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Kilas Balik Ramadhan

Bagaimana upaya menata diri dengan amal sholeh untuk memberi manfaat bagi yang lain? Apa yang bisa dilakukan oleh setiap diri dalam rangka menyongsong kehidupan kelak yang pasti akan datang kepada kita?

Kita sudah ditinggalkan ramadhan, merasa sedih dan bahagia karena kita bisa menahan nafsu, untuk meraih keutamaan. Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, yang mendidik mental dan moral kita agar menjadi lebih arif dan bijkasana.

Berpacu dalam amal khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran yang ada.

Bukan sebaliknya betapa ibadah yang kita lakukan tidak hanya sebatas ritual formalnya belaka. Tetapi sejauhmana membentuk karakter seorang muslim yang basaleh. Sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Hurairoh berkata Rasulullah Saw : betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari berpuasanya melainkan lapar dan dahaga. Dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan bagian dari ibadahnya melainkan bergadang saja (HR Ahmad).

Sebaliknya jika amaliyah Ramadhan yang kita lakukan tidak produktif, bahkan merusak sendi sosial kemasyarakatan maupun ibadah yang kita lakukan maka sinyalemen Rasulullah Saw sebagai berikut:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صَوْمِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ

Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja (yakni pahalanya lenyap sama sekali) (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Training ramadhan adalah sebuah pembelajaran dan latihan yang akan dipraktikkan pada pasca ramadhan hingga seterusnya. Akan tetapi yang terjadi adalah kembali pada ketika sebelum ramadhan tiba, masjid dan musala kembali sepi lagi, sehingga belum menyentuh subtansi ibadah yang dilakukan dengan perilaku sehari-hari.

Padahal bila dikaji secara cermat dan teliti, bulan Ramadhan dengan segala isinya, ternyata sebuah pembelajaran nilai-nilai luhur bagi kehidupan manusia. Sebagaimana tergambar firman Allah Swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibaan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al Baqarah [2]: 183).

Manata Diri

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Dan hendaklah setiap diri mempersiapkan perbekalan yang cukup untuk kehidupan kelak di akherat.

Allah Swt berfirman dalam surat Al Hasyr [59]: 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Bukan sebaliknya menuruti hawa nafsunya yang akan menyebabkan keseatan yang nyata, baik di dunia dan kelak di akherat nanti, sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat At Taubah [9]: 24:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”

Maka seseorang wajib untuk lebih mencintai Allah dan Rosul-Nya dibandingkan selain keduanya. Jika seseorang sudah berbuat demikian, maka hawa nafsunya sudah mengikuti apa yang dibawa oleh Al Musthofa shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah swt berfirman dalam surat Al Qashash [28]: 50

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنَ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

Dan kita juga harus menghindari dari berbagai godaan syetan yang akan menjerumuskan manusia ke jalan ke sesatan, yang akhirnya menjadi hamba yang merugi di dunia dan di akherat kelak. Allah Swt berfirmandal surat Al Jaatsiyah [45] : 15:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا, ثُمَّ اِلَي رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang salih maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. Oleh karena itulah Rasulullah bersabda:

اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.

Menuju Muslim Paripurna

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Apa yang harus kita lakukan agar kita terhindari mala petaka? Paling tidak kita harus memperbaik akhlak kita terhadap diri sendiri, akhlak terhadap diri sendiri adalah menyadari bahwa potensi yang Allah anugrahkan kepada kita sempurna, dan kita juga berusaha menyempurnakan peribadatan kepada Allah dengan ketaatan yang total, tidak berbuat dhalim terhadap diri sendiri dengan merusak, menganiaya diri sendiri, seperti hal memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk sesuatu yang bermanfaat.

Akhlak kita kepada orang lain, menjaga hubungan silaturrahmi kepada siapa saja, menjaga hubungan yang erat dalam kehidupan sosial kemasyarakat, saling tolong-menolong, saling memberi kasih sayang, saling menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjalankan amar makruf nahi mungkar secara baik dan berahlak. Sedangkan ahlak kita kepada alam lingkungan sekitar di mana kita hidup adalah dengan cara menjaga kelestarian, menjaga agar alam selalu bisa bersahabat dengan kita, merawatnya agar kita bisa mengambil manfaat terhadap alam semesta. Memanfaatkan alam dan menjaga kelestariannya, sehingga alam memberikan kontribusi yang maksimal terhadap daya hidup manusia.

