MELALANG BUANA SEANTERO DUNIA

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أُنزلَ عَلَى عَبْده اْلِكتابَ وَلمْ َيجعَل لهُ عِوَجَا$ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَألِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ$

فَيَااَيُّهَا النَّاسَ اِتَّقُوْا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاَتْبِعُوْا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 

Marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah Swt atas segala nikmat dan karunianya sehingga kita dapat menjalankan berbagai kegiatan termasuk dalam rangka untuk menyempurnakan keimanan kita dengan  senantiasa taat menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun baik susah maupun gembira baik sukses maupun menandang kekalah atau kegagalan. Pada saat sibuk maupun dikala santai tidak banyak kegiatan. Dikala ditimpa musibah maunpun dikala senggang. Konsistensi keimanan dan ketaqwaan harus tetap menghunjam dalam sanubari kita.

Salawat serta salam senantiasa kita sanjungkan untuk baginda Rasulullah Muhammad Saw atas segala perjuangan mengusung ajaran rahmatan lil ‘alamiin sehingga umat manusia menyadari bahwa hakikat kehidupan adalah untuk beribadah dan mengabdi kepadaNya Allah Swt. Kita berharap mendapat syafaat dimana perhitungan amal ibadah kita selama mengarungi samudra kehidupan.

Rasulullah Saw menetapkan zakat sebagai penyuci orang berpuasa dari perbuatan dan perkataan buruk serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin (HR Abu Dawud dan Ibnu Majjah).

Berbagai persoalan kehidupan belakangan ini seperti datang tak henti-hentinya menghampiri kehidupan bangsa Indonesia. Persoalan yang datang berganti tersebut akan makin membelenggu, bila umat tidak mempunyai keteguhan diri. Keteguhan diri itu adalah meliputi aspek rohani dan jasmani. Persoalan kehidupan tersebut hendaknya dijadikan sebuah tantangan. Nilai ketangguhan diri menghadapi cobaan duniawi.

Cobalah hidup seperti sulitnya mencari pekerjaan dan sumber penghasilan harus dipandang sebagai sebuah tantangan yang mesti dihadapai dengan keteguhan rohani, yakni dengan kesabaran dan keikhlasan. Tantangan harus dapat dipecahkan, jangan sampai justru membelenggu.

Bekerja memang bukan hanya untuk mendapatkan nafkah, lebih dari itu, bekerja adalah sebuah pengakuan bahwa kita adalah manusia yang berguna.

Pada diri manusia melekat kewajiban untuk bekerja, karena itulah manusia disebut sebagai homo faber, manusia yang bekerja, sebab orang tidak merasa dimanusiakan ketika ia tidak memiliki pekerjaan.

Di sekeliling kita sekarang ini begitu banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Di sektor formal, orang yang menganggur jumlahnya lebih dari 10 juta orang. Sementara jika dihitung dengan setengah menganggur, angkanya melebihi 40 juta orang (Kompas, 14 Februari 2006 Hlm 6)..

Dunia tempat berbuat, berusaha  dan kesempatan untuk menentukan masa depan di akherat. Sikap menyalahkan takdir berarti menyalahkan Allah Swt kerap dijadikan hujjah oleh mereka yang menyangka perbuatannya benar, atau pasrah menyerah dengan kondisi tanpa upaya. Allah telah memerintahkan agar keburukan itu (yang merupakan takdir-Nya ditolak dengan kebaikan (yang merupakan takdir-Nya juga).

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS Faathir [35]: 44).

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya (QS Faathir [35]: 45). Yang dimaksud Daabbah artinya ialah makhluk yang melata. Tetapi yang dimaksud di sini ialah manusia.

(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat (Fushilat [41]: 7).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya (Fushilat [41]: 8)

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s