TAHUN BARU SEMANGAT IBADAH LEBIH HEBAT

TAHUN BARU SEMANGAT IBADAH LEBIH HEBAT

Ikhtiar Meraih Kemuliaan Hidup

Oleh Muhammad Julijanto[1]

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِّى اَمَرَنَا بِمُرَاعَاتِ اْلاَمْوَالِ وَ اْلعِقَارِ اْلمَمْلُوْكَاتِ وَ اْلاَوْلاَدِ اْلبَنِيْنَ وَاْلبَنَاتِ وَاَنْ نُرَبِيَهُمْ بِاْلاَخْلاَقِ وَاْلحَسَنَاتِ. وَنُبْعِدَهُمْ عَنِ اْلمَعَاصِى وَاْلمُنْكَرَاتِ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ خَالِقُ اْلاَرْضِ وَ السَّمَاوَاتِ. وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ اْلخَلْقِ وَاْلمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ. أَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ اللهِ. أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْمُبِيْنَ: فَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. وَاتَّقُوْنِى يَأُولِى اْلأَلْبَابِ.وَ قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

Puji syukur dumateng ngarso nipun Allah Swt Gusti ingkang moho wikan. Saking lubuk manah ingkang lebet monggo kito resapi banget kanti manah ingkang wening…tembung alhamdulillah hirabbil ‘alamiin…sedoyo puji kunjuk dumateng Allah Swt…dinten meniko kito saged ngraosaken kanugrahan soho nikmat sehat meniko bener-bener wonten lan kraos wonten pribadi kito sowang-sowang.

Allah Swt sampun matur

لَئِنْ شَكَرتُمْ َلأَزِيْدَ نَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيْدُ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” QS. Ibrahim [14]:7.

Alhamdulillah dengan segala nikmat dan karunia-Nya kita dapat menjalankan tugas kehidupan dalam rangka memakmurkan kehidupan dunia ini dengan amal sholeh sebagai bekal kehidupan akherat yang kekal, semoga kita senantiasa dapat menjalankan kegiatan yang baik dan mendatangkan manfaat bagi kehidupan kini dan masa depan.

Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kehadirat Rasulullah Muhammad Saw yang telah membawa ajaran Islam ketengah-tengah kehidupan kita, sehingga kita memahami akan arti kehidupan dan bagaimana mengisi kehidupan dengan amal sholeh sebagai modal menghadap Allah Swt di akhir kehidupan dunia ini. kita berdoa semoga senantiasa istiqomah dalam menjalankan ajarannya hingga maut menjeput kita.

Perkenalan

Sederenge kulo matur wonten ngiri tepangaken nami kulo Muhammad Julijanto tertulis tapi men kepenak dirungokake undang kulo Yulianto…kulo asli kelahiran Banjarnegara Desa Argasoka setunggal kilo saking alun-alun Banjarnegara ngidul…kulo hijrah saking Banjar 1985 sekolah teng Solo nyantri bar lulus SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara nang Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Gonilan Kartasura Sukoharjo kawit Mts dumugi SMA…sekolah maning nang IAIN Walisongo Semarang di Surakarta (rien STAIN Surakarta saniki IAIN Surakarta menjang dados UIN Surakarta mugi-mugi) mapan wonten wetan Kandang Menjangan Grup 2 Koppasus Kartasura. Nglajengaken Sekolah malih teng UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lan seniki sawah kulo teng IAIN Surakarta…dados kulo nglaju Wonogiri Kartasura kirang langkung 40 kilo saben ndinten. Mugi diparingi bagas waras…alhumma amiin.

Jamaah ingkang dipun rahmati Allah Swt

Kesempatan yang baik, saya akan menyampaikan masalah sebagai berikut: Bagaimana tujuan hidup, mau kemana kita akan tuju, serta apa yang harus kita persiapkan agar hidup kita membawa berkah dan manfaat? Bagaimana visi, misi dan program dalam rangka mengisi tahun baru? Bagaimana tantunan nabi Muhammad Saw meraih kemuliaan hidup?

Jamaah ingkang dipun rahmati Allah Swt

Membangun visi hidup

Visi –akherat lebih baik, akherat lebih utama, akherat menjadi prioritas utama kehidupan

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً -٤٦-

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Al Kahfi [18]: 46

Adh Dhuha [93]: 4

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى -٤-

dan sesungguhnya akhirat lebih baik bagimu daripada dunia.

Wa lal ākhiratu khairul laka minal ūlā (dan sesungguhnya akhirat lebih baik bagimu daripada dunia), yakni pahala akhirat lebih baik bagimu daripada pahala dunia.

Al A’la [87]: 17

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى -١٧-

Padahal akhirat lebih baik dan lebih langgeng.

Wal ākhiratu (padahal akhirat), yakni beramal untuk akhirat dan pahala akhirat.

Khairun (lebih baik), yakni lebih utama daripada pahala dunia dan beramal untuk dunia.

Wa abqā (dan lebih langgeng), yakni lebih kekal.

Misi- memakmurkan kehidupan, teologi al ma’un

Program—action; amal sholeh, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Tujuan hidup; hidup bermanfaat mati mulia.

Takwa merupakan obsesi setiap muslim, karena derajat manusia yang paing tinggi dihadapan Allah adalah orang-orang yang paling bertakwa. Perbuatan orang yang bertakwa hanya ditujukan untuk pengabdian kepada Allah Swt. Sedangkan hasil perbuatannya bermanfaat bagi manusia atau hasil perbuatannya berdimensi sosial.

Tahun baru

Tahun baru-muhasabah, mempersiapkan masa depan lebih baik, membuat resolusi agar  esok lebih baik dari hari ini, dengan semangat baru dan wawasan luas ke depan.

اِغْتَنْمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ  1) صِحَّتَكَ قبْلَ سَقَمِكَ 2) فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ3)  شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ 4) غِنَاكَ قبلَ فَقْرِكَ 5) حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ (رواه البيهقى)

Pergunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempatan: 1) pergunakan kesempatan sehatmu sebelum datang sakitmu, 2) pergunakan kesempatan lapangmu sebelum datang kesempitanmu, 3)pergunakan hari mudamu sebelum datang tuamu. 4) pergunakan kesempatan kayamu sebelum datang masa kemiskinan. 5) pergunakan kesempatan masa hidupmu sebelum datang saat kematianmu.(HR Baihaqi).

