HAK DIFABEL DALAM ISLAM

HAK DIFABEL DALAM ISLAM

Oleh Muhammad Julijanto

Puji syukur atas segala nikmat dan anugerah yang terindah dan terbaik yang saat ini kita rasakan, semoga menjadi modal beramal yang lebih baik.

Salawat serta salam kita haturkan kepada Rasulullah Saw atas segala teladan dan ajarannya mencapai kehidupan yang harmonis, pemenuhan hak-hak difabel dalam kehidupan masyarakat terus dikembangkan, hingga kita merasakan implementasi akhlak yang mulia dalam struktur kehidupan masyarakat yang lebih luas, hak-hak minoritas terlindungan dan tercapainya harapan bersama.

Mari kita saling berwasiat iman dan takwa kepada Allah Swt satu-satunya solusi setiap masalah kehidupan. Karena Allah tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain, semuanya sama dihadapan Allah Swt yang dinilai adalah ketakwaan dan ketaatannya dalam ibadah dan kehidupan sosialnya. Sehingga tidak ada diskriminasi dan pengabaikan hak-hak sesama.

Diskusi tentang disabilitas selalu menarik dan menjadi dorongan sendiri bagi saya untuk merenung dan bersyukur atas segala kenikmatan dan anugerah yang secara pribadi saya rasakan.

Mari kita renungkan firman Allah Swt dalam Surat Huud [11] ayat 24

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالأَعْمَى وَالأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ -٢٤-

(The similitude of the two parties) the believer and the disbeliever (is as the blind and the deaf) He says: the disbeliever is like the blind person: he does not see the Truth or guidance, and he is also like the deaf person: he does not hear the Truth or guidance (and the seer and the hearer) Allah says: and the believer is like the seer, for he sees the Truth and guidance, just as he is like the hearer, for he hears the Truth and guidance. (Are they equal in similitude?) He says: are the believer and disbeliever equal in obedience and reward (Will ye not then be admonished?) will you not be admonished by the similes of the Qur’an such that you believe?

  • Lacak tafsir ayat disabilitas
  • Apa maksudnya
  • Mengapa disabilitas menjadi perumpaan adakah kelebihan dan kekurangannya, atau justru suatu keutamaan bagi difabel dan kelak akan mendapatkan balasan yang berlipat bisa selama di kehidupan dunia ini, sabar menerima takdir Allah Swt, dan terus istiqomah dalam kesabaran.
  • Orang yang kafir dan orang mukmin diupamakan perbadingan keduanya seperti orang yang buta dan tuli dibanding dengan orang dapat melihat dan orang yang dapat mendengar.
  • Alquran menyebut disabilitas ada dua bentuk; disabilitas secara fisik yang memang benar-benar difabel, netra, tuli, grahita, daksa. Kedua disabilitas dalam konotasi tidak maksimal dalam memanfaatkan panca inderanya dalam meraih kebaikan, namun sebaliknya kesempurnaan ciptaan dan semua organ tubuhnya tidak mampu membawa kebaikan, namun sebaliknya membawa kesesatan dan kebejadan moral. Kekafiran dan kemunafikan yang menyengsarakan kehidupan, dan keingkaran kepada Allah Swt, sebagai pembangkan dan kafir. Yang kelak akan mendapatkan balasan setimpal kemaksiatannya.
  • Disabilitas karena moralitas, spiritual dan teologis yang tidak bertauhid kepada Allah Swt. mereka menduakan Allah Swt dengan kekuatan dan sesembahan lainnya.
  • Mereka tidak memanfaatkan kenikmatan yang diberikan Allah Swt dengan kesempurnaan ciptaannya.

Hak difabel dalam Islam

  • Pada dasarnya semua manusia diciptakan Allah Swt fi ahsani taqwim dalam bentuk yang sempurna. Manusia adalah karya agung masterpiece Allah Swt.  Beda dengan makhluk lain, Allah menyediakan akal budi dalam diri manusia agar ia sebagai khalifahnya bisa mengemban amanah membangun peradaban di bumi dengan kearifan dan kemuliaan martabatnya[1].
  • Allah Swt telah menganugerahkan manusia kemampuan untuk membedakan kebaikan dan keburukan. Allah Swt berfirman dalam Alquran fa alhama fujuraha wa taqwaha.
  • An Nisa’ [4] ayat 5 penguasaan terhadap harta, An Nisa’ [4] ayat 6 hak untuk menikah
  • An Nisa’ [4] ayat 127 hak anak yang masih lemah.
  • Rasulullah sang inspiratory pembela dan pelindung hak-hak difabel. Rasulullah mengubah cara pandangan masyarakat terhadap difabel dari stigma negative. Disabilitas tidak mempengaruhi kesempurnaan mereka di hadapan Allah Swt, selama mereka memiliki iman yang kokoh.
  • Disabilitas bukan hukuman dari Allah Swt, tetapi pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Sabda Rasulullah Saw, tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya dosa (HR Bukhari).
  • Rasulullah mengangkat harkat dan martbat difabel dan menghapus kesedihan maupun penderitaan. Rasulullah berpesan sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh rupa manusia, melainkan melihat hati mereka yang bersih dalam bertauhid kepada Allah Swt.
  • Nabi Muhammad Saw melindungi hak-hak difabel dan menghapus diskriminasi berdasar disabilitas yang lazim sebelum Islam dating. Nabi Saw pernah menunjuk Abdullah bin Ummi Maktum seorang penyandang netra sebagai muazin. Sahabat Julaibib yang dikenal dengan tubuh pendek dan tidak menawan. Sabda Nabi Saw: Sesungguhnya Julaibib ini sebagian daripada aku dan aku ini sebagian daripada dia.
  • Dari Anans bin Malik “Ada seorang sahabat Rasulullah Saw yang bernama Julaibib dengan wajah yang kurang tampan. Rasulullah menawarkan pernikahan untuknya. Dia berkata. “Kalau begitu aku orang yang tidak laku?”. Rasulullah Saw menjawab, “Engkau di sisi Allah orang yang laku (HR Ya’la)[2]
  • Kesimpulan
  • Alquran sangat mengehargai dan memberi akses seluas-luasnya terhadap para penyandang difabel fisik. Mereka tidak boleh dipandang sebelah mata dan diacuhkan, apalagi dihinakan. Hal ini bukan semata-mata karena mereka manusia, tapi karena orang yang menyandang difabel tertentu punya hak, seperti hak berserikat, berkumpul, menjalankan roda ekonomi dan bisnis.
  • Alquran memang menggunakan istilah yang secara konvensional diasosiasikan dengan difabel atau disability, namun maksudnya tidak selalu berarti bersifat fisik. Alquran mengakui eksistensi  orang buta dan difabel daksa, namun Alquran sangat mencela orang-orang yang tidak memfungsikan alat tubuhnya untuk kebaikan dan kebenaran, karenanya tidak dimaksudkan untuk  merendahkan para penyandangnya[3].

Daftar pustaka

Tim Penyusun Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Unibraw, Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas,  Jakarta: Lembaga Bahtsul Masail PBNU, 2018. Hlm. 41.

  • alhidayatullah.com, diakses 8/10/2019.
  • Waryono Abdul Ghafur, “Difabelitas Dalam Alquran”, dalam Arif Maftuhin dkk, Islam dan disabilitas dari Teks ke Konteks, Yogyakarta: Gading, 2020, hlm. 21-22.

[1] Tim Penyusun Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Unibraw, Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas,  Jakarta: Lembaga Bahtsul Masail PBNU, 2018. Hlm. 41.

[2] alhidayatullah.com, diakses 8/10/2019.

[3] Waryono Abdul Ghafur, “Difabelitas Dalam Alquran”, dalam Arif Maftuhin dkk, Islam dan disabilitas dari Teks ke Konteks, Yogyakarta: Gading, 2020, hlm. 21-22.

Berilmu dan Berkarya dengan Pena

Berilmu dan Berkarya dengan Pena

Oleh Muhammad Julijanto

Artikel ini membahas bagaimana membangun semangat menulis dengan modal minimalis pengalaman, kekayaan alam yang ada pada diri sendiri sebagai bahan tulisan dan data data yang sudah dimiliki berdasarkan pengalaman hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menulis bukan suatu halangan  tapi suatu semangat keberanian, keuletan, optimis, kemauan yang keras menghasilkan karya, kemandirian, visioner.

Pengalaman menulis menjadi media untuk untuk menciptakan karya yang bermanfaat banyak hal yang harus ditulis antara lain perkembangan fenomena sosial yang ada di masyarakat berbagai perubahan sosial yang terjadi di masa pandemi refleksi terhadap fenomena sosial yang terjadi dan pengembangan ide-ide gagasan yang terus dirawat dan dijaga.

Kesempatan untuk menuangkan gagasan melalui media tulisan terbuka sangat lebar, berbagai media tersedia kemampuan untuk mengolah konten atau materi yang bisa ditulis menjadi kebutuhan yang mendesak bagi setiap orang titik pengembangan Gagasan dan Ida bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain membaca meneliti melihat dan merasakan mendengar meraba adalah cara cara seseorang mendapatkan sensor pengetahuan yang masuk kepada dirinya, sehingga bisa dikembangkan pokok-pokok pikiran yang menjadi landasan Seseorang berpikir dan berargumentasi dalam menjamin menjawab dinamika sosial yang terjadi.

