OPTIMALISASI SYUKUR MENGISI KEHIDUPAN LEBIH BAIK

OPTIMALISASI SYUKUR MENGISI KEHIDUPAN LEBIH BAIK
Oleh Muhammad Julijanto

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ سَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَ جَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ عِيْدًا مُّبَارَكًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ وَ الْمَخْلُوْقَاتِ. اَلَّلهُمَّ صَلِّي عَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. امابعد. قال الله تعالى وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣- الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤- وقال رسول الله صل الله عليه وسلم: اتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوا أَرْحَامَكُمْ (رواه اِبْنُ عَسَاكِرُ

Puji syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang terlimpahkan kepada kita sekalian, sehingga kita bisa bersilaturrahmi, bermuwajjahah-bertatap muka dalam majelis yang mulia ini, semoga rahmat Allah Swt selalu meliputi kita sekalian. Allahumma amin.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad Saw atas segala perjuangan dan teladannya dalam rangka membangun sumber daya manusia yang tercerahkan secara rohaniah dan tersejahterakan secara lahiriah. Semoga kita bisa meneladani akhlaknya yang luar biasa hingga khusnul khotimah.
Melalui majelis ini saya mengajak diri sendiri dan berwasiat kepada seluruh hadirin tentang iman dan takwa kepada Allah Swt, sebab dengan takwa menjadi kunci kesuksesan hidup dan keselamatan kelak di hari pertanggungan jawab semua amal perbuatan kita masing-masing.
Hadirin yang dirahmati Allah Swt
Sebelum berpanjang kalam perkenalkan saya Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Selama ini saya berkecimpung di dunia pendidikan IAIN Surakarta, sekarang lebih banyak waktunya bersama mahasiswa melakukan riset dan pembelajaran di kampus.
Alhamdulillah bisa silaturrahmi bersama orang-orang hebat ini, karena Kami didawuhi ibu Hj Warsini untuk menyampaikan uraian hikmah halal bi halal…perkenankan kami akan mengulasnya dan menghubungkanya dengan optimalisasi syukur dengan mengisi kehidupan lebih baik lagi.

Masalah
Apa makna halal bi halal dan hikmah silaturrahmi di antara kita semua?.
Bagaimana mengisi waktu di masa pensiun…menuntaskan pengabdian dan memberi manfaat sebanyak mungkin, meningkatkan kualitas spiritual, penuntaskan pengabdian serta menjadi rujukan moral dan akhlak bagi generasi muda.
Pensiun atau purna tugas berarti selesai dalam pengabdian dan memberikan kontribusi yang lebih baik di masa yang akan datang….justru meneruskan pengabdian lebih kepada sesama memberikan manfaat yang lebih luas….bagi masyarakat…
Hadirin yang dirahmati Allah Swt

Makna halal bi halal
Setelah menunaikan syiam-puasa Ramadhan maka kita akan kembali ke fitrah sebagaimana kita dulu dilahirkan, apabila kita sudah bisa menyelesaikan hubungan kepada Allah Swt-hablum minallah yaitu bagaimana ibadah kita lakukan selama ini, apabila ada dosa maka kita segera memohon ampun dan bertaubat tidak akan melanjutkan perbuatan dosa di masa yang akan datang-dengan taubatan nashuha. Sedangkan kesalahan di antara manusia, bisa lebur, apabila setiap hamba saling memohon maaf atas segala kesalahan di antara mereka, sehingga sudah tidak ada ganjalan dan kesalahan di antara manusia yang menyebabkan kita kembali kepada fitrah sebagaimana kita awal dilahirkan.
Secara istilah halal berarti boleh dan tidak ada dosa untuk dilakukan…istilah ini memang timbul berdasarkan budaya nusantara…karena di negeri asal perkembangan Islam tidak ada…namun Islam tidak hampa budaya…bisa bersinergi selama itu membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi kehidupan dan tidak menyimpang dari syariat, justru pengamalan syariat Islam menjadi budaya itulah yang lebih baik…bukan membudayakan budaya menjadi syariat…sebaliknya syariat menjadi budaya, budaya yang bersendikan syariatsehingga bisa membimbing manusia mencapai puncak peradaban dan keadaban akhlakul karimah.
Silaturahim merupakan kata majemuk terdiri dari shilat dan rahim. Shilat berakar kata washl yang berarti menyambung dan menghimpun. Yaitu menyambung yang putus, mengumpulkan yang berserakan-ngumpuke balung pecah. Sedangkan rahim mulanya rahim ibu yang berarti kasih sayang, berkembang sehingga berarti pula peranakan (kandungan), karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang dari keluarga. Ikatan kekeluargaan yang dihimpun berdasarkan satu rahim, yang mana kalau ditunut hingga nabi Adam sebagai manusia pertama, generasi berikutnya adalah satu rahim, sehingga cenderung untuk mencurahkan kasih sayang kepada sesamanya.
Salah satu bukti yang paling konkret tentang silaturahim berintikan rasa rahmat dan kasih sayang itu adalah pemberian yang tulus. Karena itu, kata shilat diartikan dengan pemberian atau hadiah .
Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan dengan istilah anjangsana yang berarti 1) kunjungan untuk melepaskan rasa rindu; 2) kunjungan silaturahmi (ke rumah tetangga, saudara, kawan lama, sahabat); beranjangsana v 1 berkunjung untuk melepaskan rasa rindu; 2 berkunjung untuk bersilaturahmi .
Rasulullah saw bersabda:
اتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوا أَرْحَامَكُمْ (رواه اِبْنُ عَسَاكِرُ)
Bertakwalah kepada Allah dan sambunglah tali persaudaraan di antara kamu sekalian (HR Ibnu ‘Askir).

