TUNAS BANGSA JANGAN LAYU SEBELUM BERKEMBANG

Oleh Muhammad Julijanto

Masa muda masa pertumbuhan dan perkembangan. Dengan melengkapi diri dengan berbagai kemampuan dan kecakapan serta ilmu pengetahuan. Pemuda di masa yang akan datang menjadi pelanjut estafet kepemimpinan umat. Dia yang akan mengawal perubahan sosial. Sebaliknya masa muda juga masa yang rentan terhadap kekerasan, penyelewengan dan kriminalitas. Berita terakhir kebanyakan kejahatan dilakukan oleh anak muda. Termasuk bom bunuh diri di Hotel Ritz Chaltton dan JW Mariot Jakarta dilakukan oleh anak muda.
Berdasarkan data Badan Narkotika Provinsi Jawa Tengah (BNP) selama empat tahun terakhir di Jateng terdapat 3.143 kasus narkoba dan sebanyak 4.121 orang ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah tersangka kasus tindak pidana narkoba meningkat rata-rata naik 154 orang tiap tahun (Suara Merdeka, 26/6/2010).

Peredaran narkotika di masyarakat sangat mengkhawatirkan masa depan generasi muda bangsa, tunas-tunas yang akan tumbuh justru layu sebelum berkembang karena akibat konsumsi narkoba. Apalagi sebanyak 70 % korban narkoba adalah remaja berusia antara 16-21 tahun, yang notabenenya adalah generasi muda penerus perjuangan bangsa.

Laporan United Nation Programme on HIV/AIDS (Unicef ), dan World Health Organization (WHO) tahun 2002 menyebutkan bahwa masa remaja kerapkali digunakan untuk bereksperimen dengan narkotika dan alkohol.

Bagaikan dua sisi mata uang. Potensi generasi muda bisa menjadi ujung tombak perubahan, namun di sisi lain juga menjadi ancaman bila mendapatkan milliu yang salah. Maka dalam pergaulan anak muda harus pandai memilih dan memilah mana yang sekiranya bisa menjadi tempat untuk mengembangkan diri menjadi manusia utama. Karena pergaulan akan menentukan keberhasilan seseorang. Jika pergaulannya dengan orang-orang yang berprestasi maka dia akan termotivasi untuk maju, sebaliknya jika pergaulannya bersama orang-orang yang suka hura-hura dan menghambur-hamburkan waktu hanya untuk kesenangan saja, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan mentalnya.

Oleh karena itu orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bermain dan berkumpul, apakah negatif atau mendatangkan kebaikan, jika cenderung negatif laranglah dan berikan alternatif sehingga anak menemukan kenyamanan dalam pergaulan yang positif.
Menurut Kamus Besar Bahasa Undonesia (1990: 661) kata pemuda n orang muda (laki-laki). Sedangkan pemudi n orang muda (perempuan); remaja putri; gadis. Pada masa revolusi para pemuda juga ikut mengangkat senjata.
Menurut Kamus Al Munawir Arab-Indonesia Lengkap (1984: 111) kata Ftiya-yaftii-fataa artinya muda, al fataa artinya pemuda, anak muda. Entri pemuda sering dihubungkan dengan berbagai persoalan tentang anak muda, dalam terminologi psikologi berhubungan dengan golongan manusia yang mempunyai umur antara anak akil baligh hingga dewasa, yang dikenal dengan masa remaja, atau masa pertumbuhan secara biologis maupun psikologis, yaitu masa untuk pembentukan dan pencarian identias diri dalam pergaulan.

Pada generasi awal kedatangan Islam, kelompok pemudalah yang menjadi pelopor dalam setiap perubahan yang terjadi, dari persoalan-persoalan yang menentang kebenaran generasi lama yang sudah dinamis.
Pada masa revolusi maupun reformasi peranan pemuda begitu sangat menonjol terutama dalam mengendalikan perubahan yang terjadi dari pergeseran politik maupun pergeseran yang diakibatkan oleh faktor alam.