Belajar dari para tokoh menulis bapak dilakukan dengan berbagai cara yang pertama mengalokasikan waktu yang digunakan untuk menuangkan gagasan Ida yang terlintas di dalam pikiran, membaca dan menambah pengetahuan melalui berbagai literatur ataupun melakukan pengamatan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar kita. Kita bisa mengalokasikan waktu khusus dimana kita mempunyai kejernihan pikiran untuk menuangkan gagasan dalam tulisan, beberapa orang mempunyai timeline yang dia buat untuk mendisiplinkan diri menghasilkan karya-karya yang berkualitas titik-titik sebagai contoh adalah menyediakan waktu tertentu untuk menuangkan gagasan Saat tengah malam Oma Saat bangun pagi saat sore hari saat siang hari dan saat-saat tertentu yang dia sudah siapkan secara disiplin untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Tips Menulis

Menulis mulai dari yang mudah untuk dilakukan dengan cara brainstorming yaitu mengeksplorasi apa yang ada di dalam benak pikiran dan hati dituangkan semuanya sesuai dengan tema yang sudah disiapkan, tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa yang terbesit di dalam pikiran, mempunyai keberanian yang total dalam menuangkan tulisannya secara secara merdeka tidak ada halangan tidak ada hambatan semuanya diungkapkan secara jelas sehingga akan terlihat adanya benang erah dari argumen yang dibangun. Semua pengetahuan dikeluarkan secara total karena na setiap apa yang terlintas dalam pikiran tidak akan terulang dua kali pada saat yang sama Dalam bentuk ungkapan yang dituangkan titik sehingga kita berusaha semaksimal mungkin untuk menuangkan dalam bentuk tulisan dan kapan saja ketika pikiran kita mempunyai ide dan gagasan yang terlintas.

Kedua membuat draf rancangan tulisan sedemikian rupa sehingga akan terlihat kerap terlihat dari awal hingga akhir sebagai tulisan yang utuh buatlah fazel gambar yang utuh atau drag yang utuh secara keseluruhan sehingga setiap bagian yang kita tulis bisa diisi kapan saja sesuai dengan bahan yang telah didapatkan.

Draf dibuat dengan mempertimbangkan peta pemikiran terkait dengan tema yang sedang ditulis. Usahakan menulis dengan totalitas dan ditambah dengan berbagai literatur yang ada ada dan kemampuan refleksi yang kita miliki.

Menulis itu laksana membuat sebuah puzzle ya akan melengkapi setiap gambar yang ada dengan gambar yang lain. Kalau gambar itu dibuat secara oto maka akan terlihat tampilannya akan lebih indah, maka fungsi gambar yang kita buat adalah melengkapi gambar-gambar yang sudah ada dalam satu bidang, sehingga tulisan akan menjadi sempurna dan dapat dinikmati oleh para pembaca dengan berbagai sudut pandang yang digunakan dalam respon bahan bacaan yang ada.

Problem dan Solusi

Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh penulis pemula antara lain ketidakberanian untuk mengungkapkan semua Gagasan dan ide yang ada dalam pikirannya menjadi tulisan yang utuh, keterbatasan bahan bacaan menjadi hambatan penulis pemula yang minim pengetahuan terhadap subjek yang sedang ditulis,i maka memperbanyak literatur dan pengalaman akan menjadi bahan yang sangat kaya terhadap perspektif yang dibangun. Untuk bisa menulis pengalaman dalam suatu bidang paling tidak seseorang itu sudah 2 tahun berturut-turut bergelut dalam bidang tersebut sehingga kekayaan pengalaman an-naml menjadi bahan yang kaya akan data yang dimiliki. Data-data tersebut menjadi bahan kajian dan analisis sehingga akan menghasilkan tulisan-tulisan yang berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Kekayaan data yang dimiliki menjadi modal yang sangat strategis dalam mengembangkan pemikiran dan ide-ide strategis khususnya dengan fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Memilih tema atau materi yang akan ditulis sangat tergantung kepada sejauh mana pengalaman yang dimiliki seseorang dalam kehidupan, bila anda mempunyai cukup pengalaman dalam bidang pendidikan silakan Anda tulis pengalaman dalam bidang pendidikan ini menjadi topik tulisan anda Anda bisa melihat dari sisi yang berbeda selama ini orang melihat problem-problem pendidikan. Bila anda sudah lama Bergerak dalam bidang ekonomi sosial budaya seni dan hukum maka anda bisa menggunakan pengalaman dan pengetahuan tersebut menjadi materi dasar untuk ditulis dalam karya-karya anda bila anda mempunyai banyak pengalaman dalam bidang sosial interpreneur bahkan Anda menjadi seorang pelaku usaha atau wirausaha, maka pengalaman tersebut bisa menjadi basis data dalam mengembangkan gagasan melalui tulisan yang bermanfaat.

Bila anda punya pengalaman spiritual dalam bidang keagamaan an-naml tersebut bisa menjadi basis data yang bisa dikembangkan menjadi di Ida Ida yang dapat menyentuh aspek aspek religiusitas dan aspek moralitas. Bila anda sudah lama bergelut dalam bidang hukum setiap hari membaca berita-berita hukum, informasi tentang hukum, berita tentang peristiwa hukum Anda bisa melakukan analisis terhadap fenomena fenomena tersebut dalam perspektif yang anda miliki karena setiap orang mempunyai keunikan tertentu dalam melihat problem-problem yang ada dalam kehidupan.

Anda juga bisa menggunakan pengalaman anda berkunjung ke berbagai negara atau daerah di seluruh pelosok negeri. Anda bisa menulis pandangan mata sekilas dari perjalanan petualangan Anda. Untuk melakukan analisis data Anda bisa gunakan literatur yang relevan dengan tema yang sedang anda buat.

Biarkan ide anda mengalir ketika menulis, jangan dihambat dengan ketakutan anda terhadap yang anda tulis, bila tulisan kesana kemari Biarkan saja, nanti pada saatnya anda mengedit dengan segenap pengetahuan dan nalar anda.

MMuhammad Julijanto, S.Ag., M.Ag. mahasiswa Program Doktor Studi Islam Konsentrasi Ilmu Hukum dan Pranata Sosial Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Prodi HES UIN Raden Mas Said Surakarta

Muhasabah Kebangsaan

Muhasabah Kebangsaan Menyongsong Kemerdekaan Bangsa

Oleh Muhammad Julijanto

Alhamdulillah puji syukur atas segala nikmat dan anugerah yang terbaik dan Terindah dalam perjalanan hidup ini. Semoga nikmat ini kita manfaatkan untuk mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan semoga Allah Swt menerima amal ibadah kita aamiin

Salawat serta salam teruntuk Rasulullah Muhammad SAW atas segala ajaran dan teladannya dalam membangun peradaban yang luhur dan sukses selalu dimudahkan semua urusan kehidupan dunia dan akhirat aamiin.

Melalui mimbar ini khotib berwasiat untuk diri sendiri dan Jamaah rohimakumullah. Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt dengan Muhasabah merenungkan berbagai fenomena yang ada pada diri kita masing-masing maupun fenomena yang terjadi di sekitar kita, kehidupan sosial masyarakat maupun kehidupan global yang saat ini terjadi.

Apa yang dapat kita ambil hikmahnya dari apa yang terjadi, agar kita selalu bersandar kepada Allah Swt. Sekalipun Allah Swt karuniakan kepada manusia kemampuan akal intelektualitas nya memecahkan masalah kehidupan, namun manusia diwajibkan untuk tunduk patuh dan tidak boleh angkuh terhadap potensi yang diberikan Allah Swt.

Allah Swt akan berikan kekuatan apabila menjaga iman dan takwa kepada Allah Swt.  Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)

Orang yang selalu Istiqomah dalam kebenaran keimanan dan ketakwaan kemampuan membedakan antara yang baik dengan yang buruk,  diberikan ketetapan hati untuk melakukan yang terbaik.

Muhasabah Kebangsaan Menyongsong Kemerdekaan Bangsa

Kemerdekaan menentukan perjalanan kehidupan bangsa dari ketergantungan menjadi kemampuan berdikari- berdiri di kaki sendiri. Berdiri berdasarkan kemampuan sendiri dengan segenap potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terintegrasi dengan baik, akan dapat mencapai keadilan, kesejahteraan, kemakmuran bangsa secara merata.

Kemerdekaan modal utama pembangunan bangsa. Kemerdekaan mengantarkan martabat bangsa dari rasa psimisme menjadi optimis dalam semua urusan kehidupan.

