MENTADABURI TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT Membangun Aqidah Kokoh

MENTADABURI TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT

Membangun Aqidah Kokoh

Oleh Muhammad Julijanto

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

. وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

 

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memutar matahari dan benda-benda lagit. Shalawat serta salam haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas suriteladanannya, semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran.

Marilah kita saling berwaisat iman dan takwa, sebab takwa adalah solusi setiap masalah yang kita hadapi, bila takwa sudah sirna dari setiap orang, maka perilaku yang destruktif-kemaksiatan yang lebih banyak dilakukan. Takwa kepada Allah Swt merupakan sumber keberuntungan dunia dan akherat. Semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin mendalam dan dapat dipertahankan hingga akhir hayat – walaa tamu tunna ila wa antum muslimin.

Allah Swt telah meninggikan langit, hingga tak seorang pun dapat mencapai ketinggian langit yang tak ada batasnya itu. Allah Swt menghiasinya dengan matahari di pagi hingga sore hari, dengan bulan dan bintang bertaburan yang bergemerlap bersinar di malam hari. Allah Swt juga telah melapangkan tanah dan bumi ini untuk dapat dihuni makhluk-Nya yang bernama manusia. Kita diperintahkan untuk menjelajah belahan bumi dan mengeksplorasi kekayaan alamnya. Sekaligus menikmati keindahan dan panoramanya yang tak pernah habis menunjukkan paras cantiknya. Bumi dan langit, cakrawala dunia yang membuat begitu banyak keindahan dan bukti-bukti kebesaran dan keagungan Allah Swt, Rabb semesta alam raya. Dialah Rab pencipta segala sesuatu.

Masalah

Bagaimana gerhana terjadi dan bagaimana tuntunan ajaran Islam menyikapi datangnya gerhana? Apa hikmah yang bisa diambil dari feneomana alam yang terjadi?

Jamaah yang mulia

Gerhana adalah peristiwa alam. Umat islam mensyukuri dan mentadaburi fenoemana alam sebagai tanda kekuasaan Allah Swt dengan menjalankan shalat gerhana.

Shalat gerhana matahari disebut salat kusuf dan gerhana bulan disebut salat khusuf adalah salat dua rakaat ketika terjadi gerhana matahadi atau bulan. Salat gerhana hukumnya sunnah muakadah-sunnah istimewa bagi laki-laki dan perempuan. Salat gerhana sebaiknya dilakukan secara berjamaah dan dikerjakan dua rakaat, tiap rakaat dua kali ruku’.

Sebagaimana hal ini pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan beliau mengajak kaum muslimin untuk mengadakan salat. Rasulullash Saw bersabda:

عَنْ مُغِيْرَةَ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يَومَ مَاتَ إِبْرَاهِيْمُ فقَالَ النّاسُ اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: أِنَّ الشمسَ وَالْقَمَرَ ايتان مِنْ ايَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فأذا رأَيْتموهُمَا فَادْعُوْاحتَّى تَنْكَسِفَ. (مُتَفَقْ عَلَيْهِ)

Mughiroh bin Syu’bah berkata: Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Saw, maka berkatalah manusia, “telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim, karena itu bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Gerhana keduanya (matahari dan bulan) bukanlah karena kematian seseorang. Oleh karena itu jika kamu melihat kedua gerhana hendaklah kamu berdoa kepada Allah dan salat sehingga selesai gerhana”. (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas memperingatkan kepada umat Islam bahwa apabila terjadi gerhana hendaklah melakukan salat dan berdoa. Di samping itu Nabi Muhammad Saw mengingatkan umat Islam agar peristiwa itu tidak dikaitkan dengan masalah lain, sebab gerhana adalah peristiwa alam sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Hadis ini sekaligu menjaga umat Islam dari bahaya yang dapat merusak akidah, dari memperserikatkan Allah. Sehubungan dengan hadis di atas, para ulama ahli hukum Islam menyatakan, bahwa salat gerhana hukumnya sunnat muakad artinya sunat istimewa dan sebaiknya kaum muslimin melakukaknya.

Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda, bahwa matahari dan bulan adalah dua di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bersedakahlah, bacalah takbir, dan salatlah (HR Bukhari dan Muslim).

Tentang perjalanan siang dan malam serta perdearan bumi dan matahari, serta bulan sebagaimana Allah Swt Surat Al An’am ayat 96:

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

(Allah-lah) yang Menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah Ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Fāliqul ishbāhi ([Allah-lah] yang Menyingsingkan pagi), yakni yang Menciptakan subuh.

Wa ja‘alal laila sakanan (dan menjadikan malam untuk beristirahat), yakni waktu beristirahat bagi makhluk.

Wasy syamsa wal qamara (serta matahari dan bulan), yakni Dia Menciptakan matahari dan bulan.

Husbānā (untuk perhitungan), yakni kedudukan matahari dan bulan bermanfaat untuk menetapkan perhitungan bulan. Menurut pendapat yang lain, matahari dan bulan tergantung di antara langit dan bumi, serta keduanya beredar pada orbitnya.

Dzālika taqdīrul ‘azīzi (itulah Ketentuan [Allah] Yang Maha Perkasa), yakni Pengaturan Allah Yang Maha Perkasa Menimpakan siksaan kepada siapa saja yang enggan beriman.

Al-‘alīm (lagi Maha Mengetahui) tentang pengaturan yang Dia Lakukan, Dia juga Mengetahui orang-orang yang beriman kepada-Nya serta orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.

Firman Allah Juz 15 Surat Al Isra’ [17] ayat 12

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُواْ فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلاً -١٢-

Dan Kami Menjadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami Menghapuskan tanda malam serta menjadikan tanda siang itu terang, supaya kalian mencari karunia dari Rabb kalian, dan juga supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami Terangkan dengan jelas.

Marilah kita simak firman Allah Swt surat Al Qashash [28]: ayat 70-75

وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ -٧٠-

Dan Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

 قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَاء أَفَلَا تَسْمَعُونَ -٧١-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ -٧٢-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ -٧٣-

Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia Jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ -٧٤-

Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) Menyeru mereka, dan Berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”

وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيداً فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ -٧٥-

Dan Kami Datangkan dari setiap umat seorang saksi,** lalu Kami Katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.

 

Kesimpulan

  1. Dengan kita mentadaburi fenomena alam yang ada di sekitar kita, itu membuktikan keberadaan Allah Swt, manusia tidak akan sampai kemampuan akal untuk menangkap, hanya dengan berserah diri kepada Allah Swt. Allah maha segalanya di alam semesta ini, semuanya tunduk kepada kebesarannya.
  2. Manusia diseru untuk mensyukuri anugrahnya, yang semuanya ditundukkan untuk manusia mengelola alam semesta ini untuk kemakmurannya.

Akhirnya marilah kita memohon anugrah yang terbaik dan terindah kepada Allah Swt. Sehingga sisa kehidupan ini selalu membawa manfaat bagi diri keluarga dan bangsa. Sebagaimana Rasulullah Saw diutus untuk membawa rahmah kepada kehidupan dunia ini-wama arsal naka illa rahmatan lil ‘alamiin..

Akhirnya kita mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, dan berupaya keras memperbaiki diri dengan karya nyata yang bermanfaat kepada sesama, sehingga sisa kehidupan dapat didayagunakan dengan optimal untuk menebar kemanfaatan dan kemaslahatan fiddunnya wal akhiroh.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

 

 

 

 

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka

Departemen Agama RI, Pendidikan Agama Islam Untuk Siswa SMU Kelas II, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1995.

Tim, Al Quran Karim Tafsir Per Kata Tajwid Kode The Holy Qur’an Al Fatih, Jakarta: Insan Media Pustaka, 2013. 

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta disampaikan pada Khutbah Shalat Gerhana Bulan di Masjid Nur Rohmah Kerdu Kepik Wonogiri, 31 Januari 2018.

Iklan

PERNIAGAAN YANG MENYEMATKAN

PERNIAGAAN YANG MENYEMATKAN

Oleh Muhammad Julijanto

(Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta)

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

. وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

 

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memutar matahari dan benda-benda lagit. Shalawat serta salam haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas suriteladanannya, semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran.

Marilah kita saling berwaisat iman dan takwa, sebab takwa adalah solusi setiap masalah yang kita hadapi, bila takwa sudah sirna dari setiap orang, maka perilaku yang destruktif-kemaksiatan yang lebih banyak dilakukan. Takwa kepada Allah Swt merupakan sumber keberuntungan dunia dan akherat. Semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin mendalam dan dapat dipertahankan hingga akhir hayat – walaa tamu tunna ila wa antum muslimin.

Jaamah yang berbahagia

Perniagaan yang baik dan menyelamatkan dibutuhkan komitmen. Banyak orang termotivasi untuk mencari untung yang sebanyak-banyak, hingga meniadakan etika dan moralitas. Mereka melakukan perniagaan yang dhalim dan menindas konsumen. Meninggalkan keberkahan dari usahanya.

Usaha yang berkah adalah suatu kegiatan usaha yang dilakukan dengan parameter dan tolok ukur syar’i. Bukan keuntungan besar dan bertambahnya aset yang ingin dikejar, tetapi sejauhmana nilai manfaat dari keuntungan yang diperolehnya. Caranya dengan cara yang lebih baik bahkan ma’ruf. Terpercaya dan unggul.

Dalam mind side pemikirannya bahwa keuntungan bisa diraih dengan banyak, bila mereka menipu dan tidak berbuat jujur kepada pelanggannya. Padahal konsumen adalah raja. Yang bisa menentukan pilihan yang merdeka ketika hendak membeli suatu produk. Maka pelayanan prima yang diharpkan pelanggan menjadi kewajiban bagi penguasahan jika ingin pelanggannya merasa dihargai dan diberikan layanan yang memuaskan. Sehingga dikemudian hari akan kembali membelanjakan hartnya untuk mendapatkan produk yang dibutuhkannya. Inilah hubungan simbiosis mutualisme, saling tolong menolong dan saling membutuhkan.

Artikel ini menguraikan bagaimana sebaiknya masyarakat berniaga yang terbaik dan yang menyelamatkan.

Masalah

Kadang kita prihatin dengan kejujuran para pedagang dan pengusaha dalam melakukan transaksi. Bagaimana padangan Alquran membimbing umat manusia mencapai muamalah yang saling menguntungkan dan menyelamatkan?

pembahasan

Firman Allah Juz 15 Surat Al Isra’ [17] ayat 35

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذا كِلْتُمْ وَزِنُواْ بِالقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً -٣٥-

Dan penuhilah takaran bila kalian menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.

Wa aufū (dan penuhilah), sempurnakanlah.

Al-kaila idzā kiltum (takaran bila kalian menakar) untuk orang lain.

Wa zinū bil qisthāsil mustaqīm (dan timbanglah dengan timbangan yang benar), yakni dengan timbangan yang adil.

