AYO MENULIS LAGI AGAR HIDUP LEBIH INDAH

AYO MENULIS LAGI AGAR HIDUP LEBIH INDAH

Oleh Muhammad Julijanto[1]

Membaca membuat orang berisi. Menulis membuat orang mengerti. Berdiskusi membuat orang selalu siap (Bernan Russel).

 

Pendahuluan

Hasil-hasil riset dengan jelas menunjukkan bahwa kita belajar menulis lewat membaca (Stephen D Krasen). Membaca buku yang baik bagaikan mengadakan percakapan dengan para cendekiawan yang paling cemerlang dari masa lampu (Rene Descartes). Belajar membaca itu sama mudahnya dengan belajar berbicara. Malah sebenarnya lebih mudah karena kemampuan melihat telah terbentuk sebelum kemampuan berbicara (Glenn Domen).

Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengemukakan bahwa Indonesia hanya mampu menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan karena hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang mampu diterjemahkan oleh sebuah negara kecil seperti Yunani dalam setahunnya. Bahkan Spanyol mampu menerjemahkan rata-rata 100.000 buku setiap tahunnya. (Mashudi Antoro, 2010). Jumlah buku baru yang terbit di negeri ini hanya berkisar 8.000 judul/tahun, jumlah yang sangat minim jika dibandingkan dengan Vietnam dengan jumlah 45.000 judul/tahun dan Inggris yang menerbitkan 100.000 judul/tahun (Solopos, 14/7/2012 hlm. 4).

KompasCetak hari Kamis (16/1/2014 ) memberitakan Indonesia hanya terbitkan sekitar 24.000 judul buku per tahun dengan rata-rata cetak 3000 eksemplar per judul. Dalam setahun, Indonesia hanya menghasilkan sekitar 72 juta buku. Padahal penduduk Indonesia 237 juta jiwa[2]

Masalah

Artikel ingin berbagi kebahagiaan melalui menulis, menulis cara yang elegan menumpahkan atau menuangkan apa saja yang ada pada diri kita. Oleh karena itu untuk memudahkan pembahasan dengan sistematika sebagai berikut;

-          Mengapa kita menulis

Menulis untuk meninggalkan jejak kita. Menulis sebagai monumen kehidupan, yang akan dibaca generasi yang akan datang. Menusi mengurai masalah yandag dihdapi zamannya. Menulis untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Menulis merekam semua peristiwa yang telah terjadi di masa yang lalu, peristiwa yang sudah terjadi, mengungkapkan gagasan masa depan yang lebih baik. Menuliskan mimpi-mimpi yang akan datang. Menuliskan harapan dan apa yang seharusnya terjadi, sambil mengevaluasi yang telah terjadi sebagai modal menghadapi msa depan agar lebih baik dari hari ini.

-          Apa yang bisa kita tulis

Apa saja bisa kita tulis, kita bisa menulis apa yang kita alami, kita bisa menulis apa yang kita rasakan, apa yang kita lihat, apa yang kita teliti, apa yang mengganjal dalam hati, apa yang menggelisahkan diri kita, saudara kita, keluarga kita dan masayarakt bangsa kita.

-          Masalah-masalah yang dihadapi penulis pemula

Penulis pemula sering menghadapi masalah, tidak percaya diri ketika menulis, ingin tulisannya segera sempurna dan bisa memukau pembaca, sulit menuangkan gagasan pertama ketika menulis, ketika menulis gagasan pertama sudah ada kehabisan bekal ketika menulis di tengah jalan, gagasan macet dan tidak mau keluar tulisannya. Kurangnya bahan bacaan yang diakses penulis pemula. Tidak konsisten dengan sikap mentalnya. Sulit mengungkapkan gagasan dalam pikirannya, dan menuangkannya dalam bentuk tulisa. Gagasannya meloncat-loncat, segala sesuatu ingin ditulis. Tidak bisa fokus ketika menulis. Belum terlatih dalam menuangkan gagasan pemikirannya.

Mengapa kita menulis

Menulis adalah membuat monumen kehidupan, menjadi sejarah bagi generasi yang akan datang. Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Dan manusia mati meninggalkan nama baik dan karya amal sholeh dengan tulisan yang bermutu dan bermanfaat bagi kehidupan dan sejarah manusia yang akan datang. Artefak ilmu pengetahuan menjadi modal dalam bangunan kebaikan yang berikutnya.

Islam hingga sekarang lestari bahkan sampai berpengaruh dalam semua lini kehidupan karena aktiitas belajar mengembangkan pengetahuan dan menyebarkan ilmu dan membaca, menulis.

Apa yang bisa kita tulis

Apa yang harus kita sumbangkan untuk kejayaan nusa bangsa dan negara serta agama. Pemuda sebagai sosok insan generasi pelanjut peletak tonggal kebanggan bangsa yang sedang membangun. Bangsa ini membutuhkan jiwa-jiwa patriot yang ulet, terampil dan trengginas. Mengisi peluang waktunya dengan prestasi-prestasi kebanggaan bangsa.

Menulis yang paling mudah adalah menulis apa yang saya gelisahkan. Dengan menulis apa yang menjadi kegelisahan kita akan terurai, apa yang berjubel dalam pikiran, hati dan perasaan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Bila semakin banyak apa yang kita rasakan dan ditulis, maka pengamalan pribadi bisa menjadi bahan belajar bagi yang lain, yang barangkali mempunyai problematika yang anda hadapai, sehingga orang lain bisa mengikuti saran yang anda tawarkan atau bahkan timbul inpirasi yang lebih kreatif dalam memacahkan masalah yang ada.

Kehidupan rumah tangga yang sudah dijalani bisa menjadi sarana untuk sharing dengan yang lain. Pengalaman yang berharga dalam membangun rumah tangga. Suka duka bersama pasangan hidup menghadapi aneka masalah yang silih berganti seakan tidak akan pernah berhenti. Masalah satu selesai dijalankan dan dipecahkan masalahnya akan timbul masalah lain, baik dengan kadar yang lebih kecil maupun bahkan lebih berat kualitasnya.

Masalah yang ada di tengah masyarakat sangat banyak, dari masalah ringan hubungan kemasyarakatan hingga masalah berat yang berhubungan masalah khusus.

Masalah keamanan dan ketertiban lingkungan, masalah ketertiban administrasi kependudukan, masalah kesehatan masyarakat, masalah solidaritas sosial seperti saling membantu dalam urusan sosial, saling tolong menolong. Saling berempati di antara warga, kerja bakti dan gotong-royong yang semakin memudar.

Dalam kehidupan dan kerukunan, setiap warga dituntut dapat memerankan diri sebagai aktor yang paiwai, dia bisa memerankan sebagai warga yang bisa diatur, mempunyai kesadaran diri dalam lingkungan, seperti bagaimana mengatur rumahnya agar lingkungannya tetap bersih dan asri. Kebersihan dan kesehatan lingkungan selalu dijaga dengan baik. Tidak ada selokan yang airnya menggenang, bahkan rumput di depan rumahnya selalu bersih, tidak ada sampah yang berserakan, sekalipun dedaunan dari tanaman di depan rumah, sekiranya pohon di taman sudah rindang dan menunut akses jalan bagi yang lain, alangkah baiknya dipotong dan dirapikan, sehingga lingkungan tetap sejuk dan terjaga kebersihan.

Apabila mempunyai binatang kesukaan, diperhatikan kesehatan binatang tersebut dan kesehatan lingkungannya, terutama efek pencemaran dari limbah kotoran binatang tersebut. Bahkan kalau perlu sangat diperhatikan dari makanan, hingga limbah yang dihasilkan, agar diminimal mungkin memberikan dampak lingkungan seperti bau yang tidak sedap dari limbah kotoran binatang tersebut. Oleh karena itu setiap warga bisa menjaga kerukunan, sebab dampak lingkungan adalah yang merasakan warga sekitar bahkan tetangganya sendiri. Padahal tetangga adalah saudara kita yang terdekat. Kalau ada apa-apa yang repot juga tetangga yang terdekat. Maka ajaran agama Islam tentang tetangga sangat menekankan kepada menjalin hubungan yang baik dengan tetangga kita

Masalah-masalah yang dihadapi penulis pemula

Setiap saya membaca tulisan teman atau orang lain, selalu dalam benak timbul pertanyaan kapan saya bisa menulis seperti yang saya baca. Menumbuhkan minat menulis perlu selalu dipompa, dan dimotivasi dari dalam, sebab motivasi dari luar tidak cukup efektif, karena semuanya akan kembali kepada setiap diri dalam menentukan langkah berikutnya. Banyak orang yang berusaha ingin menulis, tetapi kandas dengan dorongan internal yang kadang kandas di tengah jalan. Oleh karena itu setiap calon penulis harus membulatkan tegat kuat memulainya.

Setiap pikiran manusia adalah kekuatan yang sedang tidur sebelum ia dibangkitkan hasrat yang menyala dan tekad yang kuat untuk berbuat (James F Bender, 1980: 26).

Apa saja yang menarik bisa menjadi bahan tulisan, bisa saja anda mengamati bagaimana anak sedang bermain dan bersosialisasi dengan temannya, ada karakter anak yang selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan yang sedang dilakukan.