Bantuan Hukum Bagi Penyandang Disabilitas Dikaji Dalam Workshop Majelis Hukum dan HAM PWA Jateng dan Sigab Indonesia

Surakarta, Selasa, 27 Juli 2021 Workshop penyusunan alur penanganan dan bantuan hukum bagi penyandang disabilitas berhadapan dengan hukum yang dilenggarakan oleh Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Wilayah Jawa Tengah Kerjasama dengan Sigab Indonesia dan Disability Rights Fund menghadirkan narasumber: Dr. Suprapti, SH., MH. Ketua Pengadilan Negeri Surakarta Kelas 1 A Khusus dan Muhammad Julijanto, S Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Pengurus Majelis Hukum dan HAM PWA Jawa Tengah dengan Fasilitator Abdullah Tri Wahyudi, S. Ag., SH., MH. Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan berjalan lancar melalui media Zoom yang dihadiri oleh peserta dari berbagai Lembaga seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Polresta, Bapas, Bappeda, dinas, instansi, jaringan NGO-LSM, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, LBH Perguruan Tinggi dan  bahkan dari Mabes Polri.

Graphical user interface, website

Description automatically generated

Narasumber dan Peserta Wokshop dari Berbagai Lembaga

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah Siti Kasiyati, S. Ag., M. Ag. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan dalam penyusunan alur penanganan dan bantuan hukum bagi penyandang disabilitas berhadapan hukum. Dimana selama ini belum ada panduan bantuan hukum untuk penyandang disabilitas berhadapan dengan hukum, sehingga diharapkan workshop ini menghasilkan rekomendasi, selain sebagai wahana sharing praktik baik pemberian bantuan hukum selama ini dalam kasus-kasus disabilitas baik sebagai korban, pelaku maupun saksi tindak pidana.

Sementara Direktur Sigab Indonesia Dr. Suharto, MA memaparkan bahwa selama ini Sigab Indonesia consent terhadap isu-isu disabilitas dan hingga saat ini masih melakukan advokasi berbagai isu disabilitas. Disabilitas berhadapan dengan hukum, peradilan inklusi, pengalaman pendampingan, sehingga sangat perlu peta dan alur penanganan dan bantuan hukum bagi penyandang disabilitas.

Sesi acara pembukaan telah selesai, memasuki acara berikutnya workshop dengan Fasilitator Abdullah Tri Wahyudi, S. Ag., SH., MH. Yang mempersilahkan narasumber pertama Dr Suprapti, SH., MH. Memaparkan dengan panjang lebar dengan judul presentasi Peran Pengadilan dalam Pelayanan dan Bantuan Hukum bagi Disabilitas. Alur bantuan hukum di Pengadilan Negeri Surakarta yang sudah responsive terhadap akomodisi peradilan yang inklusif baik dari segi sarana dan prasarana, hingga teknis pelaksanaan bantuan hukum baik melalui Posbakum, maupun identifikasi personal hingga alur persidangan di pengadilan. Serta membangun perspektif terhadap aparat penegak hukum terhadap penyandang disabilitas.

Pengadilan Negeri Surakarta Kelas 1 A Khusus telah merespon regulasi dan sekaligus mengimplementasikan dalam mengakomodasi hak-hak penyandang disabilitas

Narasumber Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dan Juru Bahasa Isyarat.

Sementara narasumber kedua Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. memaparkan beberapa hasil riset terdahulu tentang isu disabilitas dalam ranah hukum, dimana beberapa kendala di lapangan seperti berdasarkan hasil riset beberapa lembaga tentang penanganan perkara penyandang disabilitas berhadapan dengan hukum, menyebutkan masih adanya pelayanan hukum yang tidak maksimal antara lain: tidak adanya bantuan hukum yang jelas terhadap penyandang disabilitas, Lembaga penegak hukum tidak responsive dan proaktif terhadap kasus penyandang disabilitas berhadapan hukum, belum adanya regulasi yang pasti sebagai pegangan penegak hukum dalam menjalankan tugas, fungsinya serta kewenangannya, masih minimnya sumber daya manusia yang mempunyai perspektif terhadap peradilan inklusif, belum adanya singkronisasi dan koordinasi antar Lembaga yang baku dalam penangangan kasus, kurangnya membangun sinergitas antar Lembaga dalam menyelesaikan masalah penyandang disabilitas berhadapan hukum.

Dari beberapa persoalan yang dihadapi organisasi bantuan hukum dalam melakukan advokasi penyandang disabilitas berhadapan hukum, Sebagian telah ada upaya perbaikan dan beberapa hal yang lain masih menjadi hambatan, sehingga dibutuhkan solusi yang berupa rekomendasi untuk penyusunan alur penangan dan bantuan hukum bagi penyandang disabilitas. (Muhammad Julijanto)

