Pendidikan Menjadi Tumpuhan ANTIKORUPSI

Oleh Muhammad Julijanto

Berita korupsi selalu menghiasi laman media cetak maupun media online. Itu artinya kejahatan korupsi masih tumbuh subur di bumi pertiwi. Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa fakta mengatakan korupsi di Indonesia menjadi problem kebangsaan yang sejak awal kemerdekaan sudah diperangi, namun hingga 73 tahun Indonesia merdeka problem itu belum tuntas diatasi, kesadaran elit penguasa sudah baik untuk mencegah, menindak dan memberikan sangsi bagi pelaku korupsi.

Dibuat berbagai perangkat aturan hukum yang dapat efektif menjerat para koruptor yang merugikan keuangan negara, namun seakan ikhtiar tersebut belum bisa menjadi gerakan yang masif, karena keuntungan koruptor masih bisa dinikmati, masih bisa diwariskan kepada anak turun koruptor, sehingga sanksi apapun yang diberikan kepada koruptor tidak memberikan efek jera, karena tidak setiap orang yang melakukan korupsi bisa terjangkau oleh hukum, adapun orang yang bisa terendus oleh hukum, hanyalah kecelakaan kecil saja dari sekian banyak praktek korupsi. Sehingga bisa diungkapkan tertangkap satu koruptor masih banyak jutaan koruptor lain yang masih bergentayangan menggerogoti keuangan negara.

Sungguh ironi yang memilukan, sementara regenerasi koruptor baru lahir dari sistem birokrasi pemerintah yang jelek, sistem audit yang tidak jujur, sistem pengawasan internal yang tidak jalan,penegakan hukum yang diskriminatif semakin menyemarakkan sumburnya generasi korup.

Ikhtiar mengerem laju korupsi tidak berhenti sampai di situ saja, upaya jitu terus digalakkan, namun di sisi lain modus-modus baru korupsi silih berganti dari mark up anggaran, manipulasi data transaksi, membuat laporan keuangan palsu, pembukaan rekening-rekening pribadi atas nama negara, yang bisa memarkir uang negara yang bisa dinikmati sendiri, proyek palsu, pencucian uang dan lain-lain.

Bahkan orang-orang di sekitar kekuasaan sering menggerogoti keuangan negara, yang tidak terendus oleh hukum karena ungkapan gajah di seberang lautan tampak, semut di pelupuk mata tidak tampak. Bisa menggambarkan hukum belum menyentuh lingkaran kekuasaan yang terdekat, sehingga banyak koruptor yang hijrah atau mendekat kepada kekuasaan dalam rangka mendapatkan akses dan perlindungan agar sukar terjerat hukum, kalaupun proses hukum bisa berjalan, penegakannya memakan waktu yang panjang dan semuanya dibuat terseok-seok berat berjalan hingga ending ceritanya putusan hukumnya ringan bahkan bisa bebas karena tidak cukup bukti.

Itulah drama penegakkan hukum terhadap koruptor kelas wahid yang ada di negeri ini. Sementara kasus-kasus kecil lebih seksi diblow up sedemikian rupa sehingga bisa menenggelamkan kasus besar yang efek dominonya lebih dahsyat terhadap sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upaya berantas korupsi tidak pernah sulut seiring dengan perlawanannya, upaya penegakkan surut maka, pesta pora para koruptor semakin menjadi-jadi. Upaya pelemahan pemberantasan korupsi akan berhadapan dengan kekuatan koruptor dari semua lini, dari pengurangan kewenangan melalui legal drafting sampai pada persoalan kecil yang berupaya untuk mengerem laju perkembangan korupsi.

Skoring untuk melihat grafik penegakkan hukum dan peringkat masih belum terasa dari jumlah negara yang disurvei lihat data berikut: Memasuki tri wulan pertama 2012, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di daerah telah memvonis bebas 51 terdakwa. Berdasarkan data ICW, vonis bebas tersebut di Pengadilan Tipikor Surabaya 25 vonis bebas, Tipikor Makasar 4 vonis, Tipikor Bandung 4 vonis, Tipikor Samarinda 15 vonis bebas, Tipikor Semarang 2 vonis bebas dan Tipikor Palembang terdapat satu putusan bebas terhadap terdakwa korupsi (Solopos, 5/3/ 2012, hlm. 2)

Indonesia masih menjadi Negara Terkorup berdasarkan indeks persepsi korupsi, Indonesia masih masuk jajaran negara-negara terkorup menurut survei Transparancy Internasional. Skor IPK Indonesia adalah 3, beranjak 0,2 dari skor tahun lalu. Indonesia menempati peringkat ke-100 dari 183 negara. Skor indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia sama dengan Argentina, Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, dan Tanzania. Skor Indonesia masih dibawah Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand. 0-10 (0 berarti sangat korup dan 10 berarti sangat bersih). Keberadaan KPK termasuk membantu meningkatkan skor Indonesia. Saat KPK berdiri tahun 2003, skor IPK Indonesia 1,9 (Kompas, 2/12/2011 hal. 4)

Tumpuan Pendidikan

Pendidikan menjadi tumpuhan berikutnya untuk mendesian generasi yang akan datang, pendidikan bisa menjadi terapi memotong generasi korup, mencetak generasi malaikat yang jujur, berakarter tidak mudah tergiur oleh materi yang bukan haknya, mereka berkerja dan mendapatkan pendapatan hanya dari jalur yang menjadi haknya, kalau bukan by name atas nama dirinya tidak mau menerima, generasi yang berkarakter akhlakul karimah yang sedang ditunggu kelahirannya, dan di situlah kawah candra dimuka lembaga pendidikan bisa menelorkan generasi harapan.

Kerja pendidikan tidak berdiri sendiri, bila produk pendidikan sudah menghasilkan generasi yang berkarakter, profesional dan berkepribadian, namun realitas sosial anomalik dengan nilai-nilai luhur yang terpatri di dunia pendidikan, maka hasilnya pun nilai-nilai yang sudah menghujam dalam benak generasi harapan bisa terkikis habis dan terjadi kontaminasi budaya masyarakat yang korup juga.

Maka alangkah bijaknya bila upaya pendidikan juga diimbangi dengan perbaikan masyarakat secara menyeluruh, tidak bisa hanya berjalan parsial. Masyarakat juga harus belajar membudayakan hidup bersih dari korupsi, sehingga akan tercipta efek snoboll yang terus menggelinding dan mewarnai kehidupan dan sistem sosialnya.

Pembelajaran pendidikan antikorupsi tidak hanya dataran teoritis-kognitif, tetapi sampai menyentuh afektif dan psikomotirik, sebagai contoh bagaimana prinsip-prinsip kejujuran ilmiah dan sifat-sifat ilmu pengetahuan yang obyektif, transparan, bisa diuji oleh siapa saja bisa diaplikasikan secara nyata dan praktis dan bisa dihayati oleh peserta didik, sejak awal pelanggaran-pelanggaran terhadap kejujuran lebih mendapatkan porsi yang lebih, sehingga tidak menjadi kebiasaan yang meracuni nilai-nilai yang lain, karena ketidakkejujuran adalah awal dari munculnya tindak pidana korupsi.

