HARAPAN KEPADA PEMIMPIN BARU

HARAPAN KEPADA PEMIMPIN BARU
Oleh Muhammad Julijanto

Pemilu telah usai segala ritual demokrasi dengan berbagai hiruk pikuknya sudah kelar setelah putusan Mahkamah Konstitusi, sekalipun pidana pemilu masih berproses sesuai dengan hakikat hukum publik, yang tidak mengenal kedaluwarsa. Sebagai upaya untuk menegakkan hukum dan pencapaian keadilan subtansif.

Kini harapan dan cita-cita yang terkemas dalam fakta kampanye dahulu menjadi janji dan sumpah yang harus sekuat tenaga pemimpin terpilih untuk merealisasikan dengan segenap kesadaran, aneka tantangan dan hambatan yang akan merintanginya. Kesadaran itu harus mulai dibangun dengan perspektif yang baru, sehingga sebesar apapun tantangan yang menghadang bila niat suci melaksanakan amanat penderitaan rakyat akan mendapat dukungan dari semua elemen bangsa, baik yang pro maupun yang kontra asal semangat dikembalikan kepada hati nurani rakyat.

Fungsi pemimpin akan menentukan perjalanan dalam meraih mimpi indah bersama pemimpin baru dengan mewujudkannya dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab pemimpin sekaligus politisi adalah mediator publik yang wajib mengerti kebutuhan masyarakat yang diwakilinya. Politisi lebih tepat disebut pemimpin. Seorang pemimpin wajib menjadi mediator rakyat atau masyarakat, dan menyambung aspirasi, bukan sebagai makelar yang mengambil keuntungan dari kebutuhan masyarakatnya (Harry Tjahjono, Kompas, 19/4/2014).

Ada 3 tingkat fungsi yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin agar rakyat mengalami transformasi kehidupan yang istimewa: 1) Transformasi kehidupan dari kepemimpinan yang keluarannya bersifat perifer-sensasional (tak menyentuh pemenuhan kebutuhan utama mayoritas rakyat di bidang fisikal, emosional, spiritual dan cenderung beorientasi pada kampanye verbal semata) kenuju keluaran kepemimpinan yang bersifat elementer-faktual (memenuhi kebutuhan utama dan mendasar seluruh rakyat fisikal, emosional, spiritual, serta berorientasi pada kebenaran obyektif kehidupan). Pemimpin punya fungsi mediator yang mampu mempertemukan kepentingan pihak-pihak dalam masyarakat, termasuk kepentingan mayoritas atau minoritas. Fungsi mediator disebut sebagai fungsi birokratik. 2). Fungsi kepemimpinan sebagai integrator bertujuan menyelaraskan berbagai kepentingan, kebutuhan, serta aspirasi masyarakat hingga mempersatukan semuanya itu dan pada gilirannya mencapai sinergi bersama. Sehingga seorang pemimpin wajib mempunyai integritas kepribadian yang relatif sempurna. Sebab integritas pribadinya akan membuat seorang pemimpin selalu mengedepankan kepentingan lebih besar, di atas kepentingan pribadi, kelompok dan partai. 3) fungsi kepemimpinan sebagai transformator, yang bukan saja memenuhi kepentingan dan kebutuhan rakyat elementer, faktual, mediasi solutif, serta mencapai sinergi bersama, tetapi sampai pada tanggung jawab pemimpin dalam membawa kehidupan rakyat ke tataran lebih tinggi bermantarbat dan mulia (manusiawi).

Pemimpin yang baik menurut Loa Tzu, adalah ketika ia mampu membuat pengikut atau rakyatnya menyadari keberadaan dirinya, ketika mereka berkesempatan bekerja dengan baik, memenuhi tujuan hidupnya, dan pada akhirnya ketika mereka bisa berkata, “kita telah melakukannya sendiri’. Di sinilah partisipasi masyarakat terasa nyata dan menyatu dengan visi, misi dan program kerja pemimpin untuk menggerakkan masyarakat meraih impiannya.
Sementara menurut Musthofa Bupati Kudus ada tiga konsep kepemimpinan 3 M perlu diimplementasikan oleh setiap pemimpin dalam semua level, yaitu; setiap pemimpin harus mau melihat, mendengar, serta merasakan apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat (Kompas, 12/8/2014).