Dzālika (itu), yakni memenuhi takaran, timbangan, dan janji.

Khairun (lebih utama) daripada melakukan pelanggaran dan pengurangan.

Wa ahsanu ta’wīlā (dan lebih baik akibatnya).

Kita sering mendengar berita dari wa ke wa tengtang suatu SPBU yang ketika memberikan pelayanan konsumen tidak adil, mereka menuangkan moncong pipa ke kendaraan tidak pas takarannya, tertera angkanya sekian liter dengan rupiahnya, tetapi dalam kenyataan digunakan dengan jarak jauh yang ditempuh seperti biasayanya tidak sampai. Sehingga membuat konsumen dirugikan dalam pelayanan takarn dan timbangan.

Kita juga sering melihat seorang pedagang mencampur komoditas produknya dari yang berkualitas unggul dengan dioplos dengan kualitas rendah dan dijual dengan kualitas unggul dengan mengambil keuntungan yang berlebih. Inilah perbuatan dhalim yang merugikan dan menipu konsumen sebagai rajanya dalam belanja.

Perniaga yang semacam ini merugikan diri sendiri, menjadi konsumen anti pati, kemudian hari tidak akan kembali menyambangi bahkan belanja di tempat itu. Merasa ditipu oleh pedagang tersebut. Merasa dikhianati, merasa didhalimi, merasa diingkari. Sebaliknya kita juga sering melihat seorang pedang yang jujur dan apa adanya, merasa diberikan layanan yang terbaik, yang baik dikatakan baik dan harganya tidak dilebih-lebihkan, sehingga tetap terjangkau, konsumen merasa terhibur ketikan belanja ke tempat tersebut, mereka benar-benar diperlakukan seperti raja yang bisa menentukan kebijakan dan keputusanya dalam membeli. Inilah gambaran muamalah yang saling menguntungkan dan menentramkan jiwa, membawa keselamtan dalam berniaga yang halal dan toyyiban.

Demikian juga bisnis zaman now yang mengedepankan terbangunnya kepercayaan publik dalam segala usaha yang dilakukan. Sehingga kualitas layanan menjadi kebutuhan dalam persaingan bisnis. Memang rizki seseorang tidak akan tertukar dengan orang lain. Allah Swt telah tebarkan karunia yang melimpah dalam perniagaan. Perniagaan yang sesuai dengan tuntunan itulah yang akan berkembag dan menyelematkan pelaku usahanya tersebut. Sebaliknya perilaku usaha yang tidak jujur dan mendhalimi nasabahnya, maka akan mendapatkan akibat perbuatannya.

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas beberapa hal yang harus dicatat dan diingat;

  1. Jangan kecewakan nasabahmu dalam memberikan pelayanan prima, berikan yang terbaik, maka kalian akan mendaptkan keuntungan yang terbaik pula. Sebaliknya bila pelayanan anda jelek, maka bersiaplah kalian menerima akibat dari perbuatan anda yang menyimpang.
  2. Berikan yang terbaik kelak anda akan dapat yang lebih baik lagi.

Akhirnya kita mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, dan berupaya keras memperbaiki diri dengan karya nyata yang bermanfaat kepada sesama, sehingga sisa kehidupan dapat didayagunakan dengan optimal untuk menebar kemanfaatan dan kemaslahatan fiddunnya wal akhiroh.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka

Disampaikan di masjid al falah mojoroto wonoboyo wonogiri, 2 Februari 2018

TANGGUH MENYIKAPI DUKA MENJADI KEKUATAN

TANGGUH MENYIKAPI DUKA MENJADI KEKUATAN

Oleh Muhammad Julijanto

Dosen Fakultas Syar’ah IAIN Surakarta

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ -٣٥-

Puji syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang terbaik dan terindah yang kita rasakan hari ini, semoga nikmati ini bisa kita optimalkan untuk meraih kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat. Dengan beramal yang baik dan mencegah kemungkaran.

Salawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad Saw atas segala perjuangan dan teladannya membimbing umat manusia mencapai kemuliaan hidup dan kebahagiaan akhira yang abadi-walal akhiratu khoairu laka minal uulaa, dengan berkhlak yang terpuji. Semoga kita sebagai umatnya istiqomah hingga akhir ayat, wala tamutunna illa wa antum muslimun. Janganlah kalian meninggal kecuali dalam keadaan beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.

Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt, sebab sebagus-bagus bekal adalah bekal takwa. Yang akan menyelamatkan manusia di dunia dan akherat.

Jamaah Jumah Tamu Undangan Allah yang berbahagia

Semua orang berhak untuk gagal dan berduka, semua orang juga berhak untuk terbebas dari belenggu kegagalan dan kedukaannya.

Masalahnya adalah bagaimana ia bisa menyikapi kegagalan dan kedukaan itu? Bagaimana ia harus kembali pada kehidupan normalnya, dan bagaimana ia harus menjadikan kegagalan itu sebagai kekuatan untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Bagaimana agar yang minus itu berbalik menjadi plus?

Semua orang pernah mengalami peristiwa duku. Peristiwa duka dalam arti luas yang menempatkan kita pada posisi kehilangan, baik itu kehilangan seseorang yang kita cintai, harta benda, pekerjaan, tempat tinggal, atau apa saja. Dari sebuah peristiwa duka berskala mikro, yang kecil, yang terjadi secara individual, sampai peristiwa duka berskala makro, yang besar dan terjadi secara massal. Sebuah peristiwa duka, tragedi, musibah, atau bencana, adalah sebuah malapetaka. Peristiwa ini memberikan suatu luka jiwa yang dalam dan rasa kehilangan yang besar.

Di negeri yang penuh dengan bencana ini, peristiwa duka selalu terjadi sambung menyambung dan silih berganti. Belum pulih trauma yang ditimbulkan oleh sebuah peristiwa duka yang satu, dihempas pula oleh peristiwa duka lanjutan. Peristiwa duka itu tampak selalu datang dan pergi. Dalam konteks makro, peristiwa duka yang memilukan itu dapat berupa bencana alam seperti  banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, angin putting beliung, dan lainya yang hampir terjadi setiap hari dari berbagai belahan bumi.

Demikian halnya dalam konteks mikro seperti kematian salah satu anggota keluarga, pencurian harta benda, putus cinta atau perceraian, cerai hidup atau cerai mati, korban kejahatan, atau lainnya, tentu mengundang kedukaan dan kepahitan yang dalam.

Ada yang terpuruk dalam kedukaan panjang. Ada pula yang mencoba bangkit dari kesedihan dan menjadikan kedukaanya sebagai kekuatan. Semua orang berhak untuk berduka, semua orang juga berhak untuk terbebas dari belenggu kedukaannya.

Jamaah Jumah Tamu Undangan Allah yang berbahagia

Bagaimana kita menyikapi kedukaan itu dan berusaha keluar dari belenggu duka dan kembali bangkit untuk hidup selanjutnya yang lebih baik. Tidak ada satu pun peristiwa di dunia ini yang terjadi secara kebutulan. Semua peristiwa itu baik suka dan duka, hanya bisa terjadi bila Yang Mahakuasa Allah Swt menghendaki peristiwa itu terjadi. Demikian juga kemakmuran hidup, keberuntungan, kesenangan, ataupun kenikmatan yang luar biasa yang didapatkan manusia saat ini ternyata juga kehendak Allah Swt. Untuk menguji sejauhmana ketangguhan kita dalam menyikapi keduanya. Untuk menguji-liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘alama. Bertawakal, bersabar, berusaha keras, berikhtiar, istiqomah, konsisten, dan sikap positif lainnya. Bersyukur atas nikmat yang Allah Swt anugrahkan kepadanya.

Seseorang yang memiliki kesadaran akan kekuasaan Ilahi akan memahami dan tahu diri dengan posisinya sebagai makhluk yang lemah dan penuh keterbatasan. Ada hikmat dan tujuan dari suatu peristiwa yang menimpa kita. Paling tidak ada beberapa hal yang perlu kita renungkan; bahwa semua peristiwa duka adalah ujian atau cobaan dari Allah yang bertujuan agar kita memiliki kekuatan hati, senantiasa bersabar dan tidak mudah menyerah pada keadaan yang begitu berat sekalipun. Apabila berhasil melalui ujian duka mendalam ini, maka tingkat kekuatan hatinya semakin meningkat, kualitas hidupnya semakin baik. Sebaliknya bila gagal melewatinya, maka ia akan terpuruk dalam kerapuhan. Mestinya kita harus tangguh dan kuat, mengatasi seberat apapun kesedihan itu.

Perlu kita pahami pula bahwa peristiwa duka yang diturunkan Allah kepada seseorang itu sebagai sebuah teguran yang bertujuan agar ia kembali kepada jalan yang benar, jalan yang diridhai Allah Swt. Pada saat ia berada di jalan yang dimurkai Allah Swt. Peristiwa duka yang memilukan itu memang sengaja dijatuhkan Allah Swt kepada seseorang sebagai hukuman karena kedurhakaannya dan dosa yang dilakukannya selama ini.

Jamaah Jumah Tamu Undangan Allah yang berbahagia

Oleh karena itu peristiwa duka dimanfaatkan untuk menemukan jati dirinya, mawas diri, instrospeksi diri, agar kita menemukan makna hidup yang sejati, kita bisa evaluasi kesalahan diri kita, mungkin kurang bersyukur, kurang tawakal, kurang sabar dan kekurangan yang lainnya. Supaya kita berbenah diri, meluruskan niat mengharap ridha Allah Swt semata dalam menjalankan aktivitas hidup ini. Terus belajar untuk memahami hikmah di balik perstiwa duka yang menimpa, terus bekerja keras meningkatkan kualitas diri, berusaha semaksimal mungkin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi yang lain-khairun naas anfa’uhum lin naas-sebaik-baik manusia yang memberi manfaat bagi yang lain.

Allah Swt tidak pernah mengambil sesuatu dari seseorang tanpa memberikan sesuatu yang lain. Allah Swt menghilangkan sesuatu dari kita, namun akan menggatinya dengan sesuatu yang lain. Banyak orang yang lebih suka meratapi sesuatu yang hilang darinya, namun tidak mensyukuri sesuatu yang didapatkannya. Allah Swt mempunyai rencana besar untuk kita saat terjatuh dan tertimpa duka yang mendalam, bila kita lulus dari ujiannya, maka ada tugas baru yang siap menanti kita.

Marilah kita syukuri segala yang terjadi dan ambil hikmah yang terbaik dari apa yang kita rasakan. Kita bersyukur atas apapun yang kita alami, karena nikmat Allah Swt mengalir setiap saat tanpa terputus sama sekali. Walaupun kita mengalami peristiwa duka yang memilukan, kita tetap bersyukur, telah diberi kesempatan untuk merasakan kemalangan dan kebahagiaan, atau kegagalan dan keberhasilan. Kita telah diberi kesempatan untuk menghirup udara segar, mendapatkan makanan dan minuman, melihat dan mendengar, berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga, dan menikmati kemudahan lainnya yang mungkin tidak bisa dinikmati oleh orang lain.