Kemiskinan di Mata Hukum dan Agama

Kemiskinan di Mata Hukum dan Agama
Oleh Muhammad Julijanto

Pendahuluan
Kekuasaan sepanjang abad kehidupan manusia akan selalu nikmat, enak dan bahkan terasa manisnya, sehingga kekuasaan ibarat terangnya lampu yang menyedot kemunculan laron-laron untuk merubungnya (Suara Merdeka, 26/6/2010). Kekuasaan juga seperti bunga yang merekah merangsang sahwat politisi untuk meraihnya dengan segala kuasanya, yang punya masa dengan masanya, yang mempunyai pengaruh dan charisma dengan pengaruhnya, yang mempunyai uang dengan maghnet uangnya, yang punya ilmu dengan ilmu dan pengetahuannya, yang punya skill keahlian tertentu dengan keahliannya.
Kemiskinan di Indonesia menjadi masalah serius dan tidak hanya terjadi di kota-kota besar bahkan menjalar hingga di pelosok negeri. Kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok masih menjadi barang mewah bagi kelompok masyarakat miskin. Mereka sudah bekerja keras mengeluarkan semua potensi dan kemampuannya untuk mencari sumber-sumber penghidupan, seperti berdagangan, menjadi pengasong, menjadi pemulung, menjadi kusir, tukang becak, kuli bangunan, pembantu rumah tangga dan berbagai kegiatan ekonomi sektor informal.
Bagi kelompok masyakat kelas bawah fasilitas seperti pendidikan, layanan kesehatan adalah jauh api dari panggang. Sekalipun program pemerintah melalui askeskin (jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin), pendidikan wajib sembilan tahun gratis, tetapi kebutuhan yang lain seperti sarana yang dapat mendukung kegiatan tidak bisa mereka miliki, sehingga mereka berada pada lingkaran kemiskinan yang tidak pernah putus.
Upaya pemerintah untuk mengangkat harkat dan martabat mereka menjadi kelas ekonomi yang mampu berdikari (mampu berdiri sendiri) masih hanya program charitas-belas kasihan, yang memberikan bantuan berhenti pada konsumsi sesaat seperti bantuan langsung tunai (BLT). Sebaliknya justru pemerintah membuat program padat karya yang bisa menampung dan memberikan lapangan pekerjaan kepada kelompok masyarakat rentan ini, sehingga mereka tidak hanya sekedar menerima uang tanpa adanya kerja keras dengan kegiatan ekonomi produktif. Dengan demikian ada aktivitas warga baik secara koletif maupun sendiri-sendiri yang mampu menghasilkan produk maupun jasa.
Masalah kemiskinan masih menjadi problem dasar bangsa. Data kemiskinan menunjukkan bahwa fungsi negara dalam menjalankan tugasnya belum berjalan secara optimal. Program pengentasan kemiskinan menjadi agenda sepanjang suatu rezim berkuasa. Kemiskinan selalu menjadi bahan kampanye untuk dijual, tetapi setelah rezim menduduki kekuasaan problem tidak juga kunjung berkurang, bahkan statistik menujukkan peningkatan angka kemiskinan.
Masalah
Bagaimana fungsi kekuasaan dalam memerangi kemiskinan, bagaimana hubungan hukum dan agama dalam mengatasi masalah kemiskinan? Bagaimana cara menanggulangi kemiskinan dalam perspektif hukum dan agama?
Kemiskinan
Sejak tahun 1998 terus terjadi pengurangan angka kemiskinan dari 49,50 juta atau 24,23 persen (1998) hingga 35,10 juta atau 15,97 persen (2005). Namun pada Maret 2006 terjadi peningkatan angka kemiskinan menjadi 39,05 juta (17,75 persen) (Sensus 2006) .
Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil perhitungan angka kemiskinan pada Maret 2006 sebanyak 39.05 juta jiwa atau 17,75 % dari total jumlah penduduk Indonesia 222 juta jiwa. Penduduk miskin bertambah empat juta orang disbanding yang tercatat pada Februari 2005 . selain itu terdapat 11 juta orang pengangguran di Negara ini.
Survei Sosial Ekoniomi Nasional (Susenas) pada tahun 2008, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37,17 juta pada tahun 2009 diprediksi angka kemiskinan itu menjadi 33,71 juta. Namun jika data Bank Dunia yang menyatakan bahwa yang dikatakan miskin adalah berpendapatan di bawah US $ 2, maka hampir separoh dari jumlah penduduk Indonesia hidup dalam lembah kemiskinan.
Catatan kemiskinan dapat dilihat dari berbagai fakta, pertama fakta rendahnya kualitas hidup orang Indonesia. Pada tahun 2007 Human Development Index (HDI) orang Indonesia dari 177 negara yang disurvei di dunia, kualitas hidup orang Indonesia berada pada urutan ke 107, jauh di bawah negara tetangga Malaysia, Singapura dan Thailand.
Penduduk Provinsi Jawa Tengah 33,18 juta, jumlah rumah tangga miskin (RTM) 3,1 juta keluarga dari 6,7 juta rumah tangga (46,26 %). Jumlah rumah tangga prasejahtera 3.198.596 keluarga dan penduduk miskin 12,66 juta jiwa.
Data Difabel
Sensus penduduk BPS 2010 menunjukkan bahwa jumlah orang difabel di atas usia 10 tahun adalah 16.718 orang. Sumber lain dari Kementrian Sosial RI (2009) menyatakan bahwa jumlah total penduduk Indonesia yang difabel sebanyak 1.541.942 orang. Berdasarkan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2003, Sulawesi Selatan (Sul-Sel) memiliki penduduk difabel tertinggi di Indonesia bagian Timur yaitu 72.900 orang. Bahkan hasil Sensus 2010 masih menempatkan Sul-Sel sebagai provinsi yang memiliki penduduk difabel terbanyak untuk bagian Indonesia Timur.
Tingkat kemiskinan kelompok difabel adalah akses terhadap pendidikan. Survey ICF Kemensos di 14 provinsi (termasuk Sul-Sel) kembali menyajikan data mencengangkan. Hampir 60% dari anak difabel usia sekolah tidak mengecap bangku sekolah. Sementara bagi mereka yang beruntung bersekolah, sebagian besar dari mereka atau 75% anak difabel hanya menyelesaikan studinya di tingkat SD. Jika dikaji lagi lebih dalam, berdasarkan data Susenas 2006 dan data Kemensos (2006) maka hanya 12% anak difabel yang bersekolah di tingkat SD. Data lain yang menarik, berdasarkan data Depdiknas (2006/2007) terdapat sekitar 4.929 Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta dan negeri pada jenjang TK sederajat sampai SMU sederajat dengan jumlah kelas (fisik) 28.914 ruangan. Penyebaran siswa terbagi 27% terdaftar di sekolah negeri dan 73% di sekolah swasta (Irwanto dkk, 2010). Data-data ini kembali menunjukkan lalainya negara dalam memenuhi hak-hak warga difabel khususnya di bidang pendidikan .
Menurut ukuran UNDP peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di urutan 111 dengan indeks 0,734 atau masih di bawah satu tingkat dibandingkan bangsa Palestina yang berada di posisi 110 dengan indeks 0,737. Indonesia jauh di bawah Malaysia berada di peringkat 66 dengan indeks 0,829. Peringkat Indonesia semakin menurun dalam dua tahun terakhir. Jika pada 2007 berada di peringkat 107 dari 177 negara. Pada tahun 2009 dan 2010 berturut-turut menurun menjadi peringkat ke 111. Angka ini jauh di bawah negara-negara ASEAN.
Problem kemiskinan masih membelit bangsa ini dari waktu kewaktu. Menurut sensus penduduk 2010 oleh Badan Pusat Statistik jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 13,3 % atau 31,02 juta orang
Hasil survei yang dirilis 8 Maret 2010 oleh Political & Economic Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Hong Kong, Indonesia menempati nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei tahun 2010. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang poinnya 7,69.
Berdasarkan hasil survei BPS angka kemiskinan Indonesia pada 2009 sebesar 32,53 juta jiwa (14,15 persen).
Hingga kuartal pertama tahun 2010, jumlah penduduk miskin menurut catatan BPS mencapai 31,5 juta jiwa. Jumlah kaum papa mecapai lebih 30 juta jiwa yang berarti 1/7 dari total penduduk. Setiap 7 jiwa manusia Indonesia, 1 orang di antara mereka berstatus miskin.
Potensi dana sosial umat Islam sangat besar menjadi salah satu alternatif pengetasan kemiskinan di Tanah Air. Tahun 2005 Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah menghitung bahwa potensi dana zakat muslim Indonesia mencapai Rp 19 triliun pertahun. Dengan asumsi bahwa tingkat kesadaran umat Islam semakin baik, maka tahun 2010 dan kedepan akan semakin besar.
Jumlah dana zakat yang berhasil dihimpum oleh LAZ dan BAZ dari tahun ke tahun meningkat. Pengumpulan zakat secara nasional tahun 2006 mecapai Rp 300 miliar; tahun 2007 meningkat menjadi Rp 700 miliar, tahun 2008 mencapai Rp 900 miliar dan hingga saat ini sudah lebih dari 1 triliun setiap tahun dana zakat, infaq, shadaqah berhasil dikumpulkan dari kocek kaum muslimin (“Berdaya dengan Zakat”, Republika, 24/9/2010, hlm. 19).
Kemiskinan tidak hanya terjadi di Indoensi di belahan dunia yang lain juga terjadi kemiskinan. Seperti halnya di Amerika Serikat. Biro Sensus Amerika menyatakan tingkat kemiskinan di Amerika kini berada pada tingkat tertinggi dalam 15 tahun, dan jumlah keseluruhan warga miskin Amerika sekarang adalah yang tertinggi dalam lima dekade sejak data statistik tersedia. Biro itu hari Kamis mengatakan persentase orang yang hidup dalam kemiskinan di Amerika meningkat dari 13,2 persen pada tahun 2008 menjadi 14,3 persen pada tahun 2009. Dikatakan 43,6 juta orang hidup dalam kemiskinan tahun lalu, meningkat hampir empat juta dari tahun 2008 . Biro Sensus itu mendefinisikan kemiskinan dengan patokan pendapatan per tahun kurang dari 22.000 dollar untuk keluarga dengan empat anggota. Presiden Barack Obama mengatakan angka itu menunjukkan betapapun sulitnya tahun lalu bagi warga Amerika, situasi itu bisa lebih buruk. Dia mengatakan jutaan orang Amerika tidak sampai jatuh miskin karena program-program dukungan pemerintah.
Hukum
Penegakan hukum yang tidak seirius membawa dampak pembangunan ekonomi tidak berjalan dengan maksimal, sebab pelanggaran tindak pidana yang merugikan keuangan negara membahwa dampak kemiskinan struktural, orang yang tidak mempunyai akses kekusaan, akses ekonomi akan selamanya dalam kubangan kemiskinan, karena tidak mampus secara vertikal mengangkat martbat dan kondisi. Sehingga merekja tetap berada dalam kubangan kemiskinan.
Hukum yang adil dan melindungi yang tidak mampu, akan memberikan garansi terhadap naiknya tingkat kesejahteraan, karena orang mera jera jika melakukan tindak pidana dan tertangkap dan dibuktikan melalui proses peradilan yang fair memang betul-betuk melakukan kejahatan yang berdampak sistemik terhadap kemiskinan.
Kembali ke korelasi antara demokrasi dan kesejahteraan belum secara nyata dapat dinikmati kalangan masyarakat bawah, sebab yang mencolok justru para pemangku jabatan yang banyak diuntungkan, sementara rakyat masih tetap dalam keadaan subordinat dalam kesejahteraan ekonomi, atau paling tidak berbagai pelayanan publik, pendidikan dasar, dan kesehatan dapat dinikmati secara merata, inilah pekerjaan rumah yang segera diselesaikan bagi para pemangku kekuasaan baik legislator, eksekutif, dan yudikatif.
Perspektif Agama
Kerja keras, menghargai waktu, disiplin, tekun, istiqomah, jujur, tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah, tolong-menolong, kerjasama