Optimalisasi syukur
Allah Swt berfirman barang siapa yang bersyukur pasti Allah akan menambah nikmatnya, sebaliknya barang siapa yang kufur atas nikmat Allah sungguh azab Allah sangat pedih…
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ -٧-
Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu Memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan Menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab -Ku sangat berat.” (Ibrahim [14]: 7).
Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali bersilaturrahmi, menyambung kembali hubungan yang telah lama terputus karena berbagai kesimbukan kita masing-masing. Maka dengan saling berkunjung dan bertemu muka, akan memecahkan segala bentuk kebekuan dalam komunikasi dan hubungan sosial, menetralkan kembali hubungan yang selama ini ada masalah, bisa diurai dengan silaturrahmi, kopi darat bertemu langsung dan bisa berjabat tangan melepas kerinduan.
Dalam kehidupan ini sudah menjadi naluri manusia untuk saling menjaga hubungan-hablum minan naas sebagai makhluk sosial. Dalam hubungan dan interaksi sosial, tentu banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi hubungan tersebut, ada hubungan yang harmonis-damai dan menyenangkan, tetapi ada hubungan yang disharmonis-terasa panas dan penuh dengan prasangka-dan yang semacam inilah yang harus segera diurai agar tidak timbul akumulasi masalah yang berlanjut dan membawa dampak negatif antar personal maupun kelembagaan. Disinilah fungsi silaturrahmi dan halal bi halal akan sangat membantu memecahkan kebekuan yang selama ini mengganjal di antara kita. Agar bisa lebur dan saling memaafkan di antara kita, sehingga kembali pada hubungan semula yang tidak ada dusta dan salah di antara kita.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi yang lain…خير الناس انفعهم للناس sungguh keutaman manusia yang mulia, adalah yang mampu memberikan manfaat yang terbaik kepada yang lain, sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Mengisi kehidupan lebih baik

Dalam perjalan hidup selalu diiringi oleh suka dan duka, hambatan dan tantangan yang silih berganti menghampiri kehidupan kita, baik masalah yang datang dari usaha dan kerja kita, maupun masalah yang timbul dari faktor luar yang memang itu semuanya untuk menguji ketahanan dan pertahanan keimanan kita masing-masing. ليب لوكم احسن عمل –siapakah di antara kita yang terbaik amal sholehnya. Seakan semua manusia akan menghadapi masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing…sebagaimana dalam firman Allah Swt surat Al Baqarah [2]: 286 Allah tidak akan membebani suatu kaum sesuai dengan kemampuan masing-masing, mereka mendapatkan sesuatu sesuai dengan kebaikan usaha yang mereka lakukan. Demikian juga mereka mendapatkan balasan dari kejatahan yang mereka usahakan.
Tugas hidup manusia adalah beribadah …وما خلقت الجن و الانسان الا ليعبدون sungguh Allah menciptakan jin dan manusia, semata-mata untuk beribadah kepada Allah…ibadah maghdhah yaitu ibadah yang secara khusus tata cara dan waktunya. Dan ibadah grairu maghdhah yaitu ibadah yang tidak ditentukan waktu dan tata caranya-sehingga segala kebaikan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan diniatkan sebagai ibadah kepadanya bernilai sebagai ibadah…sehingga tugas hidup manusia adalah beribadah secara tulus kepada Allah Swt.