Allah Swt berfirman dalam surat Al Hasr [59]: ayat 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ -١٨-

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwallah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan Al Hasr [59]: 18…
apakah ini yang kita siapkan
***** AMAL SHOLEH (kebaikan akan dapat balasan)
apakah ini yang banyak kita lakukan
—– maksiyat, kejahatan, kemusyirikan, keingkaran atas kebenaran, kemunafikan,kesombongan, kebohongan, kebodohan,kedhaliman, syu’udhan dll (kejahatan apapun modelnya juga akan dapat balasan cepat atau lambat).

Al Bayinah [98]: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ -٥-

Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya mengibadahi Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya secara lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.

Wa mā umirū (padahal mereka tidak diperintah) dalam kitab-kitab itu.

Illā li ya‘budullāha (kecuali supaya mengibadahi Allah), yakni supaya mengesakan Allah Ta‘ala.

Mukhlishīna lahud dīna (dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya) dengan jalan bertauhid.

Hunafā-a (secara lurus), yakni menjadi orang-orang Muslim.

Wa yuqīmush shalāta (dan supaya mereka mendirikan shalat), yakni menyempurnakan shalat lima waktu sesudah bertauhid.

Wa yu’tuz zakāta (serta menunaikan zakat), yakni dan sesudah itu mengeluarkan zakat harta mereka. Sesudah itu Dia Berfirman:

Wa dzālika (dan itulah), yakni tauhid itulah.

Dīnul qayyimah (agama yang lurus), yakni agama yang hak dan lurus serta tidak ada penyimpangan di dalamnya. Menurut yang lain, wa dzālika (dan itulah), yakni tauhid itulah; dīnul qayyimah (agama yang lurus), yakni agama para malaikat. Ada yang berpendapat, agama yang lurus. Dan ada pula yang berpendapat, agama Ibrahim a.s..

Tahun baru saatnya up date keimanan, mereveiw buah kejelekan dan kita tinggalkan, tingkatkan kualitas hidup, raih ampunanNya dengan bertaubat putus dengan segala bentuk kemaksiyatan baik dikala sendirian, ramai-ramai, di kala penuh fasilitas, dan di kala dompet kosong.
Revolusi mental….semangat pengabdian tanpa henti, bersyukur dan ikhlas, bersedia menerima kebenaran dari manapun datangnya, meneladani akhlakul karimah Rasulullah Muhammad Saw…mengamalkan syariatNya…mewujudkan rahmatan lil ‘alamiin..semoga selalu ada jalan kebaikan terbuka luas…2017 tahun harapan…bismillahiraahman nirrahiim

Maulud Nabi Saw

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً -٢١-

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. Surat Al Ahzab [33]: 21

 

قَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ (sungguh telah ada bagi kalian pada Rasulullah teladan yang baik), yakni sunnah yang baik dan ikutan yang saleh untuk duduk bersama beliau di Khandaq.

لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ ([yaitu] bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah), yakni bagi orang yang mengharapkan kemuliaan dari Allah Ta‘ala dan Pahala-Nya. Ada yang mengatakan, bagi orang yang takut kepada Allah Ta‘ala.

وَالْيَوْمَ الْآخِرًَ (dan hari akhirat), yakni dan takut terhadap azab akhirat.

وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرا (serta banyak mengingat Allah) dengan lisan dan qalbunya. Selanjutnya Allah Ta‘ala Mengungkapkan sifat kaum Mukminin yang ikhlas, Dia Berfirman:

Maulud nabi Muhammad Saw; TELADAN, USWATUN HASANAH, PROFIL IDEAL PRIBADI, RUJUKAN Moral, kepala rumah tangga, kepala negara, kepala pemerintah, suami yang bijak, kakek untuk cucunya, pendidikan, pelatih, dan moralis yang menjadi rujukan moral dan akhlak manusia sejagat.

Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah

meningkatkan kualitas keimanan dan ketqwaan untuk meriah sukses dunia dan selamat akherat. Tahun Baru dan Smengat Ibdah Lebih Hebat Meraih Kemuliaan Hidup.

 

Al Baqarah [2]: 208

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٢٠٨-

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah setan. Sesungguhnya bagi kalian setan adalah musuh yang nyata.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً (wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan), yakni masuklah ke dalam syariat Nabi Muhammad saw. secara utuh.

وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah setan), yakni janganlah mengikuti manipulasi setan tentang pengharaman hari Sabtu, daging unta, dan lain-lain.

إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (sesungguhnya bagi kalian setan adalah musuh yang nyata), yakni yang jelas permusuhannya.

Kesimpulan

  1. Menyiapkan hari esok dengan proteksi amal kebaikan, proteksi kesehatan dan proteksi pendapatan dikala suatu resiko akan datang. Dengan menyiapkan sedini mungkin hidup kita akan lebih ringan ketika resiko datang, musibah datang dengan ikhlas, sabar dan tawakal.
  2. Dengan silaturrahmi hidup kita akan lebih berarti karena mengenal dan menyambung dengan sedulur semuanya, saling tolong menolong dan saling meringankan beban. Sebaliknya memutuskan silaturrahmi akan sempit akses informasi, akses sosial, akses politik dan akses ekonominya dan lain-lain. Silaturrahmi menjadi modal sosial yang sangat penting dalam era globalisasi ini. Mempertemukan sejuta potensi Serulingemas untuk kehidupan yang lebih baik.
  3. Harapan hidup kita catatan amal kita baik dan kita tidak berharap catatan amal kita seperti ini adalah Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menzalimi seorang jua pun. Al Kahfi [18]: 49
  4. Monggo kito nyuwun kanti andapen manah dumateng Allah Swt. Gedang ingkang sae, peluang engkang sae, amal sholeh ingkang langgeng, maksiat ditinggalkan…sisa hidupnya untuk kebaikan dan kebenaran. Semoga Allah Swt meridhai apa yang menjadi cita dan harapan kita. Pribadi yang bermanfaat. Selamat menjadi yang terbaik, mendapat anugrah yang terbidah dan terbaik. amiin wasalam..

 

[1] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, disampaikan pada Pengajian Umum Ahad 1 Januari 2017 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Eromoko Wonogiri, Di SMP Muhammadiyah 7 Eromoko.

Merajut Terus Paham Kebangsaan

Merajut Terus Paham Kebangsaan

Oleh Muhammad Julijanto

Peristiwa nasional akhir-akhir ini mengingatkan kembali kepada paham kebangsaan yang telah dibangun para pendiri bangsa. Bahwa bangsa ini didirikan dari berbagai unsur melebur menjadi satu kesatuan bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Integrasi nasional menjadi spirit kita untuk menjadi bangsa yang besar dengan keragaman budaya, agama, ras, etnis, bahasa, kebudayaan. Keragaman tersebut telah menjadi kebhinekaan yang menjadikan kita tahan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan ketidakadilan sosial.