Anak adalah pemuda dan orang dewasa di masa yang akan datang. Pepatah Arab mengatakan subbanul yaum wa rijalul ghadd. Mereka adalah penentu masa depan. Jika mereka baik, akan baik pula masa depan umat dan bangsa, sebaliknya jika mereka rusak, akan rusak pula masa depan umat dan bangsanya.
Imam Ali As berkata di dalam sebuah bait syairnya: doronglah anakmu kepada adab yang baik di masa kecil agar kelak kedua matamu senang melihatnya ketika besar. Sesungguhnya menanam adab yang baik di masa kecil tidak ubahnya dengan memahat di atas batu. Di adalah harta simpanan yang senantiasa berkembang yang tidak akan dihancurkan oleh peristiwa apapun.

Keluarga dan anak adalah sel-sel pembentuk masyarakat, kebaikan mereka akan memberikan pengaruh kepada kebaikan masyarakat secara keseluruhan.
Rasulullah Muhammad Saw Bersabda : Didiklah anakmu memanah, menunggang kuda, dan berenang (HR Bukhari). Berilah anakmu pendidikan dan keterampilan. Agar mereka dapat mengatasi masalah dalam kehidupan di masanya.

Apa yang harus dilakukan? Subbanul yaum wa rijalul ghadd – pemuda sekarang dan menjadi orang tua di masa yang akan datang. Pemuda mempunyai ciri-ciri energik, penuh dengan semangat, jiwanya masih labil dalam mencari jati diri, mencari bentuk ideal dirinya di masa yang akan datang, pemuda mempunyai masa monding-masa yang belum stabil dalam pencarian dirinya. Pencarian diri bisa melalui kegiatan organisasi, kegiatan keagamaan, membaca, mendengarkan ceramah motovasi dari orang-orang berprestasi di bidangnya. Belajar pada orang yang tepat, berguru kepada orang-orang yang berprestasi di bidangnya baik secara langsung maupun tidak langsung, baik tatap muka maupun dengan media seperti buku-buku karyanya, mengunjungi situs-situs internet yang dia kelola. Menuntut ilmu sebanyak mungkin, menguasai berbagai keterampilan untuk menyongsong kehidupan pada masa yang akan datang.

Mampu beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah dan menantang jiwa mudanya. Memupuk jiwa kepemimpinan dengan berorganisasi baik di lingkungan sekolah seperti Osis, Pramuka maupun organisasi ekstra sekolah seperti kepanduan, organisasi pelajar seperti, PPI, IPPNU, IRM, Pemuda Muhammaddiyah, Pemuda Anshor, Fattayat NU, KNPI, bagi mahasiswa ada ormas pemuda mahasiswa seperti HMI, PMII, IMM, KAMMI.
Ibnu Sina dalam bukunya Siyasatul Awlad mengatakan bahwa hendaknya seorang anak bergaul dengan anak-anak sebayanya yang memiliki etika yang lebih baik dan sepak terjang yang terpuji. Hal itu karena sesungguhnya pengaruh seorang anak terhadap anak lain yang seusia lebih mendalam, lebih berkesan, dan lebih dekat dengannya.
Al Ghazali mengatakan dalam kitabnya Ihya ’ulumuddin sesungguhnya Allah Swt berfirman ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (At Tahrim [66]: 6).