Akhirnya kita mohon kepada Allah Swt anugrah yang terbaik dan terindah. Menjadi pribadi yang bermanfaat dan bersyukur atas anugrahNya.

اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَابِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُ مَابِاَنْفُسِهِمْ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     


 

Khutbah Kedua

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ خَيْرَ المَسْاَلَةِ وَخَيْرَالدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَالْعِلْمِ وَخَيْرَ الْعَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَالْحَيَاةِ وَخَيْرَ الْمَمَاتِ وَثَبِتْنِىْ وَثَقِلْ مَوَازيْنِي وَحَقِّقْ اِيْمَانِى وَارْفَعْ دَرَجَتِيْ وَتَقَبَّلْ صَلَاتِيْ وَاغْفِرْخَطِيْأَتِيْ وَاسْأَلٌكَ الْعُلَامِنَ الجَنَّةِ

 اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْاَخْيَارِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka

Wahyu Madya Gunawan, Mengelola Kegagalan dan Kedukaan Menjadi Kekuatan, Yogyakarta: Tugu Publisher, 2010.

Jamal Ma’mur Asmuni, 13 Cara Nyata Mengubah Takdir, Jakarta: Wahyumedia, 2010. Hlm. Iv-v.

 

ARGUMEN PEMETAAN DAERAH PEMILIHAN PEMILU 2019 KPU KABUPATEN BOYOLALI

ARGUMEN PEMETAAN DAERAH PEMILIHAN PEMILU 2019

KPU KABUPATEN BOYOLALI

Oleh Muhammad Julijanto[1]

Pendahuluan

Pemilu menjadi cara beradab pergantian kepemimpinan di masyarakat. Pemilu yang berhasil apabila bisa melibatkan semua komponen masyarakat terlibat secara aktive sesuai dengan posisi dan peran yang dijalankan. Keberhasilan pemilu tentu berdasarkan prasyarat dan syarat yang bisa terpenuhi dengan baik; adanya peraturan perundang-undangan yang memberikan legitimasi pelaksanaannya, sekligus regulasi tersebut mengatur sedemikian rupa sehingga lalu lintas hak dan kewajiban berjalan dengan baik. Kedua, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk berjalannya penyelenggaraan pemilihan umum. Infra struktur yang mendukung tahapan bisa berjalan dengan optimal. Ketiga, antusias masyarakat berpartisipasi dalam setiap tahapan pemilu. Masyarakat yang terlibat baik sebagai penyelenggara, peserta pemilu, maupun pemilih terjamin hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan semua tahapan pemilu. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan, semakin banyak masyarakat yang terlibat akan semakin baik kuantitas dan kualitas penyelenggaraan pemilu. Masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang dalam partisipasi pemilu. Keempat, Kondisi dan keamanan wilayah, aman dari segala bentuk ancaman konflik, aman wilayah tanpa ada ganggungan keamanan wilayah.

Termasuk di dalamnya bagaimana keamanan wilayah dan kondisi sosial masyarakat, akan sangat membantu dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang lebih kondusif. Bagaimana pemetaan daerah pemilihan, sehingga menjadi tempat atau gelanggang partai politik dan peserta pemilu untuk memperebutkan dukungan masyarakat untuk meraih kursi kandidatnya. Bagaimana pemetaan daerah pemilihan kabupaten Boyolali?

Argumen Dapil

Dalam rangka memetakan daerah pemilihan KPU Kabupaten Boyolali membentuk Kelompok Kerja Pemetaan Daerah Pimilihan KPU Boyolali untuk pemilu 2019. Pokja itu bekerja membuat dan memetakan daerah pemilihan untuk pemilu 2019 yang meliputi 5 daerah pemilihan, setiap daerah pemilihan alokasi kursi antara 6-10 kursi, dimana DPRD Kabupaten Boyolali mempunyai alokasi kursi 45, dimana jumlah penduduk 989.776 jiwa, berdasarkan Keputusan KPU Republik Indonesia Nomor 13/PL.01.3-Kpt/03/KPU/I/2018 tentang Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota dan Jumlah Kursi DPRD Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019. Dalam dalam daerah pemilihan ini partai politik akan bertarung memenangkan pemilihan, sebanyak mungkin partai memperoleh dukungan dari masyarakat, sehingga teknis penentuan daerah pemilihan ditentukan melalui mekanisme perumusan, tanggapan dan masukan masyarakat, uji publik di masing-masing daerah pemilihan. Sebab semakin besar daerah pemilihannya tentu semakin besar jumlah atau nilai satu kursi di DPRD dan yang banyak diuntungkan partai besar yang sudah lama, sebaliknya bagi partai kecil dan baru berkompetisi dalam pemilu peluangnya semakin kecil untuk bisa mengantarkan wakilnya duduk di DPRD berkompetisi dalam pemilu peluangnya semakin kecil untuk bisa mengantarkan wakilnya duduk di DPRD. Inilah problem signifikan yang dihadapi oleh KPU agar bisa tetap adil, tanpa diskriminasi, tetapi aspek teknis bisa terpenuhi dengan standar pengaturan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pemilihan umum tersebut.

Agar daerah pemilihan ini secara rasional dan argumentatif bisa diterima, maka perlu dijelaskan dasar filosofisnya, kajian hukumnya dan kajian sosiologi dan politisnya, serta teknis penyelenggaraan pemilu.

Secara filosofis penentuan daerah pemilihan umum menjadi penting, dimana daerah pemilihan ini akan menjadi ajang penentuan kompetisi partai politik untuk memperoleh dukungan dari rakyat, bisa menjadi keterwakilan, dan kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya. Semakin konkrit pertanggung jawaban legislator terhadap wilayah yang memberikan dukungannya, sehingga dia bekerja dengan keras untuk membangun dan mengembangkan daerah pemilihannya, meskipun hakikatnya wakil rakyat adalah mewakili semua aspirasi secara keseluruhan dari kepentingan masyarakat pemilihnya.

Secara hukum penentuan daerah pemilihan sudah sesuai dengan regulasi peraturan perundang-undangan. Karena tidak ada alasan hukum bagi penyelenggara, peserta pemilu dan masyarakat untuk terlibat dalam proses tahapan pemilihan, kecuali ada landasan hukum yang mengatur dan mempertemukan stakeholder pemilu. Aturan hukum menjadi guide untuk suksesnya teknis penyelenggaraan pemilu. Aturan hukum dibuat agar lalu lintas hak dan kewajiban warga negara bisa sinergi untuk mencapai peradaban yang bermartabat dan ketertiban dalam semua proses penyelenggaraan hingga hasil akhir kertertiban dalam semua proses penyelenggaraan hingga hasil akhir tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara makro.

Secara sosiologi dalam penentuan daerah pemilihan akan melihat kondisi sosial masyarakat, karakter masyarakat, kondisi hubungan interaksi masyarakat setempat, pola komunikasi, tingkat kerawan konflik, tingkat partisipasi pemilih dalam proses pemilihan. Budaya masyarakat dan masyarakat daerah perbatasan akan mengalami perbedaan, apakah perbedaan tersebut bisa diatasi dengan pemetaan daerah pemilihan yang sesuai dengan kultur budaya masyarakat yang berdekatan.

Secara politik penentuan daerah pemilihan merupakan ranah yang secara langsung akan dirasakan oleh kontestan pemilih, partai politik, partai politik peserta pemilu, bakal calon anggota legislatif yang akan mendaftarkan diri melalui partai politiknya masing-masing. Bagi partai politik dan peserta pemilu, daerah pemilihan akan menentukan berapa harga sebuah kursi yang harus diraih oleh peserta pemilu agar bisa mengantarkan kadernya duduk di kursi anggota legislatif. Semakin kecil daerah pemilihannya akan terbuka persaingan yang lebih ketat antar peserta untuk meraih dukungan pemilih. Peluangnya akan lebih besar bagi partai kecil dan partai baru. Sebaliknya bila daerah pemilihan semakin besar juga butuh banyak dukungan dari pemilih untuk mencapai batas minimal perolehan suara.

Penentuan daerah pemilihan secara teknis penyelenggaraan pemilu sangat menentukan bagaimana  distribusi kelengkapan penyelenggaraan pemilu, transportasi, anggaran, akurasi penentuan jumlah dan keberadaannya. Logistik yang harus disiapkan di setiap daerah pemilihan, jumlah peserta pemilu, jumlah kebutuhan logistik yang harus disiapkan berdasarkan daerah pemilihan. Secara geografis kontur daerah pegunungan, terpisah oleh sungai, atau berada di daerah pedalaman yang akses jalannya sangat terbatas, antar daerah satu dengan yang lain terpisah oleh bukit atau pegunungan yang sulit akses masuknya baik mobilitas logistik bisa sampai di lokasi tepat waktu sesuai tahapan penyelengaraan, sehingga proses pemilu berjalan dengan baik dan lancar, sesuai tahapa.

Secara prinsip pemetaan daerah pemilihan memperhatikan prinsip-prinsip berikut: kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integritas wilayah, berada dalam satu wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan[2]. Dengan tolok ukur dan prinsip tersebut, maka daerah pemilihan Kabupaten Boyolali dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 antar lain;

Konsep Dapil Draft 1

No Dapil Kecamatan Alokasi Kursi Jumlah Penduduk
  Boyolali 1 10 kursi 226.552
1 Musuk   58.546
2 Boyolali   67.959
3 Mojosongo   54.008
4 Teras   46.039
  Boyolali 2 7 kursi 162.340
5 Cepogo   55.983
6 Selo   28.382
7 Ampel   77.975
  Boyolali 3 8 kursi 173.922
8 Karanggede   43.324
9 Wonosegoro   54.317
10 Juwangi   33.133
11 Kemusu   43.148
  Boyolali 4 10 kursi 217.951
12 Simo   46.701
13 Klego   45.898
14 Andong   59.118
15 Nogosari   66.234
  Boyolali 5 10 kursi 209.011
16 Sawit   31.102
17 Banyudono   49.449
18 Sambi   45.200
19 Ngemplak   83.260

Draft ini menunjukkan sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 kesetaraan nilai suara atau harga kursi yang setara antara satu Dapil dengan Dapil lainnya dengan prinsip satu orang, satu suara, satu nilai.

Wilayah daerah Kabupaten Boyolali jumlah penduduk 989.776 jiwa sebagaimana ketentuan Pasal 8 ayat f “wilayah daerah kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 orang sampai dengan 1.000.000 orang memperoleh alokasi 45 kursi”[3].  Dengan demikian kuota satu kursi adalah jumlah penduduk dibagi jumlah kursi, yakni 989.776 : 45 = 21.995 penduduk.