Dalam kegelisahan nasional penulis memandang bahwa kita perlu menyatukan kembali paham kebangsaan untuk mengatasi hubungan mayoritas dan minoritas, agar kita bisa bekerjasama dengan baik dan tanpa adanya luka dalam pergaulan sosial. Hubungan politik dan ekonomi mayoritas dan minoritas perlu adanya mekanisme sosial yang lebih baik. Gesekan politik pasti akan terjadi dalam rangka memperebutkan pengaruh dan legitimasi politik, perasaan tersisih dan termarjinalkan, menyebabkan kelompok yang berada pada posisi tawar yang rendah akan melakukan reaksi dengan berbagai bentuk dan wacana yang dibangun. Di sinilah permainan politik akan menjalankan aksinya.

Sebagai pemangku kepentingan bangsa, para pemimpin dan tokoh elit masyarakat bisa membawakan diri dan gerbong umatnya dengan baik, sehingga bisa mengelola suasana nasional agar lebih tenang dan tidak ada kegaduhan. Sebab rakyat bergerak secara dinamis, mengikuti hukum sebab akibat. Siapa yang memicu akan menghasilkan reaksi yang lebih. Apalagi psikologi sosial yang sedang panas dalam tensi politik nasional khususnya pilkada DKI dan suksesi kepemimpinan nasional kedepan.

Apalagi kekecewaan element bangsa lainnya akan menjadi bumbu hubungan kebangsaan terasa renggang, sehingga perlu digagas, dan digali sumber-sumber perekat bangsa, agar integrasi nasional tetap berjalan dengan kohesi yang lebih baik. Pengaruh teknologi melalui media sosial telah turut andil memberikan sugesti, wacana dan berbagai kontek yang mengarah bentuk-bentuk disintegrasi menjadi bumbu hangatnya dinamika sosial.

Kebebasan masyarakat untuk mengekspresikan pandangan politik, pandangan kebudayaan, pandangan keagamaan dibereikan ruang yang cukup, sehingga ekspresi menyatakan perbedaan sikap dalam alam demokrasi menjadi bagian dari dinamika sosial. Sebab secara konstitusional terawadahi dan terlindungi dalam konstitusi UUD 1945.

Dalam rumus demokrasi selalu ada celah perbedaan dalam pendapat, perbedaan itu sebagai keragaman yang akan mengisi kekosongan struktur sosial masayarakat. Tetapi perbedaan bukan menjadi sebab perpecahan dalam kehidupan sosial. Kita sadar bahwa bangunan bangsa ini dibangun diatas keragaman padangan politik, perbedaan suku, bangsa dan agama, perbedaan budaya, yang justru menjadi karakter dan jati diri bangsa yang dapat menyatu karena adanya kesamaan nasib dan perjuangan kemerdekaan.

Saat ini kita sedang mengisi kemerdekaan dengan segala potensi yang kita miliki. Potensi nasional yang kaya akan sumber daya alam melimpah diikhtiarkan menjadi berkah nusantara memang kita akui masih jauh dari panggang. Artinya kesejahteraan atau keberkahan nasional yang kita rasakan sebagai bangsa dengan SDA melimpah belum secara meyakinkan kita rasakan sepenuhnya. Itu semuanya diakibatkan dari kemampuan kita untuk mengelolanya. Masih minimnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola, atau masih minimnya political will dalam kebijakan-kebijakan publik yang mengarah pada termanfaatkannya kapasitas sumber daya yang ada secara optimal untuk kemakmuran bangsa.

Otonomi daerah sebenarnya menjadi solusi mengatasi tidak maksimalnya potensi sumber daya alam daerah dengan dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dan berkarakter, semestinya menjadi out put pembangunan nasional. Kebangkitan daerah-daerah otonom mampu swasembada dimana komoditas daerah yang menonjol menjadi strategi yang perlu terus digali dan bisa mencukupi stok pangan maupun bahan nasional. Sementara bagi daerah otonom lain yang tidak mampu menyediakan secara swasembada di daerahnya, jalinan kerjasama antara daerah yang saling menyuplai kebutuhan untuk lumbung nasional. Sehingga ketergantungan terhadap ekspor komoditas yang hanya memang benar-benar tidak ada produksi dalam negeri atau pasokan dalam negeri tidak mencukupi untuk menyumpai kebutuhan nasional.

Banyak investasi asing yang menggelisahkan kepentingan nasional karena power sharingnya tidak sepadan dengan kekayaan yang kita miliki, sehingga kurang ngefek kepada kesejahteraan nasional. Inilah yang menjadi kritik selalu pada padangan sosial ekonomi yang berbasis pada pertubuhan ekonomi nasional.

Kita juga sadar bahwa pembangunan nasional yang kita jalan tanpa adanya hubungan multilateral antara negara tidak bisa sepenuhnya berjalan dengan baik. Dalam pergaulan internasional inilah kiprah dan peran Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Justru peran internastional ini bisa mengeluarkan segala potensi nasional untuk kepentingan global yang lebih baik. Peran-peran strategis seperti inilah yang senantiasa dikontribusikan oleh para stakeholder bangsa. Sehingga membawa dampak kesejahteraan nasional.

Safari politik kepada stakeholder bangsa ini, mestinya tidak saja untuk kepentingan politik sesaat, tetapi menjadi kebutuhan nasional semua element bangsa. Hubungan psikologis terus dijalin, sebab tersumbatnya komunikasi politik akan mencari kanal-kanal penyalur yang bentuknya sebagai hubungan sebab akibat. Kita sadari sebagai bangsa yang besar dibutuhkan seni dan energi yang besar pula untuk mempertahankan kebhinekaan menjadi ruh nasional bangsa.

Pekerjaan rumah kita adalah merawat kebhinekaan dalam bingkai kesadaran nasional. Sehingga intergrasi nasional tetap terawat bagi generasi kini dan mendatang.

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta

 

Tantangan Masyarakat Multikultural Indonesia

Tantangan Masyarakat Multikultural Indonesia

Oleh Muhammad Julijanto

 

Agama berbicara tentang realitas kehidupan. Agama yang tidak mampu menyesuaikan diri akan ditinggalkan oleh umatnya. Apakah dengan demikian agama akan meninggalkan idealisme moralitas yang menjadi misi utamanya bukan hanya sekedar urusan pragmatis yang hanya menguntungkan saat ini saja. Dimensi agama berada pada dua kaki, yaitu problem sosial yang riil harus dihadapi dan harus diselesaikan, sementara dimensi ukhrawiyah yang mempunyai dimensi spiritual lebih menekankan pada aspek religiusitas, moral dan etika dalam kehidupan sosial.