Solusi yang bisa dilakukan

Solusi; tekun berlatih dan terus menulis apa saja yang menarik minat dari idea dan pikiran serta kepedulian yang terlintas dalam benak pikiran kita. Kedua harapan dari haris Kompas, anda masih bersedia menulis lagi untuk melayani masyarakat melalui Kompas dengan topik atau tema aktual dan relevan dengan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan disajikan secara lebih menari dengan gagasan, cara penyelesaian masalah. Tiga perbanyak membaca, meneliti, mengamati, merenungkang dan menuliskan kembali dalam bentuk artikel dari perenungan dengan ungkapan yang kronoligis, rasional, fokus, menarik, tata dan alur pikir yang rasional mudah dipahami, cara pengungkapan yang unik. Keempat jangan menyerah terus menulis untuk eksistensi dan sumbang saran kepada perbaikan kehidupan. Kelima ketika punya idea atau gagasan baru/aktual dan menyentuh vested interest segera tuangkan gagasan dalam artikel, jangan menunggu informasi lengkap, tetapi kehilangan momuntem. Wajar bila kita menghendaki keputusan yang perfek tetapi justru senin-nya adalah membuat keputusan mengkin tidak terlalu perfek, tetapi efektif dan tepat waktu. Intelektual, rasionalitas dan sistematika berfikir sering membuat kita terlambat mengambil keputusan. Kita cenderung menunggu sampai informasi lebih lengkap menganilisa data, memprediksi, tanpa tahu kapan harus stop mencari data dan mengambil keputusan dengan informasi seadanya (Kompas, 2/9/2006).

Yang harus diperhatikan sebelum memulai menulis gagasan atau artikel, menurut Sutiman Eka Ardhana antara lain: pertama, memilih tema (apa tema atau masalah yang akan ditulis dan bagaimana dengan pokok bahasan atau analisanya). Kedua, tema dapat dicari apa yang ada disekitar kehidupan kita, atau hal-hal yang sedang berkembang dan menjadi perbincangan publik di tengah-tengah masyarakat, pekembangan-perkembangan dunia internasional, pada literatur-literatur ilmu pengetahuan dan lain-lain. Ketiga, calon penulis artikel harus peka dan tanggap terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di sekitarnya. Keempat, artikel pada dasarnya adalah tulisan ilmiah populer, dalam penulisannya selama ini dikenal ada lima pola, antara lain: a) pola pemecahan topik, b) masalah dan pemecahannya, c) kronologi, pendapat, d) alasan pemikiran, e) pola pembanding. Kelima, pola struktur penulisan artikel antara lain: judul pendahuluan, tubuh dan penutup. Pola membuat pendahuluan; pola ringkasan, pernyataan yang mengejutkan (menonjol), penggambaran/pelukisan, anekdot, bertanya, kutipan dan amanat atau nasehat langsung[3].

Kesimpulan

Menulis membuat hidup lebih bahagia. Menulis untuk hidup yang lebih baik. Apa saja yang menarik bisa kita tulis. Jangan menunda berbuat baik. Ciptakan tradisi intelektual meneliti, membaca, menulis dan menuangkan ide, gagasan, pemikiran, curahan hati, uneg-uneg dalam benak yang paling dalam menjadi karya tulis yang bermanfaat untuk dibaca orang lain. Respon isu-isu human interes yang menarik perhatian dan menjadi kosen masyarakat. Semoga kita bisa, bismillahirrahmaanirrahii……….

 

 

Daftar pustaka

Sutiman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, Yaogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/09/m3qcqk-2030-pemeluk-islam-capai-22-miliar-jiwa. diakses, 12/5/2012

Kompas, 2/9/2006

Solopos, 14/7/2012


[1] Muhammad Julijanto, S.Ag,. M.Ag adalah  dosen  Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta, Sekretaris LBH Perisai Kebenaran Wonogiri, Sekretaris Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia (APSI) Dewan Pimpinan Cabang Surakarta, Sekreatris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonogiri. Disampaikan  pada PELATHAN JURNALISTIK Angkatan Muda Muhammadiyah Wonogiri, di Balai Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri, GambarAhad, 19 Januari 2014

[2] Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 sebanyak 237,6 juta. Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah China, India, Amerika  Serikat. China berpenduduk 1,33 miliar jiwa. Penduduk Indonesia tahun 1972 sebanyak 119,2 juta bertambah 4 kali lipat kurun waktu 40 tahun. kalau tren ini berlangsung. Penduduk Indonesia akan berjumlah 475 juta jiwa pada tahun 2057 (“Makna 4,5 juta Bayi pertahun” Kompas, 11/1/2011 hlm. 6.). Populasi Muslim di seluruh dunia naik pesat. Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life memperkirakan populasi Muslim akan tumbuh mencapai 35 persen dari total populasi dunia pada 20 tahun mendatang. Jika pada 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6  miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen. Lihat http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/09/m3qcqk-2030-pemeluk-islam-capai-22-miliar-jiwa. diakses, 12/5/2012

[3] Sutiman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, Yaogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995, hlm. 54.

ERA BARU KAMPANYE POLITIK

Era Baru Kampanye Politik
Oleh Muhammad Julijanto

Tahapan pemilu terus berjalan maju, tidak ada tahapan pemilu yang berjalan mundur, tahapan yang belum kelar atau ada masalah terus dipersempit alokasi waktu pelaksanaannya. Sehingga tahapan pemilu tidak boleh ada yang mandeg apapun masalahnya. Apapun segala bentuk kekurangan dan ketidak sempurnaannya, hanya akan menjadi cacatan kinerja penyelenggara dan kontestan pemilu sendiri. Tidak menghalangi proses pemilu sendiri. Salah satu tahapan pemilu yang krusial adalah upaya memperoleh dukungan seluas luasnya.

Kampanye beradab simpatik dan masyarakat merasa tenang dan bersahaja merupakan momentum yang ditunggu masyarakat, serta menghilangkan kesan bahwa kampanye sebagai ajang bagi peserta pemilihan sebagai ujuk kekuatan (show of force) saja, bersenang-senang dan berhura-hura harus dihindari terutama dalam rangka menciptakan pemilihan yang sejuk dengan penuh kesadaran warga negara yang sudah punya hak pilihnya menggunakan hak kewarganegaraannya secara sadar tanpa ada tekanan dari pihak manapu. Serta menggunakan hak politiknya secara rasional dengan pemahaman akan visi, misi dan program pasangan calon.

Kampanye adalah upaya sosialisasi diri supaya dikenal melalui pemaparan visi, misi dan program-program kegiatan yang akan dilakukan setelah partai politik atau gabungan partai politik yang bersangkutan mempunyai anggota legislative yang duduk di dewan perwakilan dengan membawa aspirasi masyarakat secara keseluruhan.

Kampanye beradab sebagai sarana pendidikan politik, salah satu bentuk kampanye beradab adalah mengajarkan kepada konstituen tentang kewajiban dan hak kewarganegaraan serta partisipasinya dalam setiap tahapan pemilihan.

Kampanye yang efektif

Setiap bentuk kampanye mempunyai dampak kepada pendanaan kampanye. Ada kampanye yang sangat menyedot dana besar, tetapi tidak membawa dampak yang berarti dan hanya berhenti pada pencitraan tetapi tidak menyentuh subtansi yang mendalam hakikat dan kapasitas kandidat.

Kampanye yang efektif adalah yang bisa meyakinkan kontituen menjtuhkan pilihannya dan mampu mengubah paradigmanya selama ini terhadap kesan para kandidat.

Kampanye yang mendidik

Setiap bentuk kampanye mempunyai nilai pendidikan, hanya saja kadarnya berbeda-beda tergantung sejauhmana konten dan materi kampanye bisa memberikan pemahaman yang benar tentang hakikat realitas saat ini dan visi, misi serta program yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Mimpi apa tentang kesejahteraan dan keadilan bisa terumuskan secara lebih jelas, konkrit dan mudah dipahami semua lapisan masyarakat. Sebab dalam dunia politik pemilihan, tidak ada bedanya antara orang yang mempunyai kapasitas intelektual lebih dan yang masyarakat awam pada umumnya di depan bilik suara hasilnya sama. One man one vote. Satu orang satu suara.

Cara kampanye yang lebih mencerahan dan mencerdaskan sekaligus bisa menjadi bukti kontrak tertulis sang kandidat dengan rakyat konstituennya. Bahkan buku bisa menjadi dokumen yang luar biasa dan bisa dimintai pertanggung jawaban secara tertulis.

Fenomena buku Prabowo Subianto merupakan upaya era baru memanfaatkan masyarakat literasi Indonesia saat ini yang sudah mulai dan muak dengan cara kampanye massa. Masyarakat lebih asyik membaca dan mengetahu sang kandidat melalui media jejeraing sosial, melalui bahan bacaan yang bisa lebih lama dan dampak penyebaran bahan tersebut. Cita-cita yang kurang tergali dengan jelas, tetapi pemikiran tidak terekspose dalam sebuah media yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun. Dengan hadirnya buku cukup menguatkan sebagai bahan kampanye.

Kampanye dan kontrak politik

Kampanye bentuk apapun merupakan kontrak politik candidat dengan pembaca calon konstituennya. Bahan kampanye yang bagus akan membuat rasionalitas konstituen semakin yakin apa yang akan diperjuangkan kelak bila memenangkan kompetisi.
Dunia buku nasional masih belum ideal dengan jumlah penduduk. Jumlah penerbitan berupa bahan cetakan masih belum sebanding dengan jumlah penduduk dan masyarakat literasi Indonesia.

Etika kampanye
Kampanye beradab tidak menghina, menjatuhkan saling menghargai dan menujukkankkan sikap sopan santun dan mengutamakan keluhuran budi. Jauhkan sikap kampanye yang menjelekkan orang lain, mengumbar fitnah dan berusaha menjatuhkan orang lain dengan mengungkit-ungkit kejelekan dan kelemahan tetapi tidak menonjolkan yang baik. Hindari dari berbuat fitnah dan diskiminasi yang meragukan orang lain.