Setiap daerah pemilihan rata-rata mempunyai 7-10 kursi, dengan jumlah penduduk Dapil Boyolali 1 sejumlah 226. 552 orang 10 kursi, terdiri dari kecamatan Musuk, Boyolali, Mojosongo dan Teras. Nilai satu kursi 22.655 suara.  Dapil Boyolali 2 berjumlah 162.340 orang dengan 7 kursi, terdiri dari kecamatan Cepogo, Selo, Ampel. Nilai satu kursi 23.191. Dapil Boyolali 3 berjumlah 173.922 orang dengan 8 kursi, terdiri dari kecamatan Kangggede, Wonosegoro, Juwangi, Kemusu, nilai satu kursi 21.740 suara. Dapil Boyolali 4 berjumlah 217.951 orang dengan 10, terdiri dari kecamatan Simo, Klego, Andong, Nogosari, nilai satu kursi 21.795, dan Dapil Boyolali 5 jumlah penduduk 209.011 orang, jumlah kursi 10. Terdiri dari kecamatan Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, nilai satu kursi 20.901 suara.

Secara geografis semua kecamatan dalam daerah pemilihan draft 1; Boyolali 1, Bpyolali 2, Boyolali 3, Boyolagi 4 dan Boyolali 5 terkoneksi dan mempunyai kedekatan dan kemudahan transportasi yang menghubungkan ke masing-masing daerah pemilihan, sehingga memudahkan penyelenggaran pemilu untuk distribusi logistik yang berbasis pada daerah pemilihan.

Konsep Dapil Draft 2

No Dapil Kecamatan Alokasi Kursi Jumlah Penduduk
  Boyolali 1 11 kursi 245.981
1 Teras   46.039
2 Mojosongo   54.008
3 Boyolali   67.959
4 Ampel   77.975
  Boyolali 2 6 kursi 462.911
5 Musuk   58.546
6 Selo   28.382
7 Cepogo   55.983
  Boyolali 3 8 kursi 173.922
8 Karanggede   43.324
9 Wonosegoro   54.317
10 Juwangi   33.133
11 Kemusu   43.148
  Boyolali 4 10 kursi 217.951
12 Simo   46.701
13 Klego   45.898
14 Andong   59.118
15 Nogosari   66.234
  Boyolali 5 10 kursi 209.011
16 Sawit   31.102
17 Banyudono   49.449
18 Sambi   45.200
19 Ngemplak   83.260

Draft ini menunjukkan sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 kesetaraan nilai suara atau harga kursi yang setara antara satu Dapil dengan Dapil lainnya dengan prinsip satu orang, satu suara, satu nilai.

Wilayah daerah Kabupaten Boyolali jumlah penduduk 989.776 jiwa sebagaimana ketentuan Pasal 8 ayat f “wilayah daerah kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 orang sampai dengan 1.000.000 orang memperoleh alokasi 45 kursi”[4].  Dengan demikian kuota satu kursi adalah jumlah penduduk dibagi jumlah kursi, yakni 989.776 : 45 = 21.995 penduduk.

Setiap daerah pemilihan rata-rata mempunyai 6-11 kursi, dengan jumlah penduduk Dapil Boyolali 1 sejumlah 245.981 orang 11 kursi, terdiri dari kecamatan Teras, Mojosongo, Boyolali, dan Ampel. Nilai satu kursi 22.362.  Dapil Boyolali 2 berjumlah 162.340 orang dengan 6 kursi, nilai satu kursi 23.819, Terdiri dari kecamatan Musuk, Selo, Cepogo. Dapil Boyolali 3 berjumlah 173.922 orang dengan 8 kursi. Nilai satu kursi 21.740. terdiri dari kecamatan Karanggede, Wonosegoro, Juwangi, Kemusu.  Dapil Boyolali 4 berjumlah 217.951 orang dengan 10. Nilai satu kursi 21.795, dan Dapil Boyolali 5 jumlah penduduk 209.011 orang. Dengan jumlah kursi 10. Nilai satu kursi 20.901. terdiri dari kecamatan Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak.

Secara geografis semua kecamatan dalam daerah pemilihan draft 1; Boyolali 1, Bpyolali 2, Boyolali 3, Boyolagi 4 dan Boyolali 5 terkoneksi dan mempunyai kedekatan dan kemudahan transportasi yang menghubungkan ke masing-masing daerah pemilihan, sehingga memudahkan penyelenggaran pemilu untuk distribusi logistik yang berbasis pada daerah pemilihan.

Konsep Dapil Draft 3

No Dapil Kecamatan Alokasi Kursi Jumlah Penduduk
  Boyolali 1 9 kursi 199.108
16 Sawit   31.102
1 Teras   46.039
2 Mojosongo   54.008
3 Boyolali   67.959
  Boyolali 2 10 kursi 220.886
4 Selo   28.382
5 Ampel   77.975
6 Cepogo   55.983
7 Musuk   58.546
  Boyolali 3 8 kursi 173.922
8 Karanggede   43.324
9 Wonosegoro   54.317
10 Juwangi   33.133
11 Kemusu   43.148
  Boyolali 4 10 kursi 217.951
12 Simo   46.701
13 Klego   45.898
14 Andong   59.118
15 Nogosari   66.234
  Boyolali 5 8 kursi 177.909
17 Banyudono   49.449
18 Sambi   45.200
19 Ngemplak   83.260

Draft ini menunjukkan sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 kesetaraan nilai suara atau harga kursi yang setara antara satu Dapil dengan Dapil lainnya dengan prinsip satu orang, satu suara, satu nilai.

Wilayah daerah Kabupaten Boyolali jumlah penduduk 989.776 jiwa sebagaimana ketentuan Pasal 8 ayat f “wilayah daerah kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 orang sampai dengan 1.000.000 orang memperoleh alokasi 45 kursi”[5].  Dengan demikian kuota satu kursi adalah jumlah penduduk dibagi jumlah kursi, yakni 989.776 : 45 = 21.995 penduduk.

Setiap daerah pemilihan rata-rata mempunyai 8-10 kursi, dengan jumlah penduduk Dapil Boyolali 1 sejumlah 199.108 orang 9 kursi, nilai satu kursi 22.123. Terdiri dari kecamatan Sawit, Teras, Mojosongo dan Boyolali.  Dapil Boyolali 2 berjumlah 220.886 orang dengan 10 kursi, nilai satu kursi 22.089. terdiri dari kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk. Dapil Boyolali 3 berjumlah 173.922 orang dengan 8 kursi, nilai satu kursi 21.740. terdiri dari kecamatan Karanggede, Wonosegoro, Juwangi, Kemusu. Dapil Boyolali 4 berjumlah 217.951 orang dengan 10 kursi, nilai satu kursi 21.795. terdiri dari kecamatan Simo, Klego, Andong, Nogosari. dan Dapil Boyolali 5 jumlah penduduk 177.909 orang, dengan jumlah kursi 8, nilai satu kursi 22.239. terdri dari kecamatan Banyudono, Sambi, Ngemplak.

Secara geografis semua kecamatan dalam daerah pemilihan draft 1; Boyolali 1, Boyolali 2, Boyolali 3, Boyolagi 4 dan Boyolali 5 terkoneksi dan mempunyai kedekatan dan kemudahan transportasi yang menghubungkan ke masing-masing daerah pemilihan, sehingga memudahkan penyelenggaran pemilu untuk distribusi logistik yang berbasis pada daerah pemilihan.

Kesimpulan

  1. Semua draft daerah pemilihan 1, 2, dan 3 mencerminkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Semua draft daerah pemilihan masih dalam batas yang direkomendasikan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Berada dalam cakupan wilayah daerah pemilihan anggota DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi.
  3. Memenuhi pula prinsip proporsionalitas, berkesinambungan dengan penyusunan daerah pemilihan pada pemilu sebelumnya.
  4. Berdasarkan 7 (tujuh) prinsip penataan dan pemetaan daerah pemilihan, Draft 1, Draft 2 dan Draft 3 layak untuk dipertimbangkan sebagai usulan menjadi Daerah Pemilihan pada Pemilihan Umum 2019 Kabupaten Boyolali.

Daftar Pustaka

Demokrasi dan Proses Politik,Jakarta: LP3ES, 1986.

Joko J Prihatmoko, Mendemokratiskan Pemilu dari Sistem Sampai Elemen Teknis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 18/)).02-Kpt/03/KPU/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten/Kota dalm Pemilihan Umum.

Miriam Budiardjo, Demokrasi di Indonesia Demkrasi Parlementer dan Domokrasi Pancasila, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Muhammad Julijanto, Agama Agenda Demokrasi dan Perubahan Sosial,Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Kota dalam Pemilihan Umum.

[1] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta. Disampaikan pada Uji Publik Penataan Daerah  Pemilihan dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten Boyolali pada Pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Boyolali di Pondok Indah Hotel Jl. Merapi Boyolali, Selasa, 13 Februari 2018.

[2] Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Kota dalam Pemilihan Umum Bab II pasal 4.

[3] Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Kota dalam Pemilihan Umum.

[4] Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Kota dalam Pemilihan Umum.

[5] Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Kota dalam Pemilihan Umum.

Merajut Terus Paham Kebangsaan

Merajut Terus Paham Kebangsaan

Oleh Muhammad Julijanto

Peristiwa nasional akhir-akhir ini mengingatkan kembali kepada paham kebangsaan yang telah dibangun para pendiri bangsa. Bahwa bangsa ini didirikan dari berbagai unsur melebur menjadi satu kesatuan bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Integrasi nasional menjadi spirit kita untuk menjadi bangsa yang besar dengan keragaman budaya, agama, ras, etnis, bahasa, kebudayaan. Keragaman tersebut telah menjadi kebhinekaan yang menjadikan kita tahan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan ketidakadilan sosial.

Dalam kegelisahan nasional penulis memandang bahwa kita perlu menyatukan kembali paham kebangsaan untuk mengatasi hubungan mayoritas dan minoritas, agar kita bisa bekerjasama dengan baik dan tanpa adanya luka dalam pergaulan sosial. Hubungan politik dan ekonomi mayoritas dan minoritas perlu adanya mekanisme sosial yang lebih baik. Gesekan politik pasti akan terjadi dalam rangka memperebutkan pengaruh dan legitimasi politik, perasaan tersisih dan termarjinalkan, menyebabkan kelompok yang berada pada posisi tawar yang rendah akan melakukan reaksi dengan berbagai bentuk dan wacana yang dibangun. Di sinilah permainan politik akan menjalankan aksinya.

Sebagai pemangku kepentingan bangsa, para pemimpin dan tokoh elit masyarakat bisa membawakan diri dan gerbong umatnya dengan baik, sehingga bisa mengelola suasana nasional agar lebih tenang dan tidak ada kegaduhan. Sebab rakyat bergerak secara dinamis, mengikuti hukum sebab akibat. Siapa yang memicu akan menghasilkan reaksi yang lebih. Apalagi psikologi sosial yang sedang panas dalam tensi politik nasional khususnya pilkada DKI dan suksesi kepemimpinan nasional kedepan.