Gaya Pemimpin

4 kriteria memilih pemimpin: sidiq, amanah, fathonah, tabligh. Nabi dikenal al amin…jujur, belajar boleh salah, belajar bisa dari kesalahan, kita tidak boleh bohong- jujur itu lebih penting dibandingkan memperoleh sesuatu dengan cara tidak jujur. Selama ini pendidikan tidak boleh salah, salah itu penting untuk mengetahu apa yang benar- coba dan salah- try and error- Thomas Alfa Edison melakukan percobaan hingga 1000 kali. Sifat jujur ada pada diri nabi sebagai bekal paling besar hingga dipercaya sebagai pemimpin di lingkungan masyarakat Mekkah.

Amanah bisa dipercaya-memegang kepercayaan sesuai dengan janjinya dan sumpah jabatan. Sumpah jabatan merupakan janji yang sangat kuat pemangku kepentingan yang harus ditunaikan atas nama Allah (Tuhan Yang Maha Esa) dan harus dilaksanakan. Kalau diberikan amanah tunaikan sampai selesai.
Amanah sangat dipegang sebagai manifestasi janji-janji dalam kampanye yang merupakan implementasi visi, misi dan program kerjanya yang ditawarkan kepada konstituen, yang kemudian harus direalisasikan semasa masa jabatannya.

Fathonah-cerdas- pemimpin harus cerdas-pemimpin ditinggikan seranting-lebih tinggi meskipun sedikit-presiden adalah leader. Leader artinya pemimpin-bicaranya dalam konteks ruang lingkup visi-pandangan-tujuan-tujuan-vis jauh kedepan yang harus dilakukan. Menager akan melaksanakan perintah yang ditunjukkan oleh pemimpin. Maneger mengelola. Pemimpin pada level pimpinan daerah, panduan kedepan arahannya.

Seorang presiden adalah seorang pemimpin. 2 type pemimpin di Indonesia: type solidaritas maker seperti Ir Bung Karno berpidato 8 jam di depan PBB. Mengurus pemerintahn tidak bisa bung Karno gagal 1965 mengurus pemerintahan. Keberhasilannya kepemimpinanya berkat Ir Juanda pidatonya tidak bagus, pekerjaannya bagus. Bisa menerjemahkan pekiran-pikiran bung Karno. Masuk orang PKI yang memanfaatkan kekuasaan Bung Karno. PKI mengangkat Bung karno menjadi pemimpin seumur hidup. Kita butuh kepemimpin sesuai dengan zamannya.

Type kepemimpinan Soeharto-kelebihannya pidatonya tidak bagus kerjanya bagus. Teori rumit disederhanakan sehingga pembangunan dari pusat hingga daerah- seperti Pos yandu membuat generasi Indonesia sehat-sederhana tetapi teorinya rumit-mempermudah sesuatu untuk bisa dilaksanakan.

Politik bukan tergantung pada pribadi-sebab syahwat politik power tent to corrup, absolut power lebih korup. 10 tahun kekuasaan Suharto sangat demokratis, kemandirian ekonomi, 10 tahun berikutnya menimbulkan syahwat kekuasaan untuk keluarga, kolega dan anak-anaknya (kroninya). Korupsi Kolusi dan Nepotisme-segala sesuatu dipakai untuk keluarga. Jabatan politik dan jabatan karir. Jabatan politik tergantung pada kontrak, kalau 5 tahun-jabatan yang dipilih melalui mekanisme pemilihan umum. Jabatan karir kontraknya sampai pensiun, tergantung pada atasan. Jabatan politik tidak ada atasannya, atasannya adalah rakyat yang memilih.

Pekerjaan Rumah
Pekerjaan Rumah yang cukup berat bagi presiden dan wakil presiden terpilih Ir H. Joko Widodo- Drs. HM. Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia hebat adalah menghilangkan benalu demokrasi yang merupakan kekuasaan turun temurun dengan kekuatan modal bukan moral, semakin tumbuh suburnya mafiaso dengan regenerasi koruptor yang silih berganti, belum tersentuh keadilan hukum, kerugian negara makin banyak yang masuk kantong koruptor membuat ngiler rakyat miskin. Pembangunan ekonomi yang belum signifikan mengatrol kesejahteraan membuat rakyat betah tinggal di tanah airnya. Mereka yang bisa mengais rizki di negeri seberang rauntau tidak semujur mencapai kesejahteraan bahkan mendapatkan perlakuan hukum dan penelantaran di sana. Inilah ironi yang segera di atasi tidak harus menunggu rakyat berontak tetapi dengan kekuatan mendengar, melihat, merasakan penderitaan…akan muncul kebijakan, strategi dan terobosan menyelesaikan semua masalah secara cepat…