Kampanye harus edukatif mendidik dan mencerahkan pemilih bukan sebaliknya mendidik rakyat untuk berbuat curang dan memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. Dan harus dipilah dalam penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan dirinya, bukan untuk kepentingan dinas yang berlaku untuk semua masyarakat.

Fasilitas Negara dan pengunaannya harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat dipilah mana yang menjadi hak dan mana yang bukan haknya sehingga bisa terhindar kecemburuan dan diskriminasi dalam penggunaan fasilitas Negara, semua calon merasa selefel dan tidak ada yang diuntungkan oleh lembaga atau jabatannya telah disandangnya sebelumnya.

Semoga pemilih semakin cerdas dan bisa menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya dengan mengetahui secara lebih cerdas visi, misi dan program para caleg yang kelak akan menjadi negarawan yang bekerja berdasarkan nalar hati nurani rakyat, bukan nalar koruptif dan konsumtif.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Peneliti Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta, Sekretaris LBH Perisai Kebenaran Wonogiri, Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta

PERAN MAHASISWA DALAM MENSUKSESKAN PEMILU INDONESIA

PERAN MAHASISWA DALAM MENSUKSESKAN PEMILU INDONESIA 2014
Oleh Muhammad Julijanto

Pendahuluan
Pemilu merupakan pintu gerbang untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang mendapat legitimasi luas dari masyarakat. Jika pemilu dilaksanakan secara demokratis, adil, jujur langsung dan rahasia, maka terwujudnya pemilu yang berkualitas sangat tergantung bagaimana tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu dilaksanakan secara baik. Tahapan tersebut meliputi; perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Seiring dengan semangat penyelenggaraan pemilu yang demokratis, maka pemilu adalah suatu kemestian dari suatu lembaga yang sangat vital untuk demokrasi. Suatu pemilihan yang bebas berarti bahwa dalam suatu jangka waktu tertentu rakyat akan mendapat kesempatan untuk menyatakan hasratnya terhadap garis-garis politik yang harus diikuti oleh negara dan masyarakat dan terhadap orang-orang yang harus melaksanakan kebijaksanaan tersebut.
Dalam rangka terwujudnya tata susunan masyarakat yang dijiwai oleh cita-cita Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagaimana tersebut dalam Pancasila dan UUD 1945, maka penyusunan tata kehidupan itu harus dilakukan dengan jalan pemilihan umum. Penyelenggaraan pemilihan umum itu tidak sekedar memilih wakil-wakil rakyat untuk duduk dalam lembaga permusyawaratan/perwakilan saja dan juga tidak memilih wakil-wakil rakyat untuk menyusun negara baru dengan falfasafah negara baru, tetapi suatu pemilihan wakil-wakil rakyat oleh rakyat yang membawa isi hati nurani rakyat (aspirasi) dalam melaksanakan perjuangan mempertahankan dan mengembangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersumber pada proklamasi 17 Agustus 1945 guna memenuhi amanat penderitaan rakyat.
Pemilu diselenggarakan untuk menghindari terjadinya kekuasaan yang terpusat pada sekelompok orang tanpa mekanisme konstitusi yang jelas, sehingga ada kompetisi rasional, obyektif dan siap menang dan demikian juga siap kalah menjadi rakyat biasa . Oleh karena itu pemilihan umum merupakan salah satu sarana yang harus diadakan dalam negara demokrasi, untuk itu pemilu tidak boleh mengakibatkan rusaknya sendi-sendi demokrasi atau menimbulkan penderitaan rakyat melainkan harus menjamin suksesnya pemilihan umum. Suatu pemilihan umum yang demokratis pada prinsipnya harus mencerminkan aspirasi serta kepentingan masyarakat, oleh sebab itu maka asas-asas pemilu; langsung, umum, bebas, dan rahasia, jujur dan adil harus dilaksanakan dengan baik.
Tahun 2014 sebagai tahun politik dapat dijadikan momentum oleh pimpinan perguruan tinggi untuk melakukan pendidikan politik, misalnya menyampaikan pandangan terhadap persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia kepada para calon anggota legislatif maupun calon presiden.
Masalah
Tulisan singkat ini sedikit akan menjelaskan tentang masalah sebagai berikut; Apa peran mahasiswa dalam mensukseskan pemilu di Indonesia? Bagaimana langkah-langkah pemilu Indonesia tahun2014? Kebijakan-kebijakan terbaru dalam pemilu Indonesia tahun 2014
Peran strategis mahasiswa dalam pembangunan bangsa
Antusiasme masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu menjadi salah satu prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu peran serta masyarakat, pemerintah maupun perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan Pemilu.
Menghubungkan peran perguruan tinggi dalam kancah politik, bukan berarti membawa suasana pada masa lalu yaitu menyeret perguruan tinggi melakukan politik praktis sebagai ajang perebutan dukungan politik terhadap salah satu calon kandidat yang akan maju dalam pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden maupun pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada). Tetapi lebih pada sebagai agen perubahan sosial untuk mendorong terjadinya transformasi sosial politik dengan mengedepankan pendidikan politik yang rasional dalam perspektif pengembangan demokratisasi dalam kemajuan masyarakat.
Peran tersebut dapat dimainkan oleh perguruan tinggi antara lain; sebagai sumber insani pembangunan dengan menyiapkan kader-kader bangsa yang hadal secara leadership (kepemimpinan-manajemen organisasi), kemampuan intelektual sehingga caleg, capres, seorang calon kepala daerah dengan ilmu yang dimiliki dapat mendiagnosa (menterapi) kebutuhan-kebutuhan terhadap problem daerah masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah setempat, kemampuan jasmani dan rohani dalam menjalankan menejemen kepemerintahan dearah yang solid, mempunyai dedikasi dan moralitas yang tinggi untuk menegakkan aturan dan tata perundang-undangan serta etika moral, sehingga seorang pemimpin daerah tidak hanya sebagai seorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan tetapi juga dapat dijadikan panutan rakyat dalam menyelesaikan agenda sosial kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing.
Gerakan moral dari kampus dalam setiap orde pemerintahan di tanah air telah membawa perubahan sosial yang cukup signifikan secara deskriptif dapat dipaparkan sebagai berikut; pada masa kemerdekaan gerakan mahasiswa membawa kelompok Bung Tomo di Surabaya mengobarkan semangat juang arek-arek Suroboyo mengibarkan bendera revolusi pada tahun 1908 hingga kemerdekaan tercapai, pada orde lama peran generasi muda khususnya para mahasiswa dari berbagai kampus berhadapan dengan Partai Komunis Indonesia, pada masa orde baru dukungan kaum intelektual terhadap perubahan sosial sangat penting, sehingga muncullah gerakan mahasiswa yang dahsyat menuntut kepada orde baru untuk melakukan perubahan sosial dengan munculnya gerakan reformasi di segala bidang khususnya dalam bidang sosial politik yang selama ini hegenomni orde baru menggurita tatanan sosial politik, sehingga pembangunan yang selama ini dijalankan tidak dapat menyejahterakan rakyat karena kebobrokan birokrasi pemerintahan.
Perguruan tinggi mempunyai peran dan andil yang sangat dominan dalam perkembangan masyarakat di sekitanya. Dari tridarma, perguruan tinggi mempunyai tugas dan peran sebagai lembaga pengajaran, pendidikan dan bembelajaran peserta didik, melakukan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan perguruan tinggi melakukan proses belajar mengajar dengan melakukan transformasi nilai-nilai dan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, sehingga peserta didik akan mempunyai wawasan nilai dan pengetahuan yang dapat menopang kehidupan.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh kampus adalah suatu aktivitas yang berdasarkan disiplin ilmiah untuk mengumpulkan, mengklasifikasi, menganalisa dan menerjemahkan fakta-fakta serta hubungan-hubungan antara fakta alam, masyarakat, kelakuan dan sikap manusia guna menemukan prinsip-prinsip pengetahuan dan metode-metode baru.
Pengabdian pada masyarakat adalah salah satu dharma atau tugas pokok dari perguruan tinggi. Mengacu pada tugas itu maka melalui pelaksanaannya diharapkan selalu ada keterkaitan antara perguruan tinggi dan masyarakat secara berkesinambungan. Secara garis besar peran tersebut berupa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan secara bersamaan juga berperan mengambangkan iman dan taqwa.
Kemitraan antara dunia kampus dan masyarakat luas ini akan membuahkan manfaat baik pihak kampus sendiri maupun bagi pihak masyarakat setempat dan masyarakat luas serta negara pada umumnya.
Tanggung jawab moral mahasiswa
Tingginya angka golongan putih ada beberapa penyebab yang melatarbelakangi, antara lain: pertama, dibeberapa daerah terjadi mobilitas penduduk yang tinggi karena faktor pekerjaan yang menuntut seorang pemilih harus merantau ke luar kota dari daerah asalnya, sehingga ada kemungkinan terdaftar di dua tempat. Sehingga pemilih mengalami pembengkakan yang diakibatkan oleh terdaftar dua kali di beda daerah, yaitu daerah asal dan daerah dimana yang bersangkutan merantau. Fenomena golput sering kali dijadikan sebagai salah satu indikasi keberhasilan pemerintahan dan secara subtansial sebagai salah satu ukuran manifestasi berjalannya demokrasi.
Kedua, adanya kesadaran politik yang mempengaruhi pilihan politik sebagai konsekwensi dukungan kepada calon yang tidak lolos pada putaran kedua. Sikap ini merupakan sikap politik yang dimiliki sebagai pilihan politik. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Peneliti Insis Mochtar W Oetomo dalam Pilpres 2004 putaran pertama partisipasi pemilih sebanyak 78 persen, dan di putaran kedua menurun menjadi 75 persen.
Pada Pilpres 2009 tingkat partisipasi pemilih sebanyak 72,10 persen. Mochtar menjelaskan partisipasi pemilih pada pemilu pasca reformasi yang terus mengalami penurunan yaitu 1999 (92,74 persen), 2004 (84,07 persen), 2009 (79 persen). Dia mengatakan keterlibatan warga negara dalam pemilu sangat penting agar tidak kembali terjerumus dalam sistem demokrasi kartelis .
