CARA HIDUP ISLAMI RESEP JITU ATASI KRISIS DUNIA

CARA HIDUP ISLAMI RESEP JITU ATASI KRISIS DUNIA
Oleh Muhammad Julijanto

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَاَنْزَلَ فِيْهِ اْلقُرْانَ هُدَى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَ اْلفُرْقَانَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ عِيْدًا مُبَارَكاً. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَّمدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ .اَمَّابَعْدُ.
فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَ قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَ مَضَانَ اِ يْمَانًا وَ اِحْتِسَبًا غُفِرَ اللهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ الدَنْبِكَ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ.

Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga kepada kita sekalian semoga kenikmatan tersebut dapat kita daya upayakan semaksimal mungkin untuk mencapai kemanfaatan di dunia ini.

Salawat serta salam kita haturkan kehadirat Baginda Rasulullah Muhammad Saw. atas segala perjuangan dan telandannya. Membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Dengan sejarah yang gemilang telah mengantarkan tata kehidupan yang harmonis dan keseimbangan pemenuhan kebutuhan antara investasi untuk kesejahteraan dunia dan investasi amal soleh untuk menyongsong kehidupan ukhrawiyah dengan berpacu dalam amaliah khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran dan kemadhorotan. Itulah suri tauladan agung yang telah ditorehkan sejarah Islam dengan tinta emas, sebagai model insan kamil yang harus diserap dalam kepribadian umat Islam.

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt dengan cara mengamalkan perintahnya, menjauhi larangannya, melanjutkan misi kenabian Rasulullah Muhammad Saw dengan berakhlak al karimah-akhlak yang terpuji. Sebab dengan akhlak al karimah insya Allah kehidupan dunia ini akan semakin tertib, damai dan sejahtera.
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
Pada hari ini umat Islam sedunia merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menunaikan syiam Ramadhan yang berarti kita sudah ditinggalkan Ramadhan, berat berpisah karena dengan Ramadhan ibadah seberat apapun menjadi mudah dan nikmat.
Kita merasakan betul manisnya iman-khalawatul iman, yang diharapkan puncaknya adalah alumni Ramadhan la’allakum tattaquun-semoga kamu sekalian menjadi pribadi yang bertaqwa. Suatu pribadi yang penuh dengan semangat pengabdian, pribadi paripurna, dimana segala perilaku dan keberadaannya di tengah masyarakat selalu membawa manfaat.
خَيْرٌ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain.
Seiring dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan di mana berbagai amaliyah dari puasa Ramadhan, amaliyah tilawatil qur’an, shalat Tarwih berjamaah, menunaikan kewajiban membayar zakat maal (sebagai penyuci harta yang kita miliki) dan zakat fitrah (sebagai penyuci jiwa orang-orang yang berpuasa), I’tikaf (berdiam di masjid dengan niat ibadah), dzikir dan doa-doa yang kita panjatkan serta berbagai amaliyah Ramadhan yang baik dan mendatangkan manfaat yang dilakukan dengan Imanan wah tisaban (dengan ikhlas) serta dedikasi semata-mata mengharap Rahmah, Maghfirah (ampunan) dan Itqun minan naar (terbebas dari siksa api neraka). Maka Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَ مَضَانَ اِ يْمَانًا وَ اِحْتِسَبًا غُفِرَ اللهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ الدَنْبِكَ
Barang siapa yang berpuasa ramadhan dengan iman dan ikhlas semata mengharap ridha Allah Swt, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Sebaliknya jika amaliyah Ramadhan yang kita lakukan tidak produktif, bahkan merusak sendi sosial kemasyarakatan maupun ibadah yang kita lakukan maka sinyalemen Rasulullah Saw sebagai berikut:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صَوْمِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ
Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja (yakni pahalanya lenyap sama sekali) (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Cara hidup
Bagaimana cara hidup menurut Islam? Apakah kita sudah hidup sesuai dengan pedoman hidup Islami? Bagaimana cara mewujudkan cara hidup Islam
Cara hidup, Islamlah cara hidup yang sempurna. Hidup adalah proses dimulai dari kelahiran, tumbuh dari masa balita, tumbuh menjadi remaja, berkembang menjadi manusia dewasa, berkembang menjadi orang tua, menuntaskan pengabdian, dan kembali kepada sang Khaliq dengan hati yang bersih untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya selama hidup.

Hidup tidak boleh disia-siakan, setiap jengkal waktu yang kita miliki harus mempunyai makna bagi setiap diri. Bagaimana memaknai dan mengisi waktu yang kita miliki dengan sesuatu perbuatan yang mendatangkan manfaat. Bukan sebaliknya mengisi waktu hidup dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan menyesatkan diri ke jalan yang menyimpang. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al ‘Asyr [103]: 1-3:
وَالْعَصْرِ -١- إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ -٢- إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ -٣-
Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ
Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan ajaran Islam mengatur semua aspek kehidupan. Ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia, sesuai dengan naluri manusia. Ajaran Islam menjaga manusia agar sesuai dengan fitrahnya. Islam mengatur kehidupan manusia dari persoalan personal hingga persoalan sosial kemasyarakat secara luas.
Makhluk di alam ini diciptakan Allah dengan berpasangan. Dari pasangan berkembang biak menjadi banyak. Ada positif ada negatif, ada baik ada jahat, semua makhluk diciptakan berpasangan. Hanya sang pencipta yang tidak ada pasangannya. Dialah maha pencipta segala sesuatu. Dia tidak dilahirkan dan tidak beranak. Dia kuasa atas segala sesuatu.

Masih pentingkah agama dalam kehidupan? Jika penting, mengapa banyak orang beriman masih melakukan tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan agama? Perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama terjadi tidak hanya di negara-negara yang penduduknya beragama Nasrani, Hindu, Buddha, dan apa saja, tetapi juga Muslim.
Terdapat kesenjangan yang kadang-kadang sangat besar antara ajaran agama dan perilaku para penganutnya yang bahkan sangat yakin agama merupakan panduan sangat penting dalam kehidupan mereka.
Khusus mengenai kaum Muslimin, pertanyaan itu lebih tajam, karena ternyata mereka, dibanding para penganut agama lain, lebih cenderung sangat percaya bahwa Islam sebagai satu-satunya jalan kebenaran menuju keselamatan. Dan, bahwa agama [Islam] sangat penting dalam kehidupan mereka.
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
Pentingnya agama
Hasil Survei tentang keberagamaan menemukan, tingkat keyakinan kaum Muslimin pada pentingnya agama sangat tinggi, bahwa Islam sangat penting dalam kehidupan mereka, yaitu 94 persen (di Arab Saudi 100 persen, Indonesia 99 persen, dan Turki 86 persen). Selanjutnya adalah para penganut Hindu India (86 persen), dan Kristiani (66 persen). Lebih jauh, 61 persen kaum Muslimin di ketiga negara percaya, Islam sebagai satu-satunya jalan kebenaran menuju keselamatan; sedangkan di kalangan penganut Hindu hanya 26 persen, dan Nasrani secara keseluruhan 19 persen saja.

Contoh paling sering disebut adalah tentang masih sangat merajalelanya korupsi di Indonesia pada berbagai tingkat kehidupan, sejak dari lingkungan elite penguasa dan birokrasi sampai ke tingkat masyarakat sehari-hari. Hampir ke manapun melangkah, orang dapat menemukan berbagai bentuk tindakan yang tergolong ke dalam korupsi yang jelas-jelas dilarang agama.

Karena itu, tantangan umat beragama-khususnya kaum Muslimin-hari ini dan ke depan adalah mewujudkan keyakinan pada agama itu ke dalam perilaku dan perbuatan aktual sehari-hari. Umat beragama sepatutnya tidak berhenti pada ritualisme belaka; rajin beribadah, tetapi juga rajin melakukan pelanggaran ajaran agama dan nilai serta ketentuan hukum. Nilai penting agama semestinya tidak hanya pada keimanan dan ritual belaka; seharusnya juga dalam aktualisasi ajaran dan nilai agama itu dalam kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara sehari-hari.

Lebih dari itu, secara logika pun Islam sebagai sistem pedoman kehidupan manusia di dunia yang berasal dari Allah SWT, Tuhan yang menciptakan manusia dan alam semesta, pasti sesuai dengan fitrah manusia, cocok dengan akal sehat, dan menenteramkan jiwa. Coba teliti dan renungkan bahwa semua perintah (wajib dan sunah) dalam Islam seperti shalat, puasa, zakat, menunai kan ibadah haji dan umrah, menikah, menuntut ilmu, bekerja keras, mencari nafkah, berbuat baik kepada sesama, dan memelihara kebersihan serta kelestarian lingkungan sungguh memberikan maslahat.

Sebaliknya, setiap larangan Allah seperti korupsi, riba, judi, penipuan, zina, minuman keras, narkoba, membunuh orang tanpa alasan sar’i (terorisme), bohong, tidak jujur, zalim, kikir, dengki, dendam, dan pemalas pasti membuat pelakunya resah dan stres.
Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
Lalu, mengapa umat Islam kontemporer, tepatnya sejak runtuhnya khilafah Islam terakhir di Turki pada 1924 M hingga sekarang, mundur dan tertinggal hampir di semua bidang kehidupan? Secara dalil Naqly, Aqly, dan fakta sejarah keemasan Muslim di dunia (empiris), jawaban singkatnya adalah karena mayoritas umat Islam meninggalkan agamanya. Sedikitnya ada enam prinsip Islam yang ditinggalkan oleh kebanyakan umatnya.

Pertama, iman (tauhid) dan ketakwaan mayoritas Muslim kepada Allah berada pada titik nadir. Bayangkan, menurut survei di 33 provinsi sebuah lembaga yang kredibel (2010), ternyata umat Islam di Indonesia yang melaksanakan shalat lima waktu tidak lebih dari 30 persen. Padahal, shalat adalah salah satu dari lima Rukun Islam.
Kedua, Islam mewajibkan atau menyunahkan kaum mukminin untuk menuntut ilmu dan mengembangkan teknologi, tetapi mayoritas umat Islam malah menjauhinya. Pemerintah negara-negara Muslim mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan iptek rata-rata hanya sepersepuluh dari negara-negara maju.

Ketiga, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berwirausaha dan melakukan perdagangan secara jujur dan profesional. Profesi Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi utusan Allah adalah pedagang. Namun, mayoritas orang tua Muslim di Indonesia dan boleh jadi di dunia menginginkan anaknya setelah lulus sekolah ingin jadi pegawai negeri.
Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
Keempat, sebagian besar Muslim berpedoman kepada Islam hanya ketika mereka melaksanakan shalat, puasa, zakat, haji, akad-nikah, dan ibadah mahdhoh lainnya. Tetapi, mereka kurang percaya diri atau takut dipandang ‘kuno’ untuk menjalankan sistem perekonomian, pendidikan, hubungan internasional, mengelola pembangunan sumber daya alam dan lingkungan, dan muamalah lainnya berdasarkan Islam. Padahal, Allah telah menegaskan dalam QS. Al-Maidah ayat-3 bahwa Islam adalah agama (pedoman sistem kehidupan) yang sempurna bagi manusia.

Kelima, dalam banyak ayat (seperti QS. 3: 104 dan 110, dan QS. 103: 4) umat Islam dianjurkan (diwajibkan)
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
untuk menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dengan penuh kesabaran. Sedangkan faktanya, kita, umat Islam, membiarkan bahkan ikut-ikutan melakukan kebohongan, kemunafikan, korupsi, mafia pajak, calo anggaran, mafia pemilu, perzinahan, perjudian, dan perbuatan mungkar lainnya.
Keenam, Islam menganjurkan kita untuk membangun dan membina ukhuwah Islamiyah (QS. 3: 103 dan QS. 49: 10),
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
dan kita mukmin diibaratkan bagaikan satu tubuh (hadis). Namun, kita sesama Muslim atau organisasi Islam malah acap kali saling dengki, menjelekkan, memusuhi, bahkan saling menyerang.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Oleh sebab itu, ambruknya komunisme/sosialisme sejak 1989 dan menjelang ajalnya kapitalisme yang ditandai oleh berbagai krisis utang, ekonomi, dan moral yang sejak awal 2008 melanda AS, Eropa, Jepang dan negara maju lainnya harusnya menyadarkan kita umat Islam untuk kembali kepada sistem kehidupan buatan Allah dan melaksanakannya secara benar dan kafah.

Bila umat Islam menjalankan segenap kebajikan di atas serta beriman dan bertakwa kepada Allah, cita-cita kita untuk menjadi bangsa besar yang maju, adil, makmur, dan mandiri pada 2025 sesuai dengan target pemerintah dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) insya Allah bakal terwujud.
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jama’ah Shalat Idul Fitri Tamu Undangan Allah Yang Berbahagia
Tantangan kaum Muslimin-hari ini dan ke depan adalah mewujudkan keyakinan pada agama itu ke dalam perilaku dan perbuatan aktual sehari-hari. Umat Islam sepatutnya tidak berhenti pada ritualisme belaka; rajin beribadah, tetapi juga rajin melakukan pelanggaran ajaran agama dan nilai serta ketentuan hukum. Nilai penting agama semestinya tidak hanya pada keimanan dan ritual belaka; seharusnya juga dalam aktualisasi ajaran dan nilai agama itu dalam kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara sehari-hari.
اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Penutup
Sebagai penutup marilah kita perbaiki akhlak anak bangsa, memperbanyak bersyukur atas nikmat dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, bekerja keras, sabar, tawakal dalam menghadapi kehidupan dan selalu waspada dengan pengaruh negatif, belajar dari umat terdahulu.