Potensi manusia…sifat-sifat dan potensi manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna…في احسن تقويم makhluk yang mulia…selain karakter positif manusia, juga mempunyai karakter negatif…amat aniaya dan mengingkari nikmat sebagai surat Ibrahim [14]: ayat 34….banyak membantah …Al Kahfi [18]: 54…bersifat keluh kesah lagi kikir…Al Ma’arij [70]: ayat 19.
Ini menunjukkan kelemahan manusia yang harus dihindari, tetapi juga menunjukkan manusia mempunyai potensi yang luar biasa untuk menempati derjat yang tertinggi, sehingga ia terpuji, atau berada di tempat yang rendah sehingga ia tercela karena perbuatannya.
Fitrah manusia sebagai mana dalam surat Asy Syams [91]: 7-8…ونفس زما سواها فالهمها فجورها وتقواها potensi melakukan kebaikan dan keburukan yang sebanding.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan nafsu-dorongan yang kuat untuk berbuat kurang baik. Nafsu terbagi menjadi dua potensi positif-mahmudah dan potensi negatif-mazhmumah… yang terbaik mencapai kesucian dan tidak mengotorinya.
Jadi setiap orang yang beridul fitri harus sadar bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan; dan dari kesadarannya itu, ia bersedia untuk memberi dan menerima maaf. Setiap orang memiliki fitrah, terbawa sejak kelahirannya, walaupun sering karena kesibukannya dan dosa-dosa yang terabaikan, sehingga suaranya bergitu lemah, hanya sayup-sayup terdengar. Maka dengan idul fitri terdengar kalimat takbir, tahmid dan tahlil mengagungkan asma Allah kembali kepada kesucian. Kesucian adalah gabungan dari tiga unsur: benar, baik dan indah, sehingga orang yang beridul fitri dalam arti kembali kepada kesucian yang akan selalu berbuat yang indah, benar dan baik. Bahkan karena kesucian jiwanya akan mempunyai cara memandang segala sesuatu dengan pandangan yang positif-khusnudhan. Selalu berusaha mencari sisi-sisi yang baik, benar dan indah. Mencari yang indah melahirkan seni, mencari yang baik menimbulkan etika, mencari yang benar menghasilkan ilmu.
Oleh karena itu ketika orang melakukan silaturahim maupun halal bihalal menuntut upaya maaf-memaafkan. Sebagaimana Ali Imroh [3]: 134 bahwa setiap muslim yang bertakwa dituntut atau dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap dari seseorang yang melakukan kekeliruan terhadapnya: a) menahan amarah, b) memaafkan dan c) berbuat baik terhadapnya.
Ada tingkat yang paling tinggi daripada maaf-memaafkan. Maaf dalam Alquran al afwu yang berarti menghapus, karena yang memaafkan menghampus bekas-bekas di hatinya. Bukan memaafkan namanya, bila masih ada tersisa bekas luka di dalam hati-dendam. Bila masih ada dendam yang membara. Usahakan untuk menghilangkan segala noda itu, sebab dengan begitu baru bisa dikatakan memaafkan orang lain.
Manusia menurut istilah Sayyid Hosein Nasr adalah makhluk theomorfis karena dalam subtansi diriny ada unsur suci (malakuti) , sebagaimana disebutkan Alquran: maka setelah Kusempurnakan kejadiannya dan meniupkan ke dalamnya roh-Ku, maka kutunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (Al Hijr [15]: 29).

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ -٢٩-

Siapa pun umat Muslim, setelah menjalani kewajiban puasa di bulan Ramadhan, tentunya berharap dapat meraih sukses, lebih baik dalam segala hal di masa mendatang.
Jadikan Idul Fitri sebagai batu lompatan untuk mengubah diri, dari buruk menjadi baik, dari tak peduli terhadap agama berubah lebih baik. Benar-benar bertanggung jawab. Kembali ke fitrah yang didambakan tentunya harus punya target, berubah dalam upaya merintis jalan untuk meraih sukses dunia dan akhirat.
Syawala-yasyulu salah satu artinya adalah meningkat. Syawal adalah starting point peningkatan diri dari amaliah pada bulan Ramadhan, bukan titik nol sebagaimana sering dinungkapkan sementara pihak.
Tak heran semua nabi mengajarkan kebajikan, akhalqul karimah, cinta kasih sesama dan kebersediaan berkorban.
Ya Allah, dengan shiyamu romadlon kami hanya ingin menjadi manusia tulen/sejati (ahsani taqwiim). Bila belum semua hawa nafsu kami sanggup membakarnya, tapi kami takut menjadi menusia setengah malaikat, setengah iblish, setengah syaithon (asfala saafiliien). Karena itu kami mohon Engkau berkenan memberi kesempatan kepada kami untuk bertemu shiyamu romadlon tahun depan, kami akan berusaha mambakarnya, hingga benar-benar kami menjadi manusia tulen.

