Pahatan Pertama di Hari Pertama Anak Sekolah

Pahatan Pertama Pada Anak di Hari Pertama Sekolah

Oleh Muhammad Julijanto
Alhamdulillah pagi yang indah, pagi yang sejuk, sesejuk anakku yang baru kelas 3 Sekolah Dasar, sejak usia Sekolah Dasar intensitas saya mengantar anak ke sekolah semakin sering, karena saya hanya bisa berinteraksi dengan anak ketika hendak ke sekolah sekaligus dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Saya selalu memulai berangkat sekolah keluar rumah dengan doa. Doa saya lafalkan bersama anakku, agar anak mempunyai kebiasaan yang baik dalam memulai apapun pekerjaan,  kadang anak lupa  berdoa, maka saya ingatkan dan berdoa bersama, saya juga kadang berangkat bersama keponakanku yang sudah kelas 3 SMA. saya pimpin doa bersama ketika hendak berangkat ke sekolah baik di depan rumah maupun berada di kendaaran.

Saat ada di kendaraan inilah saya menyampaikan pesan-pesan khusus untuk pelajaran yang akan dijalani hari ini, memberikan motivasi, menularkan semangat, dan pesan-pesan untuk semangat belajar, bagaimana cara mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menerima pelajaran serta tidak lupa mengucapkan yel-yel..aku anak sholeh, aku anak hebat, aku anak pintar, aku anak cerdas, aku anak sukses, aku anak jujur, aku hebat…yes-yes..pasti aku sukses..bismillaah amiin…bersalaman dan beri semangat anak.

Pulang sekolah anak selalu saya tanyakan dan minta dia bercerita tentang apa yang telah terjadi di sekolah baik bermanin, pelajaran maupun pengalaman seharian di sekolah, saya juga berbalik bercerita tentang apa yang saya lakukan di kantor atau tempat kerja seharian, sehingga anak bisa sharing pengalaman belajar dari sekolah maupun dari tempat kerja ayah dan mamanya.

Saya antar anak sampai di kelas dan memastikan tempat duduk yang nyaman, tempat duduk yang aksesable terhadap guru maupun teman-temannya. Sebab posisi duduk juga mempengaruhi prestasi. Karena tempat duduk yang jauh dari guru menyebabkan anak kurang konsentrasi terhadap apa yang disampaikan guru, dan mudah anak untuk berinetarksi secara langsung atau kontak lend. Maka saya memberikan opsi kepada anak untuk memilih tempat duduk di barisan pertama atau di barisan kedua. Agar bisa konsentrasi dalam menerima pelajaran, dapat dengan jelas mendengarkan apa yang disampaikan guru.

Ketika anak masuk Pendidikan Anak Usia Dini pertama masuk sekolah bahkan istri ambil cuti kerja untuk selama lima hari mendampingi, memastikan anak nyaman dan aman bersama teman-temannya satu kelas. Istri memastikan anak bisa berinetraksi dan bermian bersama teman-teman sebaya. Memberikan waktu khusus dengan off dari pekerjaan untuk mendampingi anak supaya nyaman dalam kelas.

Memang kadang muncul pertanyaan-pertanyaan kritis anak yang kalau kita jelaskan sulit anak memahami karena berada pada level pengetahuan yang lebih tinggi, tetapi  kita jelaskan dengan bahasa yang sederhana, sebab pertanyaan anak sangat luar biasa ketika jawaban salah akan menjadi memori negatif dalam file otaknya, maka jelaskan dengan bahasa yang sederhana sesuai dengan kondisi akalnya…semangat terus nak kalian pasti sukses dengan ketekunanmu…

Sekolah bagi anak adalah media transformasi pengetahuan dan nilai-nilai, wahana sosialisasi, sekaligus tempat aktualisasi diri lebih baik. Perhatian orang tua kepada anak merupakan bentuk penghargaan pada malaikat kita. Mengantar anak tidak hanya sekedar seperti petugas antar jemput sekolah, begitu saja melepas anak-anak berhamburan menuju pintu gerbang sekolah tanpa pesan-pesan, maupun kata-kata manis apalagi sapaan. Coba begitu anak bersalaman beri kata-kata megis kepada anak..itu sangat berpengaruh pada psikologis anak untuk siap dalam belajar dan mampu mengimplementasikannya di kelas maupun di luar kelas.

Belajar bagi anak adalah laksana memahatkan pengetahuan dan nilai pada anak. Mengantar anak akan memberikan rasa percaya diri anak semakin tumbuh dan berkembang. Anak akan merasa nyaman dan mendapatkan perhatian dari orang tuanya, sehingga memungkinkan bisa tumbuh lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Saya juga bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah, sayang ketika datang ke sekolah kepala sekolah tidak sempat menyapa kami beserta anak, karena sedang menemui wali murid yang lain. Namun sebelumnya kami sudah pernah berinteraksi dengan ibu kepala sekolah. Kami juga berinteraksi dengan guru kelas yang akan membimping putra kami, menyampaikan berbagai kondisi anak, dan perkembangannya. Komunikasi orang tua dan pihak sekolah sangat membantu pematauan tumbuh kembang anak.

 

Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag.

Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Sekretaris Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Surakarta.

Alamat: Perum Griya Cipta Laras Blok C3 No. 1 RT 03 RW 09 Bulusulur Wonogiri 57600.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s