Menjadi bagian dari Perubahan perbaikan diri

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Rasulullah saw bersabda: Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?” Nabi Saw menjawab, “Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” Dia bertanya lagi, “Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?” Nabi Saw menjawab, “Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na’im).

Kita sangat merindukan pemimpin yang mau menghargai karya terbaik negeri ini, bangga menjadi orang Indonesia, pandai menghargai kreativitas anak bangsa.

Ketegasan dalam mengambil sikap dan pro terhadap nasib bangsanya sendiri….kita juga merindukan pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, sangat rakyat oriented dalam prioritas pembangunan visi, misi dan program kerjanya, tidak tamak dengan APBN dan APBD untuk kepentingan dirinya maupun kelompoknya, sementara rakyat hanya gigit jari melihat kesejahteraan dan kemewahan aparaturnya dalam kehidupan masyarakat, sementara kinerja minim.

Kita butuh figur teladan yang dapat menginspirasi rakyat yang sedang terpuruk, karena mentalitas aparaturnya yang menginjak-injak sumpah jabatan, yang melecehkan keimanannya sendiri, dan sangat bernafsu terhadap hak orang lain yaitu rakyat yang menjadi pemegang kedaulatan.

Sudah saatnya tahun 2014 sebagai momentum memperbaiki mentalitas dan menumbuhkan kreativitas, agar rakyat menjadi tuan di negerinya sendiri…….

Penutup

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Akhirnya sebagai penutup marilah kita perbaiki akhlak-budi pekerti anak bangsa, memperbanyak bersyukur atas nikmat dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, bekerja keras, sabar, tawakal dalam menghadapi kehidupan dan selalu waspada dengan pengaruh negatif, belajar dari umat terdahulu.

Dengan puasa Ramadhan kita dapat kendalikan hawa nafsu, dengan zakat fitrah kita sucikan jiwa, dengan zakat maal kita sucikan harta kita dari hak orang lain. Melalui Ramadhan kita diajarkan merasakan penderitaan dan kepedihan orang yang lapar dan miskin. Mudah-mudahan dengan kesabaran, ketekunan, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama cobaan yang diberikan oleh Allah Swt dapat kita lalui dengan sebaik-baiknya dan gelar taqwa kita raih.

Dengan momentum Idul Fitri kita menata diri dan berusaha selalu memberi manfaat bagi yang lain dengan semakin bersyukur, melaksanakan perintah menjauhi larangan, insya Allah, Allah Swt akan membukakan pintu barokah kepada kita semua.

Akhirnya marilah kita mohon kepada Allah, agar masyarakat kita, bangsa kita menjadi bangsa yang pandai bersyukur, sehingga Allah limpahkan barokah nikmat yang berlimpah-limpah, dijauhkan dari segala bentuk kesulitan maupun bala bencana-goda rencana, dikokohkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dilapangkan rizkinya, diridhai segala ikhtiarnya dalam rangka memakmurkan kehidupan kini dan masa depan. Taqabbalallahu minna wa minkum minal ‘aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ  .

 


Khutbah Kedua

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَنَا لِهَدَى وَمَاكُنَّ لِنَهْتَدِىَ لَوْ اَنْ هَدَنَ اللهَ. لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّتَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْد ُ.فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نسئَلُكَ سلاَمةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلمِ وَبَرَكَةً فِى رِزْقِ وَتَوبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ المَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ المَوتِ. اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَتِ المَوْتِ والنَّجَاةَ من النَّار والعَفْوَ عِنْدَ الحسَاب. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

[1] Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri 1435 H di Halaman Masjid Sulthan Muhammad Batiniyadi Perum Griya Cipta Laras Bulusulur RT 03 RW 09 Wonogiri, Senin, 28 Juli 2014

[2] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta. Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran Wonogiri, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta.

MERINDUKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG MEMANUSIAKAN

MERINDUKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG MEMANUSIAKAN

Oleh Muhammad Julijanto

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَللَّهُمَّ صَلٍّى عَلَى مُحَمَّدِ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّابَعْدُ.
فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً -٢٩-
وقَالَ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: “لَيْسَ بِخَيْرِكُمْ مَنْ تَرَكَ دُنيَاهُ لِاَخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنيَاهُ حَتَى يُصِيْبَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا, فَاِنَّ الجُّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى الاَخِرَةِ, وَلاَ تَكُونُوْا كَلًّا عَلَى النَّاسِ”. رواه ابن عساكر.
Jamaah Jum’ah Rohimakumullah
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-NYA yang tak terhingga kepada kita sekalian semoga kenikmatan tersebut dapat kita daya upayakan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan dan kemanfaatan di dunia ini.
Sholawat serta salam kita haturkan untuk Baginda Rasulullah Muhammad Saw atas segala suritauladan dan ajarannya, sehingga kita dapat menikmati keindahan dan keagungan serta ketentraman hidup di dunia terutama upaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dengan cara bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Marilah kita saling berwasiat tentang iman dan takwa kepada Allah Swt. Sebab iman dan takwa adalah kunci sukses mengarungi samudera kehidupan. Dengan mentaati perintah dan menjauhi larangannya. Semoga samakin hari keimanan dan ketakwaan kita semakin baik.
Jama’ah Jum’ah Tamu undangan Allah yang berbahagia
Kemarin kita memperingati hari buruh internasional. Buruh merupakan aset yang luar biasa bagi perusahan, buruh merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dimuliakan dan dihormati hak-hak politik dan sosialnya dalam kehidupan sosial.
Seiring dengan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dan pengusaha, buruh menjadi penopang utama yang menjalankan sistem dalam perusahaan tersebut, sehingga menjadi tanggung jawab dan kewajiban mutlak perusahaan untuk memperhatikan keberadaan dengan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar dan hak-hak sebagai buruh maupun karyawan.
Masalah
Apa yang dihadapi oleh buruh dalam perjuangan hak-hak buruh berdasarkan peraturan perundang-undangan yang terbaru beserta konvensi yang sudah dirativikasi Indonesia dan hal tersebut merupakan standar kesejahteraan buruh dalam memenuhi hajat kehidupannya?. Bagaimana pandangan agama Islam dalam persoalan perburuhan dan hubungan muamalah yang benar berdasarkan hak-hak asasi manusia?. Bagaimana hubungan mualamah yang dituntunkan oleh ajaran Islam, sehingga nilai-nilai ajaran Islam bisa memberikan pencerahan dan solusi di tengah keringnya pemahaman keagamaan yang melanda masyarakat saat ini?.
Pembahasan
Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh internasional diberikan kesempatan kepada buruh untuk memperjuangkan hak-hak asasinya baik tentang kesejahteraan, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, hak mendapatkan pelayanan pendidikan buat keluarganya dan hak mengekspresikan kebebasannya dalam berserikan dan menyampaikan pendapat di depan umum…buruh merupakan aset bangsa, buruh merupakan aset pengusaha. Sehingga hubungan buruh, negara dan pengusaha mempunyai relasi yang mutualisme simbiosisme. Sudah menjadi semestinya pengusaha memperlakukan buruh sebagai mitra yang sejajar dan saling membutuhkan. Bukan sebaliknya hubungannya saling menguasai bahkan seperti hubungan predator yang berusaha meniadakan…hubungan yang benar antara buruh dengan pengusaha akan menimbulkan harmonis dan keselarasan serta menjaga hubungan humanisme yang terjalin lebih baik, sebab pengusaha akan memanusiakan buruh dan memenuhi segala hak buruh sebagai manusia mulia yang harus diangkat harkat dan martabatnya dengan penghargaan hak-hak buruh dipenuhi secara manusiawi, dengan tanpa memberikan kerugian bagi pengusaha…keuntungan perusahaan dikembalikan kepada buruh untuk kesejahteraan, bukan hanya menekan buruh dan meningkatkan produksi dan keuntungan sebesar-besarnya dalam menjalankan usaha dan bisnisnya.
Inilah hubungan yang sangat mendasar dalam membangun perburuhan yang lebih manusia dan mencerahkan untuk semua umat manusia termasuk para pekerja. Dalam dunia usaha dan ketenagakerjaan, ada wadah Lembaga Kerjasama Tripartit (LKS Tripartit) yang terdiri-dari unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Mereka bisa saling sharing dan bermusyawarah dalam menyelesaikan setiap masalah, sehingga terjalin hubungan yang saling mengtuntungkan dalam bermuamalah-anta raadhin.
Jama’ah Jum’ah Tamu undangan Allah yang berbahagia
Pandangan Islam tentang perburuhan ada satu hadis shohih yang sangat terkenal dalam hubungannya dengan perburuhan yaitu
عَنْ اَبْنُ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَ سَلَّمَ: اَعْطَوُا الاَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ اَنْ يَجِفَّ عَرَقَهُ. (رواه ابن ماجه)