Praktek kantin kejujuran, koperasi kejujuran di sekolah menjadi modal yang bisa diaplikasikan, sistem pembelajaran yang saling mengontrol di antara para siswa ketika melakukan pelanggaran juga mulai dikenalkan, sehingga antarpeserta dididik bisa belajar menjadi pelapor bagi yang lain. Bukan tujuannya mengadu-domba tetapi membiasakan peserta didik untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan, mencegah kemungkaran.

Sementara di lapangan banyak pelanggaran terjadi, tetapi yang terendus oleh hukum sedikit, karena pelaporan dan keterlibatan masyarakat sangat rendah. Dengan peserta didik belajar menjadi pelapor terhadap pelanggaran yang dilakukan sesama rekannya, akan memberikan pengaruh pengawasan di antara mereka.

Keterlibatan keluarga juga sangat signifikan dalam mengerem laju korupsi, karena keluarga juga memberikan adil terciptanya koruptor, tidak sedikit tuntutan korupsi dimulai dari pemenuhan kebutuhan keluarga.

Seperti dalam penerimaan siswa baru tahun ini sebanyak 78.406 siswa di Jawa Tengah yang tidak lolos verifikasi surat keterangan tidak mampu (SKTM) terdepat dari penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK Negeri. Posisi siswa yang didiskualifikasi dari PPDB karena manipulasi SKTM secara otomatis diganti siswa reguler. Sehingga Polda Jateng membentuk tim khusus untuk mengusut manipulasi data dalam SKTM saat PPDB (Solopos,12/7/2018).

Maka sinergi pendidikan antrikorupsi pada lembaga pendidikan dilanjutkan penyemaian nilai-nilai kejujuran di rumah tangga sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga akan lebih efektif. Semoga kejujuran di rumah, di lembaga pendidikan, di kantor dan tempat kerja menjadi gaya hidup warga. Sehingga zero corruption berhasil, amiin

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta

Iklan

Pengembangan dan Strategi Dakwah

Oleh Muhammad Julijanto[1]

Abstrak

Dakwah menjadi cara untuk melakukan penyebaran ajaran Islam, baik yang bersifat ajakan langsung melalui cara bertatap muka, berdialog, pengajian akbar yang menghadirkan tokoh atau pembicara, dengan membawakan materi yang diceramahkan dengan semangat berapi-api di atas mimbar. Banyak cara untuk mengajar orang melakukan kebaikan, mencegah kemungkaran.

Metode pengumpulan data dikumpulkan dengan kajian literatur dan pendekatan historis gerakan dakwah.

Temuan atau kesimpulan artikel ini menemukan pengembangan model dakwah yang lebih progresif dengan memanfaatkan segala media, teknologi, dan instrumen inovatif dari berbagai dimensi sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum, dan multi pendekatan dakwah, sehingga dicapai dinamika gerakan dakwah yang lebih bisa diterima dalam kehidupan sosial yang terus berkembang dinamis.

Kata Kunci: dakwah, strategi, media, amar ma’ruf nahi munkar, perubahan sosial.

 

Pendahuluan

Dakwah merupakan upaya untuk memperbaiki tata kehidupan yang lebih  baik. Dinamika dakwah akan selalu menyesuaikan tantangan dan problematika sosial yang dihadapi. Dakwah selalu merespon apa yang telah berkembang di tengah masyarakat. Dakwah akan selalu memperbaiki kondisi sosial di setiap tantang zaman yang dihadapi. Rspon dakwah selalu aktual.

Masalah

Artikel ini akan mengupas apa yang dimaksud dengan pengembangan dan strategi dakwah?. Bagaimana strategi dakwah yang jitu sesuai dengan perkembangan zaman now? Apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi tantangan dakwah saat ini dan proyeksi kedepan?

Strategi Dakwah

Posisi dakwah adalah sebagai instrumen untuk mentransformasikan nilai-nilai Islam ke berbagai aspek kehidupan uman manusia. Dakwah juga merupakan dinamisator sehingga islam dapat berkembang. Sebalinya tanpa dakwah Islam boleh jadi terpuruk menjadi semacam amterial sejarah yang mati. Islam menjadi sistem keyakinan kita saat ini adalah konsekwensi laogis dari pelaksanaan dakwah tersebut[2].

Muhammadiyah adalah gerakan Islam, gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, dan tajdid. Organisasi yang bergerak, dinamis, cerdas dan progresif. Bukan organisasi statis, diam dan tanpa terobosan, apalagi berhenti dan berjalan mundur. Sebagai gerakan dakwah semestinya Muhammadiyah siap untuk menyegarkan model dan strategi untuk membidik komunitas dakwah yang secara tepat agar tetap up to date dan mengena sasaran., sehingga masalah teratasi dan keahiduapn dan harmni masyrakat baerjalan deangan baik.

Dakwah adalah mengatasi masalah yang ada di tengan masyarakat

dakwah

Strategis dakwah yang jitu sesuai dengan perkembangan zaman now

Rasulullah Muhammad Saw mengajarkan umatnya untuk berdakwah dengan penuh kelembutan, kebijaksanaan, dan bertahap (at-tadarruj fi ad-da’wah)[3]. Metode dakwah nabi sangat variatif dan sangat kontekstual dalam kehidupan masyarakatnya.

Bila dibandingkan dengan perkembangan zaman yang terus berubah model dakwah terus berkembang, dimana dakwah adalah upaya untuk menggarami kehidupan dengan kebaikan dan kemanfaatan. Dakwah adalah memperbaiki kondisi sosial yang kurang baik menjadi baik dan berfungsi maksimal. Dengan dakwah tata kehidupan akan berjalan lebih baik.

Pelaku dakwah sebenarnya adalah setiap umat Islam yang memiliki komitemen religius untuk memperbaiki keadaan dalam lingkup sosial-budayanya masih-masing. Komitmen religius itu dibingkai dalam kerangka amar ma’ruf nahi mungkar.

Para ulama untuk giat berdakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga dibarengi dengan dakwah melalui tulisan. Sebab dakwah melalui tulisan dapat menjadikan seorang ulama abadi meskipun ulama tersebut telah meniggal dunia[4]. Menurut Satori Ismail mencontohkan peninggalan-peninggalan dari ulama-ulama besar seperti Imam Syafii, Imam Hanafi dan imam-imam lainnya hingga sekarang adalah peninggalan berupa tulisan hasil pemikiran dan pendapatnya selama berdakwah. Peninggalan berupa tulisan tersebut menjadikan imam-imam besar tersebut masih dikenang oleh umat Islam hingga ribuan tahun.

Menurut Yusuf Mansur, mengaku sepakat mengenai adanya anjuran agar ulama-ulama juga giat melakukan dakwah melalui tulisan, tidak hanya melalui lisan. sebab dakwah melalui tulisan dakwah juga mampu menanamkan nilai-nilai yang kuat dan tidak mudah hilang dari ingatan umat Islam[5]. Dakwah secara tulisan itu dampaknya lebih dahsyat dibandingkan dengan lisan.

