Anak dan Cerita…

Pada hakikatnya perkembangan moral anak dapat dirangsang melalui otoritas dalam cerita, yakni otoritas (sesuatu yang dibakukan) terhadap baik dan buruk. Perkembangan moral anak seyogyanya menyentuh nilai etika dasar, menyentuh aspek pikiran, perasaan dan perilaku, memiliki tempat untuk mempratekkan, dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, memperoleh dukungan dari rumah dan sekolah, sejalan dengan motivasi anak dan terkandung secara akademis melalui kurikulum[1].

Pengalamanku menanamkan nilai dengan cerita lebih merasuk kepada pemahaman anak daripada kita menyuruh langsung kepada anak. Cerita bisa merangsang imajinasi anak lebih kreatif.


[1] Tadkiratun Musfiroh, Cerita Untuk Perkembangan Anak, Yogyakarta: Navila Idea, 2005, hlm. 26.

One thought on “Anak dan Cerita…

  1. sns mengatakan:

    salam ngeblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s