MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DI TENGAH PUSARAN MODERNITAS

MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DI TENGAH PUSARAN MODERNITAS
Oleh Muhammad Julijanto

Pendahuluan

Sejak lahirnya, Islam menekankan misi sejarahnya yang konkrit sebagai agama yang membukakan jalan bagi kehidupan yang sempurna, Islam mengetengahkan bimbingan dan konsep untuk mencapai misi dan tujuan mulia manusia, terutama pedoman hidup di dunia yang konkrit ini.
Alquran sendiri banyak menggambarkan interaksi manusia dengan ajaran Allah dalam bentuk riwayat kesejarahan individu ataupun kelompok masa lalu. Kemudian sentralitas Nabi Muhammad Saw sebagai penghubung antara maksud Tuhan dan ayat-ayat Alquran telah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merekam sosok Nabi sebagai suatu realisasi ajaran Islam secara utuh . Rekaman jejak perjuangan nabi menjadi untaian sejarah peradaban dan perkembangan Islam hingga saat ini. Hubungan antara umat Islam, dan antara Islam dengan berbagai budaya dan peradaban yang telah menjadi daerah penyebarannya sepanjang sejarah.

Masalah

Makalah ini akan menguraikan sedikit tentang apa yang dimaksud dengan peradaban, bagaimana peradaban Islam terbangun? Bagaimana perkembangan peradaban Islam saat ini. Dan bagaimana peran umat Islam dalam membangun peradabannya di masa yang akan datang.

Pembahasan
Peradaban dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai 1). kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. 2). Hal yang mengikut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa .

Kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi berarti akal dan daya berarti kekuatan. Kebudayaan adalah 1) hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat; 2) keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya menjadi pedoman tingkah lakunya .

Kalau kita baca definisi kebudayaan (culture), misalnya dalam Kamus yang sama: (1). The totality of socially transmitted behavior patterns, arts, beliefs, institutions, and all other products of human work and thought…., maka kebudayaan memiliki makna yang hampir sama dengan peradaban. Keduanya adalah hasil kerja manusia pada suatu zaman. Namun, dalam pembicaraan secara umum, peradaban nuansanya lebih luas, lebih menyeluruh, lebih sophisticated, dan lebih mentereng.

Peradaban dan kebudayaan sama-sama menunjuk pada seluruh pandangan hidup manusia, dan suatu peradaban adalah bentuk yang lebih luas dari kebudayaan. Keduanya mencakup “nilai-nilai, norma-norma, isntitusi-institusi dan pola-pola pikir yang menjadi bagian terpenting dari suatu masyarakat dan terwariskan dari generasi ke genarasi. Sebuah peradaban menurut Dawson, adalah produk dari suatu proses tertentu dari kreativitas budaya sebagai hasil karya dari sekelompok orang (atau masyarakat) tertentu .

Kebudayaan Islam berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan akal manusia muslim. Sedangkan peradaban berasal dari kata Arab adab, berarti bernilai tinggi. Berarti peradaban Islam adalah kebudayaan Islam yang bernilai tinggi . Peradaban islam adalah terjemahan dari kata Arab al – hadha- rah al – islamiyah. Kata arab ini juga sering di artikan dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam “kebudayaan” dalam bahasa Arab adalah al-tsaqafa, di Indonesia, sebagai mana juga di Arab dan Barat.

Sebuah peradaban adalah sebuah entitas kultural. Para pemikir Jerman abad XIX membedakan secara tajam antara masing-masing peradaban dikarenakan pelbagai faktor, seperti faktor-faktor mekanis, teknologikal, material dan kebudayaan, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pelbagai padangan hidup, kualitas-kualitas intelektual dan moral yang lebih tinggi dari suatu masyarakat .