Apalagi kekecewaan element bangsa lainnya akan menjadi bumbu hubungan kebangsaan terasa renggang, sehingga perlu digagas, dan digali sumber-sumber perekat bangsa, agar integrasi nasional tetap berjalan dengan kohesi yang lebih baik. Pengaruh teknologi melalui media sosial telah turut andil memberikan sugesti, wacana dan berbagai kontek yang mengarah bentuk-bentuk disintegrasi menjadi bumbu hangatnya dinamika sosial.

Kebebasan masyarakat untuk mengekspresikan pandangan politik, pandangan kebudayaan, pandangan keagamaan dibereikan ruang yang cukup, sehingga ekspresi menyatakan perbedaan sikap dalam alam demokrasi menjadi bagian dari dinamika sosial. Sebab secara konstitusional terawadahi dan terlindungi dalam konstitusi UUD 1945.

Dalam rumus demokrasi selalu ada celah perbedaan dalam pendapat, perbedaan itu sebagai keragaman yang akan mengisi kekosongan struktur sosial masayarakat. Tetapi perbedaan bukan menjadi sebab perpecahan dalam kehidupan sosial. Kita sadar bahwa bangunan bangsa ini dibangun diatas keragaman padangan politik, perbedaan suku, bangsa dan agama, perbedaan budaya, yang justru menjadi karakter dan jati diri bangsa yang dapat menyatu karena adanya kesamaan nasib dan perjuangan kemerdekaan.

Saat ini kita sedang mengisi kemerdekaan dengan segala potensi yang kita miliki. Potensi nasional yang kaya akan sumber daya alam melimpah diikhtiarkan menjadi berkah nusantara memang kita akui masih jauh dari panggang. Artinya kesejahteraan atau keberkahan nasional yang kita rasakan sebagai bangsa dengan Sumber Daya Aalam (SDA) melimpah belum secara meyakinkan kita rasakan sepenuhnya. Itu semuanya diakibatkan dari kemampuan kita untuk mengelolanya. Masih minimnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola, atau masih minimnya political will dalam kebijakan-kebijakan publik yang mengarah pada termanfaatkannya kapasitas sumber daya yang ada secara optimal untuk kemakmuran bangsa.

Otonomi daerah sebenarnya menjadi solusi mengatasi tidak maksimalnya potensi sumber daya alam daerah dengan dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dan berkarakter, semestinya menjadi out put pembangunan nasional. Kebangkitan daerah-daerah otonom mampu swasembada dimana komoditas daerah yang menonjol menjadi strategi yang perlu terus digali dan bisa mencukupi stok pangan maupun bahan nasional. Sementara bagi daerah otonom lain yang tidak mampu menyediakan secara swasembada di daerahnya, jalinan kerjasama antara daerah yang saling menyuplai kebutuhan untuk lumbung nasional. Sehingga ketergantungan terhadap ekspor komoditas yang hanya memang benar-benar tidak ada produksi dalam negeri atau pasokan dalam negeri tidak mencukupi untuk menyumpai kebutuhan nasional.

Banyak investasi asing yang menggelisahkan kepentingan nasional karena power sharingnya tidak sepadan dengan kekayaan yang kita miliki, sehingga kurang ngefek kepada kesejahteraan nasional. Inilah yang menjadi kritik selalu pada padangan sosial ekonomi yang berbasis pada pertubuhan ekonomi nasional.

Kita juga sadar bahwa pembangunan nasional yang kita jalan tanpa adanya hubungan multilateral antara negara tidak bisa sepenuhnya berjalan dengan baik. Dalam pergaulan internasional inilah kiprah dan peran Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Justru peran internastional ini bisa mengeluarkan segala potensi nasional untuk kepentingan global yang lebih baik. Peran-peran strategis seperti inilah yang senantiasa dikontribusikan oleh para stakeholder bangsa. Sehingga membawa dampak kesejahteraan nasional.

Safari politik kepada stakeholder bangsa ini, mestinya tidak saja untuk kepentingan politik sesaat, tetapi menjadi kebutuhan nasional semua element bangsa. Hubungan psikologis terus dijalin, sebab tersumbatnya komunikasi politik akan mencari kanal-kanal penyalur yang bentuknya sebagai hubungan sebab akibat. Kita sadari sebagai bangsa yang besar dibutuhkan seni dan energi yang besar pula untuk mempertahankan kebhinekaan menjadi ruh nasional bangsa.

Pekerjaan rumah kita adalah merawat kebhinekaan dalam bingkai kesadaran nasional. Sehingga intergrasi nasional tetap terawat bagi generasi kini dan mendatang.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta

 

TRAINING LEGISLATIF Upaya Membangun Kapasitas Legislator Mahasiswa Profesional dan Berintegritas

TRAINING LEGISLATIF

Upaya Membangun Kapasitas Legislator Mahasiswa Profesional dan Berintegritas[1]

Oleh Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag.

 

Pendahuluan

Demokrasi mengajarkan kepada setiap orang untuk menjalankan fungsi dan peran sebagai masyarakat sipil yang mampu terlibat dalam setiap pengambilan keputusan dari tingkat yang paling bawah hingga puncak lembaga perwakilan yang lebih luas.

Tujuan dan bagaimana pelaksanaannya. Membekali mahasiswa kemampuan merumuskan peraturan perundang-undangan di tingkat mahasiswa dengan harapan mampu membuat aturan-aturan yang bisa memberikan warna demokratis dalam regulasi yang dibuat.

Pemahaman yang baik dan mendalam tentang sistem, teknik, teknik persidangan dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan merupakan prasyarat penting untuk menghasilkan produk hukum yang kualitatif, aspiratif dan responsif.

Untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan, pengawasan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Fungsi Senat Mahasiswa di Indonesia meliputi fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, oleh karena itu, anggota Senat Mahasiswa ini mempunyai kapasitas dalam hal legislasi dan kemampuan teknik persidangan sebagai ajang untuk menguji kemampuan teoritik dalam membangun gagasan dan pemikiran melalui dialektika persidangan.

Tujuan training legislatif merupakan pembelakalan kepada legislatior di tingkat mahasiswa yang bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan mempunyai skill yang memadai untuk membuat regulasi dan peraturan perundang-undangan produk organisasi mahasiswa serta membangun kerangka pemikiran yang dialogis melalui mekanisme persidangan yang dijalankannya.

Masalah

Bagaimana membekali mahasiswa dengan kemampuan legislatif sederhana sebagai bekal mengelola lembaga kemahasiswaan khususnya aktivis Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Surakarta, agar mampu menjadi legislator di tingkat perwakilan mahasiswa secara profesional? Apa pengertian legal drafting, dasar hukum dan perundang-undangan?. Bagaimana membangun kapasitas menjadi legislator tangguh dan profesional, berintegritas di tingkat mahasiswa?. Bagaimana teknik persidangan dan dinamikanya?

Pembahasan

Karakter legislator

Belakangan keluhan kepada legislator dialamatkan karena kurangnya kinerja dalam menjalankan tugas, dimensi politik dan hukum sering saling bersinggungan dan menyentuh kepada jantung kekuasaan. Termasuk menyetuh pelanggaran hukum yang dilakukan oleh legislator yang bisa memainkan anggaran dan kekuatan politik yang dimilikinya.

Kinerja bisa diukur seberapa banyak regulasi yang menjadi prioritas pembahasan dalam program legislasi nasional tidak tercapai. Saat ini Dewan Peralwkilan Rakyat mempunyai tanggungan untuk menyelesaikan 11 (sebelas) rancangan peraturan perundang-undangan yang semestinya segera diselesaikan dalam pembahasannya dan ditetapkan menjadi undang-undangan yang berkekuatan hukum menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegera. Sehingga tercapai kebutuhan hukum sebagai bentuk rekayasa sosial menuju tatanan yang adil dan berkemakmuran.

Legislator yang berkarakter, berintegritas, bermoral, berdisiplin tinggi menjalankan tugas dan fungsi dengan kesadaran penuh. Bahwa kehadirannya dalam panggung politik adalah merupakan mandat dari konstitusinya, sehingga mereka bisa menjadi kepanjangan tangan untuk menyerap dan menerima aspirasi dari grass root– masyarakat lapis bawah sebagai bagian dari sisitem demokrasi yang baik dan beradab.

Legislator semestinya adalah kader terbaik bangsa yang duduk di kursi terhormat menjadi teladan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam persoalan keuangan dan persoalan moralitas. Sebab mereka akan menjadi wakil rakyat yang duduk di kursi kekuasaan legislatif dengan terhormat. Mereka mempunyai kekuasaan dan kewenangan dari perencanaan, penganggaran dan pengawasannya sekaligus.

Legislator bekerja dengan ketajaman aspirasi dan pemikirannya yang dituangkan dalam kata-kata baik yang diucapkan melalui podium-podium sebagai penyambung lidah rakyat, sekaligus juga kata-katanya menjadi peraturan perundang-undangan yang dirumuskan ahli bahasa menjadi kata yang bermakna untuk menegakkan keadilan sosial, mengekakkan kesejahteraan melalui kebijakan lembaga yang terhormat.

Sehingga kata parlemen adalah ucapan dan argumen-argumen yang konstitusionalisme dalam membuat dan merumuskannya dalam bunyi peraturan perundangan. Argumen-argumen yang dilontrakan sang legislator merupakan bentuk representasi dari aspirasi yang mampu mereka tangkap dan menjadi inspirasi dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Persidangan dan interaksi pemikiran yang berkembang menjadi tugas yang harus dijalankan seorang legislator.

Legal Drafting

Maka dalam konteks inilah kemampuan legal drafting seorang legislator menjadi kebutuhan yang mendasar. legal drafting sendiri Secara harfiah legal dafting dapat diterjemahkan secara general adalah penyusunan/perancangan Peraturan Perundang-undangan. Dari pendekatan hukum, Legal drafting adalah kegiatan praktek hukum yang menghasilkan peraturan, sebagai contoh Pemerintah membuat Peraturan Perundang-undangan, Hakim membuat keputusan Pengadilan yang mengikat publik, Swasta membuat ketentuan atau peraturan privat seperti, perjanjian/kontrak, kerjasama dan lainnya yang mengikat pihak-pihak yang melakukan perjanjian atau kontrak[2].

Legal Drafting merupakan konsep dasar tentang penyusunan peraturan perundang-undangan yang berisi tentang naskah akademik hasil kajian ilmiah beserta naskah awal peraturan perundang-undangan yang diusulkan. Sedangkan pembentukan peraturan perundang-undangan adalah proses pembuatan peraturan perundang-undangan yang pada dasamya dimulai dari perencanaan, persiapan, teknik penyusunan, perumusan, pembahasan, pengesahan, pengundangan, dan penyebarluasan[3].

Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pembentukan Peraturan Perundang-undangan adalah pembuatan Peraturan Perundang-undangan yang mencakup tahapan   perencanaan, penyusunan,  pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan pengundangan. Kegiatan legal drafting disini adalah dalam rangka pembentukan peraturan-perundangan. bunyi pasal 1 angka 1  UU No. 12 tahun 2010 di atas, bahwa proses sebuah peraturan menjadi legal dan mempunyai daya ikat atau kekuatan hukum tetap harus melewati beberapa tahap.

Adanya legal drafting ada hubungannya dengan konsep negara hukum.
Negara hukum (Wirjono Prodjodikoro) adalah “suatu negara yang di dalam wilayahnya semua alat perlengkapan negara khususnya alat-alat perlengkapan dari pemerintah dalam setiap tindakannya terhadap warganegara dan dalam berhubungan tidak boleh sewenang-wenang, melainkan harus memperhatikan hukum, dan semua orang dalam hubungan kemasyarakatan harus tunduk pada peraturan hukum yang berlaku”.

Sedangkan menurut Hartono Mardjono, dikatakan negara hukum adalah “bilamana di negara tersebut seluruh warganegara maupun alat-alat perlengkapan dan aparat negaranya, tanpa kecuali dalam segala aktifitasnya tunduk kepada hukum”. (equity dan non-discrimination).

Tujuan Negara Hukum S. Tasrif: 1) Kepastian hukum (tertib/order); 2) Kegunaan (kemanfaatan/utility); dan 3) Keadilan (justice). Sedangkan menurut Ahmad Dimyati: 1) Pencapaian keadilan, 2) Kepastian hukum, dan 3) Kegunaan (kemanfaatan).

Mochtar Kusumaatmadja, menyatakan bahwa tujuan utama adanya hukum adalah jaminan ketertiban, keadilan, dan kepastian. Hukum adalah sebuah sistem yang mempunyai ciri dan karakteristik yang menjadi penggerak dan pengatur kehidupan masyarakat. Terkait dengan ciri dan karakteristik hukum dan masyarakat tersebut, Roscoe Pound, mengenalkan lebih lanjut apa yang disebut sebagai law as a tool of social engineering.

Hukum memuat sistem politik dan juga sistem bernegara, dan menjadi satu kesatuan alat pengatur sistem yang sah. Susunan lembaga-lembaga negara, badan peradilan, pemberantasan korupsi, pengaturan tempat tinggal, kependudukan, lingkungan hidup, tanah, pencatatan pernikahan dan kelahiran. Kesemuanya diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Legislator Mahasiswa

Lembaga legislatif di tingkat mahasiswa, Senat Mahasiswa, sebagai lembaga perwakilan mahasiswa mempunyai peranan yang penting dalam tata kelola managemen organisasi mahasiswa. Para anggota Senat Mahasiswa mewakili mahasiswa melalui partai politik, sehingga para anggota ini harus mengatur dirinya agar mengupayakan demokrasi dan mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan efisien di organisasinya. Senat Mahasiswa sesuai dengan fungsinya, wajib menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut: Legislasi, Pengawasan dan Pengganggaran. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang maksimal dari fungsi-fungsi tersebut, kinerja Senat Mahasiswa perlu diperkuat.

Salah satu fungsi Senat Mahasiswa yang perlu diperkuat adalah fungsi Legislasi, oleh karena itu, perancangan undang-undang (Legal Drafting) dalam hal ini Perancangan Peraturan yan dibuat sebagai bagian dari fungsi legislasi merupakan salah satu prioritas dalam mengembangkan program penguatan kapasitas Senat Mahasiswa.

Maka kondisi ideal yang dihadapi mahasiswa bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan, hendaknya tidak boleh berkurang walaupun dalam kondisi lingkungan yang sulit dan tidak memberikan ruang yang menguntungkan bagi kita sekalipun[4].

Agenda mahasiswa terangkum dalam satu kesatuan tugas yang disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di dlamnya mencakup aspek-aspek penting yaitu; pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Tidak boleh dipisah-pisah karena memang itulah tugas berat seorang mahasiswa, hanya saja, terkadang mahasiswa hanya mementingkan satu hal saja yaitu pendidikan[5].

Menurut Arbi Sanit dalam Fadli, Fahruz Zaman (1999) ada lima sebab yang menjadikan mahasiswa peka dengan permasalahan kemasyarakatan sehingga mendorong mereka untuk melakukan perubahan. Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai pandangan luas untuk dapat bergerak di antara semua lapisan masyarakat. Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengalami pendidikan, mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik terpanjang di antara angkatan muda. Ketiga, kehidupan kampus membentuk gaya hidup unik melalui akulturasi sosial budaya yang tinggi di antara mereka. Keempat, mahasiswa sebagai golongan yang akan memasuki lapisan atas susunan kekuasaan, struktur ekonomi, dan akan memiliki kelebihan tertentu dalam masyarakat, dengan kata lain adalah kelompok elit di kalangan kaum muda. Kelima, seringnya mahasiswa terlibat dalam pemikiran, perbincangan dan penelitian berbagai masalah masyarakat, memungkinkan mereka tampil dalam forum yang kemudian mengangkatnya ke jenjang karier[6].

Oleh karena itu peran-peran mahasiswa yang bisa dimainkan dengan meminjam konsep-konsep Kuntowijoyo, bahwa praksis transendental tidak hanya mampu menyerap dan mengekspresikan secara dialektis sebuah realitas, tapi juga memberi arah bagi realita tersebut serta melakukan penilaian dan kritik sosial budaya secara beradab. Sekaligus menjadi petunjuk ke arah humanisasi dan liberasi.

Organisasi profetik mahasiswa yang sudah menentukan bahwa batasan, arah dan tujuannya adalah sesuai dengan Al Quran, seharusnya menurut Kuntowijoyo-menjadikan Al Quran pula sebagai cara berpikir. Ia akan memberikan kerangka bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan empiris dan ilmu pengetahuan rasional yang orisinal dalam arti sesuai dengan kebutuhan pragmatis masyarakat Islam, yaitu mengaktualisasikan misinya menjadi khalifah di bumi[7].

Legislasi dan persoalan hukum

Praktek pengadilan dan penjatuhan hukuman kepada pejabat pemerintah yang bersalah, secara hukum akan membantu proses demokrasi dan merangsang reformasi yang lebih luas bagi tuntutan akuntabilitas pejabat publik di masa depan[8].

Banyak legislator yang menjadi psakitan, karena ketyika menyusun regulasi peraturan perundang-undangan, melakukan barter pasal dan peraturan perundang-undangan dengan integraitasnya. Saat ini sedang menjadi sorotan publik dengan kasus E-KTP, yang kebanyak menerima suap dari rekanan dan pejabat birokrasi adalah anggota dewan perwakilan rakyat.

Berdasarkan data ICW tentang tindak pidana korupsi yang melibatkan anggota dewan yang terhormat, perlu mendapat perhatian. Sehingga bisa menjadi pembelajaran yang berharga. Agar tidak ada kasus yang sama di masa yang akan datang, sehingga dewan perwakilan rakyat menjadi garda terakhir benteng moral lesilator dalam menjalan fungso-fungsi perencanaan, penganggaran dan pengawasan secara sinergis dan akuntabilitasnya dapat diterima publik dengan baik.

Pemahaman mahasiswa mengenai kenyataan sosial yang ada di masyarakat mulai berkurang. Hal tersebut diutarakan oleh salah satu anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Dianto Bachriadi. Mahasiswa sekarang lebih mementingkan polemik akademik yang ada didalam kampus. Namun mahasiswa kurang bergerak ke tengah masyarakat. Disini, Dianto mengajak mahasiswa untuk lebih sadar dan meningkatkan pemahaman terhadap kondisi sosial di masyarakat. “Untuk mendorong perubahan sosial, dengan cara analisis yang tidak biasa, yaitu analisis yang dilakukan bersama masyarakat itu sendiri. Jadi bukan kita yang datang pada mereka lalu menganalisis mereka. Tapi kita dan mereka bersama-sama menganalisis masalah mereka. Sebenarnya ini metode lama, tapi menurut saya metode itu mulai menghilang”.

Menurut Dianto Bachriadi ada empat inti perlunya melakukan analisis kenyataan sosial yang ada dimasyarakat[9]. Pertama, membongkar kesadaran historis yang ada dalam masyarakat tersebut, karena masyarakat harus disadarkan dengan apa yang terjadi sekarang adalah hasil dari sejarah yang sudah terjadi. Kedua, membongkar kesadaran struktural, yaitu kesadaran tentang bekerjanya kekuasaan yang ada ditengah masyarakat. Masyarakat harus mengerti bahwa mereka hidup di dalam struktur kekuasan tertentu. Kekuasaan bukan hanya ada dipemerintahan, namun kekuasaan juga ada di kehidupan sehari-hari. Ketiga membongkar kesadaran masyarakat akan kelas sosial, yaitu tentang adanya perbedaan-perbedaan yang ada didalam masyarakat. Seperti perbedaan gender, tingkatan pendidikan dan ekonomi. Keempat, membongkar kesadaran tentang bekerjanya suatu kebijakan. Jadi, masyarakat harus diberi pemahaman mengenenai dampak yang terjadi dari kebijakan-kebijakan yang ada. Karena, suatu kebijakan mempunyai dampak yang berbeda-beda pada setiap lapisan masyarakat. Itulah yang seharusnya dilakukan dalam analisis social dimasyarakat. Itu bukan pekerjaan riset akademis atau penelitian saja, tetapi lebih kepada pekerjaan intelektual yang dilakukan bersama masyarakat. Mahasiswa harus bisa memahami dan memberi solusi kepada setiap permasalahan yang ada di masyarakat. Bahasa sederhananya, mahasiswa harus kembali kepada pelukan masyarakat. Karena tidak bisa dipungkiri, pada dasarnya dari sanalah mahasiswa berasal, baik fisik ataupun sistem. Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat.

Teknik Diskusi Tata Cara Bersidang

Pengertian Persidangan

Persidangan didefinisikan sebagai pertemuan formal sebuah organisasi guna membahas masalah tertentu dalam upaya untuk menghasilkan keputusan yang dijadikan sebagai sebuah Ketetapan bersama. Keputusan dari persidangan ini akan mengikat kepada seluruh elemen organisasi selama belum diadakan perubahan atas ketetapan tersebut. Ketetapan ini sifatnya final sehingga berlaku bagi yang setuju ataupun yang tidak, hadir ataupun tidak hadir ketika persidangan berlangsung.

