KEADILAN KESEJAHTERAAN TUJUAN POLITIK ?

Oleh Muhammad Julijanto

Pendahuluan

Tujuan politik adalah menyejahterakan rakyat. Politisi butuh ilmu manajemen politik dan ekonomi. Membangun sarana dan prasarana, bahkan hingga membangun perpustakaan di daerah pemilihannya agar konstituennya menjadi terdidik. Melalui buku rakyat akan semakin cerdas, sehingga ke depan akan mampu berdiri sendiri.

Masalah

Bagaimana tujuan politik, apakah sekedar mencari kekuasaan atau memanfaatkan kekuasaan untuk memperbaikan kondisi yang ada?

Pembahasan

Anjuran proklamator RI Ir. Soekarno yang terangkum dalam Trisila: pertama, kemandirian dalam bidang politik, kedua, berdikari dalam bidang ekonomi, keempat, kepribadian berbudaya dapat tercapai (Sindo, 30 /5/2008).

Dalam kancah politik nasional, partai politik tidak cukup hanya menampilkan figure dan membuat program yang bisa membawa ke perubahan yang lebih baik, tetapi diperlukan kemampuan komunikasi politik agar visi, misi, platform dan program partai bisa sampai kepada masyarakat secara jelas.

Partai modern kini selalu mengedepankan proses kaderisasi yang terukur terpantau dan berkualitas secara moral dan leadership. Oleh karena itu partai harus melakukan pendidikan politik yang menekankan pada pemahaman nilai-nilai kepartaian sejak awal kadernya dibina dan disiapkan untuk menjadi negerawan yang sejati, tidak hanya sekedar broker politik, yang cenderung pragmatis dan haus kekuasaan sesaat.

Partai sebagai tempat menyemai kader anak bangsa yang melek politik mestinya tidak hanya diarahkan pada target perolehan suara yang sesaat, tetapi lebih kepada keberlajutan estafet kepemimpinan nasional. Dari partailah akan muncul kader pemimpin terbaik yang pada masanya akan menjadi negarawan yang handal.

Fenomena dan trend rekrutmen bakal calon anggota legislative (BALEG) yang dilakukan oleh berapa partai politik setiap menjelang pemilu dengan membuka kepada masyarakat luas membawa perubahan besar pada internal partainya, sebab kader internal partai yang telah berkarir lama membesarkan partai harus mau tidak mau bersaing dengan pendatang baru dari luar partai yang barang kali vested interesnya lebih besar karena persoalan modal untuk menggerakkan roda organisasi yang bernama partai pada masa menjelang pemilu. Sementara kader internal yang bermodal idealismenya akan kesulitan atau paling tidak ada sedikit hambatan di lapangan. Dimana pragmatisme semakin menguat dan menghantui setiap langkah partai menjelang pemilu tiba.

Oleh karena itu dibutuhkan desain yang baik untuk membangun partai yang modern. Setelah banyak partai baru berguguran mentahbiskan dirinya sebagai pilihan rakyat dalam pemilu 9 April 2009, dan hanya dapat mengantarkan 2 partai baru seperti Partai Hanura dan Partai Gerindra dalam kancah poltik nasional yang lolos parlentary threshold 2,5 % perolehan suara nasional untuk mendapatkan kursi di Senayan.

Barati partai-partai yang gagal dalam memerebutkan kursi di Senayan, harus lebih getol berjuang jauh-jauh hari setelah pemilu usia, agar bisa menjadi evaluasi tentang palform partai, startegi pemenangan pemilu, bagaimana pendidikan politik dilakukan kembali, serta bagaimana pembinaan kader dilakukan mengisi dan menunggu waktu lima tahun ke depan dengan berbagai agenda penguatan masyarakat sipil melalui media partai.

Namun parsca pemilu sudah menjadi penyakit lama parpol di Indonesia bahwa setelah pemilu selesai berarti selesai pula kegiatan kepartaian untuk membina kader. Mereka bersiap kembali mengurus partai 1 tahun menjelang pemilu berikutnya. Padahal tugas pendidikan politik menjadi wilayah mutlak bagi parpol untuk membina kader dan mengembangkan kader untuk masa pemilu berikutnya.

Solusi

Merindukan partai yang konsisten melakukan pendidikan poltik selama masa jeda dari pemilu satu ke pemilu berikutnya.

Eep Syaefullah Fatah mengutip pendapat Susan C Stokes (2001) mendefinisikan mandat sebagai harapan yang dipatok oleh para politisi ketika berkampanye mengenai tindakan-tindakan yang mereka ambil jika memenangi pemilu.

Lalu kalau kalah pemilu apa yang dilakukan, tentu menang atau kalah dalam pemilu pendidikan politik menjadi core bisnis partai. Terus lindungi dan jaga terus komitmen mereka sehingga untuk masa pemilu berikutnya masih setia. Tidak pindah ke lain partai. Bagaimana partai anda sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s