Menurut Mochtar menilai tingkat partisipasi pemilih cenderung turun sebesar 2-20 persen dan itu menurun pada Pilpres. Mochtar menilai ajang Pilpres terbilang baru dalam perkembangan demokrasi di Indonesia sejak era reformasi. “Jika tingkat partisipasi terus menurun maka menjadi peringatan dini bagi perkembangan demokrasi Indonesia,” ujarnya.
Menurut dia partisipasi politik dalam negara demokrasi merupakan indikator implementasi penyelenggaraan kekuasaan negara tertinggi yang sah oleh rakyat. Dia menilai diperlukan jalan keluar dan strategi khusus untuk meningkatkan partisipasi pemilih.”Bola terbesar di parpol, dengan memperbaiki kinerja, memperbaiki prilaku dan melahirkan serta menawarkan tokoh alternatif,”
Ketiga, faktor kesibukan yang dihadapi oleh pemilih sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada saat yang tepat.
Keempat, kurangnya pemahaman terhadap tata cara menggunakan hak pilih, sehingga berakibat pada hak pilih yang digunakan menjadi salah atau dinyatakan tidak sah, sebagai contoh surat suara dicoblos semuanya sehingga tidak sah, atau surat suara sama sekali tidak dicoblos, karena tidak pasangan calon yang sesuai dengan pilihan politik pemilih tersebut.
Upaya mengurangi angka golput diantaranya melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pemilih . Sosialisasi ditujukan kepada masyarakat agar lebih mempunyai kesadaran politik untuk menggunakan haknya secara baik dan benar. Pendidikan pemilih ditekankan untuk memberikan pembelajaran lebih kepada masyarakat agar dalam menggunakan hak pilihnya lebih rasional dan tidak sekedar mempunyai hubungan tradisional dengan para calon kontestan pemilihan umum baik sebagai calon legislatif maupun calon eksekutiv.
Golput secara hukum memang tidak mempengaruhi hasil pemilu sebagai dasar penetapan calon pemimpin nasional. Sebab banyaknya golput tidak identik dengan sah tidaknya pelaksanaan pemilu, hanya saja dalam alam demokrasi akan menjadi bumbu perbedaan pandangan dan sikap politik diantara rakyat yang menggunakan hak pilihnya. Di negara maju seperti Amaerika Serikat saja angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dengan berbagai alasan mencapai 60 % dari jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. Hanya saja kita sebagai bangsa yang sedang membangun sistem demokrasi yang rasional tidak meremehkan adanya fenomena golongan putih (Golput) tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan kiat-kiat agar masyarakat juga berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa dengan cara menggunakan hak pilihnya secara rasional.
Tahapan pemilu
Perjalanan pemilu pascareformasi membawa pasang surut partai politik di parlemen. Pemilu 1999 diikuti 48 parpol dan 21 parpol lolos ke parlemen. Kemudian, Pemilu 2004 diikuti 24 parpol dan 16 parpol melenggang ke Senayan. Pemilu 2009 diikuti 38 parpol dan 6 parpol lokal Aceh, 9 parpol meraih kursi di parlemen. Lantas seperti apa dan bagaimana supaya Pemilu 2014 lebih berkualitas?
Keterjaminan Pemilu 2014 bisa berlangsung tertib, damai, dan berkualitas, membutuhkan beberapa komitmen. Pertama; proses dan tahapan pemilu harus berjalan sesuai jadwal yang disiapkan KPU. Jadwal dan tahapan pemilu tidak boleh molor supaya tidak terjadi kegaduhan politik. Sekali tahapan pemilu molor, dapat dipastikan muncul kegaduhan yang bisa membuat cacat hukum penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Karena itu, tahapan pemilu yang tepat waktu menjadi unsur penting. Intinya, keprofesionalan dan independensi KPU dan Bawaslu menjadi penentu kualitas Pemilu 2014.
Kedua; pentingnya data pemilu yang valid, baik data untuk DPS maupun DPT. Salah satu sumber tidak berkualitasnya Pemilu 2009 adalah DPT yang bermasalah secara masif hampir pada semua provinsi. Terkait dengan hal itu, yang tak kalah penting adalah KPU harus mengelola anggaran pemilu secara transparan dan akuntabel, serta menjamin kelancaran pencairannya.
Ketiga; partai yang akan berlaga dalam Pemilu 2014 harus menciptakan suasana politik yang kondusif. Ada kesan sejumlah politikus di DPR lebih senang kegaduhan ketimbang menyuarakan nilai-nilai demokrasi atau nilai keutamaan (more noise than voice).
Padahal sekarang ini masyarakat telah sadar berdemokrasi dan melek politik. Rakyat akan menyeleksi partai politik atau kader partai yang menjadi caleg. Karena itu, terkait perekrutan caleg, partai-partai harus lebih selektif dan mau mendengarkan aspirasi rakyat. Bukankah berlaku adagium dalam politik, suara rakyat adalah suara Tuhan?
Keempat; berbagai pelanggaran pemilu akan sulit dihindari. Bisa diprediksi bahwa Bawaslu akan menemukan bermacam pelanggaran seputar Pemilu 2014. Pasalnya, akan banyak godaan bagi peserta pemilu yang berisiko pada pelanggaran, seperti praktik politik uang, jual beli suara, manipulasi data, keberpihakan pejabat pemerintah, dan serangan fajar, dan rasanya sulit menghindari kemunculan semua itu.
Karena itu, seluruh penyelenggara dan ’’wasit’’ pemilu harus siap bekerja ekstrakeras dan solid supaya pesta demokrasi itu lebih berkualitas. Di sini pentingnya MoU antarinstitusi penegak hukum agar penegakan hukum bisa berjalan terpadu. Pengalaman selama ini, banyak pelanggaran pemilu tidak diproses secara tuntas.
Kelima; terkait kampanye pemilu. Dalam negara demokrasi, kegaduhan politik sulit dihindari, baik di parlemen maupun di luar parlemen. Salah satu kegaduhan politik yang sulit dihindari dan pasti muncul adalah ketika kampanye pemilu berlangsung. Lihat saja, kegaduhan ketika kampanye pilkada, pemilu, ataupun kampanye pilpres. Berbagai kegaduhan itu berisiko menimbulkan gesekan politik yang adakalanya menimbulkan korban jiwa. Karena itu, kata kuncinya ada pada KPU, Bawaslu, partai-partai politik peserta pemilu, dan institusi penegak hukum seperti Kejagung dan Polri.
Ada sejumah aturan (UU) yang harus ditaati semua pihak, baik KPU, Bawaslu, partai politik, maupun pemerintah yang diwakili Kemendagri, Kejagung, dan Polri. Seluruh institusi itu harus komit agar Pemilu 2014 bisa lebih berkualitas. Ini penting mengingat bila pemilu mendatang masih amburadul seperti Pemilu 2009, hasilnya mudah ditebak: kualitas parlemen sama seperti periode sekarang, yaitu rakus, serakah, dan korup. Sebagaimana dinyatakan sejarawan dan filosof Inggris, John Emerich Edward Dalberg Acton, Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.
Kelima hal itu hanya contoh kecil, tapi perlu diwaspadai dan ditempuh komponen penyelenggara pemilu. Karena itu, nota kesepahaman antara KPU, Bawaslu, Kejagung, dan Polri menjadi penting dan harus bisa menjadi garansi supaya Pemilu 2014 lebih berkualitas .
Kebijakan terbaru
Muh Nuh Mendikbud menjelaskan kalangan kampus boleh saja mengundang capres-cawapres untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam koridor akademik, bukan politik praktis.”Kalau diskusi boleh-boleh saja, tapi kalau menyampaikan visi dan misi berarti kampanye dan hal itu dilarang UU Pemilu. Pasal 86 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum pada ayat (1) huruf (h) mengatur larangan kampanye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. Selain itu, aturan untuk itu juga ada dalam Peraturan KPU”.
Dalam Penjelasan UU disebutkan bahwa fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan dapat digunakan jika peserta pemilu hadir tanpa atribut kampanye Pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintah.”Yang dimaksud ‘tempat pendidikan’ adalah gedung dan halaman sekolah atau perguruan tinggi”.
Oleh karena itu, pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang melarang kegiatan yang bersifat pendidikan politik di kampus.”Kami memberikan kebebasan akademik kepada semua kampus, karena kampus memiliki otonomi untuk memilih dan mengagendakan kegiatan-kegiatan akademiknya. Jadi, kami tidak melarang. Yang penting, mereka tidak boleh melanggar UU. setidaknya terdapat dua sistem Pemilu yang mengemuka yakni sistem proporsional tertutup dengan memilih tanda gambar partai. Sistem proporsionalitas terbuka dengan memilih calon dengan suara terbanyak.Sistem manapun yang akan digunakan, terdapat kekurangan-kekurangan yang harus ditambal untuk membenahi penyelenggaraan pemilu. Sedangkan untuk sistem tertutup, partai politik harus melakukan demokrasi ditingkat internal, yakni dalam penentuan caleg-caleg yang akan diusung sesuai dengan nomor urutnya. “Partai harus menjual produk terbaik kepada masyarakat. Kemudian juga perlu diatur mekanisme sanksi administrative, misalnya membatalkan kepesertaan parpol di salah satu dapil,”
Empat masalah itu yakni ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 3,5% yang berlaku secara nasional, alokasi kursi DPR sebanyak 3–10 per dapil dan DPRD 3–12 kursi per dapil, sistem pemilu proporsional terbuka dan metode penghitungan suara menjadi kursi dengan sistem kuota murni, itu berarti tidak ada perubahan signifikan jika dibandingkan dengan pemilu 2009, kecuali hanya satu perubahan yakni masalah parliamentary threshold. Alokasi kursi di setiap daerah pemilihan (dapil), sistem pemilu dan metode penghitungan atau konversi suara menjadi kursi parlemen.
Kesimpulan
Makna yang dapat diambil pelajaran serangkaian peristiwa di tanah air yang berhubungan dengan kerusuhan dan kerawanan sosial, serta konflik horisontal antara pendukung partai politik. Pertama, Mengembangkan sikap pluralitas dalam masyarakat dengan mengedepankan kepentingan kebangsaan di atas kepentingan pribadi dan golongan sebagai paradigma berpikir dan bersikap dalam kehidupan berbangsa. Kedua, mengokohkan kembali semangat kebangsaan. Ketiga, Mencari perekat persatuan bangsa yang bersumber dari nilai-nilai yang berkebang dalam masyarakat bangsa Indonesia.
Peran tokoh masyarakat adalah sangat strategis, dimana bangsa kita mempunyai karakter dalam kepemimpinan yang lebih bersifat paternalistik, yang lebih melihat sosok public figure sebagai panutan dan sangat ditaati petuah dan nasehat-nasehatnya, sehingga jika para tokohnya dapat menjaga martabat bangsanya dengan arif maka masyarakat secara umum akan mengikuti wawasan.
Peran mahasiswa berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan, pelaksanaan dan pengawasan sesuai dengan levelnya. Mahasiswa bisa aktif dalam proses pemilu dengan pengawasan yang terlembaga melalui pemantau pemilu.


Daftar Pustaka
Aidul Fitriciada Azhari, “KPUD Harus Tunjukkan Idependensi”, dalam Solopos, 10 April 2003

http://www.solopos.com/2014/01/18/gagasan-kecemasan-ihwal-golongan-putih-482900-diakses-22\1\2014

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=342399-diakses-14\\1\2014

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/01/291030/284/1/Perdebatan-Sistem-Pemilu-Diragukan-untuk-Pembenahan. diakses, 13/1/2012
FS Swantoro, Pemilu 2014 yang Berkualitas, http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/01/28/213364/Pemilu-2014-yang-Berkualitas-. diakses, 28/1/2013
Moh Jamin, “Kontroversi Sanksi Pidana Penganjur Golput”, dalam Solopos, 15 Februari 2003
Moh. Mahfud MD., Demokrasi Konstitusi di Indonesia Studi tentang Interaksi Politik dan Kehidupan Ketatanegaraan, Yogyakarta: Liberty, 1993
Mulyana W Kusumah dan Eko Sulistyo, “Restriksi Legal dalam RUU Parpol”, dalam Solopos, 16 Juni 2002
Ramlan Surbakti, 1992, Memahami Ilmu Politik, (Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia).
Rudini, Atas Nama Demokrasi Indonesia, Yogyakarta: Bigraf Publishing, Lembaga Pengkajian Strategis Indonesia, 1994
Sardjuki, “Sistem Proposional dan Sistem Distrik dalam Kaitannya dengan Pelaksanaan Pemilihan Umum di Indonesia”, dalam Mimbar Hukum, No. 21/V/1995, hlm. 121-128.
Solopos, Electoral Threshold & Dilema Parpol, 30 Mei 2003
Trisno Yulianto, “Parpol Baru dan Pemilu 2004” dalam Solopos, 30 Mei 2003

Tugas Mahasiswa Ilmu Kalam Riset Gerakan Keagamaan Menuju Pencerahan dan Kemuliaan Hidup

Riset Gerakan Keagamaan Menuju Pencerahan dan Kemuliaan Hidup

(Sebuah Persepsi Tokoh Agama dalam Membangun Harmoni Kehidupan Sosial)

Oleh Mahasiswa IAIN Surakarta

I.     Deskripsi Tugas

Tugas mahasiswa riset gerakan keagamaan menuju pencerahan dan kemuliaan hidup. Penelitian ini untuk mengungkap pengalaman keagamaan tokoh agama atau tokoh masyarakat dalam menjalankan ajaran agama dan pengaruhnya dalam kehidupan sosial. Ketaatan beragama menjadi modal dalam membamgun masyarakat. Sebaliknya pengingkaran ajaran agama membawa dampak sosial kemasyarakat yang negatif bahkan melanggar norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat.

Mahasiswa diminta melakukan wawancara kepada sejumlah tokoh agama di lingkungan mereka tinggal dan menggali sedalam-dalamnya pengalaman spiritual dalam pengamalan ajaran agama sehingga membawa dampak sosial keagamaan yang positif di tengah masyarakat luas.

Pengalaman keagamaan bisa berupa praktek ibadah yang dijalankan secara istiqomah-terus menerus, sehingga membawa kemanfaatan bagi diri, keluarga dan lingkungan masyarakat secara lebih luas. Sisi pengalaman keagamaan bisa digali dari ajaran normatif dan praktiknya dalam kehidupan. Ajaran normatif adalah ketentuan yang bersumber dari Alquran dan Hadis, pendapat ulama dan perkembangan saat ini secara historis.

Mahasiswa juga menggali persepsi dalam model pengamalan kehidupan keagamaan yang ideal menurut tokoh yang bisa dikembangkan dalam rangka membangun harmonisasi sosial di tengah masyarakat ke depan. Bagaimana agama bisa berfungsi sebagai pemecah masalah yang muncul di tengah kehidupan sosial yang tidak menentu?. Bagaimana peranan tokoh agama dan umat beragama dalam menjalankan fungsinya membangun tata kehidupan yang harmoni, baik kepada alam semesta maupun kepada hubungan sesama manusia hablum minan naas sekaligus hablum minallah berjalan secara harmoni?.

II.  Pedoman Wawancara:

Sebelum wawancara anda memperkenalkan diri dan memberikan pengantar tentang penelitian ini.

Saya mahasiswa IAIN Surakarta bermaksud silaturrahmi dan mengadakan penelitian tentang Persepsi Tokoh Agama dalam Membangun Harmoni Kehidupan Sosial,

  1. Siapa nama tokoh?
  2. Apa latar belakang pendidikan dan pendidikan agama yang bapak/ibu pelajari selama ini?
  3. Kegiatan keagamaan yang seperti apa yang selalu bapak/ibu jalankan dalam kehidupan sehari-hari?
  4. Apa saja kegiatan keagamaan yang selama ini bapak/ibu jalankan?
  5. Bagaimana pengalaman keagamaan yang bapak/ibu rasakan selama ini?
  6. Apa dampak dari pengamalan ajaran agama secara terus menerus di tengah masyarakat?
  7. Bagaimana bapak/ibu menyikapi adanya perbedaan di tengah-tengah masyarakat?
  8. Bagaimana sikap yang harus diambil bapak/ibu dalam menyikapi perbedaan pandangan dan keyakinan dalam kehidupan keagamaan yang bapak/ibu jalankan?
  9. Apa yang harus diambil dalam rangka meredam adanya konflik atau perbedaan di tengah masyarakat?
  10. Bagaimana gagasan bapak/ibu dalam memajukan kehidupan keagamaan di masa yang akan datang di daerah sini?.
  11. Apa pesan-pesan buat generasi muda Islam masa yang akan datang?.

 III.         Ketentuan Laporan Hasil Penelitian:

  1. Laporan dibuat minimal 10 halaman maksimal tidak dibatasi. Ukuran kertas A4. Spasi 1,5, margin kiri dan kanan 3 cm, margin atas dan bawah masing-masing 3 cm.
  2. Sistematika laporan:

a)      Pendahuluan, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian ini.

b)      Pembahasan: biografi Tokoh Agama (latar belakang pekerjaan, pendidikan, keluarga, kegiatan keagamaan yang dijalankan, pengalaman organisasi keagamaan-sosial). Hasil temuan di lapangan dari pokok materi wawancara tokoh.

c)      Kesimpulan, penutup, saran dan rekomendasi.

d)     Daftar Pustaka dan lampiran hasil wawancara atau transkip wawancara maupun foto tokoh agama, kegiatan keagamaan tokoh.

  1. Tugas ini dikerjakan secara berpasangan setiap pesangan dua mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama, sebagai contoh mahasiswa yang berasal dari Kabupaten yang sama bisa mewancarai tokoh agama Ketua MUI Kecamatan atau Kabupaten, pimpinan ormas keagamaan tingkat kecamatan atau kabupaten. Dalam satu daerah tidak boleh ada kelompok yang sama tokohnya.
  2. Laporan hasil penelitian dikumpulkan dalam satu jilid masing-masing sesuai dengan kabupaten yang sama dalam satu bendel jilidan. Jika satu kabupaten ada lima kelompok, maka dijilid dalam satu bendel kabupaten tersebut. Yang terdiri kelompok satu hingga kelompok lima. Dan soft copynya diemailkan secara kelompok sesuai kabupaten ke : tugasmahasiswa_mjulijanto@yahoo.com. Sebelum pertemuan terakhir yaitu tatap muka ke-12.
  3. Selamat bekerja semoga sukses.

 

 

Tugas Akhir Mata Kuliah Ilmu Kalam

Dosen Pengampu

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag.

Tugas Mahasiswa Persepsi Calon Anggota Legislatif Tahun 2014 Tentang Indonesia yang Dicitakan (Sebuah Studi Biografi Politik)

Persepsi Calon Anggota Legislatif Tahun 2014 Tentang Indonesia yang Dicitakan

(Sebuah Studi Biografi Politik)

Tahun 2014 sebagai tahun politik, dimana akan diselenggarakan pemilihan umum.  Sejauhmana pemilihan umum dipersiapkan dengan baik dan matang, semua tahapan pemilu bisa berjalan dengan baik. Salah satu komponen pemilihan umum adalah tersedianya bakal calon anggota legislatif yang mempunyai wawasan kebangsaan sekaligus kenegarawanan, sehingga akan terpilih sumber insani pembangunan (sumber daya manusia) bisa mencapai kemajuan bangsa dan negara secara dinamis.

Penelitian ini untuk mengetahui ketokohan para calon anggota legislatif di mana mahasiswa tinggal, tentang Bagaimana visi dan misi serta program kerja yang akan mereka jalani dalam membangun daerah atau membangun Indonesia ke depan?, Apa harapan-harapannya dan bagaimana konsep pembangunan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan?, upaya-upaya apa yang akan mereka jalankan, Bagaimana cara menyakinkan rakyat akan mengunakan hak pilihnya secara lebih baik (meminimalisir golput dalam pemilu)?, Bagaimana strategi kampanye dalam meraih dukungan masyarakat seluas-luasnya?, Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana memecahkan masalah tersebut?. Bagaimana kiat untuk menjadi anggota legislatif yang lebih baik di masa yang akan datang?. Bagaimana tanggapa calon anggota legislatif tentang keterwakilan perempuan 30 % di bidang politik?.

Biografi politik calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  yang ada di daerah anda. Identitas calon secara lengkap, wawasan politik, pengalaman politiknya, pendidikan yang pernah dijalankan.

Kerjakan secara berpasangan dengan teman anda yang satu daerah atau daerahnya beredekatan. Kenalkan diri anda sebelum melakukan wawancara dengan calon, dan galin informasi yang sedalam-dalamnya berkaitan dengan masalah perpolitikan baik daerah maupun nasional.

 Sistematika Penulisan Laporan

  1. Pendahuluan, terdiri atas :Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Batasan masalahIsi/pembahaan
  2. Pembuktian terhadap masalah yang telah dikemukakan dalam pendahuluan, Uraian dapat berupa argumen‐argumen yang bersifat analisis, sintesis, atau evaluatif terhadap masalah yang ada dalam pendahuluan. Isi merupakan penjabaran secara rinci (analitis) atau pembuktian (sintesis) atau penilaian (evaluasi) terhadap tesis secara rinci, Metode dan pendekatan disesuaikan dengan masalah yang diteliti, Bahasa bersifat asumtif dan argumentatif terhadap pokok bahasan/persoalan, Semua argumentasi harus bersumber dari referensi tertentu dan wawancara tokoh politik di daerah anda
  3. Kesimpulan
    1. Tidak terlalu panjang, dan langsung menyebutkan poin‐poin penting hasil temuan penelitian/pembahasan,
    2. Bahasa yang digunakan harus sistematis, terstruktur, terukur dan jelas,
    3. Sumber rujukan/referensi minimal 5 buku.  
    4. Kalau menggunakan rujukan media online harus jelas, kapan diakses. Harus jelas judul buku/referensi, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, serta kota tempat penerbitan buku tersebut
    5. Minimal 10 halaman.

Dikumpulkan pada pertemuan ke 10 kuliah Civic Education

Pedoman wawancara

  1. Nama dan identitas calon anggota legislatif
  2. Latar belakang pendidikan
  3. Bagaimana visi dan misi serta program kerja yang akan mereka jalani dalam membangun daerah atau membangun Indonesia ke depan?,
  4. Apa harapan-harapannya dan bagaimana konsep pembangunan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan?,
  5. upaya-upaya apa yang akan mereka jalankan,
  6. Bagaimana cara menyakinkan rakyat akan mengunakan hak pilihnya secara lebih baik (meminimalisir golput dalam pemilu)?,
  7. Bagaimana strategi kampanye dalam meraih dukungan masyarakat seluas-luasnya?, Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana memecahkan masalah tersebut?.
  8. Bagaimana kiat untuk menjadi anggota legislatif yang lebih baik di masa yang akan datang?.
  9. Bagaimana tanggapan calon anggota legislatif tentang keterwakilan perempuan 30 % di bidang politik?.

hasil tugas mahasiswa di email: tugasmahasiswa_mjulijanto@yahoo.com.

 

MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DI TENGAH PUSARAN MODERNITAS

MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DI TENGAH PUSARAN MODERNITAS
Oleh Muhammad Julijanto

Pendahuluan

Sejak lahirnya, Islam menekankan misi sejarahnya yang konkrit sebagai agama yang membukakan jalan bagi kehidupan yang sempurna, Islam mengetengahkan bimbingan dan konsep untuk mencapai misi dan tujuan mulia manusia, terutama pedoman hidup di dunia yang konkrit ini.
Alquran sendiri banyak menggambarkan interaksi manusia dengan ajaran Allah dalam bentuk riwayat kesejarahan individu ataupun kelompok masa lalu. Kemudian sentralitas Nabi Muhammad Saw sebagai penghubung antara maksud Tuhan dan ayat-ayat Alquran telah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merekam sosok Nabi sebagai suatu realisasi ajaran Islam secara utuh . Rekaman jejak perjuangan nabi menjadi untaian sejarah peradaban dan perkembangan Islam hingga saat ini. Hubungan antara umat Islam, dan antara Islam dengan berbagai budaya dan peradaban yang telah menjadi daerah penyebarannya sepanjang sejarah.

Masalah

Makalah ini akan menguraikan sedikit tentang apa yang dimaksud dengan peradaban, bagaimana peradaban Islam terbangun? Bagaimana perkembangan peradaban Islam saat ini. Dan bagaimana peran umat Islam dalam membangun peradabannya di masa yang akan datang.

Pembahasan
Peradaban dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai 1). kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. 2). Hal yang mengikut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa .

Kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi berarti akal dan daya berarti kekuatan. Kebudayaan adalah 1) hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat; 2) keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya menjadi pedoman tingkah lakunya .

Kalau kita baca definisi kebudayaan (culture), misalnya dalam Kamus yang sama: (1). The totality of socially transmitted behavior patterns, arts, beliefs, institutions, and all other products of human work and thought…., maka kebudayaan memiliki makna yang hampir sama dengan peradaban. Keduanya adalah hasil kerja manusia pada suatu zaman. Namun, dalam pembicaraan secara umum, peradaban nuansanya lebih luas, lebih menyeluruh, lebih sophisticated, dan lebih mentereng.

Peradaban dan kebudayaan sama-sama menunjuk pada seluruh pandangan hidup manusia, dan suatu peradaban adalah bentuk yang lebih luas dari kebudayaan. Keduanya mencakup “nilai-nilai, norma-norma, isntitusi-institusi dan pola-pola pikir yang menjadi bagian terpenting dari suatu masyarakat dan terwariskan dari generasi ke genarasi. Sebuah peradaban menurut Dawson, adalah produk dari suatu proses tertentu dari kreativitas budaya sebagai hasil karya dari sekelompok orang (atau masyarakat) tertentu .

Kebudayaan Islam berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan akal manusia muslim. Sedangkan peradaban berasal dari kata Arab adab, berarti bernilai tinggi. Berarti peradaban Islam adalah kebudayaan Islam yang bernilai tinggi . Peradaban islam adalah terjemahan dari kata Arab al – hadha- rah al – islamiyah. Kata arab ini juga sering di artikan dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam “kebudayaan” dalam bahasa Arab adalah al-tsaqafa, di Indonesia, sebagai mana juga di Arab dan Barat.

Sebuah peradaban adalah sebuah entitas kultural. Para pemikir Jerman abad XIX membedakan secara tajam antara masing-masing peradaban dikarenakan pelbagai faktor, seperti faktor-faktor mekanis, teknologikal, material dan kebudayaan, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pelbagai padangan hidup, kualitas-kualitas intelektual dan moral yang lebih tinggi dari suatu masyarakat .

Kilas balik peradaban Islam

Berbicara tentang peradaban, akan terfikir peradaban kemarin sekarang dan esok yang akan datang. Bagian-bagian dari peradaban Islam yang menarik adalah ketika mendengar kejayaan Islam memekar dimuka bumi. Ketika itsar ada diatas tingkat dari sebuah persaudaraan dan taqwa adalah menjadi modal utama mereka ibadah. Luar biasa semangat yang membuat muslim dan mukmin yang berada di Jaman sekarang merasa iri dan merindukan kondisi seperti itu. Kedamaian dan keadilan yang dirasakan oleh rakyat sungguh sangat ironi jika dibandingkan dengan kondisi Islam saat ini .

Semenjak Rasulullah Muhammad Saw menyebarkan risalahnya sampai hancurnya Bagdad pada abad XIII M. Masa perluasan wilayah, integrasi, dan keemasan Islam. Perluasan wilayah dimulai Khulafau ar Rasyidin dilanjutkan Bani Umayyah dan mencapai masa keemasan pada masa Bani Abbas, membuat Islam menjadi negara besar.

Timbullah persatuan berbagai bangsa di bawah naungan Islam, dengan Bahasa Arab kebudayaan serta peradaban baru. Walaupun bani Umayyah lebih banyak memusatkan perhatian kepada kebudayaan Arab menjadi inti peradaban Islam telah dimulai.

Bani Umayyah menjadikan Damaskus menjadi ibukota, masih mementingkan kebudayaan Arab. Bani Abbas memindahkan ibukatnya ke Baghdad, suatu kota yang banyak dipengaruhi kebudayaan Persi.

Dengan pengaruh kebudayaan persi yang semenjak sebelum Islam telah maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani, maka Bani Abbas merupakan puncak peradaban Islam, terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Harun al Rasyid dan al Makmun merupakan khalifah Bani Abbas yang sangat besar peranannya dalam pengembangan ilmu.

Buku-buku ilmu pengetahuan dan filsafat didatangkan dari Byzantium kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Arab, tetapi juga mendirikan Bayt al Hikmah bukan hanya pusat penerjemahan, bahkan menjadi perguruan tinggi dan perpustakaan. Terjadi integrasi dalam bidang ilmu, bahasa dan budaya. Bahasa Arab menjadi bahasa negara yang dipakai di seluruh wilayah kekuasaan Islam menggantikan bahasa Yunani dan bahasa Persi yang semula sebagai bahasa administrasi. Bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan, filsafat dan diplomasi .

Integrasi terjadi dalam lapangan kebudayaan dan peradaban. Peradaban Islam berkembang dari Spanyol di Barat sampai ke India di Timur serta dari Sudan di Selatan sampai ke Kaukasus di Utara.

Peradaban timbul dari pengamalan ajaran Islam yang mempunyai nilai-nilai yang tinggi. Kerinduan umat Islam untuk kembali kepada masa kejayaan Islam periode klasik memberikan semangat pengembangan peradaban Islam generasi sekarang.

Beban sejarah yang panjang menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk menciptakan sejarah sendiri, sehingga bisa menjadi catatan sejarah yang akan dikenang oleh sejarah di masa yang akan datang. Dan menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Peradaban dan sejarah Islam lahir dari perjalanan panjang pengamalan dan aplikasi dari semangat Alquran dan As Sunnah. Realisasi tersebut terekam dalam jejak perjalanan tokoh-tokoh Islam dari fase-fase perkembangan Islam beserta peradabannya.

Islam diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa bangsa Arab yang semula terkebelakang, bodoh, tidak terkenal, dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia, membina suatu kebudayaan dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang. bahkan kemajuan wilayah Barat bersumber dari peradaban Islam yang masuk ke Eropa melalui Spayol.

Secara garis besar periode sejarah Islam terbagi dalam 4 (empat) periode besar , yaitu:
Pertama, Periode Praklasik (610-650 M) yang meliputi 3 (tiga fase, fase pembentukan agama (610-622 M), fase pembentukan negara (622-632 M),
Berbagai upaya yang dilakukan Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu: mendirikan masjid, sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya umat Islam, secara gotong royong. Mempersaudarakan antara kaum Anshor dan Muhajirin. Membuat perjanjian persahabatan (toleransi) antara intern umat Islam dan antara umat beragama, dan meletakkan dasar-dasar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru. Karena itu terbentuklah masyarakat yang disebut negara kota dengan membuat konstitusi di dunia. fase praekspansi (632-650 M).
Kedua, Periode praklasik (650-1230 M) yang meliputi 2 (dua) fase, yaitu: fase ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650-1000 M), dan fase disintegrasi (1000-1250 M).
Ketiga, Periode Pertengahan (1250-1800 M), yang meliputi 2 (dua) fase, yaitu fase kemunduran (1250-1500 M), dan fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M).
Keempat, Periode Modern (1800 M- dan seterusnya), yang merupakan zaman kebangkitan umat Islam.

Peradaban Islam saat ini

Bangkitnya Islam, satu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempo seabad saja, dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam tersebar hampir menggenangi sepauh dunia. Menghancurkan kerajaan-kerajaan besar, memusnahkan beberapa agama besar, yang telah dianut berbilang zaman dan abad. Mengadakan revolusi berpikir dalam jiwa bangsa-bangsa. Dan sekaligus membina satu dunia baru, dunia Islam .

Kapan dan berapa lama sebuah peradaban tinggi biasanya bertahan sebelum dikalahkan oleh peradaban tinggi lainnya. Kapan dan berapa lama sebuah bangsa mencapai klimaks kebngkitan/zaman keemasannya?. Sebuah peradaban tinggi akan bertahan beberapa abad. Peradaban tinggi itu adalah buah produk pencapaian alam pikir dari sebuah paradigma baru yang lazimnya dibangun oleh satu tangan generasi yang berhasil mencapai klimaks zaman keemasannya. Dan produk pencapaian alam pikir itu berawal dari sebuah grand strategi yang disusun/dipersiapkan beberapa tahun oleh elite suatu bangsa, khususnya generasi muda yang sadar dan mempunyai kecerdasan kuantum .

Islam sebagai fenomena sosial telah lama mengundang rasa penasaran (cuiriouscity) para ahli dalam kajian Islam, sehingga di belahan bumi manapun Islam akan dikaji, baik sebagai sebuah ilmu pengetahuan maupun sebagai praktik kehidupan yang sesuai dengan fitrah dan semangat kemanusiaan.
Kajian akademis terhadap Islam dari klasik hingga modern telah membuka peradaban baru. Bahkan mnimbulkan disiplin umum yang dikenal dengan Orientalisme. Dimana orang luar Islam memperbincangkan Islam baik sebagai ajaran maupun sebagai fenomena sosial. Demikian juga tidak ketinggalan orang muslim yang menganut ajaran Islam bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islam baik sebagai idelologi gerakan sosial, gerakan politik, gerakan ekonomi, upaya mencapai keadilan dan kesejahteraan, dengan semangat keislaman yang tinggi, sebagaimana generasi terdahulu menjalankannya.

Berbagai disiplin ilmu dikembangkan untuk mengkaji dan mendalami Islam sebagai fenomena sosial. Berbagai pendekatan kajian Islam dilakukan, berbagai metodologi dikembangkan sedemikian rupa untuk mengkaji relevansi Islam dengan peradaban yang saat ini berkembang, bahkan peradaban yang saat ini dinikmati tidak lepas dari sumbangan besar umat Islam dalam menjalankan agamanya.
Ada banyak kemungkinan yang terbuka tentang kajian Islam sebagai subyek dan metode-metode termasuk peran Islam sebagai kekuatan kultural dari perbedaan yang besar, meningkatnya partisipasi publik dalam masyarakat muslim oleh kaum perempuan yang memberikan kontribusi dan peran strategis, sejarah peradalaman muslim , sistem pertanian dan orang-orang pegunungan dari dunia muslim dan berbagai interaksi baru di antara umat muslim sekarang yang tinggal di negara-negara Barat yang sudah mulai menemukan jalan kebenaran dan hidayah karena pemanfaatan rasionya dalam mengkaji ilmu pengetahuan.

Peranan Umat Islam saat ini
Inilah buah dari pendidikan kita yang sekuler, Islam tidak diperkenalkan secara komprehensif sebagai peradaban yang agung dan mulia namun hanya diperkenalkan sebagai sebuah ‘agama’ belaka, bukan sebagai sebuah aturan hidup di segala bidang (Idiologi).

Gambaran Islam sebagai sebuah peradaban secara objektif yang terdiri dari aspek kebudayan materi (madaniah) dan kebudayaan inmateri (Tsaqafah) sedikit sekali kita temukan dibuku-buku standar pendidikan kita hingga hari ini.
Peradaban Islam yang dibangun oleh kebudayan materi (madaniah) yaitu hasil karya fisik yang disyariatkan maupun yang bersifat mubah, yaitu produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun kebudayaan inmateri (Tsaqafah) yaitu berupa pemikiran yang berfondasikan aqidah dan syariah islam yaitu aturan beribadah dengan sang pencipta, aturan pergaulan, ilmu ekonomi, pendidikan, aturan pemerintahan, kemiliteran, aturan hukum, hingga aturan berhubungan dengan luar negeri .
Dalam ranah sejarah, harapan membangun kaum muslimin bangga terhadap Agamanya sehingga ingin mengamalkan agamanya dan memperjuangkannya, justru terbalik, karena yang ditemukan dalam sejarah Peradaban Islam ternyata kejumudan, penindasan, pengkhianatan, pembunuhan, kerakusan, dsb. Apa sebab? Ternyata yang kita baca selama ini referensinya kebanyakan dari para orientalis barat yang jelas-jelas membenci islam.

Imbas dari pandangan negatif terhadap Sejarah Peradaban Islam adalah dimarjinalkannya ilmu-ilmu Islam lainnya. Aqidah dikaji secara dangkal, difahami sebagai Rukun Iman belaka yang dicukupkan untuk dihapal dan dilisankan, bukannya untuk perlihatkan, diamalkan. Syariah sering didengung-dengungkan tetapi mengkajinya jarang-jarang. Bahasa Arab dipinggirkan. Al-Qur’an lebih banyak dilagukan daripada dijadikan petunjuk dan pedoman kehidupan. As-Sunnah sering diperbincangkan namun contoh Rasulullah seringkali diacuhkan. Padahal tidak akan terlihat idealitas keagungan dan kemuliaan Islam tersebut apabila tidak difaktual dalam kehidupan. Saya rasa sedang kita rasakan saat ini. Itulah kiranya fakta kemunduran umat muslim saat Ini.