Model dakwah semacam ini adalah dakwah bil qolam. Penulis sendiri hingga saat ini selalu menyempatkan diri untuk menuliskan apa yang sudah disampaikan, amupuan apa yang menjadi pemikiran dan harapan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, dengan selalu menyiapkan naskah tertulis dari materi ceramah, khutbah, seminar, kajian. Maka kami juga membentuk Farum Lingkar Pena Wonogiri yang telah kami launching oleh Ibu Bupati Wonogiri Verawati Joko Sutopo 4 Maret 2018 yang telah lalu. Kami menyelenggarakan kelas-kelas penulisan, untuk membekali calon penulis.

Tokoh Muhammadiyah juga selalu menekankan gerakan literasi untuk membangun semangat membaca dan menulis. Hamka warisannya hingga saat ini menjadi karya monumental dengan Tafsir Al Azhar, itu sebagai wujud dakwah bil hal dan dakwah bil qalam.

Masalah dakwah yang saat ini harus disikapi oleh pemangku kepentinga, seperti isu kemajemukan, pemberdayaan kelompok masyarakat  rentan terhadap kekerasan seperti perempuan, anak-anak, difabel, peredaran narkotika yang sangat mengkhawatirkan generasi emas, bencana yang melanda sebagaian daerah di tanah air dan lain-lain.

Berbagai macam media yang dapat digunakan sebagai sarana mengembangkan dakwah, antara lain: radio, televisi, media sosial dan lain-lain. Setiap organisasi masyarakat Islam di Surakarta punya radio sebagai media dakwah. Mentari FM, TVMu, Salma FM Klaten, MTA FM, Persada FM, Al Hidayah FM, Hisbullah FM dan lain-lain. Praktisi dakwah dalam bidang media radio dan lain-lain.

Tantangan Dakwah saat ini dan proyeksi kedepan

Setiap masa akan menghadapi tantangan dan hambatan zamannya. Pada masa generasi dulu dakwah menjadi cara untuk mengajak, mempengaruhi, menghentikan dari perbuatan yang maksiat menjadi baik dan bermanfaat. Saat ini pun fungsi dakwah adalah memperbaiki yang menyimpang dan meluruskan kembali menjadi lebih baik.

Dakwah KH Ahmad Dahlan menganalisis masalah dan mengkategorikan dengan pendekatan yang berbeda, sesuai dengan masalah yang dihadapinya. Pendekatan inklusif, mulai dari teologi, fikih ritual, fikih ekonomi, fikih seni dan budaya, fikih kemajemukan. Beliau menerapkan pendekatan sesuai dengan objek dan masalah dakwah yang dihadapi umat.

Dakwah dalam bidang hukum merupakan masalah yang urgen saat ini. Sebab masalah hukum sejak reformasi seperti cendawan di musim hujan. Muhammadiyah melihat bahwa jihad melalui konstitusi menjadi kebutuhan nasional yang mendesak di tengah sistem penegakan hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, karena dampak yang lebih nyata pemberdayaan di tengah masyarakat luas[6]. Padahal pertumbuhan dan perkembangan bidang hukum terus meningkat seiring dengan tingkat kemajuan dan perkembangan masyarakat, termasuk himpitan masalah ekonomi yang semakin memberatkan masyarakat mengakibatkan meningkatnya masalah hukum di tengah masyarakat.

Sejak reformasi dibuka akses masyarakat dalam hukum semakin meningkat kasus-kasus hukum dari yang berat hingga yang ringan silih berganti bak jamur bertumbuhan di musim hujan. Seakan tidak ada berita yang menarik kecuali masalah hukum yang diberitakan, entah pelanggaran maupun masalah tindak pidana yang terjadi. Maka perlu menyiapkan punggawa-punggawa yang profesional dalam bidang hukum, terutama lahir dari amal usaha Muhammadiyah, seperti dibentuknya Majelis Hukum dan HAM baik di Muhammadiyah, maupun ‘Aisyiyah untuk mengatasi masalah dakwah bidang hukum.

Pemikiran mereka akan masuk ke logika umat Islam dengan menggabungkan kajian peradaban Islam yang tak terpengaruh dengan konsep budaya Barat. Dalam tahun baru Hijriah ini umat Islam harus sadar perlunya berubah, terutama dalam dakwahnya di era digitalisasi. Citra umat Islam di era cyber mendapat tantangan yang luar biasa. Semangat keislaman harus dipenuhi inovasi-inovasi baru yang diraih dengan menghimpun bibit-bibit keunggulan untuk aktualisasi keagamaan dari ayat-ayat Allah Swt. Hoax dan penangkalnya.

Pertumbuhan ekonomi syariah semakin hari semakin menggembirakan, di tengah kegalauan akibat sistem ekonomi konvensional yang tidak mampu memberikan solusi total terhadap ketimpangan dalam pembangunan ekonomi. Banyak anggota masyarakat yang terjerat hutang dalam sistem ekonomi konvensional, sehingga semakin merindukan sistem ekonomi yang lebih adil dan memberdayakan. Kebutuhan akan adanya konsep dan praktek ekonomi yang fair dan menenangkan secara keyakinan menjadi kebutuhan spiritual umat beragama. Gerakan ekonomi umat, lahirlah BMT dan perbankan syariah sebagai jawaban, sekalipun dalam perjalanannya terus diperbaiki dan ditingkatkan fungsi dan peradaban dakwahnya semakin baik di masa yang akan datang.

Islam, agama yang muncul di tanah Arab dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Beberapa dekade setelah wafatnya Nabi, Islam pun datang ke wilayah Nusantara melalui para pedagang dari Gujarat India. Inilah tonggak awal dan penting artinya bagi sejarah perkembangan Islam di wilayah Nusantara. Ketertarikan para pedagang asing ke wilayah Nusantara karena wilayahnya yang potensial untuk pengembangan usaha (baca:bisnis) dan memperoleh bahan-bahan kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh bumi Nusantara. Namun, minat yang besar dan lebih penting bagi kedatangan para pedagang Gujarat itu selain berdagang adalah berdakwah, menyebarkan Islam sebagai misi suci di jalan Allah SWT[7].

Dakwah dalam bidang politik. Mengapa dengan kekuasaan politik menjadi sangat efektif  melakukan dakwah? Itu karena orang-orang yang mempunyai kekuasaan politik tersebut  mempunyai wewenang (authority), legitimasi (legitimacy) dan pengaruh terhadap kehidupan orang banyak dalam suatu negara. Orang yang mempunyai wewenang berarti ia mempunyai hak untuk membuat kebijakan, mengeluarkan perintah dan membuat peraturan-perundangan untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bersama[8].

Tantangan yang demikian banyak dalam medan dakwah adalah bidang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dimana kemajuan iptek di samping dapat membantu memperlancar pencapaian tujuan kemanusiaan, juga dapat menimbulkan proses degradasi harkat dan martabat manusia, jika tidak dilandasi dan dibimbing oleh nilai-nilai agama dalam filsafat bangsa dan nilai-nilai keislaman. Iptek dapat berfungsi positif bagi operasionalisasi dakwah dan pencapaian harkat kemanusiaan sebagai tujuan kemerdekaan bangsa. Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan iptek sebagai bagian dari tajdid dalam realisasi Islam yang fungsional[9].