Kilas balik peradaban Islam

Berbicara tentang peradaban, akan terfikir peradaban kemarin sekarang dan esok yang akan datang. Bagian-bagian dari peradaban Islam yang menarik adalah ketika mendengar kejayaan Islam memekar dimuka bumi. Ketika itsar ada diatas tingkat dari sebuah persaudaraan dan taqwa adalah menjadi modal utama mereka ibadah. Luar biasa semangat yang membuat muslim dan mukmin yang berada di Jaman sekarang merasa iri dan merindukan kondisi seperti itu. Kedamaian dan keadilan yang dirasakan oleh rakyat sungguh sangat ironi jika dibandingkan dengan kondisi Islam saat ini .

Semenjak Rasulullah Muhammad Saw menyebarkan risalahnya sampai hancurnya Bagdad pada abad XIII M. Masa perluasan wilayah, integrasi, dan keemasan Islam. Perluasan wilayah dimulai Khulafau ar Rasyidin dilanjutkan Bani Umayyah dan mencapai masa keemasan pada masa Bani Abbas, membuat Islam menjadi negara besar.

Timbullah persatuan berbagai bangsa di bawah naungan Islam, dengan Bahasa Arab kebudayaan serta peradaban baru. Walaupun bani Umayyah lebih banyak memusatkan perhatian kepada kebudayaan Arab menjadi inti peradaban Islam telah dimulai.

Bani Umayyah menjadikan Damaskus menjadi ibukota, masih mementingkan kebudayaan Arab. Bani Abbas memindahkan ibukatnya ke Baghdad, suatu kota yang banyak dipengaruhi kebudayaan Persi.

Dengan pengaruh kebudayaan persi yang semenjak sebelum Islam telah maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani, maka Bani Abbas merupakan puncak peradaban Islam, terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Harun al Rasyid dan al Makmun merupakan khalifah Bani Abbas yang sangat besar peranannya dalam pengembangan ilmu.

Buku-buku ilmu pengetahuan dan filsafat didatangkan dari Byzantium kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Arab, tetapi juga mendirikan Bayt al Hikmah bukan hanya pusat penerjemahan, bahkan menjadi perguruan tinggi dan perpustakaan. Terjadi integrasi dalam bidang ilmu, bahasa dan budaya. Bahasa Arab menjadi bahasa negara yang dipakai di seluruh wilayah kekuasaan Islam menggantikan bahasa Yunani dan bahasa Persi yang semula sebagai bahasa administrasi. Bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan, filsafat dan diplomasi .

Integrasi terjadi dalam lapangan kebudayaan dan peradaban. Peradaban Islam berkembang dari Spanyol di Barat sampai ke India di Timur serta dari Sudan di Selatan sampai ke Kaukasus di Utara.

Peradaban timbul dari pengamalan ajaran Islam yang mempunyai nilai-nilai yang tinggi. Kerinduan umat Islam untuk kembali kepada masa kejayaan Islam periode klasik memberikan semangat pengembangan peradaban Islam generasi sekarang.

Beban sejarah yang panjang menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk menciptakan sejarah sendiri, sehingga bisa menjadi catatan sejarah yang akan dikenang oleh sejarah di masa yang akan datang. Dan menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Peradaban dan sejarah Islam lahir dari perjalanan panjang pengamalan dan aplikasi dari semangat Alquran dan As Sunnah. Realisasi tersebut terekam dalam jejak perjalanan tokoh-tokoh Islam dari fase-fase perkembangan Islam beserta peradabannya.

Islam diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa bangsa Arab yang semula terkebelakang, bodoh, tidak terkenal, dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia, membina suatu kebudayaan dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang. bahkan kemajuan wilayah Barat bersumber dari peradaban Islam yang masuk ke Eropa melalui Spayol.

Secara garis besar periode sejarah Islam terbagi dalam 4 (empat) periode besar , yaitu:
Pertama, Periode Praklasik (610-650 M) yang meliputi 3 (tiga fase, fase pembentukan agama (610-622 M), fase pembentukan negara (622-632 M),
Berbagai upaya yang dilakukan Nabi Muhammad Saw di Madinah, yaitu: mendirikan masjid, sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya umat Islam, secara gotong royong. Mempersaudarakan antara kaum Anshor dan Muhajirin. Membuat perjanjian persahabatan (toleransi) antara intern umat Islam dan antara umat beragama, dan meletakkan dasar-dasar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru. Karena itu terbentuklah masyarakat yang disebut negara kota dengan membuat konstitusi di dunia. fase praekspansi (632-650 M).
Kedua, Periode praklasik (650-1230 M) yang meliputi 2 (dua) fase, yaitu: fase ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650-1000 M), dan fase disintegrasi (1000-1250 M).
Ketiga, Periode Pertengahan (1250-1800 M), yang meliputi 2 (dua) fase, yaitu fase kemunduran (1250-1500 M), dan fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M).
Keempat, Periode Modern (1800 M- dan seterusnya), yang merupakan zaman kebangkitan umat Islam.

Peradaban Islam saat ini

Bangkitnya Islam, satu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempo seabad saja, dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam tersebar hampir menggenangi sepauh dunia. Menghancurkan kerajaan-kerajaan besar, memusnahkan beberapa agama besar, yang telah dianut berbilang zaman dan abad. Mengadakan revolusi berpikir dalam jiwa bangsa-bangsa. Dan sekaligus membina satu dunia baru, dunia Islam .

Kapan dan berapa lama sebuah peradaban tinggi biasanya bertahan sebelum dikalahkan oleh peradaban tinggi lainnya. Kapan dan berapa lama sebuah bangsa mencapai klimaks kebngkitan/zaman keemasannya?. Sebuah peradaban tinggi akan bertahan beberapa abad. Peradaban tinggi itu adalah buah produk pencapaian alam pikir dari sebuah paradigma baru yang lazimnya dibangun oleh satu tangan generasi yang berhasil mencapai klimaks zaman keemasannya. Dan produk pencapaian alam pikir itu berawal dari sebuah grand strategi yang disusun/dipersiapkan beberapa tahun oleh elite suatu bangsa, khususnya generasi muda yang sadar dan mempunyai kecerdasan kuantum .

Islam sebagai fenomena sosial telah lama mengundang rasa penasaran (cuiriouscity) para ahli dalam kajian Islam, sehingga di belahan bumi manapun Islam akan dikaji, baik sebagai sebuah ilmu pengetahuan maupun sebagai praktik kehidupan yang sesuai dengan fitrah dan semangat kemanusiaan.
Kajian akademis terhadap Islam dari klasik hingga modern telah membuka peradaban baru. Bahkan mnimbulkan disiplin umum yang dikenal dengan Orientalisme. Dimana orang luar Islam memperbincangkan Islam baik sebagai ajaran maupun sebagai fenomena sosial. Demikian juga tidak ketinggalan orang muslim yang menganut ajaran Islam bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islam baik sebagai idelologi gerakan sosial, gerakan politik, gerakan ekonomi, upaya mencapai keadilan dan kesejahteraan, dengan semangat keislaman yang tinggi, sebagaimana generasi terdahulu menjalankannya.

Berbagai disiplin ilmu dikembangkan untuk mengkaji dan mendalami Islam sebagai fenomena sosial. Berbagai pendekatan kajian Islam dilakukan, berbagai metodologi dikembangkan sedemikian rupa untuk mengkaji relevansi Islam dengan peradaban yang saat ini berkembang, bahkan peradaban yang saat ini dinikmati tidak lepas dari sumbangan besar umat Islam dalam menjalankan agamanya.
Ada banyak kemungkinan yang terbuka tentang kajian Islam sebagai subyek dan metode-metode termasuk peran Islam sebagai kekuatan kultural dari perbedaan yang besar, meningkatnya partisipasi publik dalam masyarakat muslim oleh kaum perempuan yang memberikan kontribusi dan peran strategis, sejarah peradalaman muslim , sistem pertanian dan orang-orang pegunungan dari dunia muslim dan berbagai interaksi baru di antara umat muslim sekarang yang tinggal di negara-negara Barat yang sudah mulai menemukan jalan kebenaran dan hidayah karena pemanfaatan rasionya dalam mengkaji ilmu pengetahuan.

Peranan Umat Islam saat ini
Inilah buah dari pendidikan kita yang sekuler, Islam tidak diperkenalkan secara komprehensif sebagai peradaban yang agung dan mulia namun hanya diperkenalkan sebagai sebuah ‘agama’ belaka, bukan sebagai sebuah aturan hidup di segala bidang (Idiologi).

Gambaran Islam sebagai sebuah peradaban secara objektif yang terdiri dari aspek kebudayan materi (madaniah) dan kebudayaan inmateri (Tsaqafah) sedikit sekali kita temukan dibuku-buku standar pendidikan kita hingga hari ini.
Peradaban Islam yang dibangun oleh kebudayan materi (madaniah) yaitu hasil karya fisik yang disyariatkan maupun yang bersifat mubah, yaitu produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun kebudayaan inmateri (Tsaqafah) yaitu berupa pemikiran yang berfondasikan aqidah dan syariah islam yaitu aturan beribadah dengan sang pencipta, aturan pergaulan, ilmu ekonomi, pendidikan, aturan pemerintahan, kemiliteran, aturan hukum, hingga aturan berhubungan dengan luar negeri .
Dalam ranah sejarah, harapan membangun kaum muslimin bangga terhadap Agamanya sehingga ingin mengamalkan agamanya dan memperjuangkannya, justru terbalik, karena yang ditemukan dalam sejarah Peradaban Islam ternyata kejumudan, penindasan, pengkhianatan, pembunuhan, kerakusan, dsb. Apa sebab? Ternyata yang kita baca selama ini referensinya kebanyakan dari para orientalis barat yang jelas-jelas membenci islam.

Imbas dari pandangan negatif terhadap Sejarah Peradaban Islam adalah dimarjinalkannya ilmu-ilmu Islam lainnya. Aqidah dikaji secara dangkal, difahami sebagai Rukun Iman belaka yang dicukupkan untuk dihapal dan dilisankan, bukannya untuk perlihatkan, diamalkan. Syariah sering didengung-dengungkan tetapi mengkajinya jarang-jarang. Bahasa Arab dipinggirkan. Al-Qur’an lebih banyak dilagukan daripada dijadikan petunjuk dan pedoman kehidupan. As-Sunnah sering diperbincangkan namun contoh Rasulullah seringkali diacuhkan. Padahal tidak akan terlihat idealitas keagungan dan kemuliaan Islam tersebut apabila tidak difaktual dalam kehidupan. Saya rasa sedang kita rasakan saat ini. Itulah kiranya fakta kemunduran umat muslim saat Ini.

Barat menuduh kaum muslimin sebagai kaum yang bengis, dan agamanya adalah agama yang jumud, anti ilmu, anti pemikiran serta kreatifitas dalam seluruh segemen. Ini adalah penghinaan murni kepada Islam dan umatnya. Kaum muslimin terdahulu, adalah pembawa obor ilmu pengetahuan, membangun pilar-pilar peradaban Islam yang telah menerangi dunia ini, dan hingga sekarang tetap meneranginya. Memang benar, kaum muslimin mengetahui peradaban-peradaban umat sebelumnya, dan mereka mengambil manfaat pelajaran darinya dan bahkan menambahkannya, membenarkan yang benar, lalu mereka membuat kreasi baru di setiap lapangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan di saat Eropa dalam kegelapan. Kemajuan Eropa di segala bidang yang telah diraihnya pun tak terlepas dari peradaban Islam dan kaum muslimin .