Barat menuduh kaum muslimin sebagai kaum yang bengis, dan agamanya adalah agama yang jumud, anti ilmu, anti pemikiran serta kreatifitas dalam seluruh segemen. Ini adalah penghinaan murni kepada Islam dan umatnya. Kaum muslimin terdahulu, adalah pembawa obor ilmu pengetahuan, membangun pilar-pilar peradaban Islam yang telah menerangi dunia ini, dan hingga sekarang tetap meneranginya. Memang benar, kaum muslimin mengetahui peradaban-peradaban umat sebelumnya, dan mereka mengambil manfaat pelajaran darinya dan bahkan menambahkannya, membenarkan yang benar, lalu mereka membuat kreasi baru di setiap lapangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan di saat Eropa dalam kegelapan. Kemajuan Eropa di segala bidang yang telah diraihnya pun tak terlepas dari peradaban Islam dan kaum muslimin .

Kejadian-kejadian dan penemuan-penemuan yang telah ditemukan oleh tokoh-tokoh ilmuwan muslim terdahulu jarang diwacanakan atau diinformasikan kepada kita. Sebaliknya, – pada masa kejayaan islam- dimanipulir oleh Barat., lalu mereka menisbatkan penemuan-penemuan tersebut kepada tokoh-tokoh mereka. Sebagai contoh, Isaac Newton, , Barat menobatkan ia sebagai penemu teori gravitasi bumi. Padahal, Tsabit bin Qarah telah menemukan teori itu seratus tahun sebelumnya daripada Newton .

Peradaban adalah fakta kesejarahan yang membentang dalam kurun waktu yang sangat panjang. Kekuasaan-kekuasaan berkembang dan jatuh, pemerintahan-pemerintahan datang dan pergi, peradaban–peradaban tetap ada dan menopang kehidupan politik, sosial, ekonomi dan bahkan ideologi. Quigley melihat bahwa peradaban-peradaban berkembang melalui tujuh tahapan: percampuran, pergerakan, perluasan, masa konflik, kekuasaan universal, keruntuhan, dan invasi .

Kesimpulan

Islam yang berarti sebuah kedamaian bagaikan sebuah kalimat puisi yang sudah tidak layak lagi ditafsirkan. Yang diperlihatkan oleh umat Islam tak ada arti kedamaian. Terdengar adalah sebuah perang, teroris, pembuatan senjata, permusuhan, kesibukan individual, sebuah eksklusivitas tanpa ada persaudaraan. Itulah sebuah peradaban yang kini tengah terjadi dan Islam adalah pedoman atasnya.

Peradaban Islam berasal dari semananjung Arabia dan pada abad VII M menyebar secara cepat hingga Afrika Utara dan semenanjung Iberia, kemudian memasuki Asia tengah, Anak Benua, dan Asia Tenggara. Sebagai hasilnya, pelbagai kebudayaan atau subperadaban merasuk ke dalam Islam, termasuk di dalamnya kebudayaan-kebudayaan Arab, Turki, Persia dan Melayu.

Agama adalah karakteristik utama yang mencirikan sebuah peradaban. Agama-agama besar adalah bangunan-bangunan dasar barbagai peradaban besar.

Semoga Islam bisa mewarnai peradaban dunia di kini dan masa depan. Wallahu a’lam bishowab.

Daftar Pustaka

Azim Nanji (ed.), Peta Studi Islam Orientalisme dan Arah Baru Kajian Islam di Barat, Bantul: Fajar Pustaka Baru, 2003.
Choirul Umam, sejarah Peradaban Islam 1, http://www.slideshare.net/ChaerulUman/sejarah-peradaban-islam-1. diakses, 9/3/2013
Filard, Peradaban Islam, http://filard.wordpress.com/peradaban-islam/. Diakses, 9/3/2013.
http://serbasejarah.wordpress.com/2009/03/17/sejarah-peradaban-islam-indonesia-yang-terkubur-dikubur/. Diakses, 11/3/2013.
Husein Al-Kaff , Memahami Kembali Peradaban Islam, http://aljawad.tripod.com/arsipbuletin/peradaban.htm. diakses, 11/3/2013
L Stoddard, Dunia Baru Islam, Djakarta: 1966.
Muhaimin, Abdul Mujib, Jusuf Mudzakkir, Studi Islam Dalam Ragam Dimensi Dan Pendekatan, Jakarta: Kencana, 2012.
Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasic Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam, Cet-2, Jakarta: Kencana, 2004.
Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia, Cet.2 ed.revisi, Jakarta: Djambatan, 2002.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 3-cet.2. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Yus Ruslan Achmad, Imagineering Menjemput Zaman : Merekonstruksi Sistem Bernegara, Berbangsa dan Bermasyarakat Menuju Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik, Bandung: Berkah Publishing, 2006

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta, Sektretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran Wonogiri.

HUKUM ISLAM BERDIMENSI AKHERAT

Hukum Islam Berdimensi Akherat
Oleh Muhammad Julijanto

Suatu ketika ada seorang perempuan Hgamidiyah datang menemui Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku telah berzina, oleh karena itu sucikanlah diriku.”

Pengakuan perempuan itu tidak dihiraukan bahkan Rasulullah menolak pengakuan itu. Keesokan harinya perempuan tersebut datang kmbali menemui Rasulullah sambil berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa anada menolak pengakuanku? Sepertinya engkau menolak pengakuan Ma’iz. Demi Allah, sekarang ini aku sedang mengandung bayi dari hasil hubungan gelap itu.” Mendengar pengakuan itu, Rasulullah menjawab, “Sekiranya kamu ingin tetap bertobat, maka pulanglah sampai kamu melahirkan.”

Setelah melahirkan, perempuan itu datang lagi kpeada beliau sambil menggendong bayinya yang dibungkus dengan kain, dia berkata, “Inilah bayi yang telah aku lahirkan. “Beliau lalu bersabda, “Kembali dan susuilah bayimu sampai kamu menyapihnya.”

Setelah memasuki masa sapihannya, perempuan itu datang lagi dengan membawa bayinya, sementara di tangan bayi tersebut ada sekerat roti, lalu perempuah itu berkata, “Wahai Nabi Allah, bayi kkecil ini telah aku sapih, dan dia sudah dapat menikmati makanannya sendiri.”

Kemudian Rasulullah memberikan bayi itu kepada seseorang di antara kaum muslimin dan memerintahkan untuk melaksanakan hukuman rajam terhadap perempuan itu. Begituah Rasulullah mengajarkan bagaimana menegakkan hukum. Kisah yang terdapat dalam hadis riwayat Muslim itu sangat jelas mengajarkan Islam sangat tegas dalam menegakkan hukum namun tetap memanusikan manusia, mengedepankan moral dan aspek sosiologis.

Secara normatif ajaran Islam tidak diskriminatif dalam penegakan hukum dan keadilan. Bahkan menskipun begitu mencintai Fatimah, namun seandainya putrinya mencuri Rasulullah dengan tegas akan memotong tangannya. “Demi Allah,sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya.” Hadis tersebut menunjukkan Rasulullah tidak pilih kasih dalam menegakkan hukum dan keadilan.

Nilai keadilan itu tidak diskriminatif tapi di dalam penegakan keadilan itu ada aspek sosial yang melatarbelakanginya. Keadilan itu tidak hanya legak formal, ketika ada orang bersalah langsung dijatuhi hukuman.

Selama ini penegakkan hukum di Indonesia yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas menunjukkan belum tegaknya keadilan. Sebagai contoh selama ini perlakuan hukum terhadap rakyat kecil yang mencuri berbeda dengan koruptor yang mengambil hak rakyat. Padahal, bisa jadi rakyat kecil mencuri karena terjadi diskriminasi ekonomi, sehingga mereka melakukan perbuatan itu untuk bertahan hidup. “Tolok ukur keadilan itu relatif tidak general, tapi harus melihat kasus per kasus. Yang terjadi selama ini penerapan sanksi hukum yang diberikan tidak seimbang. Saat ini dibutuhkan penegak hukum yang menyerap keadilan rakyat.

Aspek legal formal dalam menegakkan hukum perlu diperhatikan, namun tidak itu semata melainkan harus dibarengi dengan pertimbangan lain, yakni aspek sosiologis. Dengan aspek sosiologis munculnya kejatahan dapat digali, apakah ada peran negara yang tidak berjalan secara optimal, sehingga menimbulkan tidak meratanya kue pembangunan ke berbagai penjuru tanah air, bagaiman distribusi ekonomi menyentuh semua lapisan masyarakat sampai di kelas bawah, apakah pembangunan dijalankan sepenuhnya dan mencover semua lapisan masyarakat hingga strata sosial yang paling bawah.
Sanksi saja yang diberikan tidak bisa menjamin menyelesaikan kondisi sosial. Oleh karena itu hukum Islam sangat pro manusia atau human oriented, karena tujuan hukum Islam bukan hanya untuk kepentingan kehidupan dunia saja, tapi berdimensi akhirat. Orang yang melenggar hukum dalam Islam dipertobatkan dan dia mengakui kesalahannya. Dalam Hukum Islam tidak hanya orang yang tertangkap di pengadilan. Contoh hakim yang tidak melaksanakan hukum dengan hati nurani menjadi obyek hukum sendiri. Hukum Islam melengkapi semua aspek kehidupan termasuk penegakan hukum.

Bahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah bersabda, “Apabila hakim memutuskan perkara dengan berijtihad maka dia akan mendapat dua pahala apabila ijtihadnya benar. Jika ijtihadnya salah, maka dia akan mendapat satu pahala.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Surakarta

Solopos, 13 Januari 2012, Rubrik Khasanah Keluarga, Hukum Islam Berdimensi Akherat, hlm. IX.