Sementara Haidar Nashir mengidentifikasi tantangan atau ancaman yang terang dihadapai Muhammadiyah adalah 1) arus sekularisme-materialisme yang tengah melanda dunia menjadi godaan sekaligus tantangan yang besar bagi warga Muhammadiyah untuk tetap memegang teguh komitmennya dalam bermuhammadiyah dan menjadikan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamiin. 2) kecenderungan radikal dalam gerakan sosial-politik dan keagamaan yang melahirkan kekerasan. 3) cengkeraman kapitalisme global yang berdampak pada pembangunan dan orientasi kehidupan yang berlandaskan profit, eksploitasi, dan memuja materi serta kesenangan duniawi dalam kehidupan masyarakat dunia. 4) ASEAN Charter dan bergesernya titik berat gravitasi geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-sosial-budaya dari Eropa dan Amerika Utara ke Asia khususnya China dapat menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi Muhammadiyah apabila tidak ditanggapi oleh Muhammadiyah secara konkret[10].

Kesimpulan

  1. Apa yang dimaksud dengan pengembangan dan strategi dakwah?.
  2. Bagaimana strategis dakwah yang jitu sesuai dengan perkembangan zaman now?
  3. Bagaimana perbaidngan strategi dakwah dari zaman ke zaman dan bagaimana perkembangannya zaman now?
  4. Apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi tantangan dakwah saat ini dan proyeksi kedepan?

Perlu kita renungkan apa yang pernah ditulis Moeslim Abddurrahman (2003: 10) seorang muslim tidak mungkin sampai ke taraf keimanan yang sejati sebelum ia mengalami pergulatan dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan sosial sekitarnya. Dalam proses seperti itu kemampuan untuk membebaskan strukturnya sangat diperlukan, agar ia dapat berprilaku sesuai dengan dasar-dasar moralitas agama yang otentik, bukan sebaliknya berperilaku dengan hanya menuruti peranan sosiologisnya atau status yang disandangnya dalam masyarakat. Semoga sistem hukum kita semakin baik dan implementasinya memenuhi rasa keadilan. Wallahu a’lam bishawab.

Daftar Pustaka

 

ACHMAD ROSIDI, “PENGUATAN INTEGRITAS BANGSA MELALUI INTERNALISASI AJARAN ISLAM” , HARMONI Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. VIII No. 32 Oktober – Desember 2009, hlm. 20.IKADI Tulisan Membuat Dakwah Ulama Abadi Sampai Kiamat, http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/15/02/12/njntxm-ikadi-tulisan-membuat-dakwah-ulama-abadi-sampai-kiamat. diakses, 13/2/2015.

Asjmuni Abdurrahman, Manhaj Tarjih Muhammadiyah Metodologi dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Haedar Nashir, Memahami Ideologi Muhammadiyah, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2015

http://www.solopos.com/2014/02/21/gagasan-ingatan-sejarah-dan-prinsip-dakwah-491891. diakses, 17/3/2014

Muhammad Julijanto, ADVOKASI DAN DAKWAH DALAM BIDANG PELAYANAN HUKUM (Menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makkasar),  https://mjulijanto.wordpress.com/category/hukum/. Diakses, 25/1/2017

Muhammad Qorib, “Sosial Budaya dakwah Muhammadiyah”, suara Muhammadiyah, 03/10, 15-29 Jumadal Ula 1439 H, 1-15 Februari 2018, hlm. 16-17.

Yusuf Mansur Ajak Ulama Ulama Dakwah Lewat Tulisan, http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/02/12/njn5qh-yusuf-mansur-ajak-ulamaulama-dakwah-lewat-tulisan. diakses, 12/2/2015.

[1][1] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajidid Pimpinan daerah Muhammadiyah Wonogiri. Makalah disampaikan pada Kajian yang diselenggarakan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Wonogiri, Sabtu, 31 Maret 2018 di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Wonogiri

[2] Muhammad Qorib, “Sosial Budaya dakwah Muhammadiyah”, suara Muhammadiyah, 03/10, 15-29 Jumadal Ula 1439 H, 1-15 Februari 2018, hlm. 16-17.

[3] http://www.solopos.com/2014/02/21/gagasan-ingatan-sejarah-dan-prinsip-dakwah-491891. diakses, 17/3/2014

[4] IKADI Tulisan Membuat Dakwah Ulama Abadi Sampai Kiamat, http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/15/02/12/njntxm-ikadi-tulisan-membuat-dakwah-ulama-abadi-sampai-kiamat. diakses, 13/2/2015.

[5] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/02/12/njn5qh-yusuf-mansur-ajak-ulamaulama-dakwah-lewat-tulisan. diakses, 12/2/2015

[6] Muhammad Julijanto, ADVOKASI DAN DAKWAH DALAM BIDANG PELAYANAN HUKUM

(Menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makkasar),  https://mjulijanto.wordpress.com/category/hukum/. Diakses, 25/1/2017

[7] ACHMAD ROSIDI, PENGUATAN INTEGRITAS BANGSA MELALUI INTERNALISASI AJARAN ISLAM , HARMONI Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. VIII No. 32 Oktober – Desember 2009, hlm. 20

[8] http://www.solopos.com/2013/03/01/gagasan-keharusan-dakwah-politik-383969. diakses, 6/3/2013

[9] Asjmuni Abdurrahman, Manhaj Tarjih Muhammadiyah Metodologi dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012, hlm. 287.

[10] Haedar Nashir, Memahami Ideologi Muhammadiyah, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2015, hlm. 9.

DINAMIKA ISLAM ZAMAN NOW Respon dan Tantangan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Oleh Muhammad Julijanto

Perkembangan Islam juga mengalami dinamika, sekalipun sumber ajarannya tetap sama tetapi proses pemahaman dan pengamalan yang berbeda sesuai dengan interpretasi dan pemahaman sang pengkajinya.

Islam masa klasik menjadi tolok ukur keberagamaan masa tersebut, yang merujuk acuannya adalah kedua sumber Alquran dan Sunnah yang tidak  akan berubah sepanjang zaman. Jika ada perubahan, maka perubahan tersebut ada rekayasa manusia untuk melakukan. Yang ada perubahan pemahman dan inovasi pemahman yang telah ada. Perubahan fatwa karena adanya perubahan kondisi sosial dan setting sosial yang melingkupinya. Sumber syariat adalah tetap apapun perubahan sosial yang terjadi.

Artikel ini berusaha berefleksi terhadap Bagaimana perkembangan Islam zaman now? Apakah ada perubahan sosial terhadap pranata ajaran Islam yang ada atau perubahan yang terjadi bukan pada doktrin tetapi perubahan pada sikap keberagamaanya, cara interpretasinya terhadap nash dan sumber rujukan tersebut? Apa tantangan keberagamaan dalam zaman now?

Ajaran Islam bersifat universal, pemahaman kepada kedua sumber ajaran Islam bersifat relatif, karena mengikuti dinamika sosial yang ada. Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi tidak akan merubah sumber autentik ajaran Islam. Ajaran Islam sudah final, tinggal bagaimana umat Islam merespon dan melaksanakan kedua sumber ajaran tersebut. Dinamika sosial yang terus berkembang tidak menyangkut doktrin.

