REFLEKSI SUMPAH PEMUDA DAN HARAPAN BANGSA

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA DAN HARAPAN BANGSA
Oleh Muhammad Julijanto

“Masa remaja merupakan periode produktif, momen paling baik untuk mengetahui dan mengembangkan potensi” (Sri Warsinah, suaramerdeka.com, 12/3/2012)

Pendahuluan
Sesungguhnya masa anak-anak atau remaja merupakan fase yang paling subur, paling panjang, dan paling dominan bagi seorang pendidik untuk menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan yang bersih ke dalam jiwa dan sepak terjang anak-anak didiknya.
Berbagai kesempatan terbuka lebar untuk sang pendidik dan semua potensi tersedia secara berlimpah dalam fase ini dengan adanya fitrah yang bersih, masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang bergitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmaninya, kalbu yang masih berlum tercemari, dan jiwa yang masih belum terkontaminasi (Jamal ‘Abdiir Rahman, 2005: 15).
Mendidik dan memberikan tuntunan merupakan sebaik-baik hadiah dan perhiasan paling indah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan nilai yang jauh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.
Keberhasilan pemuda dan masa depannya sangat tergantung bagaimana generasi muda memanfaatkan waktu untuk menampa diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup dengan keterampilan dalam berbagai aspek. Karena pemuda akan hidup sesuai dengan kemajuan zamannya di masa yang akan datang.
Disamping itu tantangan dan hambatan yang dihadapi generasi muda bukan persoalan sepele, namun mempunyai dampak puluhan tahun yang akan datang. Kegagalan dan ketidakmampuan mengelola potensinya, akan menyebabkan masa depannya terganggu. Bahkan bisa membawa dampak negatif yang lebih jauh.
Melalui tulisan in akan membahas napaktilas gerakan sumpah pemuda dan bagaimana peran pemuda dalam pembanguan bangsa yang aka datang?
Refleksi Sumpah Pemuda
Sebelum Indonesia merdeka, negara kita memiliki berbagai organisasi kepemudaan yang beranggotakan para pemuda-pemudi Indonesia baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan. Berikut ini adalah daftar beberapa organisasi perkumpulan pemuda di Indonesia :
1. Budi Utomo / Boedi Oetomo. Budu Utomo berdiri pada tahun 1908 yang pada awal mula berdirinya merupakan organisasi pelajar yang ruang lingkupnya masih kedaerahan, namun pada perkembangannya berubah menjadi organisasi perkumpulan pemuda nasional.
2. Trikoro Dharmo / Tri Koro Dharmo. Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.
3. Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra). Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin.
4. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Organisasi yang satu ini berdiri pada tahun 1925 yang diprakarsa oleh mahasiswa Jakarta dan Bandung dengan tujuan untuk Kemerdekaan Indonesia.
5. Jong Indonesia. Perkumpulan pemuda dan pemudi ini didirikan pada tahun 1927 di Bandung di mana kemudian organisasi ini diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
6. Indonesia Muda. Indonesia Muda adalah organisasi nasional yang lahir karena dorongan Sumpah Pemuda pada tahun 1930 sebagai peleburan banyak organisasi pemuda daerah / lokal.
7. Organisasi Perkumpulan Daerah. Setelah muncul jong jawa dan jong sumatra bond, maka bermunculanlah organisasi lokal kedaerahan lain seperti jong celebes, jong ambon, jong minahasa, dan lain sebagainya.
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua :
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.
Problem remaja dan tantangan masa depan
Banyak orang tua mengatakan usia yang paling menghebohkan, merepotkan, dan menjengkelkan bagi anak mereka adalah usia remaja. Alasan itu dengan mendasarkan munculnya sikap pemberontakan, sulit diatur, egois, dan sebagainya. Masa remaja (adolescence) itu mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980:206).
Data BNN menunjukkan bahwa 49,5 ton sabu, 147 juta ekstasi, 242 ton ganja, dan hampir 2 ton heroin lepas dari jerat petugas sepanjang 2011 (Siti Marwiyah, suarakarya-online.com, 10/2/2013).
Indonesia dalam keadaan bahaya narkoba dilihat dari kualitas dan kuantitas kejahatan serta kerugian yang ditimbulkan. Kerugian ekonomi lebih dari Rp 50 triliun per tahun. jenis narkoba yang diperdagangkan kini meliputi heroin, kokain, dan sabu kualitas baik. Jumlah kejahatan meningkat dari 26.000 kasus pada 2010 menjadi 29.000 kasus pada 2011 (Kompas, 24/2/2012).
Tragedi neodehuhamnisme semakin sering terjadi dan liberal. Produsen atau distributor telah diberikan amosfir lebih menyenangkan (kondusif dan progresif) untuk menjalankan neodehumanisme sebagai pilihan logis dari ‘hukum dagang’ yang mesti menggunakan rumus untung dan rugi. Akibat pilihan mereka, negara atau masyarakat Indonesia kehilangan banyak generasi mudanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, tidak salah jika kita memberi gelar Indonesia sebagai negeri darurat narkoba dan kiamat bagi generasi. Di samping jaringan produksi dan pengedaran yang kian berani, mereka juga sudah menghabisi (membantai) 15 ribu warga setiap tahunnya, yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda (remaja sekolah), terutama dari kalangan anak orang kaya dan pejabat, yang nota bene komunitas elitis atau keluarga penghasil kandidat para pemimpin (pejabat).
