BENCANA, IDUL ADHA DAN SOLIDARITAS

Oleh Muhammad Julijanto

 اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر كَبِيْرَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرَ وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّ اَصِيْلاً. الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 وَ قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خُدُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ {رواه مسلم وابوداود والنسائى} صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ

Jama’ah Shalat Idul Adha Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga kepada kita sekalian semoga kenikmatan tersebut dapat kita daya upayakan semaksimal mungkin untuk mencapai kemanfaatan di dunia ini. Salawat serta salam kita haturkan kehadirat Baginda Rasulullah Muhammad Saw. atas segala perjuangan dan telandannya. Membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Dengan sejarah yang gemilang telah mengantarkan tata kehidupan yang harmonis dan keseimbangan pemenuhan kebutuhan antara investasi untuk kesejahteraan dunia dan investasi amal soleh untuk menyongsong kehidupan ukhrawiyah dengan berpacu dalam amaliah khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran dan kemadhorotan. Itulah suri tauladan agung yang telah ditorehkan sejarah Islam dengan tinta emas, sebagai model insan kamil yang harus diserap dalam kepribadian umat Islam.

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt dengan cara mengamalkan perintahnya, menjauhi larangannya, melanjutkan misi kenabian Rasulullah Muhammad Saw dengan berakhlak al karimah-akhlak yang terpuji. Sebab dengan akhlak al karimah insya Allah kehidupan dunia ini akan semakin tertib, semakin damai dan sejahtera.

 Haji

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Adha Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia

Perjalanan haji adalah perjalanan spiritual yang dilakukan oleh anak manusia, banyak simbol yang terbentang pada fenomena ibadah haji yang dilakukan oleh semua kaum muslimin sedunia. Banyak cara yang dilakukan oleh orang untuk berusaha menjadi hujjat-menjadi tamu Allah, untuk mengupayakan kemampuan ekonomi sebagai pra syarat dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan utuh.

Meningkatkan ekonomi keluarga menjadi solusi arif dan bijak, sehingga ibadah ini tidak menterlantarkan keluarga besarnya yang papa atasi ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup di tengah kemiskinan. Labaikallahumma labaik lasyarika laka labaik inna hamda wa nikmata laka walmulk lasyarika laka Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah. Bagi umat Islam yang secara ekonomi mampu untuk menunaikan ibadah haji-berhaji menjadi satu kewajiban yang harus dilakukan. Hakikat ibadah haji merupakan muktamar umat Islam dari seluruh dunia, semua shalat menghadap kiblat ke Ka’bah baitullah. Kurang lebih empat juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah dan mengumandangkan keagungan, kebesaran dan kekuasaan Allah Swt dengan takbir Allahu akbar walillahilham, tahmid, dan tahlil secara terus menerus. Manusia terasa kecil laksana buih di lautan, hanya keagungan dan kekuasaan Allah yang nampak, bersimbah sujud taqarub-mendekat kepada sang Khalik Allah Swt. Ibadah haji laksana perjalanan menju kampung akherat untuk bertemu dengan Allah Swt kendaraan yang digunakan bagaikan keranda mayat yang akan membawa kita. Pakaian ihram yang serba putih laksana kain kafan. Dan Padang Arofah yang panas bagaikan Padang Mahsyar. Pasrahkan semuanya kepada Allah Swt. maka tak ada yang lebih pantas dilakukan seorang hamba selain mengerjakan amal saleh. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam al Kahfi, 18:110:

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Kurban

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Adha Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia

Teladan dari keteguhan iman dan loyalitas Ibrahim terhadap perintah Allah merupakan teladan yang perlu kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Jika pada masa dulu Ismail menjadi simbol kurban untuk menguji keimanan Ibrahim, kini yang menjadi “Ismail-Ismail” tidak hanya dalam wujud hewan kurban, tetapi bisa segenap milik kita – bahkan diri kita – bisa menjadi simbol kurban untuk menunjukkan keteguhan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

Semangat kurban inilah yang barangkali mutlak sekaligus relevan dikedepankan dalam konteks kehidupan kebangsaan kita dewasa ini, saat bangsa mengalami krisis multidimensi yang tak kunjung reda. Selain itu sebagian saudara-saudara kita ada yang sedang menghadapi musibah Erupsi Gunung Merapi, Tsunami, banjir, tanah longsor, banjir lumpur dan wabah penyakit yang diakibatkan oleh bencana alam yang melanda mereka. Relevansi dan signifikansi lain dari Idul Kurban berkait erat pesan moral kemanusiaan dan solidaritas sosial. Digantinya Ismail yang sedianya akan dikurbankan oleh Ibrahim dengan seekor hewan sembelihan yang besar, sesungguhnya mengindikasikan betapa Allah Swt menghormati manusia dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Karena itu Allah tidak memperkenankan dan sangat melarang manusia mengorbankan manusia yang lain. Allah tidak haus darah dan tak butuh keratan daging dari jasad yang dikurbankan. Karena pada prinsipnya, syariat berkurban dengan menyembelih hewan yang telah memenuhi kualifikasi dan kriteria tertentu, bukan diperuntukkan untuk Tuhan, yang akan sampai dan diterima Allah hanyalah niat ikhlas dan ketakwaan kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat (Al Hajj: 37):

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Ibadah kurban diartikan bahwa manusia perlu mematikan (menyembelih) nafsu-nafsu hewaniyah yang acap kali muncul dari dalam diri manusia itu sendiri. Nafsu-nafsu hewaniyah, ego-geo yang tidak perlu ini sering menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat. Penyembelihan kurban juga berarti umat Islam dituntut selalu rela untuk mengorbankan hal yang paling bermakna, paling dicintainya.

Masalah Umat dan Bangsa

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Adha Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia Berbagai macam bencana yang muncul seakan merupakan peringatan Allah Swt, bahwa kita sebagai hamba telah mulai meninggalkan-Nya, kita mulai asyik dengan kehidupan duniawi, melupakan atau menyepelekan kewajiban-kewajiban sebagai makhluk ciptaan-Nya. Bahkan bukan saja melupakan kewajiban, tetapi kita sudah berani terang-terangan menentang berbagai syari’at-Nya. Berbagai penyimpangan dan kejahatan mewarnai perjalanan tahun ini. Mulai dari kasus korupsi, pembalakan liar, penggundulan hutan, pornografi, dekadensi moral, dan lain-lain. Berbagai penyimpangan itulah yang semakin menjauhkan negeri kita dari keberkahan.

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Padahal negeri kita memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, namun seakan semuanya tidak ada artinya, mengapa semua itu dapat terjadi?. Jamaah yang berhagia Karena pemimpin tidak amanah, bangsa kita tidak mampu bersyukur atas segala nikmat yang luar biasa ini. Bangsa ini terlalu sombong kepada Sang Pencipta keindahan ini, bangsa ini sedikit memiliki rasa terima kasih kepada Sang Khaliq Allah Swt. Sang pemberi kekayaan alam. Allah Swt berfirman dalam surat al A’raf 7: 96:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Sikap yang harus diambil

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Sudah saatnya kita instrospeksi diri dan berusaha untuk memperbaiki diri, lingkungan, masyarakat dan bangsa, agar kita tetap optimis menghadapi kehidupan sesulit apapun dengan selalu berpegang teguh pada akidah dan keimanan yang benar kepada Allah Swt, tidak melakukan kemusyrikan, tidak pula melakukan kejahatan terhadap manusia, maupun kejahatan kepada alam. Akhlak dan moralitas kita perbaiki, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menjaga moralitas pemimpin dan warganya. Moral dan akhlakul karimah merupakan pedoman berprilaku yang baik di tengah masyarakat, seperti halnya berlaku jujur, kerja keras, gotong-royong, tolong-menolong, kerjasama dalam kebaikan dan takwa, hormat-menghormati, saling mengasihi, dermawan, dan kepedulian sosial di antara warga, ta’awanu ‘ala birri wala ta’awanu ‘ala itsmi wal ‘udwan, mencegah kemungkaran-mengajak kebaikan, toleransi, berlaku adil dalam segala hal.

 اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Sebaliknya kita menghindari akhlak yang tercela–akhlakul madzmumah, seperti iri dengki, takabur-sombong, khianat, berjudi, minum-minuman yang memabukkan, berzina, berselingkuh, menganiaya diri sendiri, merusak alam, merusak masyarakat, seks bebas-free seks, melanggar kode etik profesi dan perbuatan yang menyebabkan kesengsaraan di tengah masyarakat. Oleh karena itu dalam rangka kita menunaikan ibadah haji dan ibadah udhiyah-menyembelih hewan kurban kita dapat ambil pelajaran dari perjalanan ibadah haji. Momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara memperbaiki ketaatan kepada-Nya. Berkurban merupakan bukti ketaatan seorang hamba kepada Khaliq. Inilah salah satu sunnah yang harus dilakukan oleh seorang muslim yang memiliki kemampuan. Menyembelih kurban merupakan amal kebajikan yang paling utama, karena mengikuti jejak Nabi Ibrahim As. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw

Penutup

 اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Sebagai kesimpulan khutbah di atas, antara lain:

Pertama, Bencana yang terjadi merupakan ujian dari Allah Swt kepada manusia untuk menguji sejauhmana keimanan kita kepadaNya, apakah kita tetap tabah, istiqamah, bersyukur, atau kufur, dan berbuat maksiat kepada-Nya.

Kedua, Haji sebagai rukun Islam yang kelima wajib bagi yang mampu sekali dalam seumur hidupnya. Haji mabrur balasannya surga.

Ketiga, Ibadah kurban sebagai manifestasi iman dan ketaatan kepada Allah Swt. Kita sembelih nafsu-nafsu hewaniyah yang ada pada diri kita dan kita ganti dengan nafsu mutmainnah. Agar kita cenderung kepada kebaikan dan kebenaran.

Keempat, Sebagai solusi masalah bangsa dan masyarakat, dengan beriman secara benar, bertaubat dari segala bentuk kemaksiatan yang telah kita lakukan, senantiasa bersyukur atas segala anugerah, secara sosial kita tingkatkan kepedulian dan solidaritas sosial, senantiasa berakhlakul karimah, sehingga masyarakat akan damai, sejahtera dan selalu dalam lindungan Allah Swt.

Akhirnya marilah kita mohon kepada Allah Swt agar apa yang kita lakukan senantiasa membawa kemanfaatan, mendaatkan kebaikan dan keselamatan, semoga saudara kita yang menunaikan ibadah haji dari persiapan berangkat, pelaksanaan rukun, wajib dan sunnah haji dengan tertib lancar dan sehat serta sekembalinya dari tanah suci menjadi haji mabrur, membawa kemanfaatan bagi diri maupun masyarakat. Bagi saudara kita yang sudah penah menunaikan ibadah haji bisa mempertahankan kemabrurannya dengan menjadi suriteladan di tengah masyarakat memakmurkan kehidupan keagamaan, memberikan kemanfaatan yang lebih terhadap masyarakat bangsa dan negara. Bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji dilapangkan rizkinya dan dimudahkan dalam segala usahanya, sehingga pada waktunya dipanggil Allah Swt untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, dan bagi saudara kita yang menghadapi musibah diberi ketabahan, kesabaran dan dimudahkan dalam usahanya untuk bangkit dan kembali berkarya untuk memenuhi hajad hidupnya secara normal, dan semoga kita dijauhkan dari segala musibah dan bala bencana.

 اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ِ

 

 بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Muhammad Julijanto adalah dosen STAIN Surakarta Disampaikan pada Khutbah Idul Adha 1431 H, Rabu, 17 November 2010 di Halaman Masjid Al Falah Wonoboyo Wonogiri.

DO’A KHUTBAH IDUL ADHA

 اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَائِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لِيُخْرِجَنَا مِنَ الضُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَيَجْعَلَنَا مِنْ خَيْرٍ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ ارْزُقْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَشَأْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَتِجَارَةً لَمْ تَبُوْر. اَللَّهُمَّ بَلَغْنَا زِيَارَةَ الْحَرَمَيْنِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s