MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI MUKHSIN MENUJU PEMBANGUNAN BANGSA

MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI MUKHSIN MENUJU PEMBANGUNAN BANGSA[1]

Oleh Muhammad Julijanto[2]

اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر كَبِيْرَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرَ وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّ اَصِيْلاً.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَاَنْزَلَ فِيْهِ اْلقُرْانَ هُدَى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَ اْلفُرْقَانَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ عِيْدًا مُبَارَكاً. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَّمدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَمْجَادِ .اَمَّابَعْدُ.

فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَ قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَ مَضَانَ اِ يْمَانًا وَ اِحْتِسَبًا غُفِرَ اللهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ الدَنْبِكَ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ.

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Alhamdulillah segala makhluk di alam ini bertasbih subhanallah Maha Suci Engkau ya Allah, bertahmid alhamdulillah segala puji hanya bagiMu ya Allah dan bertakbir allahu akbar Engkau Maha Agung, mengema kesegenap penjuru alam, semua makhluk memuji atas kebesaran dan keagungan-Mu ya Allah Swt sesuai dengan cara dan modelnya masing-masing. Maha Suci Engkau Ya Allah yang telah anugerah berbagai kenikmatan kepada kita semuanya.

Pada hari ini seluruh umat Islam seluruh dunia memanjatkan puji syukur atas berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus sebagai tanda bahwa kehidupan masih tetap berjalan, bahkan melanjutkan misi kebenaran yang telah ditorehkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad Saw sebagai pembawa kebenaran menerangi dan membimbing umat manusia mencapai kesempurnaan ciptaan Allah dengan akhlakul karimah.

Salawat serta salam kita haturkan kehadirat Baginda Rasulullah Muhammad Saw. atas segala perjuangan dan teladannya. Membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Dengan sejarah yang gemilang telah mengantarkan tata kehidupan yang harmonis dan keseimbangan pemenuhan kebutuhan antara investasi untuk kesejahteraan dunia dan investasi amal soleh untuk menyongsong kehidupan ukhrawiyah dengan berpacu dalam amaliah khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran dan kemadhorotan. Itulah suri tauladan agung yang telah ditorehkan sejarah Islam dengan tinta emas, sebagai model insan kamil yang harus diserap dalam kepribadian umat Islam.

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt dengan cara mengamalkan perintahNya, menjauhi laranganNya, melanjutkan misi kenabian Rasulullah Muhammad Saw dengan berakhlak al karimah-akhlak yang terpuji. Sebab dengan akhlak al karimah insya Allah kehidupan dunia ini akan semakin tertib, damai dan sejahtera.

Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya menghapusnya. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang luhur. (HR. Tirmidzi).

Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (HR. Ath-Thabrani)

Tiadalah kamu beriman sehingga perilaku hawa nafsumu sesuai dengan tuntunan ajaran yang aku bawa. (HR. Ath-Thabrani)

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Pada hari ini pula kita semakin bersyukur atas segala nikmat bisa merayakan kegembiraan ifthar Ramadhan, dan insya Allah kita semua akan merayakan kegembiraan kelak di akherat saat bertemu dengan sang Kholiq Allah Swt sebagaimana diterangkan dalam Hadis Qudsi

الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ وَلِىَ الصَّوْمُ وَاَنَا اَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَمَهُ مِنْ اَجْلِى لَخُلُوْفٌ فَمِ الصَّوئِمِ اَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ (رواه البغوى).

Puasa itu dinding atau perisai dari api neraka, bagiKku-lah puasa itu dan aku sendiri akan langsung membalasnya. Dia yang berpuasa meninggalkan syahwat nafsu sex, meninggalkan makan dan minum karena Aku. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi (HQR Baghwi, Thabrani dan ‘Abdan bin Basyir).

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Kilas Balik Ramadhan

Bagaimana upaya menata diri dengan amal sholeh untuk memberi manfaat bagi yang lain? Apa yang bisa dilakukan oleh setiap diri dalam rangka menyongsong kehidupan kelak yang pasti akan datang kepada kita?

Kita sudah ditinggalkan ramadhan, merasa sedih dan bahagia karena kita bisa menahan nafsu, untuk meraih keutamaan. Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, yang mendidik mental dan moral kita agar menjadi lebih arif dan bijkasana.

Berpacu dalam amal khasanah dan berjuang mencegah kemungkaran yang ada.

