MISTERI PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

Oleh Muhammad Julijanto

Realitas penegakan hukum nasional masih jauh api dari panggang. Hal tersebut terbukti masih lambannya penegakan hukum, penegakan hukum masih sebatas sebagai pemanis bibir dari penguasa atau rezim. Belum secara sungguh-sungguh menyentuh akar persoalan. Setiap ada masalah hukum yang sudah masuk dalam proses hukum belum mampu menyentuh subtansi masalah yang ditangani. Bahkan kalaupun proses hukum berjalan keadilan tidak sepenuhnya berpihak pada kebenaran.

Sementara salah satu ciri negara demokratis adalah adanya penegakkan hukum yang tidak pandang bulu, keadilan untuk semuanya. Lembaga peradilan sebagai penjaga gawang terakhir sering kali lolos dari pengawalan. Bahkan banyak kasus hukum yang diputus bebas karena tidak terbukti secara hukum. Kemampuan aparat penegak hukum masih sangat belum berpihak kepada hukum yang sesungguhnya.

Fungsi rule of law

Masalah keadilan menjadi perbincangan dan wacana masyarakat. Masalah keadilan hingga saat ini menjadi persoalan yang sulit untuk diwujudkan, tetapi bukan tidak mungkin diwujudkan, karena sikap dan perilaku manusia yang lebih condong menuruti hawa nafsunya, dengan menuruti hawa nafsu jelas keadilan tidak akan terwujud.

Sebab keadilan adalah sifat Tuhan yang harus diwujudkan manusia dengan kesadaran dan integritas yang tinggi. Tanpa integritas perwujudan keadilan sulit tercapai. Sifat adil mendekati takwa dalam bahasa agama. Takwa sebagai solusi semua masalah baik pribadi maupun kebangsaan. Keadilan menjadi mahal harganya. Karena pelaku keadilan memperjual belikan. Bukan bersadarkan hati nuraninya. Nafsunya masih mendominasi dalam pengambilan keputusan. Bukan lagi kejernihan dalam memandang suatu masalah. Sehingga yang lebih dominan dalam porsinya adalah nafsu berkuasa.

Jika kekuasaan adalah amanah, maka upaya mewujudkan amanah itu harus berdasarkan rasa keadilan. Agar keadilan tidak mahal manusia harus kembali meluruskan niat dan menjauhkan kepentingan diri dan kelompoknya dalam mewujudkannya.

Menegakkan keadilan memang dibutuhkan mental yang kuat. Dan kepercayaan bahwa keadilan adalah hak semua orang dan tidak memandang strata sosial dan status serta kekayaan. Jika penegakkan keadilan hanya membela kelompok yang punya, maka keadilan tidak berpihak kepada yang lemah dan miskin.

Beberapa hambatan dalam penegakkan keadilan. Antara lain; manusia lebih condong kepada kebenaran formal. Sementara rasa keadilan belum menyentuh pada masalah yang mendasar. Moralitas aparat penegak hukum rendah sangat terkait dengan hasil capaian penegakan hukum. Formalitas hukum tercapai subtansi keadilan tidak terpenuhi. Sehingga kasus hukum akan selalu terus terluang. Dan tidak menimbulkan efek jera bagi yang lain.

Keadilan beraneka ragam, seperti keadilan ekonomi, keadilan hukum dan keadilan dari segala bentuk penganiayaan. Mahalnya keadilan disebabkan perilaku manusia yang memperdagangkan hukum sesuai dengan selera mereka. Keadilan hanya terbatas pada orang-orang yang mampu, sekalipun yang dilakukan adalah kemungkaran dan kejahatan sekalipun. Hal ini sangat merugikan.

Konsep keadilan dalam hukum adalah keadilan yang dapat mewujudkan ketenteraman, kebahagiaan dan ketenangan secara wajar bagi masyarakat. Bagaimana keadilan dalam hukum ini dapat dilihat secara nyata dalam praktek pelaksanaan hukum, antara lain apabila keputusan hukum yang dijatuhkan oleh aparat penegak hukum telah mampu memberikan rasa ketenteraman, kebahagiaan dan ketenangan bagi masyarakat dan mampu menumbuhkan opini masyarakat bahwa hukum yang dijatuhkan sudah adil dan wajar.

Dalam penegakkan keadilan bukan saja hanya hakim yang dituntut untuk menjatuhkan putusan yang adil, tetapi undang-undang itu sendiri (hukum) haruslah yang mengandung rasa keadilan sekaligus hukum yang dapat merubah keadaan social seperti hukum yang memungkinkan rakyat kecil siapapun pencari keadilan akan memperoleh peluang yang sama untuk mencapai kehormatan yang lebih baik. Bukan sebaliknya hukum hanya berpihak kepada kelompok tertentu yang menguntungkan bagi penegak hukum sendiri.