DANA ZAKAT
Potensi zakat masyarakat Indonesia mencapai Rp 7,2 trilyun per tahun pernyataan mantan Mentri Agama Said Agil Munawar. Berdasar hasil survey UIN Syarif Hidayatullah Jakarta potensi zakat msyarakat Indonesia Rp 19, 3 trilyun per tahun. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Dr. Anggito Abimayu memperdiksi potensi zakat masyarakat Indonesia Rp 7, 4 trilyun setiap tahun dengan catatan 100 % wajib zakat di Indonesia patuh untuk membayarnya.
Jumlah warga miskin di Indonesia tercatat sebanyak 34,9 juta atau 15 % total penduduk Indonesia. Sementara pemerintah hanya dapat mengurangi kemiskinan secara bertahap dengan berbagai program yang telah ditelorkan sekitar 5 % warga miskin dan dibutuhkan dana Rp 180 triliun.
Oleh karena itu menurut Dr. Anggito Abimayu sangat berharap melalui UU tentang pajak dan UU perbankan syariah yang merupakan tonggak sejarah pemberlakuan zakat dalam pembiayaan fakir miskin di Indonesia. Potensi zakat masyarakat Indonesia mencapai Rp 7, 4 Triliun dari wajib pajak masyarakat Indonesia, dipredikasi dapat menurunkan angka kemsikinan antara 1 hingga 2 % .
Potensi zakat umat Islam bisa mencapai Rp 9 triliun pertahun berdasarkan perhitungan PIRAC (Public Interest Reseach and Advocacy Center). Bahkan hasil kajian Pusat Bahasa Budaya UIN Syarif Hidayatullah (PBB UIN) menegaskan per tahun potensi zakat bisa terhimpun sebanyak Rp 19 triliun. Namun sayang secara riil penerimaan zakat masih jauh dari potensi yang terudentifikasi ( Rp 800 miliar hingga Rp 1,5 triliun menurut versi Baznas) .
Potensi perolehan pengumpulan dana zakat nasional tahun 2011 diprediksi melebihi angka Rp 3 triliun. Jika, angka tersebut terpenuhi, jumlah kemiskinan tahun ini bisa turun hingga 13,88 persen. Namun dibutuhkan inovasi atau dukungan kebijakan dari pemerintah maupun inovasi produk penghimpunan zakat dari beberapa lembaga zakat . Harus diakui kesadaran membayar zakat umat Islam masih kecil, disebabkan kurangnya pemahaman dan masih mayoritasnya pemeluk Islam yang memang masih miskin, sehingga tidak bisa berzakat.
Sementara kelompok masyarakat muslim yang secara ekonomi sudah kuat dan mampu, bahkan kekayaannya melebihi nishab, kesadaran zakatnya masih kecil dan rendah. Padahal dalam ajaran Islam, jika kekayaan melimpah hingga melebihi standar nishab, maka harus segera dizakati sebagai bentuk pembersihan harta dari hak orang lain. Oleh karena itu dibutuhkan gerakan kesadaran zakat secara optimal.
Berdasarkan survei Indonesia Magnificence of Zakat 821 rumah tangga miskin dari total 4.646 populasi penerima dana zakat di Jabodetabek ari 8 organisasi pengelola zakat. Hasilnya, zakat bisa mengurangi kemiskinan sebesar 10,79 persen.
Hasil penelitian Dompet Dhuafa tentang Peta Kemiskinan: Data Mustahik, Muzaki, dan Potensi Pemberdayaan Indonesia (2010). Muzaki 23.676.263 di seluruh Indonesia dengan jumlah kumulatif terbesar di Jawa barat 4.721.101 orang, Jawa Timur 2.871.741 orang, DKI Jakarta 2.467.677 orang, Jawa Tengah 2.181.139 orang, Banten 1.324.9.08 orang, dan Sumatra Utara 1.094.889 orang. Sebagian besar berusia antara 25-59 tahun (26,1 % berusia antara 25-34 tahun; 25.00 % antara 35-44; dan 26,4 % antara umur 45-59 tahun. Jumlah mustahik di seluruh Indonesia adalah 33.943.313 jiwa angka yang tidak berbeda terlalu banyak dengan jumlah penduduk miskin dalam estimasi BPS. Tahun 2009 diperkirakan terkumpul dana zakat sebesar Rp 1,2 triliun .
Kesimpulan
Mengatasi kemiskinan pekerjaan mulia, yang harus dibangun dengan kesadaran dan penuh dengan pengabdian, kemiskinan bisa terjadi secara struktural diakibatkan struktur kekuasaan yang hanya mementingkan dirinya sendiri, oleh karena itu dibangun political will yang pro kepada rakyat.
Dengan penegakan hukum yang baik, akan mengangkat harkat dan martabat bangsanya, memenuhi rasa keadilan baik dalam bidang kedilan dan hukum maupun dalam penemuhan aspek ekonomi
Agama mempunyai peran sebagai kontrol moral dan panduan yang abadi dalam pencapai kesejahteraan hidup di tengah masyarakat, oleh karena itu agama dijadikan sebagai alat kontrol dan panduan mencapai tatanan sosial yang lebih membebaskan, mencerahkan dan mensejahterakan, dengan tetap pada prinsip moral dan etika agama secara lebih pasti. Banyak nilai-nilai ajaran agama yang bermuara kepada keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara lebih luas.

Daftar Pustaka

Andi Ahmad Yani, Kelalaian Negara Memenuhi Hak Warga Difabel,
http://makassar.tribunnews.com/2013/10/23/kelalaian-negara-memenuhi-hak-warga-difabel. diakses, 17/12/2013.
Azyumardi Azra, “Zakat dan Kemiskinan”, Republika, 16 September 2010, hlm. 4.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/09/17/135128-angka-kemiskinan-as-tertinggi-dalam-15-tahun. diakses, 17/9/2010.
Jawa Pos, 9 Oktober 2006
Republika, 24 Juli 2008
Republika, 18/12/2010 hlm. 4.
Supomo, “Refleksi 11 Tahun Solopeduli Peduli adalah Solusi”, Solopos, 12/10/2010, hlm. 4.
Suara Merdeka, 6/1/2011 hlm. 2 “Potensi Zakat Rp 3 Triliun”.
penulis adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Wonogiri, Tim Advokasi Majelis Hukum dan HAM PWA Jateng.

Meraih Keberkahan Hidup Di Masa Pandemi

MERAIH KEBERKAHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI

(Khutbah Idul Fitri 1442 H)

Oleh Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag.

الحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم: كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاؤُوْنَ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ) رواه ترمذى و حاكم(

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَركبيْروَ الحَمْدُ للهِ وَلا له اِلاَّ الله وَ اللهُ اكبَر

Puji syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat yang hari ini kita rasakan, pagi yang indah, seisi alam bertasbih memuji kebesaran sang Kholiq Allah Swt. Angin bertiup tenang, matahari merekah penuh berkah menerangi semesta dari ufuk timur, burung berkicau dengan tasbih, pohon dan tetumbuhan yang basah dengan embun pagi bersenandung akan keagungan kebesaran dan kemahakuasaan Allah Swt. Subhanallah wal hamdulillah wala illaha illal llah wallahu akbar.

Salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad Saw sang teladan atas segala ajaran,  perjuangan dalam membebaskan manusia dari kegelapan menuju kehidupan yang tercerahkan jasmani dan rohani. Semoga kita dapat meneladani akhlaknya hingga kita merasakan manis dan indahnya iman dan takwa kepada Allah Swt.

Marilah kita saling berwasiat iman dan takwa kepada Allah Swt. Takwa merupakan kunci sukses meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan takwa kita dapat membangun etos kerja yang produktif dan menghasilkan manfaat seluas-luasnya. Sebaik-baik manusia yang memberi manfaat bagi yang lain.

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Jamaah shalat idul fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Ada pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama. Apa yang kita dapat setelah menunaikan ibadah Ramadhan? Bagaimana manisnya iman dan upaya meraihnya?. Hikmah apa yang dapat diambil dari rangkaian ibadah Ramadhan?

Pembahasan

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Pada hari ini umat Islam sedunia merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menunaikan siyam Ramadhan yang berarti kita sudah ditinggal Ramadhan, karena pada saat Ramadhan ibadah seberat apapun jadi mudah dan nikmat. Kita merasakan betul nikmat beribadah-manisnya iman-khalawataul iman yang diharapkan puncaknya adalah sebagai alumni Ramadhan menjadi muttaqien.

Hamba yang mulia akhlak pribadinya, kedermawanan, kesahajaan, ketawadu’an, kesalehan, keteladanan dan nilai nilai-nilai Luhur yang membalut kepribadiannya.

Puasa dan pandemi

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Sudah 2 tahun ini kita rayakan Idul Fitri pada masa pandemic. Kita tetap selalu waspada terhadap penyebaran pandami, sehingga kita tetap harus rasional, tidak hanya mengandalkan keyakinan semata. Karena pandemic ini harus diselesaikan dengan berbagai lintas dispilin dan sektoral, sehingga pandemic bisa reda.

Pasca ibadah Ramadhan

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Jamaah shalat idul fitri tamu undangan Allah Swt berbahagia

Seiring dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan dimana berbagai amaliyah dari puasa Ramadhan, amaliyah tilawatil quran, shalat tarwih berjamaah, menunaikan kewajiban membayar zakat maal dan zakat fitrah serta berbagai amaliyah Ramadhan yang baik dan mendatangkan manfaat dilakukan dengan imanan wah tisaban, dengan ikhlas semata dedikasi mengharap rahmah maghfirah dan iqun minan naar terbebas dari siksa api neraka, sebagai mana sabda Nabi Saw:

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas semata mengharap ridha Allah Swt, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Sebaliknya jika amaliyah Ramadhan yang kita lakukan tidak produktif, bahkan merusak sendi sosial kemasyarakatan, maupun ibadah yang kita lakukan, maka sinyalemen Rasulullah Saw berikut:

Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja (yakni pahalanya lenyap sama sekali). (HR Nasa’I dan Ibnu Majah).

Solusi masalah bangsa

Puasa sebagai ibadah rahasia telah mengajarkan ketaatan, kepasrahan, kemuliaan, kemampuan beberbagi, kejujuran, masalah empati dan simpati terhadap orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok pangan, sandang, papan, dan sosial kemasyarakatan.

Puasa sebagai perisai diri segala kemaksiatan kepada Allah Swt dengan diganti dengan ketenangan, kesejukan, kepedulian/semangat berbagi, semangat memberi, semangat berkontribusi kepada yang membutuhkan.

Kesabaran adalah matahari, orang yang sholeh dikasih Allah Swt, sabar berarti ikhtiar tiada henti, terus menempa diri untuk meraih ikhlas atas apa yang kita lakukan, ikhlas menerima segala dinamika dengan tawakal kepada Allah Swt.