Mengapa agama seakan tidak berfungsi menghadapi sistem yang korup, kekuasaan yang korup, nilai-nilai moral yang korup, dimana sistem sosial yang sudah sedemikian parah, sehingga seseorang akan melakukan sesuatu yang sesuai lebih dari sekedar mencari keuntungan saat ini, mereka berharap apa yang mereka lakukan saat itu harus membuahkan hasil yang utama dapatkan yang dahulu, daripada resiko masa depan yang belum pasti dalam logika berpikir sederhana dan berdimensi teologis?.

Respon Agama

Tantangan agama adalah kaya akan konsep yang ideal, tetapi miskin aplikasi. Di sinilah penganut agama/agamawan, intelektual dan praktisi dakwah harus bisa menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Agama adalah nasehat, setiap ajaran agama mengajarkan kritik sosial yang membangun, karena mengembalikan pemikiran manusia kepada realnya secara utuh, kaidah apa yang harus diikuti dan dijalani dalam rangka menempuh peta kehidupan yang jauh. Setiap nasehat akan menjadi semacam terapi atau obat yang terasa pahit, namun hakikatnya adalah menyembuhkan penyakit yang ada. Kepahitan akan berbuah pada kemanisan dan kenikmatan bila mampu meneruskan dan berlaku sebagaimana norma yang dijalankan, sebaliknya membiarkan penyakit semakin kronis akan membawa kepada kerugian dan kehancuran masyarakat pada masa yang akan datang.

Pemahaman dan kesadaran keberagamaan tidak sama dalam implementasinya di tengah realitas sosial yang ada. Maka wajar jika banyak orang yang pesimis terhadap nilai-nilai kejujuran jika diamalkan. Kepesimisan tersebut mengakar karena kebohongan, kemunafikan dan pengingkaran terhadap nilai-nilai kejujuran sudah sedemikian parah, bahkan bisa dikatakan sebagai suatu kondisi yang sudah kronis, orang yang jujur justru mendapatkan perlakuan yang sebaliknya, sedangkan orang yang curang mendapatkan kemuliaan dan penghargaan. Padahal pola perilaku yang seperti anomali hakikatnya adalah pembunuhan karakter yang akan menghancurkan tatanan sosial yang lebih baik.

Oleh karena itu untuk apa sebuah kejujuran harus diperjuangkan, sementara semua orang ramai-ramai melegalkan kecurangan dan ketidakjujuran. Sedangkan orang yang hidup dengan apa adanya dan mengedepankan kejujuran, justru selalu dalam realitas yang tidak menyenangkan, bahkan menjadi obyek diskriminasi dalam pelayanan.

Nilai-nilai keagamaan merupakan sekumpulan etika, dan bukannya sekumpulan aturan yang ketat dan eksklusif (A. Qodri Azizy dalam Kamdani, 2007: 178-180). Agama diberikan Tuhan untuk manusia, dan bukan manusia untuk agama (Musa Asy’arie, 2005: 178-179). Artinya, agama dalam bentuknya akan bergerak dari individu untuk kemaslahatan masyarakat. Pergerakan nilai-nilai keagamaan itu menunjukkan bahwa agama tidak saja persoalan hati dan iman, tetapi juga merupakan persoalan cognitive content (Muhammad Iqbal, 2008: 4-5). Berpijak pada realitas di atas, eksistensi manusia harus dilihat dari dua sisi, yakni: (1) sisi pemahaman dan realisasi ajaran agama dalam kehidupan, dan (2) sisi nilai-nilai keagamaan yang berperan untuk membela kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan (Musa Asy’arie: 178-179). Dengan demikian, Islam telah memberi ajaran kepada umatnya bahwa umat Muslim harus memiliki kemampuan untuk merumuskan prinsip-prinsip etis dan evaluasi dalam menghadapi kehidupan modern.

Ajaran agama Islam memberikan kerangka moralitas yang sangat padat, dan itu sifatnya sangat personal (pertanggungjawaban perbuatan) dalam aplikasinya bersifat sosial implikasinya. Karena masalah moral sangat tergantung bagaimana individu mencermati dan meresapi apa yang seharusnya dilaksanakan dan apa yang seharusnya dihindari atau dicegah agar tidak terjadi penyimpangan moral yang akumulatif. Dalam konteks kenegaraan seorang pemimpin seharusnya ikut merasakan bagaimana penderitaan yang dialami oleh masyarakat bawah di tengah kehidupan dan persaingan yang sulit, terutama dalam suasana krisis keuangan, namun para pemimpin tega berfoya-foya bahkan meningkatkan fasilitas jabatan dan pendapatannya secara berlebihan, sementara sebagian rakyatnya begitu sulit untuk mencapai kehidupan layak.

Agama mempunyai pengaruh persuasif dalam mengembangkan ketaatan beragama. Mempengaruhi para pengambil keputusan strategis dalam masyarakat. Pemberantasan tindak pidana korupsi dibutuhkan stamina yang cukup. Sebab kekuatan korup akan menggunakan segala daya upayanya untuk melawan, berusaha mencari jalan-celah untuk menutupi perilaku yang menyimpang dalam pada perintah agama sekaligus ketaatan terhadap segala peraturan perundangan sebagai bagian dari ibadah sosial.

Demikian juga masyarakat multikultural bukan suatu hambatan dalam mengembangkan masyarakat Indonesia yang lebih beradab berkemajuan dan berkelanjutan.

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Peminat Kajian Keislaman dan Keindonesiaan, Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta.

 

Pahatan Pertama di Hari Pertama Anak Sekolah

Pahatan Pertama Pada Anak di Hari Pertama Sekolah

Oleh Muhammad Julijanto
Alhamdulillah pagi yang indah, pagi yang sejuk, sesejuk anakku yang baru kelas 3 Sekolah Dasar, sejak usia Sekolah Dasar intensitas saya mengantar anak ke sekolah semakin sering, karena saya hanya bisa berinteraksi dengan anak ketika hendak ke sekolah sekaligus dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Saya selalu memulai berangkat sekolah keluar rumah dengan doa. Doa saya lafalkan bersama anakku, agar anak mempunyai kebiasaan yang baik dalam memulai apapun pekerjaan,  kadang anak lupa  berdoa, maka saya ingatkan dan berdoa bersama, saya juga kadang berangkat bersama keponakanku yang sudah kelas 3 SMA. saya pimpin doa bersama ketika hendak berangkat ke sekolah baik di depan rumah maupun berada di kendaaran.