Bentuk-bentuk Persidangan

  • Sidang Pleno
    • Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan
    • Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang
    • Sidang Pleno biasanya dipandu oleh Steering Committee
    • Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan

 Sidang Paripurna

    • Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan
    • Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang
    • Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan
  • Sidang Komisi
    • Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi
    • Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno
    • Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi
    • Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut
    • Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan

Unsur-Unsur Pelaksana Persidangan

  • Peserta
    • Peserta Penuh
      • Hak peserta penuh :
        • Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis
        • Hak Suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan
        • Hak Memilih, adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan
        • Hak Dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan
      • Kewajiban peserta penuh :
        • Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
        • Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
      • Peserta Peninjau
        • Hak Peninjau :
          • Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapatdan menajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis
        • Kewajiban Peninjau:
          • Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
          • Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
  • Presidium Sidang
  • Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah
  • Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya persidangan seperti aturan yang disepakati peserta
  • Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan

Penggunaan Palu

  • 1 kali ketukan
    • Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang.
    • Mengesahkan keputusan/kesepakatan peserta sidang poin per poin (keputusan sementara).
    • Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.
    • Menskors dan mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama (biasanya skor 1X??menit, dll) sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.
    • Mencabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.
  • 2 kali ketukan
    • Untuk menskorsing atau mencabut skorsing dalam waktu yang cukup lama (biasanya 2 X ?? menit), misalnya istirahat, lobying, sembahyang,makan.
    • Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.
    • Lobying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan
  • 3 kali ketukan
    • Membuka/menutup sidang atau acara resmi.
    • Mengesahkan keputusan final /akhir hasil sidang

Contoh kalimat yang dipakai oleh Presidium Sidang

Membuka sidang

“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, sidang pleno I saya nyatakan dibuka. ” tok…….tok…….tok

Menutup sidang

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil ‘Alamin, sidang pleno I saya nyatakan ditutup.” Tok……..tok……..tok

Mengalihkan pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya alihkan kepada pimpinan sidang berikutnya” tok.

Mengambil alih pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya ambil alih ” tok

Menskorsing sidang

“Dengan ini sidang saya skorsing selama 15 menit” tok……….tok.

Mencabut skorsing

“Dengan ini skorsing 15 menit saya cabut dan saya nyatakan sidang dilanjutkan” tok…….tok.

Memberi peringatan kepada peserta sidang

Tok………. “Peserta sidang harap tenang !”

Syarat-Syarat Persidangan

Syarat-syarat Presidium Sidang :

  • Mempunyai sifat leadership, bijaksana dan bertanggung jawab
  • Memiliki pengetahuan yang cukup tentang persidangan
  • Peka terhadap situasi dan cepat mengambil inisiatif dalam situasi kritis
  • Mampu mengontrol emosi sehingga tidak terpengaruh kondisi persidangan

Sikap Presidium Sidang :

  • Simpatik, menarik, tegas dan disiplin
  • Sopan dan hormat dalam kata dan perbuatan
  • Adil, bijaksanan dan menghargai pendapat peserta

Quorum dan Pengambilan Keputusan

  • Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ + 1 dari peserta yang terdaftar pada Panitia (bisa juga ditentukan melalui konsensus)
  • Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat, dan jika tidak berhasil diambil melalui suara terbanyak (½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan
  • Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang, maka dilakukan lobbying sebelum dilakukan pemungutan suara ulang

Istilah-Istilah dalam memotong Pembicaraan

Ialah suatu bentuk selaan atau memotong pembicaraan dalam sidang karena adanya masukan yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan sidang tersebut.

  • Macam macam interupsi antara lain.
    • Interuption of order, Bentuk interupsi yang dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan dengan jalannya persidangan. Contoh: saat pembicaraan sudah melebar dari pokok masalah maka seseorang berhak mengajukan interuption of order agar persidangan dikembalikan lagi pada pokok masalahnya sehingga tidak melebar dan semakin bias.
    • Interruption of information, Bentuk interupsi berupa informasi yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta sidang termasuk pimpinan sidang. Informasi bisa internal (misal: informasi atau data tentang topik yang dibahas) ataupun eksternal (missal: situasi kondisi di luar ruang sidang yang mungkin dapat berpengaruh terhadap jalannya persidangan).
    • Interruption of clarificatio, Bentuk interupsi dalam rangka meminta klarifikasi tentang pernyataan peserta sidang lainnya agar tidak terjadi penangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan.
    • Interruption of explanatio, Bentuk interupsi untuk menjelaskan suatu pernyataan yang kita sampaikan agar tidak ditangkap keliru oleh peserta lain atau suatu pelurusan terhadap pernyataan kita.
    • Interruption of personal, Bentuk interupsi yang disampaikan bila pernyataan yang disampaikan oleh peserta lain sudah diluar pokok masalah dan cenderung menyerang secara pribadi.
  • Pelaksanaan Interupsi :

Interupsi dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu, dan berbicara setelah mendapat ijin dari Presidium Sidang

Interupsi diatas interupsi hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan.

Apabila dalam persidangan, Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan, maka Panitia Pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih jalannya persidangan, atas permintaan Presidium Sidang dan atau Peserta Sidang

Tata Penempatan Instrumen Persidangan

Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta pada saat persidangan dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal di masyarakat.

Sanksi-sanksi

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran, dan usulan peserta siding yang lain. Biasanya, mekanisme dalam pemberian sanksi didahului oleh peringatan kepada peserta (biasanya sampai 3 kali), kemudian dengan kesepakatan bersama, presidium sidang boleh mengeluarkan peserta tersebut dari forum, atau mengambil kebijakan lain dengan atau tanpa kesepakatan peserta sidang yang lain.

Kesimpulan

  1. Legilator adalah orang yang mendapat mandat melalui sistem perwakilan untuk mewakili kepentingan atau aspirasi dari masyarakat yang diwakilinya.
  2. Kemampuan dan integritas seorang legislator menjadi aspek penting dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya.
  3. Kemampuan, kapasitas dan profesionalitas dapat tercermin seorang legislator dalam menjalankan fungsinya dengan baik, menguasai teknik persidangan, mampu menyerap aspirasi dan memformulasikan menjadi regulasi dan program yang baik, serta mampu memberikan kontrol dalam implemntasinya kepada eksekutuf.
  4. Perbedaan pendapat, ketajaman argumentasi dalam memformulasikan regulasi yang dibuatnya menjadi andalan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.


 

Daftar Pustaka

Dennis Frank Thompson, Etika Politik Pejabat Negara, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2002, cet kedua.

Fahruz Zaman Fadli (Ed). 1999. Mahasiswa Menggugat, Potret Gerakan Mahasiswa Indonesia  1998, Bandung: Pustaka Hidayah.

http://adikusumah.blogspot.co.id/2010/09/perubahan-sosial-dan-dinamika-gerakan.html. diakses, 1/6/2016.

http://regional.kompasiana.com/2012/04/24/ilmu-hukum-uin-yogyakarta-praktek-legal-drafting-457892.html. diakses, 29/4/2015.

http://suakaonline.com/5173/2015/04/16/pemahaman-mahasiswa-terhadap-kenyataan-sosial-masyarakat-berkurang/. Diakses, 1/6/2016.

Indah Rahmawati, Matinya Aktivisme Pascamahasiswa, http://mahasiswabicara.com/kacamata/matinya-aktivisme-pascamahasiswa/. Diakses, 1/6/2016

Rizqi Jong, Mahasiswa dan Perkara Lari dari Kenyataan, http://mahasiswabicara.com/artikel/mahasiswa-dan-perkara-lari-dari-kenyataan/. Diakses, 1/6/2016.

Ananta Damarjati,Mahasiswa dalam Ilmu Sosial Profetik, http://mahasiswabicara.com/artikel/mahasiswa-ilmu-sosial-profetik/. Diakses, 1/6/2016.

Jayanto, Teknik Persidangan, https://dpmipa.wordpress.com/2008/03/20/teknik-persidangan/. Diakses, 21/3/2017.

Penyusun, Modul Praktikum Legal Drafting, Surakarta: Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, 2012.

[1] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Pembina Sema IAIN Surakarta. Makalah disampaikan pada Training Legislatif Senat Mahasiswa IAIN Surakarta, diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa IAIN Surakarta, Rabu, 22 Maret 2017, di Gedung Pascasarjana IAIN Surakarta.

[2] http://regional.kompasiana.com/2012/04/24/ilmu-hukum-uin-yogyakarta-praktek-legal-drafting-457892.html. diakses, 29/4/2015.

[3] Penyusun, Modul Praktikum Legal Drafting, Surakarta: Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, 2012, hlm. 1.

[4] Indah Rahmawati, Matinya Aktivisme Pascamahasiswa, http://mahasiswabicara.com/kacamata/matinya-aktivisme-pascamahasiswa/. Diakses, 1/6/2016.

[5] Rizqi Jong, Mahasiswa dan Perkara Lari dari Kenyataan, http://mahasiswabicara.com/artikel/mahasiswa-dan-perkara-lari-dari-kenyataan/. Diakses, 1/6/2016.

[6] http://adikusumah.blogspot.co.id/2010/09/perubahan-sosial-dan-dinamika-gerakan.html. diakses, 1/6/2016.

[7] Ananta Damarjati,Mahasiswa dalam Ilmu Sosial Profetik, http://mahasiswabicara.com/artikel/mahasiswa-ilmu-sosial-profetik/. Diakses, 1/6/2016.

[8] Dennis Frank Thompson, Etika Politik Pejabat Negara, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2002, cetakan kedua, hlm. Xi.

[9] http://suakaonline.com/5173/2015/04/16/pemahaman-mahasiswa-terhadap-kenyataan-sosial-masyarakat-berkurang/. Diakses, 1/6/2016

TAHUN BARU SEMANGAT IBADAH LEBIH HEBAT

TAHUN BARU SEMANGAT IBADAH LEBIH HEBAT

Ikhtiar Meraih Kemuliaan Hidup

Oleh Muhammad Julijanto[1]

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِّى اَمَرَنَا بِمُرَاعَاتِ اْلاَمْوَالِ وَ اْلعِقَارِ اْلمَمْلُوْكَاتِ وَ اْلاَوْلاَدِ اْلبَنِيْنَ وَاْلبَنَاتِ وَاَنْ نُرَبِيَهُمْ بِاْلاَخْلاَقِ وَاْلحَسَنَاتِ. وَنُبْعِدَهُمْ عَنِ اْلمَعَاصِى وَاْلمُنْكَرَاتِ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ خَالِقُ اْلاَرْضِ وَ السَّمَاوَاتِ. وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ اْلخَلْقِ وَاْلمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ. أَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ اللهِ. أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْمُبِيْنَ: فَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. وَاتَّقُوْنِى يَأُولِى اْلأَلْبَابِ.وَ قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

Puji syukur dumateng ngarso nipun Allah Swt Gusti ingkang moho wikan. Saking lubuk manah ingkang lebet monggo kito resapi banget kanti manah ingkang wening…tembung alhamdulillah hirabbil ‘alamiin…sedoyo puji kunjuk dumateng Allah Swt…dinten meniko kito saged ngraosaken kanugrahan soho nikmat sehat meniko bener-bener wonten lan kraos wonten pribadi kito sowang-sowang.