Perubahan sosial yang terus terjadi menyebabkan pergeseran, saat ini ada upaya untuk tetap mengembalikan kepada keyaan umat Islam, baik secara aqidah-ketauhidan, ibadah-praktik pemujaan kepada sang kholiq Allah Swt yang murni tidak tercampur pada tata cara baru yang dibuat berdasarkan tren budaya-membudayakan yang tidak sepatutnya dibudayakan, muamalah, sosial, politik, hukum, budaya. Gerakan budaya keagamaan yang merasuk ke rongga dada dan menjadi lakukan sosial masyarakat.

Gerakan politik yang diinginkan adalah politik dengan nilai-nilai Islam, membawa nilai-nilai Islam, ideologi bangsa yang merasuk dalam bentuk Pancasila harus diisi dengan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan kebangsaan di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia mempunyai nilai juang yang kuat untuk melaksankan nilai-nilai tersebut dalam gerakan dakwah kemakmuran bangsa.

Politik identitas yang dicatat sebagai politik agama, memang menjadi diskusi yang menarik ketika kekuatan Islam tidak terakomodir dalam dinamikan percaturan politik nasional. Apakah politik agama akan membabi buta, sehingga akan mencerabut akar historis kebangsaan kita. Tokoh Muhammadiyah telah ikut andil untuk melahirkan kesepakatan nusantara menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI), sehingga Muhammidiyah sangat faham peran yang bisa dimainkan dalam kehidupan kebangsaan.

Muhammadiyah sudah menjadi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dalam semua lini kehidupan, gerakannya langsung menuju sasaran problem sosial yang sedang dihadapi umat, masalah kebodohan dengan gerakan pendidikan yang mengakar dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi yang tersebar seluruh penjuru negeri, bahkan PT Muhammadiyah membuka program pendidikan strata tiga (S3) untuk memenuhi kebutuhan tenaga akademis profesional dan handal, baik untuk kepentingan internal maupun eksternal. Apakah dengan adanya lembaga pendidikan Muhammadiyah akan selesai masalah pendidikan yang dihadapi bangsa ini, maka mawas diri untuk menyempurnakan ikhtiar memberikan kontribusi mengatasi masalah bangsa.

Gerakan kesehatan sudah dilakukan Muhammadiyah dengan mendirikan berbagai layanan kesehatan dasar dari tingkat bawah hingga pusat untuk mengatasi masalah ksehatan umat, bagaimana kondisi saat ini, juga masih menjadi masalah bangsa. Sehingga kualitas layanan kesehatan mestinya memberikan kontribusi bangsa lebih baik di masa yang akan datang, hal ini merupakan prestasi yang terus diukir untuk memberikan yang terbaik di mana keberadaan Muhammadiyah selalu bisa hadir dan bermanfaat.

Divisi yang baru lahir dan menjadi kesadaran kolektive akan pentingnya lembaga yang secara khusus untuk memberikan advokasi dan sekaligus memberikan bantuan mitigasi terhadap ketangguhan menghadapi bencana, yang menjadi kesadaran kita untuk bertahan dalam medan kebencanaan. Kita sadari bahwa wilayah Indonesia berada di lempengan cincin api yang menyambung antar pulau, sehingga potensi bencana sangat tinggi, dibutuhkan kesiapan warga untuk mampu melakukan survival dalam kondisi bencana apapun, meminimalisir resiko bencana, sehingga waspada dalam kesiap siagaan setiap saat dan selalu dekat dengan sang Pencipta Allah Swt. Secara rasional kita bisa memperkirakan ketangguhan dalam menghadapi aneka benacana alam yang ada di sekitar kita. Sehingga kemampuan perserikatan dalam mengelola bencana ini menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan manfaat kepada yang lain.

Respon dan tantang dakwah amar ma’ruf nahi mungkar akan terus terjadi, baik yang terstruktur dan masif maupun yang senyap dalam relung denyut nadi kehidupan umat. Putusan Mahkamah Konstitusi diakuinya aliran kepercayaan menjadi legal dalam NKRI memberikan peluang berbagai penyimpangan aqidah dalam kerangka dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Karena maksud berkpercayaan itu adalah beragama dalam kepercayaan dalam agama tersebut, bukan kepercayaan menjadi menempati posisi seperti agama atau menghantikan posisi agama. Sehingga sangat bertentangan dengan nasafat keberagamaan yang ada. Pada wilayah inilah gerakan dakwah konstibusi perlu dilakukan, sehingga masalah konstitusi yang bertentangan dengan nilai ajaran Islam menjadi wilayah dakwah dan medan perjuangan konsotitustionalitas. Sebagaimana yang telah dilakukan para pendahulu tokoh kita.

Melindungi konstitusi kita tidak bertentangan dengan nilai universal ajaran Islam menjadi tanggung jawab dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sehingga ketangguhan warga persyarikatan menjadi signifikan.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Peneliti dan Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta,  Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Wonogiri.

GERAKAN LITERASI DESA DI TAHUN POLITIK

Oleh Muhammad Julijanto

Saatnya pembangunan kota terintegrasi dengan pembangunan desa. Gerakan ekonomi kerakyatan berbasis desa terus dikembangkan. Dana desa yang menjadikan potensi desa  berkembang lebih pesat, tidak hanya dari sisi fisik infrastruktur, sarana prasarana desa yang semakin baik, tetapi bangunan mentalitas dan moral masyarakatnya tidak diperbaiki. Gerakan literasi desa menjadi tulang punggung perkembangan desa kreativif. Karena gerakan literasi sangat tergantung dari kreativitas, bila seseorang sudah kreative tentu akan produktif, tidak ada produktivitas tanpa kreativitas. Upaya terus menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk perkembangan desa lebih baik.

Ada desa yang terus merugi dan bangkrut tidak pernah keluar dari kondisi apa adanya sejak dahulu. Sejak zaman old penjajahan hingga zaman now masih saja seperti belum tersentuh pembangunan. Karena problem dasarnya adalah sumber daya manusia, kondisi alam mereka mendorong mereka berpangku tangan, hanya pasrah pada nasib. Ini adalah persoalan mentalitas, sebaliknya faktor alam bisa membangkitkan kreativitas dan produktivtas yang bisa dikembangkan dari budaya dan karakter masyarakatnya.

Tuhan Yang Maha Esa tidak akan merubah suatu kaum, kalau kaum itu tidak merubahnya sendiri. Masyarakat perlu dibantu, dibangkitkan dari mimpi-mimpi kesejahteraan tanpa ikhtiar, usaha dan kerja keras, merasa nyaman mendapatkan uluran dan bantuan tangan dari orang lain. Mentalitas menerima harus dirubah menjadi mental memberi, sementara kemampuan memberi belum punya kekuatan, lalu harus mulai dari mana, menghidupkan ekonomi pedesaan.