Saat ada di kendaraan inilah saya menyampaikan pesan-pesan khusus untuk pelajaran yang akan dijalani hari ini, memberikan motivasi, menularkan semangat, dan pesan-pesan untuk semangat belajar, bagaimana cara mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menerima pelajaran serta tidak lupa mengucapkan yel-yel..aku anak sholeh, aku anak hebat, aku anak pintar, aku anak cerdas, aku anak sukses, aku anak jujur, aku hebat…yes-yes..pasti aku sukses..bismillaah amiin…bersalaman dan beri semangat anak.

Pulang sekolah anak selalu saya tanyakan dan minta dia bercerita tentang apa yang telah terjadi di sekolah baik bermanin, pelajaran maupun pengalaman seharian di sekolah, saya juga berbalik bercerita tentang apa yang saya lakukan di kantor atau tempat kerja seharian, sehingga anak bisa sharing pengalaman belajar dari sekolah maupun dari tempat kerja ayah dan mamanya.

Saya antar anak sampai di kelas dan memastikan tempat duduk yang nyaman, tempat duduk yang aksesable terhadap guru maupun teman-temannya. Sebab posisi duduk juga mempengaruhi prestasi. Karena tempat duduk yang jauh dari guru menyebabkan anak kurang konsentrasi terhadap apa yang disampaikan guru, dan mudah anak untuk berinetarksi secara langsung atau kontak lend. Maka saya memberikan opsi kepada anak untuk memilih tempat duduk di barisan pertama atau di barisan kedua. Agar bisa konsentrasi dalam menerima pelajaran, dapat dengan jelas mendengarkan apa yang disampaikan guru.

Ketika anak masuk Pendidikan Anak Usia Dini pertama masuk sekolah bahkan istri ambil cuti kerja untuk selama lima hari mendampingi, memastikan anak nyaman dan aman bersama teman-temannya satu kelas. Istri memastikan anak bisa berinetraksi dan bermian bersama teman-teman sebaya. Memberikan waktu khusus dengan off dari pekerjaan untuk mendampingi anak supaya nyaman dalam kelas.

Memang kadang muncul pertanyaan-pertanyaan kritis anak yang kalau kita jelaskan sulit anak memahami karena berada pada level pengetahuan yang lebih tinggi, tetapi  kita jelaskan dengan bahasa yang sederhana, sebab pertanyaan anak sangat luar biasa ketika jawaban salah akan menjadi memori negatif dalam file otaknya, maka jelaskan dengan bahasa yang sederhana sesuai dengan kondisi akalnya…semangat terus nak kalian pasti sukses dengan ketekunanmu…

Sekolah bagi anak adalah media transformasi pengetahuan dan nilai-nilai, wahana sosialisasi, sekaligus tempat aktualisasi diri lebih baik. Perhatian orang tua kepada anak merupakan bentuk penghargaan pada malaikat kita. Mengantar anak tidak hanya sekedar seperti petugas antar jemput sekolah, begitu saja melepas anak-anak berhamburan menuju pintu gerbang sekolah tanpa pesan-pesan, maupun kata-kata manis apalagi sapaan. Coba begitu anak bersalaman beri kata-kata megis kepada anak..itu sangat berpengaruh pada psikologis anak untuk siap dalam belajar dan mampu mengimplementasikannya di kelas maupun di luar kelas.

Belajar bagi anak adalah laksana memahatkan pengetahuan dan nilai pada anak. Mengantar anak akan memberikan rasa percaya diri anak semakin tumbuh dan berkembang. Anak akan merasa nyaman dan mendapatkan perhatian dari orang tuanya, sehingga memungkinkan bisa tumbuh lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Saya juga bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah, sayang ketika datang ke sekolah kepala sekolah tidak sempat menyapa kami beserta anak, karena sedang menemui wali murid yang lain. Namun sebelumnya kami sudah pernah berinteraksi dengan ibu kepala sekolah. Kami juga berinteraksi dengan guru kelas yang akan membimping putra kami, menyampaikan berbagai kondisi anak, dan perkembangannya. Komunikasi orang tua dan pihak sekolah sangat membantu pematauan tumbuh kembang anak.

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag.

Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta.

Alamat: Perum Griya Cipta Laras Blok C3 No. 1 RT 03 RW 09 Bulusulur Wonogiri 57600.

Dinamika kehidupan Pertarungan Baik dan Jahat

Dinamika kehidupan Pertarungan Baik dan Jahat

Oleh Muhammad Julijanto

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ اْلكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ, اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلاَ يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلاَ ذِلَّةٌ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٦- 

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Puji syukur  kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-NYA yang tak terhingga kepada kita sekalian semoga kenikmatan tersebut dapat kita daya upayakan semaksimal mungkin untuk mencapai kemanfaatan di dunia ini dan keselamatan.di akherat kelak.

Shalawat serta salam kita haturkan untuk Baginda Rasulullah Muhammad Saw atas segala suritauladan dan ajarannya, sehingga kita dapat menikmati keindahan dan keagungan serta ketenteraman hidup di dunia terutama upaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa, sebab iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal di dunia maupun di akherat nanti. Tentunya dengan amaliyah khasanah dan berpacu dengan menghidarkan segala bentuk maksiat kepada Allah Swt.

Jama’ah Jum’ah Tamu Undangan Allah

Alhamdulillah terasa indah dan damai hati kita setelah menunaikan kewajiban dengan baik. Rasa  optimisme dan antusias dalam melakukan apa saja yang bisa kita kerjakan. Terasa ikhlas dan berserah diri kepada Allah Swt dengan ikhtiar sekuat daya upaya yang kita miliki. Semua takdir yang telah ditentukan merupakan skenario yang Allah Swt berikan kepada manusia untuk menguji ketaatan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ -٢-

yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa-kah di antara kalian yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,Al Mulk [67]: ayat 2.

Untuk yang diberikan nikmat apakah mampu konsisten untuk bersyukur atas anugrah dan kenikmatan dan kemudahan hidupnya…untuk kebaikan dirinya dan lingkungannya. Atau sebaliknya yang mendapatkan takdir pada saat ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dirinya berupa kekurangan, kesusahan dan kegelisahan hidup dan bahkan kegagalan dalam meraih apa yang menjadi cita-cita dan harapan hidupnya kandas saat ini…itu juga merupakan dinamika kehidupan apakah mampu sabar dan terus berjuang mewujudkan mimpi dan harapan hidupnya. Bila kesabaran habis dia akan jatuh kepada perbuatan yang jauh lebih pedih terasa dalam dirinya. Tetapi kalau realitas tersebut dia akui dan merupakan buah dari pelajaran yang bisa dipetik, maka ikhtiar dan usaha diperbaiki seraya meningkatkan mutu dan kualitas dirinya untuk menggapai apa yang menjadi citanya insya Allah pasti ada jalan yang terbaik akan dibukakan jalan…itulah seni kehidupan dalam naungan Allah Swt…hidup itu sama saja…terminal akhirnya akan kembali kepada Allah Swt.