Perilaku menyimpang remaja dalam bentuk perkelahian dan tindak kekerasan lainnya, bahkan juga tindak kriminal, seringkali berkaitan dengan penyelahgunaan narkotika, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya (zat adiktif). Sebagaimana diketahui bahwa narkotika, alkohol dan zat adiktif menurunkan ambang untuk mengendalikan dorongan-dorongan (impuls) agresifitas baik fisik maupun seksual. Dari hasil penelitian terdapat penyalahgunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif tercatat bahwa 65 % dari mereka terlibat perkelahian dan kekerasan lainnya, sedangkan pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan mencapai 58,7 %(Dadang Hawari, 1996: 206).
Benteng Moral
Oleh karena itu perlu antisipasi agar generasi muda tidak terjerumus lebih dalam perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan obat-obatan/narkotika/minuman keras.
Menyikapi perkembangan teknologi, orang tua dan guru perlu melakukan pengawasan lebih intensif terhadap media komunikasi seperti televisi, internet, handphone, dan sebagainya. Dengan mendasarkan rumah sebagai basis, perlu memberikan bimbingan mengenai kepribadian di rumah.
Perlu peningkatan upaya-upaya penangangannya secara komprehensif, terpadu dan konsisten oleh semua pihak yang terkait.
Karakter Generasi Harapan
Pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati dirilah yang bisa kuat dan eksis. Secara sosiokultural, pembangunan karakter bangsa merupakan suatu nilai yang memberikan corak orientasi peradaban. Secara konseptual, karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara (Lilin Budiati, suaramerdeka.com, 16/3/2012).
Memahami pendidikan karakter sebenarnya berhubungan dengan aspek pendidikan budi pekerti yang dikemas dengan unsur pengetahuan, perasaan dan tindakan. Thomas Lickona seperti dikutip Suyanto (2008) mengatakan, pendidikan karakter tak akan efektif jika tiga unsur tersebut tak dikemas secara sistematis, kronologis, dan berkelanjutan. Dengan demikian pendidikan karakter akan menghasilkan intellectual quotient, emotional quotient, dan spiritual quotient.
Ali Ibrahim Akbar (2009), menyatakan praktek pendidikan di Indonesia cenderung lebih berorientasi pada pendidikan berbasis hard skill (keterampilan teknis) yang lebih bersifat mengembangkan intelligence quotient (IQ), tapi kurang mengembangkan kemampuan soft skill yang tertuang dalam emotional intelligence (EQ), dan spiritual intelligence (SQ). Pembelajaran di berbagai sekolah bahkan perguruan tinggi lebih menekankan pada perolehan nilai hasil ulangan, maupun nilai ujian. Banyak guru yang memiliki persepsi bahwa peserta didik yang memiliki kompetensi yang baik adalah memiliki nilai hasil ulangan/ujian yang tinggi.
Sementara itu, menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Oleh sebab itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda (Rijal Firdaos, litbangagama-smg.info, 31/3/2012).
Karakter hanya bisa dididik, ditingkatkan dan disempurnakan terus-menerus. Kepada siapa? Kepada semua orang yang mendambakan proses penyempurnaan karakter, termasuk generasi muda.
Perilaku baik adalah karakter. Karakter itu merupakan asset berharga. Bahkan lebih penting dan lebih mendasar ketimbang asset lain. Cerdas adalah asset. Tapi tanpa karakter, cerdasnya akan ngakali yang lain. Jabatan merupakan asset. Tanpa karakter, jabatan bisa jerumuskan negara dalam utang dan obral murah asset negara. Enterpreneurship adalah asset. Tanpa karakter, apapun akan dibisniskan hanya sekadar uang dan rakus akan kerajaan bisnisnya. Professor adalah kehormatan. Tapi tanpa karakter, kehinaan yang didapat (Erie Sudewo, 2011: 251). Pemuda adalah asset, tanpa karakter pemuda kurang mantap.
Karenanya tidak salah bila dikatakan ‘karakter merupakan fondasi’. Apapun yang dibangun di atas karakter akan berkembang baik dan bermanfaat. Pada bangunan, fondasi tampak nyata hingga harus ada. Semakin besar dan tinggi bangunan, semakin fondasi dibuat kokoh jadi penopang.
Kesimpulan
Merefleksikan sumpah pemuda menjadikan kita ingat kepada sejarah perjuangan bangsa, dan kita merasakan pahit dan getirnya perjuangan, kita bisa merasakan dan berusaha apa yang bisa kita kembangkan dari potensi dan kemampuan kita untuk kita sumbangkan kepada bangsa dan negara. Mengambil teladan dari para pendahulu dan pelopor kebaikan.
Sebagai generasi yang masih labih dan proses pencarian jati diri dan karakter diri, maka perlu selalu ada pembinaan dan penyedian wadah yang dapat sebegai tempat generasi muda mengembangkan semua potensi guna masa depan yang bermanfaat.
Meredam dampak negatif dari perilaku generasi muda dengan memberikan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan serta pengembangan skill remaja, generasi muda dan mahasiswa.
Sebuah bangsa yang maju, salah satu cirinya, adalah selalu melihat sesuatu dari perspektif positif dan bersifat solutif. Membangun peradaban maju tak bisa seketika dan instan. Ia merupakan hasil dari rajutan yang berlangsung terus-menerus, tumbuh dengan memupuk nilai-nilai yang tumbuh, menyeleksi secara alamiah segala yang datang. Semoga kita termasuk bagian yang terus berkembang dan berbuat positif dan selalu solutif di tengah masyarakat.