Riset tentang desa sudah banyak dilakukan berkaitan dengan ekonomi pedesaan. Desa menjadi basis pengembangan ekonomi kerakyatan, banyak desa yang bisa keluar dari masalah ekonomi, bila pembangunan sumber daya manusia desa dikembangkan dan diberikan skill khusus berkaitan dengan potensi alam yang bisa dikembangkan, sehingga sumber daya desa bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Konsep tentang pembangunan desa semuanya padat modal. Seperti desa binaan, pertanian dan perkebunan desa, desa wisata, desa swasembada pangan, desaku maju rakyatku makmur.

Gerakan literasi di desa dengan menyediakan bahan bacaan masyarakat, adanya perpustakaan keliling di desa, memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat desa, sehingga desa bisa keluar dari kemiskinan. Bila kita telusuri beberapa desa di Jawa saja masih banyak masalah, apalagi desa di luar Jawa. Berita terakhir kelaparan dan kurang gizi di desa Asmat Papua, ini menunjukkan ada masalah ekonomi desa yang sangat mendalam. Problem demikian perlu sentuhan dan intervensi pusat dengan asistensi dan pendampingan yang lebih baik terhadap pembangunan desa tersebut.  Sehingga aparaturnya tidak habis karena mala-administrasi keuangan.

Standar menjadi desa layak anak, desa layak perempuan, desa layak difabel, desa layak kesejahteraan rakyatnya, desa layak infrastruktur desa, paling tidak setiap desa mempunyai akses jalan masuk ke pusat desa dengan jalan yang halus, mulus dan terkoneksi sampai ke kota. Fasilitas pendidikan dan kesehatan memadai, tenaga kesehatan profesional dan stand by setiap saat, fasilitas telekomikasi-jaringan internet desa. Sehingga desa tersebut tidak terisolasi, bisa bangkit dari segala bentuk keterbelakangan.

Standar desa maju adalah desa yang mampu swasembada pangan sendiri, desa yang mampu menghidupi dirinya, dengan dana bantuan pusat atau dana alokasi desa maka infrastruktur desa menjadi nyata adanya, bukan lagi mimpi, listrik masuk desa pada tahun 1980an mestinya program ini tidak ada lagi desa yang kegelapan, desa sudah terang dan gerakan literasi dan gerakan ekonominya semakin berkembang. Listrik masuk desa, perpustakaan masuk desa, bidan masuk desa, penyuluh pertanian masuk desa, penyuluh agama masuk desa. Memang banyak desa terjadi pemekaran wilayah, satu sisi bisa berkembang lebih baik sehingga desa lebih maju. Oleh karena itu perlu dirubah konsep pembangunan desa, yaitu dengan memindahkan beberapa kantor pelayanan dari kota disebar ke berbagai desa, sehingga suatu kantor dinas tidak hanya berkumpul pada satu kelurahan atau satu desa tertentu, tetapi bisa menyebar, dengan konsep ini maka akan mendorong berbagai sektor riil akan berkembang lebih baik.

Demikian juga kampus, kehadiran perguruan tinggi dengan berbagai aneka fakultasnya bisa mendorong gerakan ekonomi dan kemajuan untuk desa. Bila setiap desa mempunyai lembaga pendidikan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK),  sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA/SMK), perguruan tinggi, alangkah berkembangnya masyarakat desa tersebut.

Kita bisa lihat betapa desa-desa yang dahulunya sepi, dan tidak ada kegiatan ekonomi dan jasa, seiring dengan dibangunnya lembaga pendidikan di daerah tersebut, membuka berbagai akses kepada masyarakat untuk berkembang desanya, dan secara otomatis kesejahteraan masyarakat akan semakin baik.

Tahun Politik

Ayo bangun desa, sampai dimana dana pembangunan desa yang menjadi program pemerintah Joko Widodo satu desa Rp 1 Miliar, sudahkah desa bangun dari mimpi kesejahteraan, atau semakin banyak  sumber daya manusia desa yang masuk bui karena keterbatasan kapasitas, kemampuan menejerial dan literasi keuangan desa. Sehingga mengelola keuangan desa secara tidak profesional, yang menyebabkan justru banyak perangkat desa yang masuk penjara. Pada tahap inilah perlu adanya pendampingan serius, agar SDM desa tidak berkurang, justru semakin baik dan berkembang desanya.

Program pemberdayaan berbasis desa sudah diluncurkan dan dijalankan, infrastruktur yang berhasil dibangun juga cukup lumayan, untuk beberapa desa yang mempunyai program yang bagus, sementara masih banyak juga program yang gagal karena karakter pengelolanya yang hanya menguntungkan dirinya dan kelompoknya, sehingga membuat desa semakin terpuruk.

Tahun politik semestinya menyadarkan para stakeholder yang akan berkiprah dalam percaturan politik, hendaknya mengkampanyekan bagaimana setiap calon anggota legislatif maupun kepala daerah secara serius memikirkan dan mencari solusi mengeluarkan daerahnya masing-masing sesuai daerah pemilihan dengan mengoptimalkan pembangunan desa, bila data-data dan kajian akademik desa secara maksimal dan solusinya bisa tepat, maka pembangunan desa akan semakin baik.

Pelajaran dari kemenangan calon dalam pilkada terdahulu dapat dipetakan menjadi: personality kandidat sebagai sosok figur yang memberikan pencerahan dan harapan baru-mimpi baru yang realistis dapat diwujudkan. Kemampuan memetakan kebutuhan dasar dan memberikan solusi dalam menjalankan pemerintahan kelak jika pasangan calon terpilih. Pengalaman dan bukti nyata kesuksesan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di daerah lain atau di lembaga yang pernah ditekuninya, menjadi modal dalam mengimplementasikan program, visi, misi di tempat yang baru. Kemampuan menjalin komunikasi dengan semua elemen masyarakat dan tanpa diskriminasi serta menjalin kepemimpinan yang elegant dan familiar dengan semua elemen masyarakat dan merakyat. Tahun politik menunggu sentuhan paslon untuk desa semakin maju semoga.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. adalah  Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta. Penulis Buku Agama Agenda Demokrasi dan Perubahan Sosial.

APAKAH KITA TERMASUK ORANG YANG BERUNTUNG?

Oleh Muhammad Julijanto Apakah kita termasuk hamba Allah yang akan beruntung dalam kehidupan dunia dan akhiratnya? Seperti apa karakter hamba-hamba Allah yang beruntung? Pembahasan Manusia hidup selalu yang dicari adalah keuntungan. Baik keuntungan diri, keluarga dan masyarakat luas. Inilah pandangan pragmatisme, yang menghendaki segala waktu yang dimiliki manusia harus mempunyai keuntungan baik materiil maupun spiritual. […]

MENTADABURI TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT Membangun Aqidah Kokoh

MENTADABURI TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT

Membangun Aqidah Kokoh

Oleh Muhammad Julijanto

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

. وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

 

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memutar matahari dan benda-benda lagit. Shalawat serta salam haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas suriteladanannya, semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran.

Marilah kita saling berwaisat iman dan takwa, sebab takwa adalah solusi setiap masalah yang kita hadapi, bila takwa sudah sirna dari setiap orang, maka perilaku yang destruktif-kemaksiatan yang lebih banyak dilakukan. Takwa kepada Allah Swt merupakan sumber keberuntungan dunia dan akherat. Semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin mendalam dan dapat dipertahankan hingga akhir hayat – walaa tamu tunna ila wa antum muslimin.