Betapapun upaya seorang ayah untuk memelihara anaknya dari api dunia, maka memeliharanya dari api negeri akherat sudah mesti harus lebih diprioritaskan. Adapun jalan untuk itu ialah harus dengan mendidiknya, membersihkan pekertinya, mengajarinya akhlak yang terpuji, dan menghindarkannya dari teman-teman yang buruk, dan tidak menugaskan untuk memelihara dan menyusuinya kecuali hanya wanita yang shalihah lagi memakan makanan dari hasil yang halal.
Bagaimana mencegah kenakalah remaja? Mengapa pemuda mudah tergelincir ke jurang kenakalan atau juvanil delequensi
Dan bersama dengan dia masuk pula kedalam penjara dua orang pemuda (menurut riwayat dua orang pemuda itu adalah pelayan-pelayan raja, seorang pelayan yang mengurusi minuman raja dan yang seorang lagi tukang buat roti). Berkatalah salah seorang di antara keduanya. Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur. Dan yang lainnya berkata: ”Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung”, berikanlah kepada kami ta’birnya; Sesungguhynya kami memandang kamu termasuk orang-orang bagi kami (menta’birkan mimpi) (Yusuf [12]: 36).
(ingatlah) tatkala pemuda itu mencari tempat berlindung kedalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). (Al Kahfi [18]: 10). Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk (Al Kahfi [18]: 13).

Kita masih ingat tentang penghargaan Rasulullah kepada Tokoh-tokoh muda di zamannya. Kita misalnya cukup akrab dengan kisah penunjukkan Usamah bin Zaid pada waktu itu masih berusia belasan tahun – oleh Rasulullah untuk menjadi panglima salah satu eskpedisi militer terbesar, Mu’tah di akhir hayat beliau meskipun harus mengundang resiko protes para sahabatnya.
Hadis Nabi: ”Jika seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun, sedang ia belum melakukan hal-hal yang berarti, maka sia-sialah hidupnya.” bandingkan dengan peribahasa populer Bahasa Inggris yang menyatakan bahwa hidup baru mulai pada usia empat puluh tahun (life begins at forty).
Saat ini kita berada dalam masa percobaan dan ujian. Jika kita setapak demi setapak kembali kepada ajaran Islam, insya Allah dunia ini akan berubah.

Pembinaan generasi muda mempunyai elan vital dan nilai strategis dalam rangka membangun kesadaran moral spiritual sebagai landasan gerak dan perilaku sosial di tengah kehidupan dan persaingan global. Karena mereka merupakan asset umat, bangsa dan negara yang akan menerima estafet kepemimpinan umat, sehingga pembinaan kerohanian merupakan pribadi yang utuh sebagai insan kamil.
Al Qur’an bagi seorang muslim merupakan paradigma dan tolok ukur kehidupan dalam mencapai kesuksesan hidup baik secara materi maupun secara rohani. Dan sebaik-baik moral adalah perilaku rasul yang merupakan manifestasi dari pemahaman dan pengamalan kandungan Al Qur’an dalam berbuat dan bertingkah laku secara individu maupun secara kolektif di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman dan penanaman nilai-nilai ajaran Islam sehingga mampu menopang gerak dan dinamikanya dalam menatap masa depannya. Suatu generasi dilahirkan untuk suatu generasi atau masa. Akan tetapi para Nabi/rasul untuk dilahirkan untuk sepanjang zaman dan masa. Sosok dan kepribadian yang menerangi seluruh zaman.

3 thoughts on “TUNAS BANGSA JANGAN LAYU SEBELUM BERKEMBANG

  1. sakti mengatakan:

    masa muda masanya para remaja… yang selalu merasa gagah… tak pernah mau mengalah…

    jadi ingat lagunya Bang Rhoma Kang.
    Salam kenal sesama Wonogiri.

    • muhammadjulijanto mengatakan:

      masa muda masa menanam kebaikan, masa mudah masa beraktualisasi, masa muda masa membekali segala kelengkapan menghadapi masa depan, kegagalan masa lalu menjadi modal memperbaiki masa yang akan datang. Bangsa yang besar bangsa yang menghargai dan memperhatikan tumbuh kembangnya generasi muda. Jika orang tua generasi tua lalai membekali generasi, maka jelas masa depan kaumnya akan berubah. salam kenal

    • muhammadjulijanto mengatakan:

      makasih selamat mengisi masa muda dengan sensasi kebaikan agar lebih berati di masa yang akan datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s