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Jamaah shalat idul fitri tamu undangan Allah Swt

Setiap orang mempunyai masalah, baik positif maupun negatif. Hal-hal yang positif yang telah kita tahu terus dikembangkan agar menjadi bekal hidup. Sedang masalah yang negatif segera diperbaiki dengan amal yang baik dan memohon kepada Allah Swt ampunan dan rahmat-Nya.

Dalam diri manusia selalu terjadi proses dialog antara diri sendiri dengan factor sosial dan kemasyarakatan. Inspirasi fujur dan takwa terus berproses pada diri kita. Bila kita melakukan kebaikan, maka inspirasi takwa yang iringi kita dalam mengambil putusan. Sebaliknya manusia berpotensi fujur-melakukan kedhaliman, kemaksiatan yang barangkali tidak menjadi agenda untuk perbaikan.

Ibadah yang dilakukan manusia itu untuk kepentingan diri manusia sendiri. Manusia akan memetik buah amalnya. Kebaikan dan kejahatan akan kembali pada yang bersangkutan. Berpikir dan bertindak positif untuk meraih kemuliaan.

۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ

“Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 156)

Kebaikan dan kekurangan ada aktivitas manusia. Manusia tempat salah dan lupa, sebaik-baik sikap adalah yang taat kepada Allah Swt. Setiap manusia punya salah dan lupa, sebaik-baik sikap adalah berdoa memohon ampunan dan memohon doa dan bertaubat nashuha, tidak akan kembali mengulangi dalam perbuatan yang sama di masa yang akan datang.

Jamaah yang dimulaikan Allah Swt

Patut kita renungkan firman Allah Swt berikut:

۞ اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ كَانُوْا مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ كَانُوْا هُمْ اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاٰثَارًا فِى الْاَرْضِ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗوَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ وَّاقٍ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.” (QS. Ghafir 40: Ayat 21)

Peradaban mereka hebat hebat dan luar biasa, namun mereka ingkar kepada Allah Swt. Mereka diazab karena kekafirannya. Apakah kita ingin seperti mereka.

Apakah pandemi covid 19 merupakan azab,  teguran, fitnah atau nasehat agar kita kembali ke jalan yang telah dititahkan Allah Swt? Mari kita perbaiki diri keluarga, masyarakat dan bangsa agar beriman dan bertakwa kepada Allah Swt dengan sebaik baiknya. Ketauhidan yang lurus hanya menyembah kepada Allah Swt bukan pada kekuatan lainnya.

Kesimpulan

اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر اللهُ اكبَروَ للهِ الحَمْدُ

Jamaah shalat idul fitri tamu undangan Allah Swt

Seiring dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan kita masuk bulan Syawal yang berarti adalah peningkatan atau irtifa’-yang meningkat dalam semangat keberagamaannya, semangat ketaatannya meraih rahmah, maghfirah dan inayah Allah.

Semoga saudara kita yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan dan kembali beraktivitas dengan baik, semoga kita terhindar dari segala bala bencana, goda rencana dan wabah pandemic Covid-19 dan penyakit lainnya.

Kita mohon kepada Allah Swt sebaik-baik peluang dan seindah-indah keberhasilan, semoga dosa dan kesalahan kita diampuni Allah Swt, dosa kedua orang tua kita, dosa guru kita, dan dosa para pemimpin kita serta seluruh kaum muslimin dan muslimat di mana saja.

Semoga pandemic segera mereda dan kehidupan keagamaan dan kehidupan sosial kembali normal. Kita saling memafaatkan atas segala kekhilafan dalam bergaul, bermuamalah, bertatap muka, bekerjasama, berbicara, bersilaturrahmi. Semoga kesalahan sesama bisa lebur pada hari ini. Sedangkan dosa dengan Allah Swt diampuni dengan berikrar taubatan nashuha yang tidak akan mengulangi lagi di masa yang akan datang. Sehingga barangsiapa yang menunaikan ibadah syiam ramadhan dan amaliyahnya dengan imanan wah tisaban-semata mengharap ridha Allah Swt akan diampuni dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang, kita kembali dalam keadaan fitrah. Taqabbalallahu minna waminkum taqabal ya kariim.

Doa

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Wassalaamu’aialkum wrwb

Muhammad Julijanto,  S. Ag., M. Ag dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta. Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri 1442 H di Masjid Al Mukmin Pohgede Mojoreno Sidoharjo Wonogiri Kamis, 13 Mei 2021

Meraih Kemuliaan Hidup

Maraih Kemuliaan Hidup

Oleh Muhammad Julijanto

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunianya yang Terbaik dan Terindah ah yang kita rasakan hari ini. Semoga nikmat tersebut dapat kita daya upayakan untuk meraih kemuliaan dan kebahagiaan Hakiki kelak di akhirat. Karena hakekat perjalanan kehidupan ini ini adalah perjalanan menuju ke kampung akhirat. Di dunia tempat manusia untuk menyiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segenap Amal ibadah dan amal sholeh yang lain.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sang suri teladan Agung dalam perjalanan kehidupan manusia meraih kemuliaan hidup. Ajaran dan teladannya menjadi inspirasi umat manusia meraih kepribadian Luhur dengan berakhlakul karimah Akhlak Yang Mulia akhlak yang mampu menciptakan tata kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Melalui mimbar yang mulia ini aktif berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah rohimakumullah, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kuantitas dengan memperbanyak amal sholeh ibadah dan muamalah yang lain. Sementara kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan menghayati ajaran yang telah diteladankan oleh Rasulullah Shalallahu Wassalam dalam praktek kehidupan sehari-hari hingga kita merasakan kenikmatan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala merasuk dalam relung-relung hati pikiran dan aktivitas kita setiap saat. Sehingga hati dan pikiran selalu terpaut karena limpahan rahmat Hidayah dan inayah dari Allah subhanahu wa ta’ala yang output dari aktivitas yang kita lakukan adalah amal sholeh yang menjadi penolong kelak di akhirat nanti.

Marilah Kita Renungkan beberapa firman Allah berikut ini ini yang semoga menginspirasi kita untuk mempersiapkan bekal yang terbaik dalam kehidupan dan perjalanan kita ke depan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًاۚ

“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.” (QS. Al-Insan 76: Ayat 25).

Kita senantiasa diseru untuk selalu terpaut hati dan pikiran kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala setiap saat pada waktu pagi maupun pada waktu petang dan bahkan pada waktu malam. Karena setiap waktu itu Yang Terlewatkan saha harusnya mendatangkan kebaikan dan amal shaleh bagi kita masing-masing. Waktu bagi seorang yang beriman sangat berarti untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apapun kegiatan yang kita lakukan harus memberikan pencerahan hati dan pikiran kita terpaut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهٗ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا

“Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan 76: Ayat 26).

Kita diseru Untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya seperti halnya waktu malam tidak sepenuhnya kita gunakan untuk istirahat tetapi kita bisa memanfaatkan celah-celah istirahat tersebut untuk senantiasa bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bertasbih memohon kepada Allah yang terbaik dalam kehidupan kita dan yang terindah dalam perjalanan yang kita lakukan. Itulah perjalanan yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman yang berjuang untuk meraih kemenangan di akhir perjalanan kehidupan kelak.

Saat ini adalah saat untuk berjuang memperbanyak dan memperbagus amal kita di dunia ini melengkapi segala karunia yang yang dilimpahkan dengan syukuran dan kreativitas untuk beramal saleh. Sebab hakikat ketakwaan adalah kemenangan sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلٰلٍ وَّعُيُوْنٍۙ

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,” (QS. Al-Mursalat 77: Ayat 41).

Sungguh bahagia orang-orang yang bertakwa kelak akan mendapatkan perlindungan dan kenikmatan yang mempesona. Kesadaran tersebut harus selalu menginspirasi kita untuk meraihnya. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“(Katakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Mursalat 77: Ayat 43).

Benar-benar meliputi kenikmatan yang indah sebagai balasan atas ketaatan dan ibadah penghambaan kepada Allah Swt.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kelak akan mendapatkan kemenangan. Sebagaimana Allah Swt tandaskan dalam firmanNya

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,”

(QS. An-Naba’ 78: Ayat 31)

Jamaah yang berbahagia

Mari kita buat catatan kehidupan yang penuh prestasi kebaikan, kita kelola dengan baik kesempatan kita untuk memperbanyak pondi pundi amal, dengan harta kita gunakan untuk amal jariyah, dengan ilmu kita tebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk memecahkan problematika kehidupan ini, dengan segenap potensi kita masing-masing untuk menciptakan peluang usaha yang berguna bagi diri keluarga lingkungan dan masyarakat luas. Selalu kita Berlomba-lombalah untuk menyiapkan bekal terbaik kita masing-masing. Tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Sebagai cita-cita tertinggi at qokum hamba yang dikasih Allah Swt. Diberikan kenikmatan di dunia dan akhirat aamin.

Mari kita berdoa memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan kita. Diampuni segala dosa dan kesalahan orang tua yang telah melahirkan dan mendidik menjadi pribadi utama. Memohon anugerah yang terbaik dan Terindah dalam segala perjalanan kehidupan ini. Dimudahkan semua urusan untuk meraih yang terbaik. Semoga pandemi Covid 19 segera reda, aamiin.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta.

Profil Keluarga Beriman dan Kafir dalam Alquran

Profil Keluarga Beriman dan Kafir dalam Alquran

Oleh Muhammad Julijanto

Alhamdulillah kita bisa bangun menunaikan ibadah dilanjutkan doa memohon anugerah terbaik dan terindah semoga nikmat tersebut dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya meraih ridho Allah swt aamiin

Marilah kita renungkan dengan membaca ayat suci Al Quran surat. Ayat-ayat berikut adalah kutipan dari surat attahrim yang berbicara tentang kesuksesan keluarga-keluarga yang diabadikan di dalam Alquran dan upaya untuk mempertahankan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai ujian kehidupan dan pelajaran bagi generasi yang datang berikutnya. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

“Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 7)

Taubat yang tulus taubat nashuha

Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”(QS. At-Tahrim 66: Ayat 9)

Ayat ini menjelaskan tentang perjalanan orang-orang kafir dalam mengarungi kehidupan mereka kelak akan mendapatkan balasan setimpal dengan kekafiran yang telah mereka lakukan mereka tidak merasakan bahwa kekafirannya adalah dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala mereka baru sadar ketika Hari pembalasan sudah ada dihadapannya inilah penyesalan bagi orang-orang kafir atas perbuatan yang telah mereka lakukan.

Sebaliknya orang-orang yang beriman mereka menantikan hari-hari indah yang akan mereka raih karena kesungguhan dan karena usaha dan ikhtiar karena ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mereka lakukan ketika mengarungi samudra kehidupan di dunia. Orang-orang yang beriman menyadari bahwa segala perbuatan yang dilakukan ketika di bumi akan dibalas kelak di akhirat dengan balasan yang terbaik dari amal-amal yang terbaik dilakukan di bumi. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 10)

Inilah gambaran kehidupan yang telah dilakukan oleh manusia melalui sejarah yang telah terpatri di dalam kitab suci Alquran sebagai pelajaran bagi kita yang hidup saat ini agar tidak Mengulangi kesalahan dan kezaliman umat-umat terdahulu.

Sebaliknya kita bisa mengambil hikmah pelajaran agar senantiasa konsisten terhadap keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah sebagaimana diteladankan oleh istri Firaun, Maryam dan orang-orang Shaleh yang terdahulu yang namanya diabadikan dalam Alquran al-karim.

Kesimpulan

  1. Setiap keluarga mempunyai masalah yang berbeda beda.
  2. Keimanan dan kekafiran merupakan hidayah yang diberikan kepada siapa saja.
  3. Keimanan mendatangkan keuntungan dan keselamatan. Kekafiran mendatangkan kerugian dan balasan siksa kelak di akhirat.
  4. Keluarga sakinah nawaddah wa rahmah menjaga semua anggotanya untuk beriman dan bertakwa kepada Allah Swt secara istiqomah.

Menggali Mutiara Di Lautan Ilmu

Oleh Muhammad Julijanto

Alhamdulillah segala puji hanya teruntuk Allah Swt atas segala limpahan nikmat yang terbaik dan terindah kepada kita sekalian, salawat dan salam selalu kita sanjungkan kehadirat Rasulullah Muhammad Saw sebagai teladan umat manusia untuk meraih keluhuran budi dan beramal shaleh.

Alhamdulillah suatu kehormatan bagi saya untuk bisa memberikan kata pengantar dalam sebuah karya yang berjudul Wahai Ahlu Kitab Sebuah Kajian Terhadap Perilaku Ahlu Kitab dari Alquran Al Karim buah karya Sudarmono, S.Pd. Karya apapun merupakan pekerjaan intelektual yang membutuhkan suatu kreativitas, sebagai suatu perjuangan dalam menghasilkan produk. Termasuk di dalamnya adalah menulis. Menulis bisa dengan berbagai macam ide dari yang bisa dilihat, bisa diamati, bisa dibaca, bisa dirasakan, dapat menghasilkan sebuah karya. Menulis merupakan produk intelektual, karena merupakan sebuah respon terhadap apa yang menjadi kegelisahan hati sang penulis terhadap realitas kehidupan baik yang sifatnya kearifan irfani, maupun sebagai suatu respon terhadap kenyataan kehidupan.

Alquran sebagai pentunjuk bagi kehidupan manusia, menyimpan mutiara yang sangat dalam, setiap orang yang mencoba mendekat dengan memahami dan mengamalkan kandungannya sebuah perumpamaan berlian yang terkena pancaran sinar yang menghasilkan jutaan spektrum luar biasa, spektrum itulah para pengakaji dan pengamal Alquran yang terus bertambah dan berkembang seiring dengan dinamika perkembangan zaman.

Sebagai petunjuk kehidupan Alquran, maka apa saja akan tersaji dengan lengkap di dalamnya, baik makna-makna yang tersurat secara tekstual dapat dipahami secara langsung, maupun makna-makna yang tersirat dengan kekuatan daya intelektual manusia untuk menggali dan mengupas tuntas apa kandungan dan hikmah yang terdalam. Sehingga Alquran menjadi mukjizat yang paling dahsyat dalam era peradaban dunia, apapun peradaban dan tingkat intelektualnya.

Banyak mutiara yang masih dalam terpendam dari kandungan Alquran yang selalu relevan untuk setiap zaman, belum mampu diungkap manusia msiterinya, karena merupakan firman Allah Swt untuk kehidupan. Daya nalar manusia tidak akan cukup untuk mengkajinya, lautan ilmu yang tak bertepi. Sudah jutaan buku ditulis karena Alquran, terus ditulis manusia untuk mengenal Tuhannya dan mengakui kekerdilannya berhadapan dengan Allah Swt. Alquran akan selalu mengikuti bagaimana pola berpikiri dan daya nalar manusia pengkajinya. Sehingga wajar pemahaman manusia terus berkembang, seiring dengan respon sosial yang terjadi, berdasarkan pengetahuan yang didapat manusia dari merespon Alquran. Lompatan riset akibat kajian terhadap Alquran terus terjadi.

Buku ini hadir sebagai suatu respon dan suatu kegelisahan penulisnya dalam menyikapi berbagai tantangan kehidupan, sehingga muncul kumpulan berbagai tema yang terdapat dalam kandungan Alquran. Berbagai cabang kajian terhadap Alquran sesuai dengan kapasitas dan kemampuan keilmuan yang dimiliki oleh penulis dalam bidang Ilmu-Ilmu Alquran, baik berdasarkan pada metode pembahasan secara tematik dengan pendekatan tafsir tematik Alquran, maupun sekedar menghimpun tema-tema tertentu yang diminati oleh pengakjianya sendiri. Melakukan pengelompokkan berdasarkan tema, maupun apapun orang menyebutkan dengan cara dan model sepersti apapun adalah suatu ikhtiar untuk selalu mempelajari, mengkaji, memahami, dan pada level berikutnya menjadi amalan dan perilaku kehidupan dalam menggapai ridha Allah Swt.

Maka saya mengapresiasi usaha yang sungguh-sungguh dari cara sederhana mengakaji Alquran hingga kajian yang rumit kebahasaan, maupun berbagai pendekatan ilmu yang dimiliki oleh subyeknya yaitu penulis sendiri. Penulis berlatar belakang pendidik, maka lebih banyak menampilkan Alquran agar bisa menjadi bahan pembelajaran yang menarik dan menginspirasi agar nilai-nilainya dapat diamalkan dalam kehidupan sosial yang nyata dan berdampak sistemik kepada pola kehidupan manusia.

Semoga ikhtiar penulis menjadi amal jariyah yang terus mengalir ilmunya dan manfaatnya ketika buku ini memberi manfaat bagi pembaca yang menikmatinya. Sehingga mampu membawa kebaikan dan maslahah dalam kehidupan.

Saya berharap tema yang sangat beragam tentang Ahlu Kitab ini yang berhasil dihimpun oleh penulis, menjadi poin berikutnya untuk menghasilkan karya yang bersumber dari Alquran, Alquran menginspirasi kehidupan lebih baik. Karya penulis ini adalah bentuk kontribusinya. Semoga menjadi manfaat. Wallahu a’lam.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri.

Setiap Orang Menjadi Lakon Kehidupan

Setiap Orang Menjadi Lakon Kehidupan

Oleh Muhammad Julijanto

Dalam kehidupan ini kita sering menyaksikan betapa lakon kehidupan yang dimainkan oleh para aktor kadang saling bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Seorang ayah yang terlihat tekun sekali ibadahnya, tiap malam Shalat Tahajud, bahkan selalu datang lebih awal ke masjid ketika orang lain belum bangun, sudah beriktikaf di masjid, hingga menunggu saat adzan dan mengumandangkan Adzan Subuh. Namun kondisi keluarga anak-anaknya sebaliknya tidak ada yang mencerminkan bagaimana ajaran agama ini dijalankan dengan baik. Apakah ini suatu ujian kehidupan bagi keluarga tersebut. Atau ini merupakan teguran dari sang Pencipta akan hidup ini dan bagaimana tugas kekhalifahan bisa dijalankan dengan baik. Anak-anaknya salah dalam pergaulan bebas, hingga terjebak pada perzinahan, dan menikah dengan orang lain, dan setelah berjalannya rumah tangga belum genap seumur jangung sudah terjadi perceraian kembali, kemudian dinikahkan kembali.