Upaya kontrol

Ada tiga komponen yang memungkinkan ditegakkannya hukum dan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Pertama, diperlukan adanya peraturan hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Perangkat hukum yang pro keadilan dan pro kebenaran. Aturan yang baik paling tidak dapat menjamin terhadap hak-hak rakyat dan perlindungan hukum. Oleh karena itu hukum yang diskriminatif harus diamandemen, sesuai dengan rasa keadilan dan perkembangan masyarakat.

Kedua, adanya aparat penegak hukum yang profesional dan memiliki integritas moral yang teruji. Carut marutnya penegakan hukum karena penegak hukum tidak konsisten dengan ilmu hukum dan moralitasnya. Hukum hanya sekedar formalitas atau prosedur, sementara subtansi keadilan kurang disentuh. Sehingga penegakan hukum hanya mandul. Kebutuhan akan keadilan semakin signifikan, sehingga adanya catur wangsa (polisi, jaksa, advokat dan hakim) termasuk pegawai lembaga pemasyarakatan yang seimbang dalam jumlah, kualitas dan profesionalitasnya, menuntut lembaga penegak hukum berbenah diri atau mereformasi diri agar lebih kredibel dipercaya rakyat dalam menjalankan tugas fungsi pokoknya (Tupoksi). Berdasarkan hasil penelitian perkara yang didampingi oleh advokat menyebabkan hakim, jaksa dan aparat hukum akan berdiri secara seimbang dalam menangani sebuah perkara, sehingga orang yang berperkara tidak dipermainkan secara diskriminatif oleh aparat hukum baik polisi, jaksa maupun hakim di ruang sidang. Itulah makna kehadiran advokat dalam ruang sidang akan sangat menentukan adanya peradilan yang fair dan jujur.

Ketiga, adanya kesadaran hukum masyarakat yang memungkinkan dilaksanakannya penegakkan hukum secara konsisten. Kesadaran hukum tidak hanya sekedar dimiliki oleh aparat penegak hukum, tetapi kepedulian segenap stakeholder termasuk kelompok strategis, elemen masyarakat sipil menjadi pengawal hukum yang efektif, termasuk pers yang bebas dan bertanggung jawab. Terungkapnya plesiran Gayus mafia pajak di Bali adalah bukti peran eleman masyarakat seperti pers sangat signifikan. Peran masyarakat bisa mendorong ketika macetnya penegakan hukum. Atau adanya penyimpangan dalam proses dan subtansi keadilan. Gerakan mahasiswa bisa mengangkat tema mandulnya penegakan hukum, atau penyimpangan prinsip-prinsip demokrasi. Dengan adanya presuers group yang bisa mengkritik dan meluruskan penyimpangan. Lembaga pemantau pro justisia, ICW, LBH dan LSM bergandengantangan memberikan support penegakan hukum yang fair dan berkeadilan.

Sedangkan masalah penegakan hukum (law enforcement) dan keadilan di Indonesia bukan hanya masalah hukum semata. Tetapi juga masalah social-politik yang berhubungan juga dengan struktur dan sistem kekuasaan dalam masyarakat dan negara serta faktor-faktor infrastruktur hukum ikut mempengaruhi dan menentukan kekuasaan hokum.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Sekretaris LBH Perisai Kebenaran, Wonogiri, Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta.

5 thoughts on “MISTERI PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

  1. Arista Yasa mengatakan:

    makasih ya kak….
    makasi buat kya gini bisa bantu ngerjain tugas

  2. Sejarawan mengatakan:

    Di Indonesia bnyk terjadi penipuan/ maling/ Premanisme: contoh: Sedot pulsa, Pemalakan kpd pemilik toko/ R. tangga, Arisan, Hipnotis kpd masyarakat/ TKI, SMS ancaman Narkoba kpd Org tua anak, SMS persekongkolan aparat kpd masyarakat yg sengaja mengirim SMS berisi TOGEL kpd seseorang sebagaoi Target, SMS Pemerasan….sampai detik ini masih terus berlangsung tanpa ada tindakan nyata dari yg berwenang….hukum ringan kpd pelaku…hancur negara ini, peristiwa ini sdh bertahun lamanya, omong kosong tdk dpt dilacak atau ditindak…byk oknum terlibat, negara lain bisa menangkap maling…kenapa kita tdk…memang kita bgs…yg tdk benar.

  3. Ika mengatakan:

    izin dijadikan referensi tugas ya kak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s