Allah Swt sampun matur

لَئِنْ شَكَرتُمْ َلأَزِيْدَ نَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيْدُ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” QS. Ibrahim [14]:7.

Alhamdulillah dengan segala nikmat dan karunia-Nya kita dapat menjalankan tugas kehidupan dalam rangka memakmurkan kehidupan dunia ini dengan amal sholeh sebagai bekal kehidupan akherat yang kekal, semoga kita senantiasa dapat menjalankan kegiatan yang baik dan mendatangkan manfaat bagi kehidupan kini dan masa depan.

Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kehadirat Rasulullah Muhammad Saw yang telah membawa ajaran Islam ketengah-tengah kehidupan kita, sehingga kita memahami akan arti kehidupan dan bagaimana mengisi kehidupan dengan amal sholeh sebagai modal menghadap Allah Swt di akhir kehidupan dunia ini. kita berdoa semoga senantiasa istiqomah dalam menjalankan ajarannya hingga maut menjeput kita.

Perkenalan

Sederenge kulo matur wonten ngiri tepangaken nami kulo Muhammad Julijanto tertulis tapi men kepenak dirungokake undang kulo Yulianto…kulo asli kelahiran Banjarnegara Desa Argasoka setunggal kilo saking alun-alun Banjarnegara ngidul…kulo hijrah saking Banjar 1985 sekolah teng Solo nyantri bar lulus SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara nang Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Gonilan Kartasura Sukoharjo kawit Mts dumugi SMA…sekolah maning nang IAIN Walisongo Semarang di Surakarta (rien STAIN Surakarta saniki IAIN Surakarta menjang dados UIN Surakarta mugi-mugi) mapan wonten wetan Kandang Menjangan Grup 2 Koppasus Kartasura. Nglajengaken Sekolah malih teng UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lan seniki sawah kulo teng IAIN Surakarta…dados kulo nglaju Wonogiri Kartasura kirang langkung 40 kilo saben ndinten. Mugi diparingi bagas waras…alhumma amiin.

Jamaah ingkang dipun rahmati Allah Swt

Kesempatan yang baik, saya akan menyampaikan masalah sebagai berikut: Bagaimana tujuan hidup, mau kemana kita akan tuju, serta apa yang harus kita persiapkan agar hidup kita membawa berkah dan manfaat? Bagaimana visi, misi dan program dalam rangka mengisi tahun baru? Bagaimana tantunan nabi Muhammad Saw meraih kemuliaan hidup?

Jamaah ingkang dipun rahmati Allah Swt

Membangun visi hidup

Visi –akherat lebih baik, akherat lebih utama, akherat menjadi prioritas utama kehidupan

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً -٤٦-

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Al Kahfi [18]: 46

Adh Dhuha [93]: 4

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى -٤-

dan sesungguhnya akhirat lebih baik bagimu daripada dunia.

Wa lal ākhiratu khairul laka minal ūlā (dan sesungguhnya akhirat lebih baik bagimu daripada dunia), yakni pahala akhirat lebih baik bagimu daripada pahala dunia.

Al A’la [87]: 17

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى -١٧-

Padahal akhirat lebih baik dan lebih langgeng.

Wal ākhiratu (padahal akhirat), yakni beramal untuk akhirat dan pahala akhirat.

Khairun (lebih baik), yakni lebih utama daripada pahala dunia dan beramal untuk dunia.

Wa abqā (dan lebih langgeng), yakni lebih kekal.

Misi- memakmurkan kehidupan, teologi al ma’un

Program—action; amal sholeh, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Tujuan hidup; hidup bermanfaat mati mulia.

Takwa merupakan obsesi setiap muslim, karena derajat manusia yang paing tinggi dihadapan Allah adalah orang-orang yang paling bertakwa. Perbuatan orang yang bertakwa hanya ditujukan untuk pengabdian kepada Allah Swt. Sedangkan hasil perbuatannya bermanfaat bagi manusia atau hasil perbuatannya berdimensi sosial.

Tahun baru

Tahun baru-muhasabah, mempersiapkan masa depan lebih baik, membuat resolusi agar  esok lebih baik dari hari ini, dengan semangat baru dan wawasan luas ke depan.

اِغْتَنْمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ  1) صِحَّتَكَ قبْلَ سَقَمِكَ 2) فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ3)  شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ 4) غِنَاكَ قبلَ فَقْرِكَ 5) حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ (رواه البيهقى)

Pergunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempatan: 1) pergunakan kesempatan sehatmu sebelum datang sakitmu, 2) pergunakan kesempatan lapangmu sebelum datang kesempitanmu, 3)pergunakan hari mudamu sebelum datang tuamu. 4) pergunakan kesempatan kayamu sebelum datang masa kemiskinan. 5) pergunakan kesempatan masa hidupmu sebelum datang saat kematianmu.(HR Baihaqi).

Allah Swt berfirman dalam surat Al Hasr [59]: ayat 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ -١٨-

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwallah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan Al Hasr [59]: 18…
apakah ini yang kita siapkan
***** AMAL SHOLEH (kebaikan akan dapat balasan)
apakah ini yang banyak kita lakukan
—– maksiyat, kejahatan, kemusyirikan, keingkaran atas kebenaran, kemunafikan,kesombongan, kebohongan, kebodohan,kedhaliman, syu’udhan dll (kejahatan apapun modelnya juga akan dapat balasan cepat atau lambat).

Al Bayinah [98]: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ -٥-

Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya mengibadahi Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya secara lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.

Wa mā umirū (padahal mereka tidak diperintah) dalam kitab-kitab itu.

Illā li ya‘budullāha (kecuali supaya mengibadahi Allah), yakni supaya mengesakan Allah Ta‘ala.

Mukhlishīna lahud dīna (dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya) dengan jalan bertauhid.

Hunafā-a (secara lurus), yakni menjadi orang-orang Muslim.

Wa yuqīmush shalāta (dan supaya mereka mendirikan shalat), yakni menyempurnakan shalat lima waktu sesudah bertauhid.

Wa yu’tuz zakāta (serta menunaikan zakat), yakni dan sesudah itu mengeluarkan zakat harta mereka. Sesudah itu Dia Berfirman:

Wa dzālika (dan itulah), yakni tauhid itulah.

Dīnul qayyimah (agama yang lurus), yakni agama yang hak dan lurus serta tidak ada penyimpangan di dalamnya. Menurut yang lain, wa dzālika (dan itulah), yakni tauhid itulah; dīnul qayyimah (agama yang lurus), yakni agama para malaikat. Ada yang berpendapat, agama yang lurus. Dan ada pula yang berpendapat, agama Ibrahim a.s..

Tahun baru saatnya up date keimanan, mereveiw buah kejelekan dan kita tinggalkan, tingkatkan kualitas hidup, raih ampunanNya dengan bertaubat putus dengan segala bentuk kemaksiyatan baik dikala sendirian, ramai-ramai, di kala penuh fasilitas, dan di kala dompet kosong.
Revolusi mental….semangat pengabdian tanpa henti, bersyukur dan ikhlas, bersedia menerima kebenaran dari manapun datangnya, meneladani akhlakul karimah Rasulullah Muhammad Saw…mengamalkan syariatNya…mewujudkan rahmatan lil ‘alamiin..semoga selalu ada jalan kebaikan terbuka luas…2017 tahun harapan…bismillahiraahman nirrahiim

Maulud Nabi Saw

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً -٢١-

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. Surat Al Ahzab [33]: 21

 

قَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ (sungguh telah ada bagi kalian pada Rasulullah teladan yang baik), yakni sunnah yang baik dan ikutan yang saleh untuk duduk bersama beliau di Khandaq.

لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ ([yaitu] bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah), yakni bagi orang yang mengharapkan kemuliaan dari Allah Ta‘ala dan Pahala-Nya. Ada yang mengatakan, bagi orang yang takut kepada Allah Ta‘ala.

وَالْيَوْمَ الْآخِرًَ (dan hari akhirat), yakni dan takut terhadap azab akhirat.

وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرا (serta banyak mengingat Allah) dengan lisan dan qalbunya. Selanjutnya Allah Ta‘ala Mengungkapkan sifat kaum Mukminin yang ikhlas, Dia Berfirman:

Maulud nabi Muhammad Saw; TELADAN, USWATUN HASANAH, PROFIL IDEAL PRIBADI, RUJUKAN Moral, kepala rumah tangga, kepala negara, kepala pemerintah, suami yang bijak, kakek untuk cucunya, pendidikan, pelatih, dan moralis yang menjadi rujukan moral dan akhlak manusia sejagat.

Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah

meningkatkan kualitas keimanan dan ketqwaan untuk meriah sukses dunia dan selamat akherat. Tahun Baru dan Smengat Ibdah Lebih Hebat Meraih Kemuliaan Hidup.

 

Al Baqarah [2]: 208

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٢٠٨-

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah setan. Sesungguhnya bagi kalian setan adalah musuh yang nyata.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً (wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan), yakni masuklah ke dalam syariat Nabi Muhammad saw. secara utuh.

وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah setan), yakni janganlah mengikuti manipulasi setan tentang pengharaman hari Sabtu, daging unta, dan lain-lain.

إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (sesungguhnya bagi kalian setan adalah musuh yang nyata), yakni yang jelas permusuhannya.

Kesimpulan

  1. Menyiapkan hari esok dengan proteksi amal kebaikan, proteksi kesehatan dan proteksi pendapatan dikala suatu resiko akan datang. Dengan menyiapkan sedini mungkin hidup kita akan lebih ringan ketika resiko datang, musibah datang dengan ikhlas, sabar dan tawakal.
  2. Dengan silaturrahmi hidup kita akan lebih berarti karena mengenal dan menyambung dengan sedulur semuanya, saling tolong menolong dan saling meringankan beban. Sebaliknya memutuskan silaturrahmi akan sempit akses informasi, akses sosial, akses politik dan akses ekonominya dan lain-lain. Silaturrahmi menjadi modal sosial yang sangat penting dalam era globalisasi ini. Mempertemukan sejuta potensi Serulingemas untuk kehidupan yang lebih baik.
  3. Harapan hidup kita catatan amal kita baik dan kita tidak berharap catatan amal kita seperti ini adalah Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menzalimi seorang jua pun. Al Kahfi [18]: 49
  4. Monggo kito nyuwun kanti andapen manah dumateng Allah Swt. Gedang ingkang sae, peluang engkang sae, amal sholeh ingkang langgeng, maksiat ditinggalkan…sisa hidupnya untuk kebaikan dan kebenaran. Semoga Allah Swt meridhai apa yang menjadi cita dan harapan kita. Pribadi yang bermanfaat. Selamat menjadi yang terbaik, mendapat anugrah yang terbidah dan terbaik. amiin wasalam..

 

[1] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, disampaikan pada Pengajian Umum Ahad 1 Januari 2017 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Eromoko Wonogiri, Di SMP Muhammadiyah 7 Eromoko.