Dengan puasa Ramadhan kita dapat kendalikan hawa nafsu, dengan zakat fitrah kita sucikan jiwa, dengan zakat maal kita sucikan harta kita dari hak orang lain. Melalui Ramadhan kita diajarkan merasakan penderitaan dan kepedihan orang yang lapar dan miskin. Mudah-mudahan dengan kesabaran, ketekunan, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama cobaan yang diberikan oleh Allah Swt dapat kita lalui dengan sebaik-baiknya dan gelar taqwa kita raih.

Dengan momentum Idul Fitri kita praktekkan cara hidup Islami untuk perbaiki diri dan perbaiki bangsa dengan semakin bersyukur, melaksanakan perintah menjauhi larangan, insya allah Allah Swt akan membukakan pintu barokah kepada kita semua.
Bangsa yang kokoh, kuat dan maju terwujud dari penduduknya yang beriman, dengan penduduk suatu bangsa yang beriman, maka tidak akan terjadi namanya pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, korupsi dan lain sebagainya.

Sedangkan jika keimanan pemimpinnya baik, maka akan lahir kebijakan publik yang baik untuk rakyatnya. Sebaliknya jika mental keimanan pemimpinya lemah dan rusak, maka akan lahir kebijakan publik yang cacat dan menciderai rasa keadilan, membuat sengsara rakyatnya semakin parah.

Oleh karena itu setiap orang selalu menjaga stamina keimanannya dalam keadaan baik, maka akan selalu merasa dalam pengawasan Allah Swt, sehingga kecil kemungkinan mereka melakukan perbuatan dzalim kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. Ramadhan mendidik kita agar selalu dalam self kontrol yang baik dan insya allah kita selalu dalam keistiqomahan meraih kemuliaan hidup yang sekali ini.

Akhirnya marilah kita mohon kepada Allah, agar masyarakat kita, bangsa kita menjadi bangsa yang pandai bersyukur, sehingga Allah limpahkan barokah nikmat yang berlimpah-limpah, dijauhkan dari segala bentuk kesulitan maupun bala bencana-goda rencana, dikokohkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dilapangkan rizkinya, diridhai segala ikhtiarnya dalam rangka memakmurkan kehidupan kini dan masa depan. Taqabbalallahu minna wa minkum minal ‘aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Kurang lebihnya mohon maaf.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِّى اَمَرَنَا بِمُرَاعَاتِ اْلاَمْوَالِ وَ اْلعِقَارِ اْلمَمْلُوْكَاتِ وَ اْلاَوْلاَدِ اْلبَنِيْنَ وَاْلبَنَاتِ وَاَنْ نُرَبِيَهُمْ بِاْلاَخْلاَقِ وَاْلحَسَنَاتِ. وَنُبْعِدَهُمْ عَنِ اْلمَعَاصِى وَاْلمُنْكَرَاتِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكَ الْكَفَارَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ 3 x . اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ وَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْمَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ. سُبْحَانَكَ رَبِّكَ رَبِّى عِزَّةِ عَمَّايَسِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ


Daftar Pustaka
Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ: Emotional Spiritual Quotient The ESQ Way 165 1 Ihsan, 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Jakarta: Arga Wijaya Persada, 2001.
Azzumardi Asra, Pentingnya Agama, dalam http://koran.republika.co.id/koran/28/140513/Pentingnya_Agama. diakses, 11/8/2011
Faishal Al-Hulaibi, Menjaga Stamina Iman, Solo: Aqwam Media Profetika, 2008, cet II.
Muhammad Fauqi Hajjaj, Tasawuf Islam dan Akhlak, Penerjemah Kamran As’at Irsyady dan Fakhri Ghazali, Editor Achmad Zirzis, Jakarta: Amzah, 2011
Rokhmin Dahuri, Paradoks Kehidupan Umat Islam, dalam http://koran.republika.co.id/koran/24/141722/Paradoks_Kehidupan_Umat_Islam. diakses, 24/8/2011

1) Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen IAIN Surakarta. Khutbah Idul Fitri 1432 H di Lapangan Bantarangin Wonoboyo Wonogiri yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI Sektor Timur Wonogiri), Selasa, 30 Agustus 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s