Ya Allah ampunilah dosa kami, ampunilah dosa para pemimpin kami dan kuatkalah dalam menjalankan amanah rakyat, ya Allah limpahkanlah rahmat, hidayah dan inayahMu ya rahman ya rahim. Kami memohon atas segala nikmat yang engkau berikan kepada kami. Agar bangsa dan negara menjadi sejahtera, amin.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta

9 thoughts on “HARAPAN KEPADA PEMIMPIN BARU

  1. Ambarwati tri setyo mengatakan:

    Kelompok 5 , kelas 1 c akuntansi syariah
    Nama kelompok : 1.binti mubarokah
    2.vani nur aneka putri 3.arifah yuniarti 4.ambarwati tri setyo 5.eka rahayu 6.dessy saptarini 7. Sarwanti 8.maulana ade w

    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil,jujur,bertanggung jawab,dapat di percaya,tidak memandang sebelah mata,amanah tapi pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan sebagainya.

  2. Ambarwati Tri Setyo mengatakan:

    kelompok 5 kelas 1 c akuntansi syariah
    nama : 1. Ambarwati tri setyo
    2. Eka rahayu
    3. Vani nur aneka putri
    4. Dessy saptarini
    5. Maulana ade w
    6. Sarwanti
    7. Binti mubarokah
    8. Aifah yuniarti
    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil,jujur,tanggung jawab,dapat dipercaya,tidak memandang sebelah mata dan amanah,namun pada kenyataan masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan lain sebagainya.

  3. Ambarwati Tri Setyo mengatakan:

    kelompok 5 kelas 1 c aks
    pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil,jujur,dapat dipercaya ,tidak memandang sebelah mata,amanah tapi pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan sebaigainya

  4. Kelompok 5 Aks 1C mengatakan:

    Kelompok 5 Aks 1C
    Nama anggota:
    1. Ambar Tri Setyo
    2. Vany Nur Aneka Putri
    3. Maulana Ade W
    4. Dessy Saptarini
    5. Eka Rahayu Suprihatin
    6. Sarwanti
    7. Binti Mubarokah
    8. Aryfah Yuniarti

    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil, juju, bertanggung jawab, dapat dipercaya, bijaksana, tidak memandang sebelah mata dan amanah. Namun, pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan lain sebagainya.

  5. Kelompok 5 Aks 1C mengatakan:

    Kelompok 5 Aks 1C
    Nama anggota:
    1. Ambar tri setyo
    2. Vany nur aneka putri
    3. Binti mubarokah
    4. Eka rahayu suprihatin
    5. Maulana ade w
    6. Dessy saptarini
    7. Sarwanti
    8. Aryfah yuniarti

    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil, jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, tidak memandang sebelah mata, bijaksana dan amanah. Namun, pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan lain sebagainya.

  6. Kelompok 5 Aks 1C mengatakan:

    Kelompok 5 Aks 1c
    Nama anggota:
    1.Ambarwati tri setyo
    2.Vany nur aneka putri
    3.Binti mubarakah
    4.Eka rahayu s
    5.Maulana ade w
    6.Sarwanti
    7.Dessy saptarini
    8.Aryfah yuniarti

    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil, jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, tidak memandang sebelah mata, bijaksana dan amanah. Namun, pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan lain sebagainya.

  7. Kelompok 5 Aks 1C mengatakan:

    Pada dasarnya masyarakat mendambakan seorang pemimpin yang adil, jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, tidak memandang sebelah mata, bijaksana dan amanah. Namun, pada kenyataannya masyarakat masih menemui pemimpin yang tidak amanah dan lain sebagainya.

  8. Dessy Saptarini, Ambarwati Tri Setyo, Sarwanti, Maulana Ade W, Arifah Yuniarti, Vani Nur Aneka Putri, Eka Rahayu, Binti Mubarokah mengatakan:

    Pada dasarnya masyarakat mengharapkan pemimpin yg adil jujur amanah dan bertanggungjawab. Tapi, kenyataannya masyarakat masih banyak menjumpai pemimpin yg jauh dari kata amanah maupun bertanggung jawab. Masyarakat memilih mereka untuk mengantarkan kpd kesejahteraan bukan untuk membuat mereka semakin kaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s