Allah Swt telah meninggikan langit, hingga tak seorang pun dapat mencapai ketinggian langit yang tak ada batasnya itu. Allah Swt menghiasinya dengan matahari di pagi hingga sore hari, dengan bulan dan bintang bertaburan yang bergemerlap bersinar di malam hari. Allah Swt juga telah melapangkan tanah dan bumi ini untuk dapat dihuni makhluk-Nya yang bernama manusia. Kita diperintahkan untuk menjelajah belahan bumi dan mengeksplorasi kekayaan alamnya. Sekaligus menikmati keindahan dan panoramanya yang tak pernah habis menunjukkan paras cantiknya. Bumi dan langit, cakrawala dunia yang membuat begitu banyak keindahan dan bukti-bukti kebesaran dan keagungan Allah Swt, Rabb semesta alam raya. Dialah Rab pencipta segala sesuatu.

Masalah

Bagaimana gerhana terjadi dan bagaimana tuntunan ajaran Islam menyikapi datangnya gerhana? Apa hikmah yang bisa diambil dari feneomana alam yang terjadi?

Jamaah yang mulia

Gerhana adalah peristiwa alam. Umat islam mensyukuri dan mentadaburi fenoemana alam sebagai tanda kekuasaan Allah Swt dengan menjalankan shalat gerhana.

Shalat gerhana matahari disebut salat kusuf dan gerhana bulan disebut salat khusuf adalah salat dua rakaat ketika terjadi gerhana matahadi atau bulan. Salat gerhana hukumnya sunnah muakadah-sunnah istimewa bagi laki-laki dan perempuan. Salat gerhana sebaiknya dilakukan secara berjamaah dan dikerjakan dua rakaat, tiap rakaat dua kali ruku’.

Sebagaimana hal ini pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan beliau mengajak kaum muslimin untuk mengadakan salat. Rasulullash Saw bersabda:

عَنْ مُغِيْرَةَ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يَومَ مَاتَ إِبْرَاهِيْمُ فقَالَ النّاسُ اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: أِنَّ الشمسَ وَالْقَمَرَ ايتان مِنْ ايَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فأذا رأَيْتموهُمَا فَادْعُوْاحتَّى تَنْكَسِفَ. (مُتَفَقْ عَلَيْهِ)

Mughiroh bin Syu’bah berkata: Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Saw, maka berkatalah manusia, “telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim, karena itu bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Gerhana keduanya (matahari dan bulan) bukanlah karena kematian seseorang. Oleh karena itu jika kamu melihat kedua gerhana hendaklah kamu berdoa kepada Allah dan salat sehingga selesai gerhana”. (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas memperingatkan kepada umat Islam bahwa apabila terjadi gerhana hendaklah melakukan salat dan berdoa. Di samping itu Nabi Muhammad Saw mengingatkan umat Islam agar peristiwa itu tidak dikaitkan dengan masalah lain, sebab gerhana adalah peristiwa alam sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Hadis ini sekaligu menjaga umat Islam dari bahaya yang dapat merusak akidah, dari memperserikatkan Allah. Sehubungan dengan hadis di atas, para ulama ahli hukum Islam menyatakan, bahwa salat gerhana hukumnya sunnat muakad artinya sunat istimewa dan sebaiknya kaum muslimin melakukaknya.

Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda, bahwa matahari dan bulan adalah dua di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bersedakahlah, bacalah takbir, dan salatlah (HR Bukhari dan Muslim).

Tentang perjalanan siang dan malam serta perdearan bumi dan matahari, serta bulan sebagaimana Allah Swt Surat Al An’am ayat 96:

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

(Allah-lah) yang Menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah Ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Fāliqul ishbāhi ([Allah-lah] yang Menyingsingkan pagi), yakni yang Menciptakan subuh.

Wa ja‘alal laila sakanan (dan menjadikan malam untuk beristirahat), yakni waktu beristirahat bagi makhluk.

Wasy syamsa wal qamara (serta matahari dan bulan), yakni Dia Menciptakan matahari dan bulan.

Husbānā (untuk perhitungan), yakni kedudukan matahari dan bulan bermanfaat untuk menetapkan perhitungan bulan. Menurut pendapat yang lain, matahari dan bulan tergantung di antara langit dan bumi, serta keduanya beredar pada orbitnya.

Dzālika taqdīrul ‘azīzi (itulah Ketentuan [Allah] Yang Maha Perkasa), yakni Pengaturan Allah Yang Maha Perkasa Menimpakan siksaan kepada siapa saja yang enggan beriman.

Al-‘alīm (lagi Maha Mengetahui) tentang pengaturan yang Dia Lakukan, Dia juga Mengetahui orang-orang yang beriman kepada-Nya serta orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.

Firman Allah Juz 15 Surat Al Isra’ [17] ayat 12

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُواْ فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلاً -١٢-

Dan Kami Menjadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami Menghapuskan tanda malam serta menjadikan tanda siang itu terang, supaya kalian mencari karunia dari Rabb kalian, dan juga supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami Terangkan dengan jelas.

Marilah kita simak firman Allah Swt surat Al Qashash [28]: ayat 70-75

وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ -٧٠-

Dan Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

 قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَاء أَفَلَا تَسْمَعُونَ -٧١-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ -٧٢-

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah Menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ -٧٣-

Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia Jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ -٧٤-

Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) Menyeru mereka, dan Berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”

وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيداً فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ -٧٥-

Dan Kami Datangkan dari setiap umat seorang saksi,** lalu Kami Katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.

 

Kesimpulan

  1. Dengan kita mentadaburi fenomena alam yang ada di sekitar kita, itu membuktikan keberadaan Allah Swt, manusia tidak akan sampai kemampuan akal untuk menangkap, hanya dengan berserah diri kepada Allah Swt. Allah maha segalanya di alam semesta ini, semuanya tunduk kepada kebesarannya.
  2. Manusia diseru untuk mensyukuri anugrahnya, yang semuanya ditundukkan untuk manusia mengelola alam semesta ini untuk kemakmurannya.

Akhirnya marilah kita memohon anugrah yang terbaik dan terindah kepada Allah Swt. Sehingga sisa kehidupan ini selalu membawa manfaat bagi diri keluarga dan bangsa. Sebagaimana Rasulullah Saw diutus untuk membawa rahmah kepada kehidupan dunia ini-wama arsal naka illa rahmatan lil ‘alamiin..

Akhirnya kita mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, dan berupaya keras memperbaiki diri dengan karya nyata yang bermanfaat kepada sesama, sehingga sisa kehidupan dapat didayagunakan dengan optimal untuk menebar kemanfaatan dan kemaslahatan fiddunnya wal akhiroh.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

 

 

 

 

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka

Departemen Agama RI, Pendidikan Agama Islam Untuk Siswa SMU Kelas II, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1995.

Tim, Al Quran Karim Tafsir Per Kata Tajwid Kode The Holy Qur’an Al Fatih, Jakarta: Insan Media Pustaka, 2013. 