Bukan sebaliknya betapa ibadah yang kita lakukan tidak hanya sebatas ritual formalnya belaka. Tetapi sejauhmana membentuk karakter seorang muslim yang basaleh. Sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Hurairoh berkata Rasulullah Saw : betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari berpuasanya melainkan lapar dan dahaga. Dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan bagian dari ibadahnya melainkan bergadang saja (HR Ahmad).

Sebaliknya jika amaliyah Ramadhan yang kita lakukan tidak produktif, bahkan merusak sendi sosial kemasyarakatan maupun ibadah yang kita lakukan maka sinyalemen Rasulullah Saw sebagai berikut:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صَوْمِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ

Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga saja (yakni pahalanya lenyap sama sekali) (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Training ramadhan adalah sebuah pembelajaran dan latihan yang akan dipraktikkan pada pasca ramadhan hingga seterusnya. Akan tetapi yang terjadi adalah kembali pada ketika sebelum ramadhan tiba, masjid dan musala kembali sepi lagi, sehingga belum menyentuh subtansi ibadah yang dilakukan dengan perilaku sehari-hari.

Padahal bila dikaji secara cermat dan teliti, bulan Ramadhan dengan segala isinya, ternyata sebuah pembelajaran nilai-nilai luhur bagi kehidupan manusia. Sebagaimana tergambar firman Allah Swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibaan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al Baqarah [2]: 183).

Manata Diri

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Dan hendaklah setiap diri mempersiapkan perbekalan yang cukup untuk kehidupan kelak di akherat.

Allah Swt berfirman dalam surat Al Hasyr [59]: 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Bukan sebaliknya menuruti hawa nafsunya yang akan menyebabkan keseatan yang nyata, baik di dunia dan kelak di akherat nanti, sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat At Taubah [9]: 24:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”

Maka seseorang wajib untuk lebih mencintai Allah dan Rosul-Nya dibandingkan selain keduanya. Jika seseorang sudah berbuat demikian, maka hawa nafsunya sudah mengikuti apa yang dibawa oleh Al Musthofa shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah swt berfirman dalam surat Al Qashash [28]: 50

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنَ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

Dan kita juga harus menghindari dari berbagai godaan syetan yang akan menjerumuskan manusia ke jalan ke sesatan, yang akhirnya menjadi hamba yang merugi di dunia dan di akherat kelak. Allah Swt berfirmandal surat Al Jaatsiyah [45] : 15:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا, ثُمَّ اِلَي رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang salih maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. Oleh karena itulah Rasulullah bersabda:

اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.

Menuju Muslim Paripurna

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Apa yang harus kita lakukan agar kita terhindari mala petaka? Paling tidak kita harus memperbaik akhlak kita terhadap diri sendiri, akhlak terhadap diri sendiri adalah menyadari bahwa potensi yang Allah anugrahkan kepada kita sempurna, dan kita juga berusaha menyempurnakan peribadatan kepada Allah dengan ketaatan yang total, tidak berbuat dhalim terhadap diri sendiri dengan merusak, menganiaya diri sendiri, seperti hal memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk sesuatu yang bermanfaat.

Akhlak kita kepada orang lain, menjaga hubungan silaturrahmi kepada siapa saja, menjaga hubungan yang erat dalam kehidupan sosial kemasyarakat, saling tolong-menolong, saling memberi kasih sayang, saling menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjalankan amar makruf nahi mungkar secara baik dan berahlak. Sedangkan ahlak kita kepada alam lingkungan sekitar di mana kita hidup adalah dengan cara menjaga kelestarian, menjaga agar alam selalu bisa bersahabat dengan kita, merawatnya agar kita bisa mengambil manfaat terhadap alam semesta. Memanfaatkan alam dan menjaga kelestariannya, sehingga alam memberikan kontribusi yang maksimal terhadap daya hidup manusia.

Menjadi bagian dari Perubahan perbaikan diri

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Jamaah Shalat Idul Fitri tamu undangan Allah yang berbahagia

Rasulullah saw bersabda: Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?” Nabi Saw menjawab, “Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” Dia bertanya lagi, “Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?” Nabi Saw menjawab, “Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na’im).

Kita sangat merindukan pemimpin yang mau menghargai karya terbaik negeri ini, bangga menjadi orang Indonesia, pandai menghargai kreativitas anak bangsa.

Ketegasan dalam mengambil sikap dan pro terhadap nasib bangsanya sendiri….kita juga merindukan pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, sangat rakyat oriented dalam prioritas pembangunan visi, misi dan program kerjanya, tidak tamak dengan APBN dan APBD untuk kepentingan dirinya maupun kelompoknya, sementara rakyat hanya gigit jari melihat kesejahteraan dan kemewahan aparaturnya dalam kehidupan masyarakat, sementara kinerja minim.

Kita butuh figur teladan yang dapat menginspirasi rakyat yang sedang terpuruk, karena mentalitas aparaturnya yang menginjak-injak sumpah jabatan, yang melecehkan keimanannya sendiri, dan sangat bernafsu terhadap hak orang lain yaitu rakyat yang menjadi pemegang kedaulatan.

Sudah saatnya tahun 2014 sebagai momentum memperbaiki mentalitas dan menumbuhkan kreativitas, agar rakyat menjadi tuan di negerinya sendiri…….

Penutup

اَللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر اللهُ اَكْبَر وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Akhirnya sebagai penutup marilah kita perbaiki akhlak-budi pekerti anak bangsa, memperbanyak bersyukur atas nikmat dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, bekerja keras, sabar, tawakal dalam menghadapi kehidupan dan selalu waspada dengan pengaruh negatif, belajar dari umat terdahulu.

Dengan puasa Ramadhan kita dapat kendalikan hawa nafsu, dengan zakat fitrah kita sucikan jiwa, dengan zakat maal kita sucikan harta kita dari hak orang lain. Melalui Ramadhan kita diajarkan merasakan penderitaan dan kepedihan orang yang lapar dan miskin. Mudah-mudahan dengan kesabaran, ketekunan, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama cobaan yang diberikan oleh Allah Swt dapat kita lalui dengan sebaik-baiknya dan gelar taqwa kita raih.

Dengan momentum Idul Fitri kita menata diri dan berusaha selalu memberi manfaat bagi yang lain dengan semakin bersyukur, melaksanakan perintah menjauhi larangan, insya Allah, Allah Swt akan membukakan pintu barokah kepada kita semua.

Akhirnya marilah kita mohon kepada Allah, agar masyarakat kita, bangsa kita menjadi bangsa yang pandai bersyukur, sehingga Allah limpahkan barokah nikmat yang berlimpah-limpah, dijauhkan dari segala bentuk kesulitan maupun bala bencana-goda rencana, dikokohkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dilapangkan rizkinya, diridhai segala ikhtiarnya dalam rangka memakmurkan kehidupan kini dan masa depan. Taqabbalallahu minna wa minkum minal ‘aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَسَارِعُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَ الذِكْرِ اْلحِكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْ كُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ  .

 


Khutbah Kedua

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَنَا لِهَدَى وَمَاكُنَّ لِنَهْتَدِىَ لَوْ اَنْ هَدَنَ اللهَ. لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّتَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَفْضَلِ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَمَّابَعْد ُ.فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَاكُنْتَ وَاتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّا بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَضِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الْذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمُ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِ نِعَامَهُ وَيُكَافِ مَزِيْدَ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمُ السُّلْطَانِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَاقَضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا جَمْعًا مَغْفُوْرًا وَتَفَرُقَنَا بَعْدَ هَذَا تَفَرُقًا مَرْحُومًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمِنَا هَذَا أَوَّلُهُ صَلاَحًا وَأَوْسَطُهُ فَلاَحًا وَاَخِرُهُ نَجَاحًا بَاهِرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نسئَلُكَ سلاَمةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلمِ وَبَرَكَةً فِى رِزْقِ وَتَوبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ المَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ المَوتِ. اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَتِ المَوْتِ والنَّجَاةَ من النَّار والعَفْوَ عِنْدَ الحسَاب. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَخَسُّوعَنَا وَجَمِيْعِ عِبَاذَتَنَا وَتَمِّمُ تَكْثِيْرَنَا يَاالله. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَدَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَائِيْتَائِىذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَااذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهْ عَلَى نِعَمَهُ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ.

[1] Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri 1435 H di Halaman Masjid Sulthan Muhammad Batiniyadi Perum Griya Cipta Laras Bulusulur RT 03 RW 09 Wonogiri, Senin, 28 Juli 2014

[2] Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. adalah Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta. Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran Wonogiri, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s