Kesimpulan
Syukur atas nikmat yang kita dapatkan hingga saat ini bisa menuntaskan pengabdian dengan senantiasa berbuat yang baik dan terbaik serta memberi manfaat bagi yang lain.
Dengan silaturrahmi maka hidup kita akan semakin berarti, karena kita bisa membandingkan dan saling berbagi baik suka maupun duka bersama yang lain. Sehingga semakin memberikan makna hidup lebih berarti. Bisa meluaskan akses rizki kita, bisa membuka peluang kebaikan kepada yang lain. Bisa saling melengkapi segala kekurangan untuk mencapai keutamaan hidup. Bisa memanjangkan umur dengan kebaikan bersama. Bisa saling memotivasi untuk mengejar ketertinggalan dalam amal sholeh. Akhirnya akan membawa dampak kebaikan bersama.
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ -١٣٣- الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤- وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ -١٣٥-
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, 134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah Mencintai orang yang berbuat kebaikan, 135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,” ** (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. **Yang dimaksud perbuatan keji (fāhisyah) ialah dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menzalimi diri sendiri ialah melakukan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri baik besar atau kecil

Daftar Pustaka

Muhammad Quraish Shihab, Membumikan Al Qur’an Fungsi Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1992.
Nasaruddin Umar, “”Kata Pengantar”, dalam M. Laily Mansur, Ajaran dan Teladan Para Sufi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.
Tim Penyusun, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.

Doa

A’udubilla himinas syaitan nirrajiim bismillah hirrahmaa nirrahiim. Allahumma shali’ala muhammad wa ‘ala ali muhammad waj’alna ma’ahum birahmatika ya arhama rahimiin.
Ya Allah segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu ya Ramhan ya Rahim atas segala nikmat dan karunia-Mu, sehingga saat ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat dalam rangka Silaturrahmi dan Halal Bi Halal Keluarga Besar Pensiunan Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri yang Engkau ridhai.
Ya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksa. Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami yang telah membesarkan kami dengan cinta dan kasih. Ampunilah saudara-saudara Kami, Ampunilah dosa para pemimpimpin kami.
Ya Allah kalau langkah kami ini baik dan benar serta akan membawa keselamatan, kemaslahatan dan keutamaan kabulkanlah atas ridha dan berkenan-Mu.
Tiada daya dan upaya kecuali atas izin dan karunia-Mu, maka kabulkanlah do’a permohonan ini , Ya Mujibu al saailiin.
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu akan keselamatan dalam agama, kesehatan dalam badan, bertambah dalam ilmu, keberkahan dalam rejeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati. Ya Arhamar Rahimiin.
Ya Allah, ringankanlah kami ketika sakratul maut, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka, dan mendapat ampunan di hari perhitungan amal.
Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya Allah ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan-kesejahteraan di dunia dan keselamatan kelak di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Ya Allah sesungguhnya kami mohon kepada-Mu semudah-mudah persoalan, sebaik-baik pahala, sebagus-bagus kehidupan dan sebaik-baik kematian, sebagus-bagus peluang dan sebaik-baik keberuntungan. Tetapkan kami dalam kebenaran dan beratkan amal baik kami, kokohkan iman kami tinggikan kedudukan kami di dalam surga-Mu, terimalah shalat kami, terimalah zakat kami, terimalah puasa kami, terimalah amal ibadah kami dan ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Perkenankanlah ya Allah yan Rabbal ‘alamin.
Ya Allah perbaikilah urusan agama kami yang menjadi pegangan bagi setiap urusan kami. Perbaikilah dunia kami disitulah urusan kehidupan kami lakukan. Perbaikilah akhirat kami yang ke sanalah kami akan kembali. Jadikanlah hidup kami ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan, dan jadikanlah kematian kami sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.
Ya Allah jadikan majelis pertemuan ini pertemuan yang penuh dengan barokah dan ridhaMu. Jadikalah majelis ini awalnya penuh ampunan, tengahnya penuh keberhasilan dan perpisahannya perisahan yang penuh kesuksesan. Ya Allah jadikan hari-hari kami awalnya baik, tengahnya penuh keberuntungan dan akhirnya penuh dengan keberhasilan. Kabulkan doa kami ya Rahman ya Rahim.
Ya mujibus saailin kabulkan doa kami dan rahmatilah segala ikhtiar kami. Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanatan, wa fil aakhirati hasanahn, wa qinaa ‘adzaaban-naar. Wal hamdulillah hirabbil’alamiin. Wassalamu’alaikum wr wb.
Selasa, 26 Agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s