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta disampaikan pada Khutbah Shalat Gerhana Bulan di Masjid Nur Rohmah Kerdu Kepik Wonogiri, 31 Januari 2018.

PERNIAGAAN YANG MENYEMATKAN

PERNIAGAAN YANG MENYEMATKAN

Oleh Muhammad Julijanto

(Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta)

 

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

فَالِقُ الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ -٩٦-

. وَ قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم:

عَنْ عاءشَةَ أَنَّ النبيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إنَّ الشمسَ وَ الْقَمَرَ ايَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ  أحدٍ ولا لحياته فَإِذَا رَأَيْتمُوْهُمَا فاَدْعُوْا اللهَ وكَبِرُوا وَتَصَدَّقُوْا وَصَلُوْا (رواه البخارى و مسلم)

 

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memutar matahari dan benda-benda lagit. Shalawat serta salam haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas suriteladanannya, semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran.

Marilah kita saling berwaisat iman dan takwa, sebab takwa adalah solusi setiap masalah yang kita hadapi, bila takwa sudah sirna dari setiap orang, maka perilaku yang destruktif-kemaksiatan yang lebih banyak dilakukan. Takwa kepada Allah Swt merupakan sumber keberuntungan dunia dan akherat. Semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin mendalam dan dapat dipertahankan hingga akhir hayat – walaa tamu tunna ila wa antum muslimin.

Jaamah yang berbahagia

Perniagaan yang baik dan menyelamatkan dibutuhkan komitmen. Banyak orang termotivasi untuk mencari untung yang sebanyak-banyak, hingga meniadakan etika dan moralitas. Mereka melakukan perniagaan yang dhalim dan menindas konsumen. Meninggalkan keberkahan dari usahanya.

Usaha yang berkah adalah suatu kegiatan usaha yang dilakukan dengan parameter dan tolok ukur syar’i. Bukan keuntungan besar dan bertambahnya aset yang ingin dikejar, tetapi sejauhmana nilai manfaat dari keuntungan yang diperolehnya. Caranya dengan cara yang lebih baik bahkan ma’ruf. Terpercaya dan unggul.

Dalam mind side pemikirannya bahwa keuntungan bisa diraih dengan banyak, bila mereka menipu dan tidak berbuat jujur kepada pelanggannya. Padahal konsumen adalah raja. Yang bisa menentukan pilihan yang merdeka ketika hendak membeli suatu produk. Maka pelayanan prima yang diharpkan pelanggan menjadi kewajiban bagi penguasahan jika ingin pelanggannya merasa dihargai dan diberikan layanan yang memuaskan. Sehingga dikemudian hari akan kembali membelanjakan hartnya untuk mendapatkan produk yang dibutuhkannya. Inilah hubungan simbiosis mutualisme, saling tolong menolong dan saling membutuhkan.

Artikel ini menguraikan bagaimana sebaiknya masyarakat berniaga yang terbaik dan yang menyelamatkan.

Masalah

Kadang kita prihatin dengan kejujuran para pedagang dan pengusaha dalam melakukan transaksi. Bagaimana padangan Alquran membimbing umat manusia mencapai muamalah yang saling menguntungkan dan menyelamatkan?

pembahasan

Firman Allah Juz 15 Surat Al Isra’ [17] ayat 35

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذا كِلْتُمْ وَزِنُواْ بِالقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً -٣٥-

Dan penuhilah takaran bila kalian menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.

Wa aufū (dan penuhilah), sempurnakanlah.

Al-kaila idzā kiltum (takaran bila kalian menakar) untuk orang lain.

Wa zinū bil qisthāsil mustaqīm (dan timbanglah dengan timbangan yang benar), yakni dengan timbangan yang adil.

Dzālika (itu), yakni memenuhi takaran, timbangan, dan janji.

Khairun (lebih utama) daripada melakukan pelanggaran dan pengurangan.

Wa ahsanu ta’wīlā (dan lebih baik akibatnya).

Kita sering mendengar berita dari wa ke wa tengtang suatu SPBU yang ketika memberikan pelayanan konsumen tidak adil, mereka menuangkan moncong pipa ke kendaraan tidak pas takarannya, tertera angkanya sekian liter dengan rupiahnya, tetapi dalam kenyataan digunakan dengan jarak jauh yang ditempuh seperti biasayanya tidak sampai. Sehingga membuat konsumen dirugikan dalam pelayanan takarn dan timbangan.

Kita juga sering melihat seorang pedagang mencampur komoditas produknya dari yang berkualitas unggul dengan dioplos dengan kualitas rendah dan dijual dengan kualitas unggul dengan mengambil keuntungan yang berlebih. Inilah perbuatan dhalim yang merugikan dan menipu konsumen sebagai rajanya dalam belanja.

Perniaga yang semacam ini merugikan diri sendiri, menjadi konsumen anti pati, kemudian hari tidak akan kembali menyambangi bahkan belanja di tempat itu. Merasa ditipu oleh pedagang tersebut. Merasa dikhianati, merasa didhalimi, merasa diingkari. Sebaliknya kita juga sering melihat seorang pedang yang jujur dan apa adanya, merasa diberikan layanan yang terbaik, yang baik dikatakan baik dan harganya tidak dilebih-lebihkan, sehingga tetap terjangkau, konsumen merasa terhibur ketikan belanja ke tempat tersebut, mereka benar-benar diperlakukan seperti raja yang bisa menentukan kebijakan dan keputusanya dalam membeli. Inilah gambaran muamalah yang saling menguntungkan dan menentramkan jiwa, membawa keselamtan dalam berniaga yang halal dan toyyiban.

Demikian juga bisnis zaman now yang mengedepankan terbangunnya kepercayaan publik dalam segala usaha yang dilakukan. Sehingga kualitas layanan menjadi kebutuhan dalam persaingan bisnis. Memang rizki seseorang tidak akan tertukar dengan orang lain. Allah Swt telah tebarkan karunia yang melimpah dalam perniagaan. Perniagaan yang sesuai dengan tuntunan itulah yang akan berkembag dan menyelematkan pelaku usahanya tersebut. Sebaliknya perilaku usaha yang tidak jujur dan mendhalimi nasabahnya, maka akan mendapatkan akibat perbuatannya.

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas beberapa hal yang harus dicatat dan diingat;

  1. Jangan kecewakan nasabahmu dalam memberikan pelayanan prima, berikan yang terbaik, maka kalian akan mendaptkan keuntungan yang terbaik pula. Sebaliknya bila pelayanan anda jelek, maka bersiaplah kalian menerima akibat dari perbuatan anda yang menyimpang.
  2. Berikan yang terbaik kelak anda akan dapat yang lebih baik lagi.

Akhirnya kita mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, dan berupaya keras memperbaiki diri dengan karya nyata yang bermanfaat kepada sesama, sehingga sisa kehidupan dapat didayagunakan dengan optimal untuk menebar kemanfaatan dan kemaslahatan fiddunnya wal akhiroh.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Daftar Pustaka

Disampaikan di masjid al falah mojoroto wonoboyo wonogiri, 2 Februari 2018