Sahabat Ibnu Umar ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: verikanlah ongkos karyawan (buruh) sebelum kering keringatnya”. (HR Ibnu Majah).
Perhatikan hak-hak buruh sebelum buruh menuntut apa yang menjadi hak dasarnya. Sangat mulia ajaran Islam membimbing manusia mencapai derjat yang mulia di mata manusia dan terhormat di mata Allah Swt….
Islam sangat menganjurkan dan mendorong umatnya untuk bekerja keras, menggunakan waktunya secara produktif sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw yang berbunyi:
عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: “لَيْسَ بِخَيْرِكُمْ مَنْ تَرَكَ دُنيَاهُ لِاَخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنيَاهُ حَتَى يُصِيْبَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا, فَاِنَّ الدُنْيَا بَلَاغٌ اِلَى الاَخِرَةِ, وَلاَ تَكُونُوْا كَلًّا عَلَى النَّاسِ”.) رواه ابن عساكر(.
Dari Anas Ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Bukanlah yang lebih baik (di antara) kamu itu orang yang meninggalkan dunianya untuk akhiratnya dan bukan (pula) orang yang meninggalkan akhiratnya untuk dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya bersama-sama. Sebab sesungguhnya dunia itu menyampaikan ke akhirat; dan jangalah kamu menjadi beban atas manusia (HR Ibnu ‘Asakir).
Nabi memberi petunjuk untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi dan ukhrawi itu, supaya kita memanfaatkan sebaik-baiknya lima macam kesempatan sebagai nikmat Allah yang dianugrahkan kepada kita, sebelum nikmat-nikmat itu hilang dari tangan kita. Lima macam nikmat itu adalah:
Jama’ah Jum’ah Tamu undangan Allah yang berbahagia
Hidup sebagai nikmat yang paling besar. Hendaklah dimanfaatkan untuk perbuatan-perbuatan danh usaha yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akherat. Jangan sia-siakan hidup tanpa mengindahkan perintah dan larangan Allah Swt serta melakukan hal-hal yang merugikan kehidupan dunia dan akherat. Kesehatan sebelum datang sakit. Kesehatan digunakan untuk beramal dan berusaha. Sebab dalam keadaan sehat kita dapat melakukan semua itu dengan sebaik-baiknya. Waktu senggang sebelum datang kesibukan. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna, tetapi produktif dan mendatangkan manfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat luas. Masa muda sebelum datang hari tua. Masa muda masa paling indah dan cemerlang. Pada masa muda tenaga masih kuat, semangat masih tinggi, gairah hidup untuk beramal luar biasa. Maka masa muda harus bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menjadi pribadi kita bermutu, berkarakter akhalakul karimah, jangan gunakan masa muda hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. Produktifitas dan kreativitas serta kemauan belajar keras dan cerdas menjadi kunci kemajuan bangsa. Memanfaatkan hartanya untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat luas. Harta mempunyai fungsi sosial.
Jama’ah Jum’ah Tamu undangan Allah yang berbahagia
Maka dalam konteks sosial berkaitan dengan upaya untuk mengumpulkan harta dan melakukan mualamah, melakukankan dengan cara yang adil dan tidak merugikan pihak manapun, sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat An Nisa’ [4]: ayat 29
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً -٢٩-
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.
الَّلهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ, وَالجُبْنِ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ الْمَحْيَا وَ المَمَاتِ. رواه مسلم.
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari pada kelemahan, kemalasan, dan sifat penakut, dan aku berlindung kepada Engkau daripada azab kubur dan fitnah hidup dan mati (HR Muslim).
Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah Swt sebagus-bagus kehidupan, seikhlas-ikhlas ibadah kepadaNya, dimudahkan dan dilapangkan dalam mencari rizki yang halal, disempurnakan akhlak budi pekertinya dalam kehidupan dan pergaulan masyarakat, diampuni dosa kedua orang tua kami, dosa para guru kami, dosa para pemimpin kami, dimudahkan dalam karya dan cipta, ditambah ilmu dan umurnya yang bermanfaat. Dijauhkan dari segala bentuk bala bencana dan wabah penyakit, kabulkanlah permohonan dan doa kami ya Allah ya robbal’alaimiin.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَنَا لِهَدَى وَمَاكُنَّ لِنَهْتَدِىَ لَوْ اَنْ هَدَنَ اللهَ. لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّتَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْد ُ.فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نسئَلُكَ سلاَمةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلمِ وَبَرَكَةً فِى رِزْقِ وَتَوبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ المَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ المَوتِ. اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَتِ المَوْتِ والنَّجَاةَ من النَّار والعَفْوَ عِنْدَ الحسَاب. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=325684. Diakses, 1/5/2013.