Kejadian-kejadian dan penemuan-penemuan yang telah ditemukan oleh tokoh-tokoh ilmuwan muslim terdahulu jarang diwacanakan atau diinformasikan kepada kita. Sebaliknya, – pada masa kejayaan islam- dimanipulir oleh Barat., lalu mereka menisbatkan penemuan-penemuan tersebut kepada tokoh-tokoh mereka. Sebagai contoh, Isaac Newton, , Barat menobatkan ia sebagai penemu teori gravitasi bumi. Padahal, Tsabit bin Qarah telah menemukan teori itu seratus tahun sebelumnya daripada Newton .

Peradaban adalah fakta kesejarahan yang membentang dalam kurun waktu yang sangat panjang. Kekuasaan-kekuasaan berkembang dan jatuh, pemerintahan-pemerintahan datang dan pergi, peradaban–peradaban tetap ada dan menopang kehidupan politik, sosial, ekonomi dan bahkan ideologi. Quigley melihat bahwa peradaban-peradaban berkembang melalui tujuh tahapan: percampuran, pergerakan, perluasan, masa konflik, kekuasaan universal, keruntuhan, dan invasi .

Kesimpulan

Islam yang berarti sebuah kedamaian bagaikan sebuah kalimat puisi yang sudah tidak layak lagi ditafsirkan. Yang diperlihatkan oleh umat Islam tak ada arti kedamaian. Terdengar adalah sebuah perang, teroris, pembuatan senjata, permusuhan, kesibukan individual, sebuah eksklusivitas tanpa ada persaudaraan. Itulah sebuah peradaban yang kini tengah terjadi dan Islam adalah pedoman atasnya.

Peradaban Islam berasal dari semananjung Arabia dan pada abad VII M menyebar secara cepat hingga Afrika Utara dan semenanjung Iberia, kemudian memasuki Asia tengah, Anak Benua, dan Asia Tenggara. Sebagai hasilnya, pelbagai kebudayaan atau subperadaban merasuk ke dalam Islam, termasuk di dalamnya kebudayaan-kebudayaan Arab, Turki, Persia dan Melayu.

Agama adalah karakteristik utama yang mencirikan sebuah peradaban. Agama-agama besar adalah bangunan-bangunan dasar barbagai peradaban besar.

Semoga Islam bisa mewarnai peradaban dunia di kini dan masa depan. Wallahu a’lam bishowab.

Daftar Pustaka

Azim Nanji (ed.), Peta Studi Islam Orientalisme dan Arah Baru Kajian Islam di Barat, Bantul: Fajar Pustaka Baru, 2003.
Choirul Umam, sejarah Peradaban Islam 1, http://www.slideshare.net/ChaerulUman/sejarah-peradaban-islam-1. diakses, 9/3/2013
Filard, Peradaban Islam, http://filard.wordpress.com/peradaban-islam/. Diakses, 9/3/2013.
http://serbasejarah.wordpress.com/2009/03/17/sejarah-peradaban-islam-indonesia-yang-terkubur-dikubur/. Diakses, 11/3/2013.
Husein Al-Kaff , Memahami Kembali Peradaban Islam, http://aljawad.tripod.com/arsipbuletin/peradaban.htm. diakses, 11/3/2013
L Stoddard, Dunia Baru Islam, Djakarta: 1966.
Muhaimin, Abdul Mujib, Jusuf Mudzakkir, Studi Islam Dalam Ragam Dimensi Dan Pendekatan, Jakarta: Kencana, 2012.
Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasic Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam, Cet-2, Jakarta: Kencana, 2004.
Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia, Cet.2 ed.revisi, Jakarta: Djambatan, 2002.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 3-cet.2. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Yus Ruslan Achmad, Imagineering Menjemput Zaman : Merekonstruksi Sistem Bernegara, Berbangsa dan Bermasyarakat Menuju Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik, Bandung: Berkah Publishing, 2006

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta, Sektretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran Wonogiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s