Dalam hal ini kita simak firman Allah Swt dalam surat Yunus [10]: ayat 26-27 yang memberikan timbangan kepada kita tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk. Semuanya akan mendapatkan balasan setimpal denan perbauatnnya.

لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلاَ يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلاَ ذِلَّةٌ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٦-

Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan adalah yang terbaik dan tambahan. Dan wajah-wajah mereka tidak tertutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itu adalah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Lil ladzīna ahsanul husnā (bagi orang-orang yang berbuat kebaikan adalah yang terbaik), yakni bagi orang-orang yang bertauhid adalah yang terbaik, yaitu surga.

Wa ziyādah (dan tambahan), yakni dapat melihat Wajah Allah Ta‘ala.

Wa lā yarhaqu wujūhahum qatarun (dan wajah-wajah mereka tidak tertutupi debu hitam), yakni tidak diliputi kegelapan dan kemurungan.

Wa lā dzillah (dan tidak pula kehinaan), yakni kemuraman.

Ulā-ika ash-hābul jannati (mereka itu adalah para penghuni surga), yakni ahli surga.

Hum fīhā khālidūn (mereka kekal di dalamnya).

وَالَّذِينَ كَسَبُواْ السَّيِّئَاتِ جَزَاء سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَّا لَهُم مِّنَ اللّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعاً مِّنَ اللَّيْلِ مُظْلِماً أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٧-

Dan orang-orang yang melakukan keburukan (mendapat) balasan keburukan yang setimpal, dan kehinaan menyelimuti mereka. Mereka tidak mempunyai dari Allah seorang pelindung pun, seolah-olah wajah-wajah mereka tertutupi oleh penggalan-penggalan malam yang kelam. Mereka itu adalah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Wal ladzīna kasabus sayyi-āti (dan orang-orang yang melakukan keburukan), yaitu kemusyrikan kepada Allah Ta‘ala.

Jazā-u sayyi-atim bi mitslihā ([mendapat] balasan keburukan yang setimpal), yakni hukuman atas perbuatan syiriknya kepada Allah Ta‘ala adalah neraka.

Wa tarhaquhum dzillah (dan kehinaan menyelimuti mereka), yakni kemurungan dan kemuraman meliputi mereka.

Mā lahum minallāhi (mereka tidak mempunyai dari Allah), yakni dari Azab Allah Ta‘ala.

Min ‘āshimin (seorang pelindung pun), yakni seorang pembela pun.

Ka-annamā (seolah-olah) karena kedukaan.

Ugh-syiyat (tertutupi), yakni terselimuti.

Wujūhuhum qitha‘am minal laili (wajah-wajah mereka oleh penggalan-penggalan malam), yakni hitamnya malam.

Muzhlimā, ulā-ika ash-hābun nāri (yang kelam. Mereka itu adalah para penghuni neraka), yakni ahli neraka.

Hum fīhā khālidūn (mereka kekal di dalamnya), yakni terus-menerus.

Inilah pelajar yang bisa kita petik dalam kehidupan dunia. Kadang apa yang kita lihat, kita saksikan dan kita rasakan begitu menyedihkan. Apa yang seharusnya tidak dijalankan, justru kejahatan dan kemasiatan terlindungi dengan rapi bahkan dengan berbagai macam regulasi dan aturan hukum, padahal sejatinya adalah penyimpangan dan kecurangan. Namun kelak di akherat tidak ada sedikitpun bukti kejahatan dan kedaliman, maupun kebaikan yang bisa disemunyikan, semuanya akan transpran dan data yang ditampilkan akan jauh autentik sebagaimana rekaman dan dokumentasi yang baik. Semuanya akan menjadi barang bukti terhadap amal perbuatan manusia.

Informasi ini dapat kita rekam dari firman Alla Swt dalam surat Yasin [36] ayat 65 semua organ tubuh manusia akan memberikan kesaksian tentang apa saja yang telah dilakukan dahulu ketika masih hidup dan masih kuat segalanya. Kekuasaan digunakan untuk apa?, kewenangan digunakan untuk apa?, jabatan digunakan untuk apa?, harta, ilmu dan anak keturunan bagaimana digunakan, anak dididik dan diasuh dengan akhlak terpuji. Tidak ada orang yang mampu membantah pembuktian model seperti ini. Inilah pengadilan dan perhitungan illahi.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ -٦٥-

Pada hari ini Kami Membungkam mulut-mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki-kaki mereka atas segala apa yang dahulu mereka lakukan.

Al-yauma (pada hari ini), yakni pada hari kiamat.

Nakhtimu ‘alā afwāhihim (Kami Membungkam mulut-mulut mereka), yakni Kami Jadikan lidah mereka tak bisa berkata setelah pengingkaran mereka.

Wa tukallimunā aidīhim (dan berkatalah kepada Kami tangan-tangan mereka) yang dahulu dipergunakan untuk menggengam.

Wa tasyhadu arjuluhum (dan memberi kesaksianlah kaki-kaki mereka) yang dahulu dipergunakan untuk berjalan, begitu pula seluruh anggota tubuh mereka memberikan kesaksian.

Bimā kānū yaksibūn (atas segala apa yang dahulu mereka lakukan), yakni terhadap segala keburukan yang dahulu mereka perbuat.

Kesimpulan

Pemaparan di atas dapat kita simpulkan, bahwa keimanan dan keyakinan kita kepada AllahSwt semakin bulat. Yakin bahwa apa saja yang telah kita investasikan berupa kebaikan akan kembali kepada kita. Demikian juga segala kejahatan dan perbuatan buruk kita yang telah lalu, juga akan kita petik kelak di akherat. Kesempatan ini untuk memperbaiki diri, bertaubat kepada Allah Swt dan memperbagus segala amal dan memaksimal potensi dan aset yang kita miliki untuk meraih kemuliaan hidup di dunia maupun kelak di akherat. Semoa kita termasuk orang yang beruntung dan mendapat kemuliaan di sisi Allah Swt sebagai hambanya yang muttaqien.

Itulah ajaran Islam menyemangati kehidupan ini, akhirnya marilah kita mohon kepada Allah karunia yang terbaik dalam rangka memberikan pengabdian yang seoptimal mungkin.

اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

اِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَابِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُ مَابِاَنْفُسِهِمْ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

 


 

Khutbah Kedua

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

 

Muhammad Julijanto, S Ag., M. Ag adalah dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Sekretaris LKBHI IAIN Surakarta

 

SETIAP ORANG MEMETIK BUAH AMALNYA

SETIAP ORANG MEMETIK BUAH AMALNYA

Oleh Muhammad Julijanto

الْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِّى اَمَرَنَا بِمُرَاعَاتِ اْلاَمْوَالِ وَ اْلعِقَارِ اْلمَمْلُوْكَاتِ وَ اْلاَوْلاَدِ اْلبَنِيْنَ وَاْلبَنَاتِ وَاَنْ نُرَبِيَهُمْ بِاْلاَخْلاَقِ وَاْلحَسَنَاتِ. وَنُبْعِدَهُمْ عَنِ اْلمَعَاصِى وَاْلمُنْكَرَاتِ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ خَالِقُ اْلاَرْضِ وَ السَّمَاوَاتِ. أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ اْلخَلْقِ وَاْلمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ. أَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْمُبِيْنَ. فَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. وَاتَّقُوْنِى يَأُولِى اْلأَلْبَابِ.

Marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur atas segala anugerah yang terlimpahkan kepada kita sekalian, sehingga sampai detik ini kita masih diberikan anugerah yang berupa kesehatan dan kesempatan serta nikmat-nikmat yang lain yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu, sekalipun mesin hitung yang kita miliki canggih, bahkan kita merasa nikmat yang kita sendiri tidak membutuhkan Allah pun memberikan kepada kita sekalian. Maka rahman yang diberikan kepada seluruh makhluk. Salah satu nikmat yang dapat kita buktikan adalah nikmat kesehatan dan kesempatan serta nikmat Islam dan iman kepada Allah swt. Oleh karena itu nikmat yang kita rasakan kita daya upayakan kita mengabdi dan beribadah kepada Allah sepenuh hati.

Shalawat serta salam senantiakan kita sanjungkan kepada Rasulullah Muhammad Saw. sampai saat ini insyallah istiqomah mengikuti sunnah-sunnahnya, yang merupakan jaminan dan perlindunagan baik kita sekalian. Istiqomah diperhahankan hingga titik pengahabisan kehidupan ini.

Melalui mimbar ini khatib mengajak diri sendiri dan hadirin rakhimakumullah marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt sebagai modal dalam kehidupan dan bekal menghadap-Nya di hari pembalasan.

Semoga kita bisa mengoptimalkan segala potensi dan kenikmatan yang kita peroleh untuk mengisi sisa kehidupan ini dengan amal sholeh, menjaga hati selalu dalam hidayah dan inayah Allah, senjaga semua anggota badan untuk selalu dalam jalan yang benar, menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan, menjaga diri dari segala perbuatan yang akan merugikan diri sendiri maupun merugikan orang lain. Berupaya selalu memberi manfaat bagi yang lain.

Allah Swt berfirman dalam surat Az Zumar [39]: 41

إِنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ -٤١-

Sungguh, Kami Menurunkan kepadamu Kitab (al-Quran) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barang siapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

Orang-orang yang berbuat dhalim tidak dapat menghindari siksaan Hari Kiamat, sebab syafaat itu adalah semata-mata menjadi hak Allah Swt.

Dalam surat Az Zumar [39]: 42 Allah Swt menegaskan

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ -٤٢-

Allah Memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia Tahan nyawa (orang) yang telah Dia Tetapkan kematiannya dan Dia Lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan.** Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.

**Orang-orang yang mati itu rohnya Ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.

setiap orang memanggung amalnya sendiri, termasuk amal jelek atau perbuatan dosa akan menerima akibat dari perbuatan dosa dirinya, sebagaimana Allah Swt berfirman

Al Baqarah [2]: 81

بَلَى مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيـئَتُهُ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٨١-

Bukan demikian! Barangsiapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Ali Imran [3]: 135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ -١٣٥-

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,” ** (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

—————————————————————–

*Yang dimaksud perbuatan keji (fāhisyah) ialah dosa besar yang akibatnya tidak  hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menzalimi diri sendiri ialah melakukan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri baik besar atau kecil.

Allah berfirman dalam Surat Al A’raf [7]: 8

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung,

Dalamayat berikutnya Al A’raf [7]: 9 ditandaskan bagi orang-orang yang berat timbangan alam kejelekannya mereka adalah orang yang merugi kehidupan akheratnya.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَـئِكَ الَّذِينَ خَسِرُواْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِآيَاتِنَا يِظْلِمُونَ

dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.

Selain itu juga kita dituntut untuk memahami gejala alam yang ada di sekitar kita sebagai bahan renungan dan refleksi untuk melakukan aksi, terutama dengan munculnya aneka peristiwa alam dan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat kita, hendaknya kita semakin mendekat dan memohon kepada Allah Swt agar seluruh masyarakat kita mampu mengatasi segala masalah, tetap tabah dalam menghadapi segala tantangan, serta kokoh keimanan dan ketakwaannya. Akhirnya marilah kita berdoa dan mohon kepada Allah Swt jalan yang lurus jalan yang diridhoi.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Penulis adalah Dosen  Fakultas Syariah IAIN Surakarta

Disampaikan pada Khutbah Jum’ah di Masjid Agung At TaqwaWonogiri, Jum’at, 25 Oktober 2013

ADVOKASI DAN DAKWAH DALAM BIDANG PELAYANAN HUKUM

ADVOKASI DAN DAKWAH DALAM BIDANG PELAYANAN HUKUM
Oleh Muhammad Julijanto

Dakwah dalam bidang hukum merupakan masalah yang urgen saat ini. Sebab masalah hukum sejak reformasi seperti cendawan di musim hujan. Muhammadiyah melihat bahwa jihad melalui konstitusi menjadi kebutuhan nasional yang mendesak di tenga sistem hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, karena dampak yang lebih nyata pemberdayaan di tengah masyarakat luas. Padahal pertumbuhan dan perkembangan bidang hukum terus meningkat seiring dengan tingkat kemajuan dan perkembangan masyarakat, termasuk himpitan masalah ekonomi yang semakin memberatkan masyarakat mengakibatkan meningkatnya masalah hukum di tengah masyarakat

Sejak reformasi dibuka akses masyarakat dalam hukum semakin meningkat kasus-kasus hukum dari yang berat hingga yang ringan silih berganti bak jamur bertumbuhan di musim hujan. Seakan tidak ada berita yang menarik kecuali masalah hukum yang diberitakan, entah pelanggaran maupun masalah tindak pidana yang terjadi.