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, sekretaris LKBHI IAIN Surakarta, Sekretaris LBH Perisai Kebenaran Wonogiri

3 thoughts on “REFLEKSI SUMPAH PEMUDA DAN HARAPAN BANGSA

  1. FAHMI RACHMANDA mengatakan:

    melalui pendidikan berkarakter diharapkan para generasi muda bisa mengimplementasikan apa yang diperoleh , pendidikan bisa didapat baik formal maupun informal. karena para pemuda adalah tulang punggung negara. maju tidak suatu bangsa juga ditentukan oleh para generasinya

  2. zaenal abidin mengatakan:

    Komentar saya terhadap refleksi sumpah pemuda dan harapan bangsa
    Adalah sangat luar bisa dalam menyikapi dengan keadaan sekarang dan perbandingan keadaan pemuda paska kemerdekaan bagi saya.
    Adalah landasan awal untuk menumbuhkan para pemuda yang menyimpang dan membuat kritikan pedas terhadap tingkah laku dan cara berfikir pemuda saat ini, Dewasa ini melihat perkembangan globalisasi modern yang sangat cepat peralatan yang canggih seperti hanpone dan gadget dalam realita kehidupan banyak pemuda-pemuda yang belum sadar dalam mengunakannya dalam keadaan sadar ini adalah penggunaannya yang kurang baik banyak penyimpangan-penyimpangan yang pemuda saat ini di lakukan seperti halnya dengan aplikasi yang sangat canggih di salah pergunakan nonton video porno kemudian sarana untuk mencontek di kalangan pelajar dengan terpuruknya pemuda saat ini di sebabkan salah penggunaan dan memanfaatkan aplikasi yang sangat canggih ini. Dan pemuda saat ini dalam pengetahuan sejarah dari pemuda zaman dahulu itu saat ini mulai acuh tak acuh atau tak peduli dengan keadaan dahulu yang sebenarnya dapat memberi contoh yang sangatbaikuntukkehidupanmendatangtapibuktinyapemudasaatini di Tanya siapapendiri Negara inidarigolonganapasajamerekabelumbisamenjawabdanhukumankepadatindakanpemudasaatini yang kurangbaikkurangadanyaketegasan yang berdampaktidakakanpernahmengulangilagi yang hukumannyabiasasajamungkinpemudabisamenganggaphukumannyaadalahsepeleolehkarenaituharusadahukuman yang membuatpemuda yang menyimpangtersebutjeraakanapa yang telah dia perbuat serta peran pengawasan harus ketat meskipun itu sudah berada di bangku perkuliahan. Dan adanya lembaga-lembaga yang harus peduli terhadap pemuda serta adanya kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian pemuda tersebut. Serta tidak meninggalkan sejarah-sejarah para pemuda terdahulu yang mempunyai pendirian yang kuatsertamenjadipedomanhidupdanmembuatrefleksi yang sesuaipadakeadaansaatinijadiakanlebihbaiknyadalamartikelini di berikannyasolusi yang tepatuntukmenyikapipermasalahan yang menggejola di kalanganpemuda. Terimakasih kerang lebihnya mohon maaf.

  3. hanan mengatakan:

    subbanul yaum wa rajalul ghad…pemuda sekarang dan orang tua di masa yang akan datang…semoga semangat kita terus memuda sekalipun usia tidak bisa dikurangi….selamat melakukan pembaharuan mental dan semangat kepemudaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s