Lain lagi kisah perjalanan keluarga Fulan yang terlihat harmonis dan terpenuhinya semua kebutuhan materialnya, namun perilaku salah satu anggota keluarga mempunyai kebiasaan buruk, sehingga menjadi ancaman terhadap keluarganya. Perselingkuhan terjadi karena itulah merupakan godaan kehidupan rumah tangga, rumput tetangga lebih hijau itu biasanya orang membuat perumpamaan. Kemampuan diri untuk menjaga syahwatnya tidak terbendung. Padahal mempunyai keluarga yang halal, justru mencari kenikmatan di luar yang jelas melanggar moral, agama dan hukum yang berlaku. Suatu perbuatan yang jelas akan merugikan diri sendiri dan hubungan keluarga yang semakin merenggang. Karena perbuatan perilaku yang menyimpang.

Lakon selalu ada ceritanya perjalan hidup sesorang selalu beda, fenomana sekitar bisa menjadi pelajaran yang berharga, agar setiap diri bisa menanta bagaimana keadaan yang lebih baik bisa diraih. Setiap orang mempunyai road map-nya masing-masing, sekalipun mereka hidup mengalir seperti air saja, pasrah terhadap nasib. Tapi ada juga yang mampu berpikir lebih dinamis, tidak sekedar menerima takdir, mereka juga selalu ikhtiar melakukan yang terbaik dari usaha yang dijalani selama ini. Kegagalannya tidak membuat mati motivasi, tetapi justru menjadi kebangkitannya. Mereka melengkapi segala kegagalannya dengan melatih diri lebih terampil mengatasi masalah yang dihadapi. Kesuntukan pikirannya tidak menghentikan langkah meraih cita-cita yang diidamkan. Semangat fitghting spirit-nya tidak pernah padam, inilah petarung tangguh yang siap menghadapi kerasnya kehidupan.

Hidup memang tidak selalu indah, yang indah dilalui melewati perjuangan, kemampuan mengelola kehidupan menjadi batu ujian yang harus lulus dengan predikat yang baik. Hambatan dan tantangan kehidupan akan silih berganti. Selesai dari ujian kehidupan yang satu akan datang ujian berikutnya, seakan tidak ada putusnya urusan manusia mengatasi masalahnya. Bila masalah pribadi sudah tuntutan, kelak juga akan berhadapan dengan masalah masyarakat, bila masalah masyarakat sudah selesai, timbul masalah bangsa yang cakupannya lebih luasa, bila urusan dalam negeri suatu bangsa tersebut sudah bisa teratasi dengan kesatuan dan keterpaduan komponen bangsa tersebut, kini gilirannya mengatasi masalah global mencakup semua bangsa-bangsa di dunia, seperti terancamannya perdamaian regional, perdamain multinasional dan terus tidak ada selesainya masalah manusia ini.

Kemampuan dan keterampilan mengatasi masalah tersebut, menjadi kunci keunggulan bangsa manusia tersebut. Manusia adalah makhluk yang penuh dengan masalah. Skill terus diasah agar profesionalitas dalam mengatasi masalah menjadi semakin ahli, dan menjadi problem solver.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Penulis Buku Agama Agenda Demokrasi dan Perubahan Sosial.

Tetap Eksis di Masa Pandemi Covid 19

Oleh Muhammad Julijanto

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى

وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم: كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاؤُوْنَ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ (رواه ترمذى و حاكم)

Syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat Anugerah Yang Terbaik dan Terindah semoga nikmat tersebut dapat kita daya upayakan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah SWT amin.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW atas segala ajaran dan teladannya dalam rangka membangun sumber daya Insani yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara material. Keteladanannya dalam rangka menanamkan akhlakul karimah menjadi bukti pencerahan kehidupan ini, karena Akhlak Yang Mulia menjadi garansi dalam membangun kehidupan sejahtera secara jasmaniah maupun rohaniah.

Marilah kita saling berwasiat iman dan takwa kepada Allah Swt, karena kunci keselamatan di dunia dan akhirat terletak pada sejauhmana keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Segala aset yang kita miliki hakekatnya adalah milik Allah Swt, Sekalipun kita mengelola dan memanfaatkannya dengan baik. Segala yang kita peroleh hari ini semuanya adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Swt. Hal ini hanya sebagian nikmat yang dianugerahkan, sisanya kelak akan dianugerahkan oleh Allah kelak ketika kita berjumpa denganNya dengan segenap amal sholeh yang terbaik yang telah kita lakukan saat ini dan di sini di dunia, sebagai balasan atas ketaatan dan penghambaan kita kepada Allah SWT.

Jamaah yang berbahagia

Alhamdulillah kita masih hadapi pandemi sejak Maret 2020 hingga kini Februari 2021, kita masih diuji kesabaran, ketabahan, intelektualitas, daya nalar, ketangguhan iman dan takwa kepada Allah Swt, kemampuan kreativitas, kemampuan ekonomi, kemampuan daya juang, inilah hakikat jihad di bidang kesehatan telah jatuh korban Covid 19 sebagai syuhada, semoga mereka yang meninggal karena covid diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah Swt tempat yang terbaik aamin. Dan kita yang masih survive bersyukur dan ikhlas menjalani takdir baik dan buruk qodho dan qodarNya.

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ

“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dgn demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).”(QS. An-Najm 53: Ayat 31).

Semoga amal yang kita lakukan terus terjaga, sehingga kita bisa mendapat balasan yang terbaik kelak. Kita selalu perbaiki akhlak kita, baik ucapan dan tindakan yang mampu menyelamatkan diri kita.

Dalam surat Al Zalzalah ayat 7 dan 8 siapa berbuat jahat dibalas setimpal dari kejahatannya sebaliknya yang berbuat  baik akan dibalas lrbih baik

Jamaah yang berbahagia

Alhamdulillah saatnya berjuang menaklukkan segala kesibukan, dan berbagi waktu tuntaskan mission, semoga secercah harapan membuka jalan bersinggungan dengan literature, data dan fakta dijahit menjadi pintalan sesuai dengan mal mode yang terbaik…semoga passion terus menggelora, diputar putar terus nasehat akademik, menemukan mutiara yang sejati…sabar tapi jalan terus, kadang kenceng kadang melambat, kadang bertemu juga batu besar yang menutup, dikikis sedikit demi sedikit menjadi pola yang baru…bisimillahirrahmanirrahhim…yakin usaha sampai, berdoa, ikrar dan ikhlas…sampai bahagia…menjadi mantra pembangkit ghiroh…aamiin

Harus optimis dalam kebaikan

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ

“(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.” QS. An-Najm 53: Ayat 32).

Pendidikan masa pandemi penting kita perhatikan, agar anak 2 tumbuh optimal sehat jasmani, sehat rohani mental spiritualnya, sehat ajal intelektualnya, sehingga menjadi SDM unggul. Sebagaimana ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bahwa “Sistem Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” 

Jamaah yang berbahagia

Sehingga anak2 kita tumbuh seimbang, jasmani, rohani dan mental spiritual, intelektual dan sosial, yang bisa bergaul mempunyai kecerdasan kolektif, berempati kepada yang lain dan tidak individualistis.

Pandemi mengajarkan kita akan kecerdasan kolektif, kita berbagi ketika ada saudara dan tetangga yang terpapar covid 19, yang lain memberi support logistik lewat jogo tonggo agar segera pulih di isolasi hingga sehat kembali berbaur di masyarakat. Karena saudara kita terdekat adalah tetangga kita, mari saling berbagi yang bisa kita kakukan. Semoga menjadi berkah, sebagaimana firman Allah Swt.

Kesimpulan

Jamaah yang berbahagia

Sebagai penutup khotbah, marilah kita saling wasiat iman dan takwa bekal sejati hidup ini, saling berbagi di tengah krisis untuk meringankan beban saudara kita, selalu menjaga pola hidup sehat, selalu berikhtiar dan berusaha yang terbaik, tidak lupa memohon perlindungan kepada Allah Swt dengan doa terbaik, aamiin.

Akhirnya marilah kita mohon kepada Allah Swt sebaik-baik pelung dan seindah-indah keberhasilan, semoga dosa dan kesalahan kita diampuni Allah Swt, dosa kedua orang tua kita, dosa guru kita, dan dosa para pemimpin kita serta seluruh kaum muslimin dan muslimat di mana saja, semoga saudara kita yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan dan kembali beraktivitas dengan baik, semoga kita terhindar dari segala bala bencana, goda rencana dan wabah pandemic Covid-19 dan penyakit lainnya, semoga anak-anak kita sebagai generasi penerus yang sholeh dan sholehah menjadi imamnya orang-orang yang sholeh, sukses di dunia dan selamat di akhirat aamiin.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ -١- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ -٢- إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ -٣-

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Disampaikan pada Khotbah Jumat, 12 Februari 2021 di masjid Sulthon Muhammad Batiniyadi Perum Griya Cipta Laras.