Selama ini ada kesan bahwa yang namanya dakwah adalah dalam bidang tabligh. Padahal lapangan dakwah adalah seluas kehidupan manusia. Dakwah di Muhammadiyah tidak hanya dalam pengertian sekedar menyampaikan materi seperti tabligh dengan ceramah maupun bentuk pemaparan materi ceramah. Tetapi dalam berbagai ragam bentuk dari yang ringan hingga dalam konsep kehidupan sosial masyarakat yang lebih luas. Dakwah adalah memperbaiki yang kurang baik menjadi sempurna kebaikannya dan memberikan dampak sosial yang lebih luas baik dalam aspek spiritual maupun keadilan sosial.
Filosofi alma’un memberikan inspirasi untuk melakukan dakwah dalam berbagai aneka kehidupan sosial yang lebih luas sepektrumnya sehingga masyarakat yang tersentuh dakwah merupakan obyek akan menjadi sasaran perbaikan umat. Dakwah juga mengajak masyarakat mencapai derajat spiritual dan sosial yang lebih baik. Dakwah dalam bidang kesehatan maka dengan mendirikan rumah sakit sebagai media dakwah yang baik dengan menyehatkan masyarakat dan memberikan sentuhan nilai-nilai rohaniah masyarakat. Dakwah dalam bidang pendidikan mendirikan sekolah memberikan mutu kualitas pendidikan yang mencerahkan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga dengan pengetahuan dan ilmunya peserta didik bisa menjadi manusia mandiri yang memberikan manfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

Sedangkan dalam bidang hukum bila melihat data yang masuk ke Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah akan tergambar bahwa medan dakwah dalam bidang hukum menjadi signifikan untuk dilakukan pemberdayaan dan pengembangannya sehingga pelayanan hukum bagi masyarakat melalui dakwah dalam bidang hukum bisa berjalan dengan baik. Rata-rata kasus yang masuk 150 kasus setiap tahunnya masyarakat berhadapan hukum, baik yang non litigasi maupun litigasi sampai pada proses hukum di peradilan dan rata-rata adalah masyarakat menengah ke bawah yang sangat membutuhkan bantuan hukum dari Majelis Hukum dan HAM PWA Jawa Tengah. Kasus kekerasan berbasis gender dan anak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan setidaknya dapat dilihat dari dari data PTPAS (Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kota Surakarta) ada 160 kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) pada tahun 2006, terdiri dari 125 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 35 kasus kekerasan anak, dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran.

Berbeda dengan dakwah bil lisan atau tabligh dalam penyelesaian masalah hukum pendekatan dengan berbagai metode dilakukan termasuk strategi penanganan kasus, agar korban maupun pelaku, tersangka maupun korban, penggugat maupun tergugat bisa menyadari bahwa peran ajaran agama sangat penting untuk dipegangi sebagai panduan kehidupan yang lebih baik.

Advokasi Hukum
Beberapa pendekatan dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pelayanan dalam bidang hukum merupakan berbagai kegiatan yang diamanahkan sebagaimana tercantum dalam TANFIDZ Muhammadiyah. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meski terbatas namun telah menghabiskan perhatian dan curahan pemikiran, mengingat kegiatan advokasi merupakan kegiatan pendampingan yang harus terus menerus berkesinambungan baik melului tahapan investigasi, pendampingan baik litigasi maupun non litigasi serta pemberian kecakapan hidup (life skill). Pemberian keterampilan (life skill) tersebut diharapkan akan mampu memberikan kontribusi kepada diri masing-masing peserta dan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga pada umumnya. Juga diharapkan dapat menyalurkan ilmu tersebut di lingkungan masyarakat.

Advokasi adalah pendampingan atau pembelaan hak untuk memperjuangkan berbagai kepentingan yang bertujuan mencapai keadilan sosial dan hukum, termasuk proses untuk mempengaruhi dan mengubah satu kebijakan publik agar lebih berpihak kepada masyarakat.

Selain dalam bentuk kegiatan pendampingan hukum bentuk pelayanan yang penting dilakukan dalam bidang hubungan organisasi, berbagai mitra kerja telah dicoba laksanakan seperti menjaga hubungan dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Propinsi Jawa Tengah, Perlindungan perempuan dan Anak (PTPAS) Kota Surakarta dari tahun 2003 sampai dengan sekarang, Disamping itu terlibat masuk menjadi Tim Perumus Raperda Perlindungan perempuan dan anak kota Surakarta, menjalin komunikasi dengan Radio Republik Indonesia Surakarta untuk memberikan pemahman kepada masyarakat penyelesaian masalah hukum khususnya perlindungan perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum dan MQ FM dengan sering dimintai tanggapan dan mengisi siaran ON Air maupun Off Air melalui media radio dan lain-lain.

Di tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah upaya perjuangan hukum juga dilakukan seperti gugatan ke Mahkamah Konstitusi tentang UU Migas yang mempunyai dampak luar bisa menjadi sasaran dakwah dalam bidang hukum. Belakangan juga PP mengajukan gugatan ke MK tentang tata kelola air dan berbagai masalah yang biasa dalam kehidupan sosial kemasyarakat yang mempunyai masalah hukum.

Oleh karena itu kerja keras masih harus senantiasa diupayakan agar profesionalisme dalam memberikan layanan sekaligus advokasi kebijakan dapat terlaksana, sekalipun dengan minimnya anggaran upaya melakukan berbagai kegiatan dan layanan hukum terus diupayakan dan bukan menjadi hambatan dakwah yang signifikan yang pada prinsipnya penegakan hukum dan kehidupan sosial bisa berjalan dengan baik dan rasa keadilan masyarakat bisa tercapai, sehingga visi, misi dan gerakan amal usaha Muhammadiyah bisa berjalan mewujudkan masyarakat adil sejahtera dan bagahagia dunia dan akherat bisa terwujud.

Perlu kita renungkan apa yang pernah ditulis Moeslim Abddurrahman (2003: 10) seorang muslim tidak mungkin sampai ke taraf keimanan yang sejati sebelum ia mengalami pergulatan dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan sosial sekitarnya. Dalam proses seperti itu kemampuan untuk membebaskan strukturnya sangat diperlukan, agar ia dapat berprilaku sesuai dengan dasar-dasar moralitas agama yang otentik, bukan sebaliknya berperilaku dengan hanya menuruti peranan sosiologisnya atau status yang disandangnya dalam masyarakat. Semoga sistem hukum kita semakin baik dan implementasinya memenuhi rasa keadilan. Wallahu a’lam bishawab.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Tim Advokasi Majelis Hukum dan HAM PWA Jateng, Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta.