KEKUATAN IKHTIAR PANGKAL KESUKSESAN SESEORANG

Oleh Muhammad Julijanto

Kemenangan bukanlah sesuatu yang tiba-tiba melainkan sebuah pencapaian yang perlu perencanaan yang matang. Perlu perjuangan, perlu pengorbanan, melalui proses yang penuh dengan keringat dan cucuran air mata bahkan tetesan darah. Jika kemenangan datang secara tiba-tiba dan tidak melalui proses hukum sebab akibat-sunnatullah, yaitu dengan perjuangan mendayagunakan semua potensi dan dedikasinya untuk mencapai apa yang diharapkan.

Kehidupan manusia penuh onak dan duri. Setiap orang akan menghadapi berbagai masalah sesuai dengan tingkat dan kemampuannya masing-masing, baik itu masalah pribadi yang spesifik maupun masalah umum yang setiap orang juga menghadapi. Tetapi di balik masalah yang dihadapi masih ada peluang, manusia dapat mengatasi masalah yang dihadapi. Bagaimana rumitnya masalah manusia hdapai masih mendapat peluang dan solusi apa yang dapat dikeluarkan untuk bangkit dan keluar dari problematika yang  mengiringi langkah hidupnya?

Masih ada peluang

Setiap manusia mempunyai peluang yang sama untuk bisa keluar dari kemelut yang dihadapi. Karena manusia diberi modal dasar yaitu hati nurani dan akal pikiran yang dapat mengatasi segala masalah yang dihadapi. Dengan hati nuraninya dia dapat membedakan mana yang baik, mana yang benar dan mana yang dapat mendatangkan manfaat serta mana yang akan menyesatkan bahkan merugikan kehidupannya.

Hati nurani merupakan suara Tuhan, di titik pertama ketika mau memutuskan sesuatu manusia sudah dibekali dengan suara Tuhan. Suara kebenaran yang memancar dari lubuk hati yang terdalam. Hanya potensi tersebut pada saat yang sama akan dipengaruhi oleh nafus dan akal pikirannya. Kekuatan keduanya akan bersaing memperebutkan dominasi masing-masing. Bila nafsu yang berkuasa berakibat destruktif langkah yang dilakukan, sebaliknya jika yang menang adalah akal pikiran maka mencari jalan keluar agar dapat menggapai kesuksesan atau kebahagiaan. Sedangkan dengan akal pikirannya manusia dapat mencari bentuk-bentuk penyelesaian masalah sesuai dengan daya pikir dan daya upayanya secara rasional.

Peluang mendapatkan solusi yang baik tersebut diisyaratkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya surat Alam Nasyrah [94]: 4-8: 4.  Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, 5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 7.  Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, 8.  Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Harapan kehidupan yang sukses menjadi dambaan setiap manusia. Tidak ada manusia yang dalam hidupnya menghendaki kesesatan, kekalahan dan kebangkrutan dari usaha yang dilakukan. Namun hidup tidak seindah apa yang diharapkan, apa yang dicita-citakan, apa yang diimpikan.

Jika apa yang dibayangkan, apa yang diharapkan dan apa yang dicitakan belum terwujud, sikap mental apa yang harus disiapkan menghadapi realitas yang sebaliknya. Tentu sikap menyadari segala kekurangan dan berusaha melengkapi dan menyempurnakan kelemahan pada masa yang akan datang. Belajar dari pengalaman masa lalu, serta berusaha mencari langkah strategis, sabar dan tawakal akan takdir yang diperoleh.

Manusia dalam mengarungi samudera kehidupan berusaha untuk meraih dua sukses sekaligus. Pertama sukses jangka pendek dan kedua sukses jangka panjang. Sukses jangka pendek adalah kesuksesan negeri dunia. Tempat manusia mendayagunakan amal kebaikan atau amal kejelekan, tempat manusia menanam, tempat manusia berikhtiar mewujudkan cita-citanya, tempat manusia berusaha dengan potensi dan karunia yang dianugerahkan kepadanya.

Al Qur’an secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu: pertemuan dengan Tuhannya, mendapat ampunan akan dosa dan kesalahannya, terbebas dari siksa api neraka, dan tinggal di surga dengan segala keindahan dan kenikmatannya yang secara otomatis dijauhkan dari neraka.

Untuk mampu menimbulkan imajinasi kreatif dalam diri kita akan tujuan jangka panjang akhirat, maka keimanan adalah kata kuncinya. Keimanan adalah sarana terbesar untuk memahami sukses jangka panjang sebelum kita berpikir dengan apa yang harus kita kerjakan. Dengan demikian, membiasakan diri dengan selalu berpikir dari akhir tujuan aktivitas kita (niat) adalah sesuatu yang penting.

Gambaran sukses negeri dunia tentu saja berbeda-beda, tergantung kedalaman hati dari orang yang bersangkutan. Namun kesuksesan dunia bisa dijabarkan sebagai peningkatan pekerjaan dan karier, kesehatan dan kenikmatan hidup, peningkatan keuangan dan rasa aman, keteguhan hati dan kepercayaan diri dan sebagainya, keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Visi sukses dunia setiap individu akan bervariasi, bergantung dari sejauhmana dia mampu merumuskan visi sukses akherat. Visi tersebut tergantung dengan nilai yang kita yakini kebenarannya. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah gerak. Hidup adalah investasi amal. Hidup adalah ikhtiar.

Di antara makhluk ciptaan Allah Swt, manusia adalah puncak ciptaan, manusia adalah makhluk beradab, manusia bila tunduk kepada ajaran suci bisa baik seperti malaikat, sebaliknya jika menuruti hawa nafsunya bisa lebih rendah dari binatang ternak.

Hanya manusia yang mendapat mandate sebagai khalifah di muka bumi, di antara seluruh makhluk Allah yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik, karena diilhamkan dalam diri manusia itu sifat keburukan (fujur) dan kebaikan (takwa) Asy Syams [91]: 8: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Hari esok merupakan misteri ilahi, tiada orang yang mengetahui apa yang akan terjadi, hanya Allah Swt yang tahu, manusia hanya bertugas berusaha berikhtiar, namun hasil akhir berada pada putusan dan takdir Allah Swt, manusia tidak bisa menentukan takdir yang akan terjadi, tetapi manusia bisa ikut menentukan takdir yang akan terjadi sebatas usaha yang telah dilakukan, hanya berusaha takdirnya sesuai dengan yang diinginkan, jika takdir tidak sesuai dengan kehendaknya, maka berserah diri setelah berusaha keras serta tawakal adalah jalan yang elegant.

Semua realitas kehidupan berada pada kendali Allah Swt, tugas hidup manusia berusaha mewujudkan dengan syukur, tawakal dan sabar terhadap apa yang terjadi, cara yang terbaik untuk merenung dan berusaha menyusun ikhtiar yang lebih baik di masa yang akan datang.

Manusia diberi kebebasan menentukan dirinya sendiri, tetapi di tengah kebebasannya manusia terikat dengan kebebasan yang dimiliki orang lain, sehingga kebebasan menjadi bebas yang terbatas. Di luar kemerdekaan manusia masih ada kuasa Allah Swt. Dan kekuasaan itulah sebagai batas kuasa manusia.

Upaya pendekatan spiritual dalam kehidupan mukmin, ketika melangkah kehidupan selalu diiringi dengan shalat istikharah sebagai jalan penentu pilihan-pilihan hidup yang sulit secara nalar manusia, tetapi lebih aman dengan pilihan Tuhan melalui jalan istikharah sebagai penguat apa yang akan dilakukan bila citanya terkabul. Jika apa yang akan dilakukan didahului dengan istikharah, berarti apa yang terjadi di masa yang akan datang adalah yang terbaik bagi manusia.

Manusia berusaha sesuai dengan hukum keberhasilan (sunnatullah). Kunci keberhasilan manusia terletak pada sejauhmana manusia berikhtiar mendayagunakan semua potensi dan kemampuannya untuk mencapai apa yang diinginkan, sehingga sesuai dengan prinsip sunnatullah.

Hati nurani manusia memancarkan suara kebenaran. Jika manusia selalu menuruti apa kata hatinya, maka insya Allah selalu dalam kesuksesan dalam arungi samudera kehidupan. Hati nurani adalah suara Tuhan, suara kebenaran yang dapat membimbing manusia ke arah kebaikan dan keselamatan.

Rasulullah Muhammad Saw Bersabda :  Amal yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling ajeg sekalipun sedikit (HR Muslim)

Rasulullah Muhammad Saw Bersabda :  Wahai semua orang, hendaklah kalian melaksanakan amalan menurut kesanggupan kalian, karena Allah tidak merasa bosan hingga kalianlah yang merasa bosan sendiri. Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilaksanakan secara terus-menerus sekalipun sedikit. Jika keluarga Muhammad mengerjakan suatu amalan, maka mereka mengerjakannya secara terus-menerus.

Sabda Rasulullah Muhammad Saw dalam sebuah haidts Qudsy Allah Swt berfirman: HambaKu senantiasa mendekat kepada-Ku dengan melaksanakan shalat-shalat Nafilah hingga Aku mencintainya. Jika aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pengdengarannya yang dengannya dia mendengar, aku menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengan tanagnnya dia bertindak, Aku menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, maka Aku benar-benar akan memberinya dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku, maka Aku benar-benar akan melindunginya (HR Bukhari).

Tolok ukur materi sukses semata tidak diimbangi dengan spiritual sukses akan memicu ketamakan, iri, dengki, frustasi, stres dan ketidak tenangan jiwa atau spirit yang diakitabkan aan memicu hal-hal yang tdai terpuji dalam mencapai tujuan atau menjalani kehidupan meraih sukses.

Sebaliknya seseorang yang memiliki keseimbangan natara material dan spiritual sukses, akan menjadi sumber inspirasi dan memancarkan positive spirit energi kesekelilingnya, lebih kretif, produktif, kesimbangan ini akan tampak setiap shalat, karena orang tersebut mensyukuri apa yang didapat sambil meniti karir ataupun usaha untuk mendapatkan yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s